Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » BBCA Diborong Direksi Saat Turun! Kesempatan Langka Sebelum Harga Terbang ke 10.000?

BBCA Diborong Direksi Saat Turun! Kesempatan Langka Sebelum Harga Terbang ke 10.000?

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
  • visibility 21
  • comment 0 komentar

Di pasar saham, ada satu pedoman investasi yang jarang meleset: ketika para nahkoda kapal memborong tiket, itu tandanya kapal siap berlayar cepat. Saat ini, kita sedang menyaksikan momentum langka di saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Di tengah fluktuasi pasar awal tahun 2026, alih-alih bersikap defensif, jajaran petinggi BCA justru agresif menyerok saham mereka sendiri.

Ini bukan sekadar transaksi biasa. Ini adalah eksekusi strategi buy on weakness—membeli aset premium saat harganya sedang terdiskon. Aksi borong ini menjadi bukti kuat bahwa pihak yang paling memahami kondisi “dapur” perusahaan memiliki keyakinan tinggi terhadap prospek jangka panjang BCA.

Mari kita bedah fakta di lapangan pada kuartal I 2026. Angka miliaran rupiah ini dikeluarkan langsung dari kantong pribadi para direksi dan manajemen:

* Hendra Lembong: Menambah amunisi secara masif dengan dana hingga Rp7,93 miliar.

* John Kosasih (Wakil Presiden Direktur): Mengeksekusi pembelian senilai Rp4,37 miliar pada Maret 2026.

* Vera Eve Lim: Mengeluarkan dana segar Rp3,84 miliar untuk mempertebal kepemilikan.

* Santoso (Direktur): Mengunci posisi dengan total nilai transaksi Rp3,46 miliar pada Maret 2026.

* Frenkie Candra Kusuma (Managing Director): Mengakumulasi saham senilai Rp2,87 miliar sejak Maret 2025.

* Lianawaty Suwono (Direktur): Memborong 300.000 saham senilai Rp2,1 miliar di akhir Januari 2026 justru saat pasar sedang bergejolak.

Jika orang-orang nomor satu di bank paling profitable di Indonesia ini melihat harga saat ini sebagai peluang emas, mengapa investor ritel justru ragu?

Valuasi Tidak Masuk Akal: BCA Lebih Murah dari Bank Digital

Keyakinan manajemen ini sangat sejalan dengan realitas valuasi sahamnya saat ini. Namun ukuran yang lebih tepat untuk membandingkan saham bank bukan lagi PBV, melainkan PER (Price to Earnings Ratio), karena PER menunjukkan berapa lama investor “membayar” harga saham dari laba yang dihasilkan perusahaan.

Pengamat pasar modal Rendy Yefta mangatakan saat ini, saham BBCA hanya diperdagangkan di kisaran PER sekitar 15 kali. Artinya, investor hanya membayar 15 tahun laba untuk memiliki bank terbesar, paling efisien, dan paling konsisten mencetak keuntungan di Indonesia. Sekarang bandingkan dengan Bank Jago (ARTO). Saham ARTO diperdagangkan di sekitar PER 64 kali. Dengan kata lain, investor harus membayar valuasi lebih dari 4 kali lebih mahal dibanding BBCA untuk setiap Rp1 laba yang dihasilkan.

Yang membuat situasinya terasa “gila” adalah kemampuan mencetak laba antara kedua bank tersebut sangat berbeda. BCA sudah terbukti mampu menghasilkan laba puluhan triliun rupiah secara konsisten dan bertumbuh cepat. Bahkan bila dibandingkan dari kemampuan memperbesar laba 5 kali lipat, secara realistis BCA justru berpotensi mencapainya lebih cepat dibanding ARTO karena basis bisnisnya sudah besar, jaringan kuat, CASA dominan, dan profit terus naik setiap tahun.

Jadi pertanyaannya sederhana: mengapa bank digital yang masih jauh lebih kecil, labanya lebih rendah, dan risikonya lebih tinggi justru dihargai 64 kali laba, sementara BCA yang jauh lebih mapan hanya dihargai 15 kali laba? Fenomena inilah yang disebut “salah harga”. Pasar seolah sedang memberi diskon besar kepada saham BBCA. Ketika investor mulai menyadari ketimpangan ini, biasanya yang terjadi adalah valuasi BBCA akan naik kembali menuju level yang lebih wajar.

Potensi Capital Gain Besar di Depan Mata

Valuasi murah ini dikombinasikan dengan sinyal akumulasi “orang dalam” hanya bermuara pada satu kesimpulan: saham BBCA sedang memasang kuda-kuda untuk rebound kencang. Mengambil BBCA di harga sekarang ibarat membeli properti premium di lokasi terbaik saat sedang dijual diskon.

Jika BBCA saja kembali dihargai sedikit lebih tinggi, misalnya PER 18–20 kali seperti rata-rata historisnya, maka harga sahamnya berpotensi naik signifikan dari level sekarang. Target menembus Rp10.000 per lembar dalam beberapa bulan menjadi skenario yang sangat realistis. Jangan lupa, rekor All-Time High saham ini pernah nyaris menyentuh Rp11.000 per lembar. Artinya, ruang kenaikan masih terbuka lebar. Risiko relatif kecil karena fundamentalnya sangat kuat, sementara potensi keuntungannya besar karena valuasinya masih terlalu murah.

Kesempatan membeli saham raja perbankan dengan harga “diskon” tidak datang setiap hari. Manajemen sudah memberi sinyal dengan uang miliaran rupiah. Valuasi PER juga menunjukkan bahwa BBCA jauh lebih murah dibanding bank digital seperti ARTO.

Keputusan sekarang ada di tangan investor: membeli ketika pasar masih ragu, atau baru ikut masuk ketika harga BBCA sudah kembali terbang di atas Rp10.000 per lembar.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • SINSANG PLASTIC SURGERY: Klinik Operasi Plastik Korea dan Stem Cell Terbaik di Gangnam

    SINSANG PLASTIC SURGERY: Klinik Operasi Plastik Korea dan Stem Cell Terbaik di Gangnam

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 43
    • 0Komentar

    Tren operasi plastik dan wisata medis K-Beauty di Korea semakin diminati masyarakat Indonesia, dengan SINSANG Plastic Surgery di Gangnam, Seoul, menjadi salah satu klinik premium yang dipercaya artis, influencer, hingga atlet internasional berkat teknik lifting khas, laboratorium stem cell bersertifikasi resmi, serta pendekatan medis yang presisi dan personal. Tren operasi plastik di Korea dan wisata […]

  • Admitad Menghadirkan Brand, Publisher, dan Agensi Terkemuka Indonesia dalam Jamuan Makan Malam Eksklusif di Jakarta

    Admitad Menghadirkan Brand, Publisher, dan Agensi Terkemuka Indonesia dalam Jamuan Makan Malam Eksklusif di Jakarta

    • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 4
    • 0Komentar

    Jakarta, Indonesia – 2 Juni 2026 – Admitad, platform partner marketing terkemuka, menyelenggarakan jamuan makan malam eksklusif di Casa Cuomo, Jakarta, yang mempertemukan lebih dari 50 profesional senior dari ekosistem digital commerce, affiliate marketing, dan periklanan di Indonesia. Acara ini menjadi wadah untuk membangun percakapan yang bermakna, memperluas jaringan profesional, serta mendiskusikan masa depan pertumbuhan […]

  • KAI Bandara Layani 78.226 Penumpang Selama Libur May Day 2025, Ajak Masyarakat Tertib Saat Melintas Perlintasan

    KAI Bandara Layani 78.226 Penumpang Selama Libur May Day 2025, Ajak Masyarakat Tertib Saat Melintas Perlintasan

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 9
    • 0Komentar

    PT Railink mencatat total sebanyak 78.226 penumpang menggunakan layanan KAI Bandara selama periode libur May Day yang berlangsung pada 30 April hingga 3 Mei 2025. Angka ini menunjukkan tingginya minat masyarakat dalam memanfaatkan transportasi kereta api sebagai moda yang aman, nyaman, dan tepat waktu. Dari total tersebut, layanan KA Srilelawangsa di wilayah Sumatera Utara mencatatkan […]

  • Micron Naikkan Dividen 30%, Sinyal Optimisme di Tengah Lonjakan Permintaan Chip AI

    Micron Naikkan Dividen 30%, Sinyal Optimisme di Tengah Lonjakan Permintaan Chip AI

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 37
    • 0Komentar

    Kenaikan dividen Micron mencerminkan optimisme terhadap permintaan chip AI global di tengah investasi besar sektor teknologi dan pusat data. Perusahaan semikonduktor asal Amerika Serikat, Micron Technology, mengumumkan kenaikan dividen sebesar 30%, mencerminkan kepercayaan manajemen terhadap prospek bisnis jangka panjang di tengah meningkatnya permintaan global terhadap chip memori. Langkah ini menjadi sinyal positif bagi investor, terutama […]

  • Siaga Ramadan Idulfitri Pertamina NRE Gelar Commanders Call, Pastikan Operasional Energi Bersih Lancar

    Siaga Ramadan Idulfitri Pertamina NRE Gelar Commanders Call, Pastikan Operasional Energi Bersih Lancar

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 68
    • 0Komentar

    Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) menggelar Commander’s Call di fasilitas PT Jawa Satu Power, Karawang, sebagai langkah konsolidasi kesiapan operasional subholding PNRE dalam menghadapi periode Ramadan dan Idulfitri 2026. Forum ini memperkuat koordinasi antara kantor pusat dan unit operasional lintas entitas—termasuk PGE, Jawa Satu Power, dan Jawa Satu Regas—guna memastikan keandalan pasokan energi […]

  • Dubes Sandeep dan Megawati Hidupkan Kembali Jejak Persahabatan Soekarno-Nehru

    Dubes Sandeep dan Megawati Hidupkan Kembali Jejak Persahabatan Soekarno-Nehru

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 10
    • 0Komentar

    Jakarta — Hubungan panjang Indonesia dan India kembali mendapat sorotan ketika Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty mengunjungi Presiden ke-5 Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri di kediamannya di Menteng, Jakarta Pusat, Senin (25/5/2026). Pertemuan itu tidak sekadar menjadi agenda diplomatik biasa, tetapi berubah menjadi ruang nostalgia yang menyingkap kembali akar historis hubungan kedua negara sejak era […]

expand_less