Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Bandhan Melampaui Batas: Apa yang Harus Indonesia dan India Bangun Bersama Selanjutnya?

Bandhan Melampaui Batas: Apa yang Harus Indonesia dan India Bangun Bersama Selanjutnya?

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
  • visibility 24
  • comment 0 komentar

Jakarta — Jauh sebelum rantai pasok menghubungkan pabrik-pabrik kita dan investasi mempererat hubungan ekonomi kedua negara, Samudra Hindia telah membawa sesuatu yang jauh lebih berharga antara Indonesia dan India, yaitu kepercayaan. Kapal-kapal dagang yang memanfaatkan angin muson memang mengangkut rempah-rempah, tekstil, dan berbagai kisah peradaban, tetapi pada saat yang sama juga membawa sebuah gagasan yang mampu bertahan melampaui pergantian zaman: bahwa kemakmuran akan tumbuh jauh lebih kuat apabila dibangun bersama melintasi batas negara, bukan ketika dinikmati secara eksklusif oleh masing-masing pihak.

Semangat tersebut kemudian memperoleh makna politik ketika India menjadi salah satu negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia dan memberikan dukungan kepada republik muda yang tengah mencari tempatnya di tengah masyarakat internasional. Sejarah mengenang peristiwa tersebut sebagai diplomasi. Namun bagi dunia usaha, momen itu memiliki arti yang berbeda: sebuah investasi awal dalam membangun kepercayaan, aset paling penting yang selalu menjadi fondasi setiap kemitraan ekonomi yang mampu bertahan dalam jangka panjang.

Kunjungan kenegaraan Perdana Menteri Narendra Modi ke Indonesia, setelah lawatan bersejarah Presiden Prabowo Subianto ke India pada awal tahun ini, memberikan kesempatan untuk memperbarui kepercayaan tersebut agar tetap relevan dengan tantangan zaman yang baru. Perdagangan, investasi, dan arus modal tentu akan selalu menjadi bagian penting dari hubungan kedua negara. Namun, kemitraan ekonomi yang paling kuat pada akhirnya tidak dibangun hanya melalui transaksi, melainkan melalui aturan yang disepakati bersama, infrastruktur yang dipercaya, serta ekosistem yang memungkinkan seluruh pelaku usaha—bukan hanya perusahaan-perusahaan besar—untuk berinovasi, bersaing, dan berkembang secara bersama-sama. Menurut saya, inilah visi yang seharusnya menjadi arah utama hubungan Indonesia–India pada masa mendatang.

Kisah yang Jauh Lebih Besar dari Angka Statistik

Jika pasar merupakan cerminan paling nyata dari tingkat kepercayaan, maka Indonesia dan India sesungguhnya telah memiliki fondasi yang sangat kuat. India kini menjadi tujuan ekspor terbesar ketiga bagi Indonesia. Sepanjang 2025, nilai ekspor Indonesia ke India mencapai sekitar US$18,3 miliar, sementara impor dari India mencapai US$4,7 miliar, menjadikan India sebagai salah satu dari sepuluh sumber impor terbesar bagi Indonesia. Hubungan dagang kedua negara terus berkembang seiring semakin saling melengkapinya struktur ekonomi masing-masing, didukung pula oleh keberadaan ASEAN–India Free Trade Area yang telah berlaku sejak 2010.

Namun, terdapat satu angka yang justru lebih menarik untuk diperhatikan. Pada 2025, total perdagangan Indonesia–India masih menyumbang kurang dari 5 persen terhadap keseluruhan perdagangan internasional Indonesia. Angka tersebut bukan menunjukkan lemahnya hubungan ekonomi kedua negara. Sebaliknya, angka itu memperlihatkan betapa besarnya ruang yang masih tersedia untuk memperdalam integrasi ekonomi di masa depan.

Karakter ekonomi kedua negara juga semakin menunjukkan sifat yang saling melengkapi. Indonesia memasok berbagai komoditas strategis yang menopang ekspansi industri India, mulai dari bahan bakar mineral, minyak nabati, besi dan baja, bahan kimia anorganik, hingga berbagai bahan baku industri lainnya. Sebaliknya, India memasok mesin industri, komponen otomotif, peralatan listrik, bahan kimia organik, serta berbagai teknologi manufaktur yang mendukung transformasi industri Indonesia. Hubungan tersebut tidak lagi sekadar berupa pertukaran barang, melainkan mulai membentuk rantai pasok dan rantai nilai yang saling menguntungkan bagi kedua negara.

Pola yang sama juga terlihat pada sektor investasi. Investasi langsung asing (FDI) dari India ke Indonesia mencapai sekitar US$3,8 miliar pada 2025, meningkat lebih dari 358 persen dalam lima tahun terakhir. Perusahaan-perusahaan India kini semakin aktif berinvestasi di berbagai sektor seperti pertambangan, mineral kritis, pembangkit energi, industri logam, manufaktur otomotif, rekayasa teknik, industri kimia, jasa keuangan, hingga barang konsumsi. Ragam sektor tersebut menunjukkan bahwa hubungan Indonesia–India tidak hanya semakin luas, tetapi juga semakin dalam dan berorientasi pada kolaborasi industri jangka panjang.

Meningkatkan nilai perdagangan tentu tetap penting. Namun, tantangan yang jauh lebih besar adalah membangun arsitektur yang memungkinkan perdagangan, investasi, inovasi, dan berbagai peluang ekonomi berkembang jauh melampaui capaian yang tercermin dalam statistik saat ini.

Bagaimana Jika Terobosan Berikutnya Bukan Berasal dari Perjanjian Dagang?

Ketika Presiden Prabowo Subianto berkunjung ke New Delhi pada Januari 2025, Indonesia dan India menandatangani Nota Kesepahaman tentang Kerja Sama Pengembangan Digital. Cakupan kerja sama tersebut jauh melampaui aspek teknologi semata, meliputi Digital Public Infrastructure (DPI), kemitraan bisnis digital, keamanan siber, pengembangan kapasitas digital, hingga berbagai teknologi baru yang sedang berkembang. Di balik kesepakatan tersebut terdapat sebuah pemikiran yang sederhana namun sangat penting: bahwa fase berikutnya dari kerja sama ekonomi akan semakin ditentukan oleh kualitas infrastruktur digital yang menghubungkan pelaku usaha, masyarakat, dan pasar di era ekonomi digital.

Gagasan tersebut kini mulai diwujudkan melalui Indonesia Open Network (ION). Terinspirasi oleh keberhasilan Open Network for Digital Commerce (ONDC) di India, ION dikembangkan sebagai Digital Public Infrastructure (DPI) yang terbuka dan interoperabel untuk perdagangan digital di Indonesia. Alih-alih membangun sebuah marketplace baru, ION menghadirkan sebuah jaringan terbuka yang memungkinkan UMKM, koperasi, pedagang, perusahaan teknologi, lembaga keuangan, penyedia logistik, dan berbagai platform digital saling terhubung melalui standar bersama, bukan lagi bekerja di dalam ekosistem yang terpisah-pisah.

Makna dari inisiatif ini jauh melampaui persoalan teknologi. Bagi jutaan pelaku UMKM di Indonesia, partisipasi dalam ekonomi digital selama ini masih sangat bergantung pada batasan-batasan yang ditetapkan oleh masing-masing platform digital. ION menawarkan pendekatan yang berbeda, yaitu sebuah jaringan terbuka yang memberikan kebebasan lebih besar bagi pelaku usaha dalam memilih cara mereka menjangkau pelanggan, menggunakan layanan logistik, maupun mengakses pembiayaan dan layanan keuangan. Dengan pendekatan seperti ini, koperasi kopi di Aceh, pelaku usaha perikanan di Maluku, atau pengrajin mebel di Jepara dapat berpartisipasi dalam ekonomi digital tanpa harus bergantung pada satu ekosistem komersial tertentu. Inilah bentuk inklusi digital yang menurut saya perlu menjadi arah transformasi ekonomi digital Indonesia.

Atas dasar pemikiran tersebut, APINDO memutuskan untuk ikut menjadi bagian dari perjalanan ION. Indonesia tidak dapat menjadi negara yang semakin kompetitif hanya dengan mendorong pertumbuhan perusahaan-perusahaan besar. Daya saing nasional juga sangat ditentukan oleh kemampuan jutaan UMKM memperoleh kesempatan digital yang sama seperti yang telah dinikmati perusahaan besar. Keyakinan inilah yang selama ini menjadi dasar berbagai program APINDO, termasuk UMKM Merdeka, sebuah inisiatif unggulan yang berfokus pada peningkatan kapasitas, daya saing, serta akses pasar bagi pelaku UMKM Indonesia. Melalui ION, semangat tersebut diperluas ke dalam ekonomi digital dengan menciptakan jaringan terbuka yang memungkinkan lebih banyak pelaku usaha kecil untuk berpartisipasi, terhubung, dan berkembang.

Sejak akhir 2025, APINDO bekerja sama dengan Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, Kementerian Komunikasi dan Digital, serta berbagai mitra teknologi dari Indonesia dan India untuk mempersiapkan peluncuran ION. Inisiatif ini menunjukkan apa yang dapat dicapai ketika kebijakan publik, inovasi sektor swasta, dan kolaborasi lintas negara berjalan ke arah yang sama. Sebagai anggota Dewan Penasihat ION, saya semakin meyakini bahwa nilai terbesar ION bukan terletak pada teknologinya semata. Nilai sesungguhnya berada pada apa yang sedang dibangun bersama oleh Indonesia dan India, yaitu mengadaptasi pengalaman India dalam mengembangkan jaringan digital terbuka ke dalam sebuah ekosistem Indonesia yang disesuaikan dengan kebutuhan, institusi, dan struktur ekonomi nasional kita sendiri. Di sinilah, menurut saya, hubungan Indonesia dan India diam-diam memasuki babak baru yang jauh lebih strategis.

Melampaui Bandhan

Dalam bahasa Sanskerta, Bandhan berarti ikatan yang dipelihara oleh rasa saling percaya, bukan sekadar oleh kepentingan sesaat. Makna tersebut sangat tepat menggambarkan hubungan Indonesia dan India, yang telah berkembang dari solidaritas diplomatik menjadi kemitraan ekonomi, dan kini bergerak menuju kolaborasi inovasi. Setiap generasi memiliki tanggung jawab yang berbeda. Tanggung jawab generasi kita bukan hanya menjaga hubungan baik yang telah diwariskan, tetapi juga menjadikannya semakin relevan bagi masa depan. Perdagangan akan terus tumbuh. Investasi akan tetap penting. Namun, kemitraan yang benar-benar bertahan adalah kemitraan yang meninggalkan institusi dan sistem yang mampu menciptakan peluang jauh setelah transaksi hari ini selesai.

Inilah alasan mengapa inisiatif seperti ION memiliki arti yang sangat penting. ION memperluas partisipasi, memperkuat ketahanan ekonomi, dan menempatkan UMKM sebagai bagian utama dari pertumbuhan ekonomi digital. Bagi APINDO, mendukung inisiatif ini sepenuhnya sejalan dengan keyakinan bahwa daya saing Indonesia pada akhirnya akan diukur bukan dari seberapa banyak perusahaan besar yang berkembang, melainkan dari seberapa banyak pelaku usaha—terutama UMKM—yang mampu menikmati manfaat kemakmuran nasional.

Kunjungan Perdana Menteri Narendra Modi berlangsung pada saat yang sangat penting bagi kedua negara. Hubungan Indonesia dan India telah mencapai tahap ketika peluang terbesarnya mungkin tidak lagi terletak pada apa yang diperdagangkan satu sama lain, melainkan pada apa yang dapat dibangun bersama. Lebih dari tujuh puluh tahun lalu, Samudra Hindia membawa semangat solidaritas yang membantu Indonesia menemukan tempatnya di dunia. Kini, lautan yang sama menghubungkan dua negara yang siap meninggalkan warisan baru: sebuah kemitraan yang dibangun atas dasar kepercayaan, inovasi, dan kemakmuran bersama.

*Shinta Kamdani adalah Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) sekaligus CEO Sintesa Group. Ia dikenal sebagai salah satu tokoh terkemuka dunia usaha Indonesia yang aktif mendorong peningkatan daya saing nasional, pengembangan UMKM, keberlanjutan, serta penguatan kerja sama ekonomi internasional, termasuk kemitraan strategis antara Indonesia dan India.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Elevated EV Experience at EVOLUXE 2026 PIK Avenue

    Elevated EV Experience at EVOLUXE 2026 PIK Avenue

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 33
    • 0Komentar

    PIK Avenue kembali menghadirkan lifestyle experience yang modern dan inovatif melalui EVOLUXE 2026, sebuah event bertema luxury mobility dan automotive lifestyle yang berlangsung pada 20–24 Mei 2026 di main atrium. PIK Avenue kembali menghadirkan lifestyle experience yang modern dan inovatif melalui EVOLUXE 2026, sebuah event bertema luxury mobility dan automotive lifestyle yang berlangsung pada 20–24 […]

  • BRI Branch Office Jatinegara Region 6/Jakarta 1 Serahkan Hadiah Program BRI Highest Point – Amazing Rewards 9 di Mall Bassura Jakarta Timur

    BRI Branch Office Jatinegara Region 6/Jakarta 1 Serahkan Hadiah Program BRI Highest Point – Amazing Rewards 9 di Mall Bassura Jakarta Timur

    • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 63
    • 0Komentar

    BRI Branch Office Jatinegara Region 6/Jakarta 1 melaksanakan kegiatan penyerahan hadiah kepada para pemenang program BRI Highest Point – Amazing Rewards 9 yang digelar di Mall Bassura, Jakarta Timur. Kegiatan ini menjadi wujud apresiasi BRI kepada nasabah setia yang telah meningkatkan transaksi dan loyalitasnya terhadap produk serta layanan BRI. Acara penyerahan hadiah berlangsung meriah dan […]

  • Safe Haven Kembali Diburu, Dupoin Futures Prediksi Harga Emas (XAUUSD) Menguat

    Safe Haven Kembali Diburu, Dupoin Futures Prediksi Harga Emas (XAUUSD) Menguat

    • calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 19
    • 0Komentar

    Pergerakan harga emas (XAUUSD) diperkirakan masih memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan pada perdagangan hari Rabu (5/8). Berdasarkan analisis terbaru dari Dupoin Futures, momentum kenaikan dinilai masih cukup solid setelah muncul konfirmasi teknikal yang menunjukkan bahwa tekanan beli kembali mendominasi pasar. Meski demikian, pelaku pasar tetap perlu mewaspadai sejumlah faktor eksternal, terutama penguatan dolar Amerika Serikat, […]

  • Blockchain Resmi Masuk Ekonomi Kreatif, IDBW 2026 Jadi Panggung Besar Web3 Indonesia

    Blockchain Resmi Masuk Ekonomi Kreatif, IDBW 2026 Jadi Panggung Besar Web3 Indonesia

    • calendar_month Selasa, 18 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 21
    • 0Komentar

    ” /> Jakarta, 18 Agustus 2026 – Indonesia Blockchain Week (IDBW) 2026 resmi digelar pada 12–13 Agustus 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), menandai edisi ke-6 sejak pertama kali diluncurkan pada 2019. Mengusung tema “Turning Infrastructure into Impact”, IDBW 2026 mempertegas posisi Indonesia sebagai salah satu pusat pertumbuhan blockchain dan Web3 paling aktif di […]

  • Presiden Prabowo Dorong Kedaulatan Emas Nasional

    Presiden Prabowo Dorong Kedaulatan Emas Nasional

    • calendar_month Sabtu, 15 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 21
    • 0Komentar

    JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto mendorong penguatan kedaulatan emas nasional melalui pengembangan ekosistem emas dari hulu hingga hilir. Pemerintah ingin emas yang ditambang di Indonesia tidak sekadar menjadi komoditas yang keluar dari dalam negeri, tetapi dapat disimpan, diperdagangkan, dan dikembangkan nilai tambahnya di dalam negeri. “Kita ingin emas Indonesia tidak hanya ditambang di negeri ini, […]

  • Konsisten Terapkan GRC, Waskita Beton Precast Kembali Raih 5 Stars pada TOP GRC Awards 2026

    Konsisten Terapkan GRC, Waskita Beton Precast Kembali Raih 5 Stars pada TOP GRC Awards 2026

    • calendar_month Jumat, 11 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 13
    • 0Komentar

    Jakarta, September 2026 – PT Waskita Beton Precast Tbk kembali meraih pencapaian dalam ajang TOP GRC Awards 2026 yang mengusung tema “Sustainability by Design: A Journey Through Intelligent GRC”. Dalam ajang tersebut, Waskita Beton Precast kembali meraih predikat TOP GRC Awards 2026 #5 Stars. Penghargaan juga dianugerahkan kepada Direktur Utama Waskita Beton Precast sebagai The […]

expand_less