Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Akselerasi Hilirisasi Perlu Sinkronisasi Pusat & Daerah

Akselerasi Hilirisasi Perlu Sinkronisasi Pusat & Daerah

  • account_circle vritimes
  • calendar_month 36 menit yang lalu
  • visibility 3
  • comment 0 komentar

JAKARTA — Akselerasi hilirisasi mineral di Indonesia dinilai tidak cukup hanya mengandalkan investasi dan kapasitas industri. Sinkronisasi kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah menjadi faktor kunci agar manfaat nilai tambah dapat dirasakan secara optimal di dalam negeri.
Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Mohammad Faisal mengatakan, tantangan hilirisasi tidak hanya berada pada aspek teknis industri, tetapi juga pada tata kelola kebijakan yang melibatkan banyak pemangku kepentingan.
Menurut Faisal, sebagian persoalan hilirisasi justru berada di luar kendali korporasi, terutama yang berkaitan dengan regulasi, koordinasi lintas lembaga, hingga implementasi di tingkat daerah.
“MIND ID bekerja sama dengan pemerintah pusat dan juga pemerintah daerah. Jadi ini nggak bisa sendiri, karena ada ranah yang bisa diselesaikan dari tataran korporasi, tapi ada yang di tataran kebijakan,” kata Faisal dalam diskusi MediaMIND 2026 di Jakarta, belum lama ini.
Ia menambahkan, koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah perlu diperkuat agar berbagai persoalan di lapangan dapat direspons lebih cepat. Pemerintah daerah dinilai memiliki peran penting karena lebih memahami kondisi sosial, lingkungan, dan kebutuhan masyarakat setempat.
Di sisi lain, kapasitas pemerintah daerah masih menjadi tantangan tersendiri. Keterbatasan kewenangan dan anggaran membuat daerah belum sepenuhnya mampu mengantisipasi dampak yang muncul dari aktivitas hilirisasi, termasuk tekanan terhadap lingkungan dan sosial masyarakat.
Faisal menilai, berbagai eksternalitas negatif seperti penurunan kualitas lingkungan dan terganggunya aktivitas ekonomi masyarakat perlu diperhitungkan sejak awal dalam perencanaan investasi. Tanpa perencanaan yang matang, beban tersebut berpotensi dialihkan kepada masyarakat dan pemerintah daerah.
Sebagai salah satu instrumen penguatan kapasitas daerah, Faisal menilai dana bagi hasil (DBH) dapat dimanfaatkan secara lebih optimal. Ia mencontohkan sejumlah daerah di Sulawesi Tengah yang tengah mendorong peningkatan porsi DBH untuk mendukung pembangunan di wilayah terdampak hilirisasi.
“Tapi untungnya sih beberapa daerah yang sekarang sedang mengusahakan untuk peningkatan DBH di Sulawesi Tengah, seperti Morowali itu, sedang mengusahakan itu, jadi ada tambahan dari DBH,” ujarnya.
Berdasarkan data pemerintah, Provinsi Sulawesi Tengah menerima alokasi Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp2,13 triliun pada 2026, dengan kontribusi DBH mencapai Rp272,95 miliar. Dari jumlah tersebut, sektor sumber daya alam masih menjadi penyumbang utama, terutama dari royalti mineral dan batubara.
Selain penguatan fiskal daerah, integrasi hilirisasi juga perlu mendorong keterlibatan pelaku usaha lokal. Dari sekitar 5.600 UMKM di Morowali, baru sekitar 30 yang terhubung dengan rantai pasok industri, menunjukkan masih terbukanya ruang peningkatan partisipasi ekonomi lokal.
Di sisi ketenagakerjaan, pemerintah daerah juga didorong untuk menyiapkan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan industri melalui pengembangan pendidikan vokasi dan politeknik berbasis kebutuhan wilayah.
Sebagai salah satu kawasan utama hilirisasi nikel, Morowali saat ini menjadi pusat pertumbuhan industri pengolahan mineral, termasuk melalui kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP). Sejumlah proyek pengolahan nikel juga terus dikembangkan untuk memperkuat rantai nilai industri dalam negeri.
Dalam konteks tersebut, Holding Industri Pertambangan MIND ID melalui PT Vale Indonesia Tbk menjadi salah satu pelaku yang mengembangkan proyek hilirisasi terintegrasi di Sulawesi. Proyek Indonesia Growth Project (IGP) yang tengah berjalan mencakup pembangunan fasilitas pengolahan di beberapa lokasi, termasuk Pomalaa, Morowali, dan Sorowako.
Pengembangan proyek tersebut tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan nilai tambah mineral, tetapi juga mendukung penciptaan lapangan kerja serta penguatan ekosistem industri nasional.
Faisal menegaskan, keberhasilan hilirisasi pada akhirnya tidak hanya diukur dari besarnya investasi atau kapasitas produksi, tetapi dari sejauh mana kebijakan yang terintegrasi mampu memastikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan dapat dirasakan secara berkelanjutan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Main Bareng Anabul Di Grand Galaxy Park yang Cat Friendly

    Main Bareng Anabul Di Grand Galaxy Park yang Cat Friendly

    • calendar_month Selasa, 11 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 21
    • 0Komentar

    Menjawab kebutuhan para cat pawrents, Grand Galaxy Park kini menghadirkan pengalaman berkunjung yang lebih nyaman dengan menjadi cat-friendly mall Bagi banyak orang, kucing bukan lagi sekadar hewan peliharaan, tetapi sudah menjadi bagian dari keluarga yang selalu menemani keseharian. Menjawab kebutuhan para cat pawrents, Grand Galaxy Park kini menghadirkan pengalaman berkunjung yang lebih nyaman dengan menjadi […]

  • Ketegangan AS–Iran Memanas, Harga Emas Siap Meledak?

    Ketegangan AS–Iran Memanas, Harga Emas Siap Meledak?

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 37
    • 0Komentar

    Harga emas global memasuki pekan ini dengan potensi volatilitas yang tinggi, seiring meningkatnya ketegangan geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat. Kegagalan kedua negara dalam mencapai kesepakatan gencatan senjata menjadi pemicu utama meningkatnya kekhawatiran pasar, terutama terkait stabilitas kawasan Timur Tengah yang selama ini menjadi salah satu pusat distribusi energi dunia. Meskipun pada akhir pekan lalu […]

  • BINUS @Kemanggisan Siapkan Generasi Inovator Digital Technology yang Siap Berkarier Lebih Awal

    BINUS @Kemanggisan Siapkan Generasi Inovator Digital Technology yang Siap Berkarier Lebih Awal

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 69
    • 0Komentar

    Jakarta, 9 Maret 2026 – Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat telah membawa perubahan besar di berbagai sektor industri, mulai dari bisnis, kesehatan, hingga industri kreatif dan teknologi. Inovasi seperti Artificial Intelligence (AI), big data, cloud computing, hingga cybersecurity kini menjadi pondasi penting dalam menciptakan solusi baru sekaligus meningkatkan daya saing global.  Di tengah percepatan […]

  • Rise and Move Kembali Ramaikan Akhir Pekan Sehat dan Seru di Grand Galaxy Park Mall

    Rise and Move Kembali Ramaikan Akhir Pekan Sehat dan Seru di Grand Galaxy Park Mall

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 23
    • 0Komentar

    Grand Galaxy Park Mall kembali menghadirkan pengalaman weekend yang penuh energi melalui Rise and Move yang sukses digelar pada 23 Mei 2026 Grand Galaxy Park Mall kembali menghadirkan pengalaman weekend yang penuh energi melalui Rise and Move yang sukses digelar pada 23 Mei 2026. Setelah sebelumnya mencuri perhatian lewat Kartini Edition, kali ini Rise and […]

  • Kelangkaan Chip Memori Global Kian Parah, Permintaan AI Tekan Pasokan hingga 2026

    Kelangkaan Chip Memori Global Kian Parah, Permintaan AI Tekan Pasokan hingga 2026

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle editor News
    • visibility 95
    • 0Komentar

    Micron Technology menyatakan bahwa kelangkaan chip memori global kini memasuki fase yang semakin parah dan bahkan bersifat “belum pernah terjadi sebelumnya.” Kondisi ini dipicu oleh lonjakan permintaan memori berperforma tinggi, khususnya high-bandwidth memory (HBM), yang menjadi komponen krusial dalam infrastruktur kecerdasan buatan (AI). Permintaan dari sektor AI menyerap kapasitas industri memori secara masif, sehingga menimbulkan […]

  • SUCOFINDO PERKUAT EKOSISTEM SAWIT BERKELANJUTAN MELALUI CIRCULAR ECONOMY

    SUCOFINDO PERKUAT EKOSISTEM SAWIT BERKELANJUTAN MELALUI CIRCULAR ECONOMY

    • calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 24
    • 0Komentar

    Jakarta, 3 Agustus 2026 – PT SUCOFINDO (PERSERO) terus memperkuat komitmennya dalam mendorong pembangunan berkelanjutan menuju Visi Indonesia Emas 2045. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui dukungan terhadap implementasi circular economy di sektor kelapa sawit, yang disampaikan dalam ajang Pekan Riset Sawit Indonesia (PERISAI) 2026 (20-21/7). Hal ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kolaborasi antara […]

expand_less