Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Antisipasi Karhutla, Holding perkebunan Nusantara melalui PTPN IV PalmCo Perkuat Deteksi Dini dan Patroli di Sumatera-Kalimantan

Antisipasi Karhutla, Holding perkebunan Nusantara melalui PTPN IV PalmCo Perkuat Deteksi Dini dan Patroli di Sumatera-Kalimantan

  • account_circle vritimes
  • calendar_month 34 menit yang lalu
  • visibility 2
  • comment 0 komentar

Jakarta – PTPN IV PalmCo, Subholding Perkebunan Nusantara memperkuat langkah pencegahan dan kesiapsiagaan menghadapi peningkatan risiko kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah operasional perusahaan di Sumatera dan Kalimantan.

PTPN IV PalmCo menjalankan mitigasi Karhutla melalui penguatan sistem deteksi dini, patroli lapangan, kesiapan personel dan sarana pemadaman, serta penyediaan sumber air di kawasan rawan kebakaran.

Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menerapkan kebijakan Zero Burning sekaligus menjaga keselamatan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan di sekitar wilayah operasional.

Salah satu instrumen utama yang digunakan adalah Dashboard Monitoring Karhutla PTPN IV. Sistem tersebut membantu perusahaan memantau kemunculan titik panas atau hotspot berdasarkan kedekatannya dengan lokasi kebun.

Informasi yang diperoleh melalui dashboard menjadi dasar bagi tim di tingkat regional dan unit kebun untuk melakukan verifikasi lapangan, memetakan tingkat risiko, serta menentukan prioritas penanganan.

Selain mengoptimalkan pemantauan berbasis teknologi, perusahaan secara berkala melaksanakan Apel Siaga Karhutla untuk memastikan kesiapan personel, sarana dan prasarana, jalur komunikasi, serta mekanisme respons ketika ditemukan indikasi kebakaran di sekitar wilayah operasional.

Di Kalimantan, intensitas pemantauan dan patroli ditingkatkan terutama pada area yang memiliki tingkat kerawanan lebih tinggi selama periode kemarau. Langkah tersebut diarahkan untuk mendeteksi potensi kebakaran sedini mungkin sekaligus mencegah rambatan api memasuki kawasan perkebunan maupun permukiman masyarakat.

Sementara itu, mitigasi di Sumatera diperkuat melalui penyediaan infrastruktur pendukung, termasuk sumber air dan fasilitas pencegahan kebakaran di sejumlah kawasan rawan. Infrastruktur tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan ketersediaan air untuk pemadaman awal apabila terjadi kebakaran lahan.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, mengatakan pengendalian Karhutla merupakan bagian dari manajemen risiko perusahaan yang dipersiapkan secara berkelanjutan, bukan hanya ketika memasuki periode puncak kemarau.

“Mitigasi Karhutla harus dilakukan jauh sebelum api muncul. Karena itu, sistem monitoring, kesiapan personel, patroli, serta sarana pendukung kami persiapkan sejak awal agar ketika terdapat indikasi hotspot, tim dapat segera melakukan verifikasi dan mengambil langkah yang diperlukan,” ujar Jatmiko di Jakarta.

Menurut Jatmiko, kebijakan Zero Burning menjadi bagian dari komitmen PTPN IV PalmCo dalam menjalankan praktik perkebunan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.

“Bagi PalmCo, pencegahan kebakaran bukan hanya terkait perlindungan terhadap aset perusahaan. Yang jauh lebih penting adalah perlindungan terhadap masyarakat, lingkungan, dan ekosistem di sekitar perkebunan. Karena itu, pendekatan kami selalu menempatkan pencegahan sebagai prioritas utama,” katanya.

Perkuat Personel dan Kesiapan Lapangan

Penguatan sistem pencegahan Karhutla juga dilakukan melalui peningkatan kapasitas personel. Di Kalimantan Barat, PTPN IV PalmCo melalui Regional V telah melaksanakan Bimbingan Teknis Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Bimtek Dalkarhutla) bagi personel yang terlibat dalam pencegahan dan penanganan Karhutla.

Pelatihan tersebut diarahkan untuk memperkuat pemahaman personel mengenai prosedur keselamatan, teknik penanganan kebakaran, koordinasi lapangan, serta penggunaan peralatan pemadaman.

Perusahaan juga secara rutin memeriksa kesiapan pompa, selang, alat pelindung diri, kendaraan operasional, alat komunikasi, serta sumber air yang dapat digunakan ketika terjadi kondisi darurat.

Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh personel dan perangkat pendukung dapat segera dioperasikan ketika tim menemukan indikasi kebakaran di lapangan.

Perkuat Kolaborasi dengan Pemerintah dan Masyarakat

PTPN IV PalmCo turut memperkuat koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), aparat pemerintah, serta unsur masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Sebagai bagian dari dukungan tersebut, perusahaan menyalurkan bantuan logistik dan perlengkapan keselamatan bagi petugas lapangan di Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur.

Dukungan itu melengkapi koordinasi yang telah berjalan antara perusahaan dan pemerintah daerah dalam upaya pencegahan serta penanganan Karhutla.

Di Jambi, pendekatan pencegahan juga melibatkan masyarakat melalui program pemberdayaan di desa sekitar perkebunan. Upaya tersebut antara lain dilakukan melalui penguatan kesiapsiagaan masyarakat dan penyediaan infrastruktur sumber air untuk mendukung pencegahan kebakaran di kawasan gambut.

Jatmiko menegaskan efektivitas pengendalian Karhutla sangat bergantung pada sinergi antara perusahaan, pemerintah, aparat, dan masyarakat. “Karhutla tidak mengenal batas administrasi maupun batas konsesi. Karena itu, pencegahannya tidak mungkin dilakukan sendiri. Kuncinya adalah deteksi dini, respons cepat, dan kolaborasi seluruh pihak,” ujarnya.

Ke depan, PTPN IV PalmCo akan terus memperkuat sistem pemantauan, kesiapan personel dan sarana, serta koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya PTPN Group dalam menjaga keselamatan masyarakat dan lingkungan sekaligus memastikan operasional perkebunan berjalan secara aman, bertanggung jawab, dan berkelanjutan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hindari “Sarjana Salah Jurusan,” BINUS @Bekasi Ungkap Strategi Orang Tua Hadapi Dilema Biaya & Karir 2026

    Hindari “Sarjana Salah Jurusan,” BINUS @Bekasi Ungkap Strategi Orang Tua Hadapi Dilema Biaya & Karir 2026

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 33
    • 0Komentar

    Bekasi, 24 April 2026 – Memilih perguruan tinggi di tahun 2026 bukan lagi soal “masuk mana”, tapi lebih dari itu sebuah keputusan besar yang melibatkan kecemasan massal. Fenomena yang dikenal sebagai decision anxiety kini menjadi kenyataan yang menghantui banyak orang tua dan calon mahasiswa. Terlebih, dengan semakin banyaknya informasi dan pilihan, ditambah dengan ketidakpastian dunia […]

  • Elnusa Petrofin Perkuat Operasional Jelang Hari Raya, Komitmen Dukung SATGAS Ramadan – Idulfitri 2026/1447 H Pertamina

    Elnusa Petrofin Perkuat Operasional Jelang Hari Raya, Komitmen Dukung SATGAS Ramadan – Idulfitri 2026/1447 H Pertamina

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 61
    • 0Komentar

    PT Elnusa Petrofin (EPN), anak usaha PT Elnusa Tbk. (ELSA) dan bagian dari ekosistem Pertamina Group, menegaskan kesiapan operasionalnya dalam mendukung pelaksanaan Satuan Tugas (SATGAS) Ramadan–Idulfitri 2026/1447 H PT Pertamina (Persero) yang telah berlangsung sejak 9 Maret hingga 1 April 2026 nanti. Kesiapan ini menjadi krusial dalam mengantisipasi peningkatan konsumsi energi nasional, sekaligus memastikan distribusi […]

  • Besi UNP untuk Gudang: Salah Ukuran Bisa Berisiko Besar

    Besi UNP untuk Gudang: Salah Ukuran Bisa Berisiko Besar

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 70
    • 0Komentar

    Membangun gudang bukan sekadar mendirikan bangunan beratap luas. Di dalamnya ada beban barang, pergerakan forklift, getaran, bahkan potensi penambahan rak atau mezzanine di masa depan. Di sinilah Besi UNP sering digunakan sebagai balok anak, rangka sekunder, hingga struktur pendukung atap. Masalahnya, banyak proyek memilih ukuran UNP hanya berdasarkan harga bukan berdasarkan kebutuhan struktur. Dan ketika […]

  • BRI Cut Mutiah Laksanakan Simulasi Business Continuity Management (BCM) untuk Perkuat Kesiapan Operasional

    BRI Cut Mutiah Laksanakan Simulasi Business Continuity Management (BCM) untuk Perkuat Kesiapan Operasional

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 24
    • 0Komentar

    BRI Cut Mutiah melaksanakan kegiatan simulasi Business Continuity Management (BCM) sebagai langkah strategis dalam memastikan kesiapan operasional serta menjaga keberlangsungan layanan perbankan dalam menghadapi berbagai potensi gangguan maupun kondisi darurat. Kegiatan simulasi BCM ini bertujuan untuk menguji efektivitas prosedur, kesiapan sumber daya manusia, serta koordinasi antarunit kerja dalam menjalankan rencana keberlangsungan bisnis. Melalui kegiatan ini, […]

  • Kolaborasi Multipihak Perkuat Aksi Iklim Berbasis Desa melalui ProKlim di Sumatera Selatan

    Kolaborasi Multipihak Perkuat Aksi Iklim Berbasis Desa melalui ProKlim di Sumatera Selatan

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 22
    • 0Komentar

    Palembang, (3/7) – Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) dan United Nations Office for Project Services (UNOPS) menunjuk PT SUCOFINDO (PERSERO) sebagai mitra pelaksana Program Kampung Iklim (ProKlim) untuk melakukan melakukan kegiatan field visit di Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan. Kegiatan ini dilakukan untuk memberikan gambaran langsung atas implementasi program di tingkat […]

  • Harmony Reunion: Pertemuan Halal Bihalal di May Star Signature

    Harmony Reunion: Pertemuan Halal Bihalal di May Star Signature

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 50
    • 0Komentar

    Jakarta, 31 Maret 2026 — Dalam semangat kebersamaan setelah perayaan Idul Fitri, May Star Signature dengan bangga mempersembahkan Harmony Reunion, sebuah pengalaman berkumpul Halal Bihalal yang dirancang untuk mempererat hubungan antara keluarga, rekan kerja, dan komunitas melalui momen kebersamaan yang hangat, ditemani hidangan khas Tionghoa berkelas. Dirancang untuk kelompok beranggotakan 6 hingga 10 orang, set […]

expand_less