Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Akselerasi Hilirisasi Perlu Sinkronisasi Pusat & Daerah

Akselerasi Hilirisasi Perlu Sinkronisasi Pusat & Daerah

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Rabu, 23 Sep 2026
  • visibility 29
  • comment 0 komentar

JAKARTA — Akselerasi hilirisasi mineral di Indonesia dinilai tidak cukup hanya mengandalkan investasi dan kapasitas industri. Sinkronisasi kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah menjadi faktor kunci agar manfaat nilai tambah dapat dirasakan secara optimal di dalam negeri.
Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Mohammad Faisal mengatakan, tantangan hilirisasi tidak hanya berada pada aspek teknis industri, tetapi juga pada tata kelola kebijakan yang melibatkan banyak pemangku kepentingan.
Menurut Faisal, sebagian persoalan hilirisasi justru berada di luar kendali korporasi, terutama yang berkaitan dengan regulasi, koordinasi lintas lembaga, hingga implementasi di tingkat daerah.
“MIND ID bekerja sama dengan pemerintah pusat dan juga pemerintah daerah. Jadi ini nggak bisa sendiri, karena ada ranah yang bisa diselesaikan dari tataran korporasi, tapi ada yang di tataran kebijakan,” kata Faisal dalam diskusi MediaMIND 2026 di Jakarta, belum lama ini.
Ia menambahkan, koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah perlu diperkuat agar berbagai persoalan di lapangan dapat direspons lebih cepat. Pemerintah daerah dinilai memiliki peran penting karena lebih memahami kondisi sosial, lingkungan, dan kebutuhan masyarakat setempat.
Di sisi lain, kapasitas pemerintah daerah masih menjadi tantangan tersendiri. Keterbatasan kewenangan dan anggaran membuat daerah belum sepenuhnya mampu mengantisipasi dampak yang muncul dari aktivitas hilirisasi, termasuk tekanan terhadap lingkungan dan sosial masyarakat.
Faisal menilai, berbagai eksternalitas negatif seperti penurunan kualitas lingkungan dan terganggunya aktivitas ekonomi masyarakat perlu diperhitungkan sejak awal dalam perencanaan investasi. Tanpa perencanaan yang matang, beban tersebut berpotensi dialihkan kepada masyarakat dan pemerintah daerah.
Sebagai salah satu instrumen penguatan kapasitas daerah, Faisal menilai dana bagi hasil (DBH) dapat dimanfaatkan secara lebih optimal. Ia mencontohkan sejumlah daerah di Sulawesi Tengah yang tengah mendorong peningkatan porsi DBH untuk mendukung pembangunan di wilayah terdampak hilirisasi.
“Tapi untungnya sih beberapa daerah yang sekarang sedang mengusahakan untuk peningkatan DBH di Sulawesi Tengah, seperti Morowali itu, sedang mengusahakan itu, jadi ada tambahan dari DBH,” ujarnya.
Berdasarkan data pemerintah, Provinsi Sulawesi Tengah menerima alokasi Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp2,13 triliun pada 2026, dengan kontribusi DBH mencapai Rp272,95 miliar. Dari jumlah tersebut, sektor sumber daya alam masih menjadi penyumbang utama, terutama dari royalti mineral dan batubara.
Selain penguatan fiskal daerah, integrasi hilirisasi juga perlu mendorong keterlibatan pelaku usaha lokal. Dari sekitar 5.600 UMKM di Morowali, baru sekitar 30 yang terhubung dengan rantai pasok industri, menunjukkan masih terbukanya ruang peningkatan partisipasi ekonomi lokal.
Di sisi ketenagakerjaan, pemerintah daerah juga didorong untuk menyiapkan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan industri melalui pengembangan pendidikan vokasi dan politeknik berbasis kebutuhan wilayah.
Sebagai salah satu kawasan utama hilirisasi nikel, Morowali saat ini menjadi pusat pertumbuhan industri pengolahan mineral, termasuk melalui kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP). Sejumlah proyek pengolahan nikel juga terus dikembangkan untuk memperkuat rantai nilai industri dalam negeri.
Dalam konteks tersebut, Holding Industri Pertambangan MIND ID melalui PT Vale Indonesia Tbk menjadi salah satu pelaku yang mengembangkan proyek hilirisasi terintegrasi di Sulawesi. Proyek Indonesia Growth Project (IGP) yang tengah berjalan mencakup pembangunan fasilitas pengolahan di beberapa lokasi, termasuk Pomalaa, Morowali, dan Sorowako.
Pengembangan proyek tersebut tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan nilai tambah mineral, tetapi juga mendukung penciptaan lapangan kerja serta penguatan ekosistem industri nasional.
Faisal menegaskan, keberhasilan hilirisasi pada akhirnya tidak hanya diukur dari besarnya investasi atau kapasitas produksi, tetapi dari sejauh mana kebijakan yang terintegrasi mampu memastikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan dapat dirasakan secara berkelanjutan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tak Perlu Pusing Siapkan THR, BRI Finance Hadirkan Solusi Dana Tunai Lewat BRI Flash

    Tak Perlu Pusing Siapkan THR, BRI Finance Hadirkan Solusi Dana Tunai Lewat BRI Flash

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 78
    • 0Komentar

    Jakarta, 18 Maret 2026 – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, berbagai kebutuhan masyarakat biasanya meningkat. Selain persiapan mudik, belanja kebutuhan rumah tangga, hingga berbagi dengan keluarga di kampung halaman, tradisi memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada keluarga maupun kerabat juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perayaan Lebaran di Indonesia. Tradisi THR sendiri telah berlangsung […]

  • Sira Village Hadirkan Fashion Show dengan Konsep Sustainability melalui Labdanation Fashion Week Season III

    Sira Village Hadirkan Fashion Show dengan Konsep Sustainability melalui Labdanation Fashion Week Season III

    • calendar_month Kamis, 22 Okt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 17
    • 0Komentar

    Sira Village yang berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali menjadi tuan rumah Labdanation Fashion Week (LFW) Season III: Threads of Legacy pada Rabu, 28 Oktober 2026, di Sunset Mandala Stage. Acara yang diinisiasi oleh PT Labda Anugerah Tekstil ini akan memamerkan 67 busana bersertifikasi berkelanjutan (sustainability-certified) yang diperagakan oleh 30 model profesional. […]

  • Ciri Sunscreen yang Aman untuk Kulit Bayi dan Anak

    Ciri Sunscreen yang Aman untuk Kulit Bayi dan Anak

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 46
    • 0Komentar

    Saat si kecil mulai aktif merangkak ke teras, diajak jalan pagi, atau ikut mom and dad ke taman, paparan sinar matahari jadi hal yang sulit dihindari. Nah, di sinilah banyak orang tua mulai bertanya: apakah perlu pakai sunscreen? Dan kalau iya, bagaimana memilih sunscreen bayi kulit sensitif yang benar-benar aman? Memilih sunscreen bayi aman memang […]

  • Tembus Peringkat 9 Dunia, PAM JAYA Sabet Platinum di Ajang  Vision Awards LACP Amerika Serikat

    Tembus Peringkat 9 Dunia, PAM JAYA Sabet Platinum di Ajang Vision Awards LACP Amerika Serikat

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 80
    • 0Komentar

    Jakarta, 17 Februari 2026 – PAM JAYA (Perseroda) kembali menorehkan prestasi di kancah internasional.Perseroda yang bergerak di bidang pelayanan air minum ini berhasil meraih pengakuan global dalam ajang bergengsi Vision Awards – Annual Report Competition yang diselenggarakan oleh League of American Communications Professionals (LACP). Melalui Laporan Tahunan (Annual Report) Tahun Buku 2024, PAM JAYA memborong […]

  • School of Accounting BINUS UNIVERSITY dan IAPI Perkuat Integritas serta Kesiapan Profesi Akuntan Masa Depan di Era AI

    School of Accounting BINUS UNIVERSITY dan IAPI Perkuat Integritas serta Kesiapan Profesi Akuntan Masa Depan di Era AI

    • calendar_month Kamis, 20 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 38
    • 0Komentar

    Melalui rangkaian CPA Days 2026, BINUS University dan Institut Akuntan Publik Indonesia menghadirkan ruang kolaborasi antara regulator, organisasi profesi, akademisi, praktisi, mahasiswa dan teknologi untuk membahas tata kelola teknologi serta pemanfaatan AI dalam riset akuntansi dan audit TANGERANG, 19 Agustus 2026 – Perkembangan Artificial Intelligence (AI) dan teknologi digital terus bergerak mengubah cara organisasi bekerja, […]

  • Semester I 2026, Kinerja Arus Barang PT Pelindo Multi Terminal Branch Tanjung Emas Meningkat 13%

    Semester I 2026, Kinerja Arus Barang PT Pelindo Multi Terminal Branch Tanjung Emas Meningkat 13%

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 48
    • 0Komentar

    Semarang, Agustus 2026 – PT Pelindo Multi Terminal yang merupakan salah satu Anak Usaha dari PT Pelabuhan Indonesia (Persero) mencatat kinerja positif pada periode Semester I Tahun 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kinerja tersebut didukung dengan realisasi total arus barang nonpetikemas Semester I Tahun 2026 yang meningkat sebesar 13% menjadi 2.694.401 ton di […]

expand_less