Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » BINUS @Kemanggisan Siapkan Generasi Inovator Digital Technology yang Siap Berkarier Lebih Awal

BINUS @Kemanggisan Siapkan Generasi Inovator Digital Technology yang Siap Berkarier Lebih Awal

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
  • visibility 49
  • comment 0 komentar

Jakarta, 9 Maret 2026 – Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat telah membawa perubahan besar di berbagai sektor industri, mulai dari bisnis, kesehatan, hingga industri kreatif dan teknologi. Inovasi seperti Artificial Intelligence (AI), big data, cloud computing, hingga cybersecurity kini menjadi pondasi penting dalam menciptakan solusi baru sekaligus meningkatkan daya saing global. 

Di tengah percepatan transformasi digital tersebut, kebutuhan akan talenta digital yang tidak hanya mampu memahami teknologi, tetapi juga mampu menciptakan inovasi semakin meningkat. Generasi muda dituntut untuk memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, serta mampu memanfaatkan teknologi untuk menjawab berbagai tantangan di masa depan.

Menjawab kebutuhan tersebut, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mempersiapkan talenta digital yang siap menghadapi dinamika industri. Pendidikan tinggi tidak hanya dituntut memberikan pemahaman akademis, tetapi juga menghadirkan pengalaman belajar yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

Sebagai bagian dari komitmen tersebut, BINUS University melalui kampus BINUS @Kemanggisan terus memperkuat perannya sebagai pusat pengembangan talenta di bidang Digital Technology yang siap menciptakan inovasi serta memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan industri dan masyarakat.

Sebagai kampus utama BINUS University, BINUS @Kemanggisan dikenal sebagai rumah bagi berbagai program di bidang teknologi digital seperti Computer Science, Computer Engineering, Artificial Intelligence, Cyber Security, Data Science, Software Engineering, hingga Information Systems. Didukung oleh kurikulum yang adaptif terhadap perkembangan industri serta fasilitas teknologi yang modern, mahasiswa didorong untuk mengembangkan ide kreatif serta menghasilkan inovasi yang aplikatif. 

Lingkungan pembelajaran yang kolaboratif juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk terlibat dalam berbagai proyek teknologi, riset, maupun kompetisi inovasi. Melalui pengalaman tersebut, mahasiswa tidak hanya belajar memahami teknologi, tetapi juga bagaimana menciptakan solusi berbasis teknologi yang dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Keunggulan lain yang ditawarkan BINUS University adalah model pembelajaran yang memungkinkan mahasiswa menyelesaikan masa kuliah di kampus selama 2,5 tahun, kemudian melanjutkan pengalaman profesional melalui Enrichment Program selama satu tahun. Melalui program ini, mahasiswa dapat memilih berbagai jalur seperti internship di perusahaan nasional maupun global, entrepreneurship, research, community development, hingga study abroad.

Pendekatan ini memfasilitasi mahasiswa memperoleh pengalaman profesional sebelum lulus, sehingga lulusan BINUS dikenal sebagai talenta yang siap berkarir lebih awal dan adaptif terhadap kebutuhan industri.

Vice Rector – Academic Operations & Resources sekaligus Direktur Kampus BINUS @Kemanggisan menyampaikan bahwa pengembangan inovasi teknologi menjadi salah satu fokus penting dalam membangun generasi talenta digital masa depan. 

“Di BINUS @Kemanggisan, kami ingin menghadirkan ekosistem pembelajaran yang mendorong mahasiswa tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pencipta inovasi. Melalui pengalaman belajar yang terintegrasi dengan industri serta kesempatan untuk berkarya sejak masa kuliah, kami ingin memastikan lulusan BINUS siap berkarier lebih awal dan mampu berkontribusi dalam perkembangan teknologi di tingkat global,” ujar Dr. Reina, S.Kom., M.M. selaku Vice Rector – Academic Operations & Resources dan Direktur Kampus BINUS @Kemanggisan.

Komitmen BINUS dalam mendorong inovasi teknologi juga tercermin dari berbagai karya yang dihasilkan oleh Binusian. Salah satunya adalah pengembangan robot Barachnida (Barry) oleh Binusian dari program Computer Engineering BINUS University yaitu Yusuf Averroes Sungkar, Denzel Polantika, dan Johannes, S.Kom., M.T..

Robot tersebut dirancang untuk melakukan pemetaan lingkungan secara otonom menggunakan sensor LIDAR, sehingga mampu memetakan lingkungan secara dua dimensi serta bergerak berdasarkan peta yang dihasilkan. Teknologi ini membuka potensi pemanfaatan robotika untuk membantu manusia mengeksplorasi area yang sulit dijangkau atau belum pernah diakses sebelumnya.

“Di tengah perkembangan teknologi yang sangat pesat, kami percaya bahwa inovasi tidak hanya tentang menciptakan teknologi yang canggih, tetapi juga bagaimana teknologi tersebut tetap membawa nilai kemanusiaan. Melalui pengembangan robot Barachnida (Barry), kami memanfaatkan teknologi pemetaan berbasis sensor LIDAR untuk menciptakan sistem otonom yang mampu mengeksplorasi lingkungan secara mandiri. Ke depannya, teknologi ini diharapkan dapat membantu manusia menjangkau area yang sulit diakses sekaligus tetap menempatkan manusia sebagai pengambil keputusan utama,” ujar Denzel Polantika, Binusian program Computer Engineering BINUS University sekaligus pengembang proyek tersebut.

Robot Barachnida (Barry) yang dikembangkan juga berhasil membawa BINUS University masuk 30 besar Kompetisi Robot Sepak Bola Indonesia (KRSRI) 2021, menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam menghasilkan inovasi teknologi yang kompetitif di tingkat nasional.

Melalui dukungan ekosistem pendidikan yang kuat, fasilitas teknologi yang terus berkembang, serta kolaborasi erat dengan berbagai mitra industri, BINUS @Kemanggisan terus menjadi tempat lahirnya generasi inovator Digital Technology yang siap menghadapi tantangan masa depan serta berkontribusi dalam perkembangan industri digital Indonesia.

Ke depan, BINUS University berharap semakin banyak generasi muda yang terdorong untuk mengembangkan inovasi di bidang teknologi serta menciptakan solusi yang memberikan dampak positif bagi masyarakat. Dengan semangat inovasi dan kolaborasi, BINUS berkomitmen untuk terus melahirkan talenta-talenta digital yang tidak hanya unggul secara kompetensi, tetapi juga mampu membawa perubahan bagi masa depan Indonesia.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai program dan kegiatan di BINUS @Kemanggisan, kunjungi binus.ac.id/kemanggisan 

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Stablecoin Jadi Lapisan Proteksi Portofolio di Tengah Tekanan Rupiah dan Ketidakpastian Global

    Stablecoin Jadi Lapisan Proteksi Portofolio di Tengah Tekanan Rupiah dan Ketidakpastian Global

    • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 17
    • 0Komentar

    Jakarta, 3 Mei 2026 – Di tengah meningkatnya ketidakpastian global dan tekanan terhadap mata uang emerging markets, investor mulai menggeser fokus dari sekadar mengejar imbal hasil ke arah yang lebih strategis: melindungi nilai portofolio tanpa kehilangan fleksibilitas untuk menangkap peluang.  Dalam beberapa waktu terakhir, rupiah bergerak di kisaran Rp17.300–Rp17.400 per dolar AS, mencerminkan tekanan dari penguatan dolar global serta ekspektasi kebijakan suku bunga yang bertahan lebih tinggi dalam jangka waktu lebih lama. Kondisi ini mendorong investor untuk semakin selektif dalam mengelola eksposur risiko, sekaligus mencari instrumen yang mampu menjaga nilai di tengah volatilitas pasar.  Dalam konteks tersebut, pendekatan terhadap portofolio pun mulai berubah. Portofolio tidak lagi dipandang semata sebagai alat untuk pertumbuhan, tetapi sebagai sistem yang membutuhkan keseimbangan antara proteksi, likuiditas, dan potensi upside. Di tengah dinamika ini, stablecoin mulai memainkan peran yang semakin signifikan sebagai bagian dari strategi alokasi aset modern.  Fenomena ini tercermin dari perkembangan pasar dalam beberapa waktu terakhir. Kapitalisasi stablecoin global terus menunjukkan peningkatan, dengan USDT berada di kisaran US$189 miliar, diikuti USDC sekitar US$77 miliar, sementara pemain baru seperti RLUSD telah menembus US$1,5 miliar dalam waktu relatif singkat. Menariknya, pertumbuhan ini terjadi di tengah volatilitas pasar kripto, mengindikasikan bahwa likuiditas tidak keluar dari ekosistem, melainkan berpindah ke posisi yang lebih defensif.  Peningkatan ini tidak terjadi secara terisolasi. Dalam beberapa bulan terakhir, kombinasi faktor global telah mendorong investor untuk mencari aset yang lebih stabil dan likuid. Ketegangan geopolitik, termasuk konflik di Timur Tengah yang memicu volatilitas harga energi, serta inflasi global yang masih berada di atas target, menciptakan lingkungan pasar yang lebih defensif.  Di saat yang sama, kebijakan moneter yang cenderung higher-for-longer membuat biaya risiko menjadi lebih tinggi, sehingga investor semakin berhati-hati dalam menempatkan modal. Dalam kondisi seperti ini, terjadi pergeseran alokasi aset secara global, dari aset berisiko tinggi menuju instrumen yang mampu menjaga nilai sekaligus mempertahankan fleksibilitas.  Stablecoin berada di titik pertemuan dari kebutuhan tersebut. Berbeda dengan emas yang bersifat defensif namun kurang likuid dalam konteks repositioning cepat, atau dolar konvensional yang memiliki keterbatasan dalam mobilitas, stablecoin menawarkan eksposur terhadap dolar AS dengan likuiditas tinggi serta akses pasar selama 24 jam. Hal ini menjadikannya alternatif yang semakin relevan bagi investor yang ingin tetap berada dalam ekosistem pasar global tanpa terekspos langsung pada volatilitas tinggi.  Akibatnya, aliran dana yang sebelumnya berpotensi keluar dari pasar kripto tidak sepenuhnya meninggalkan ekosistem, melainkan berpindah ke stablecoin sebagai bentuk reposisi sementara. Dalam konteks ini, pertumbuhan stablecoin bukan sekadar refleksi dari kehati-hatian investor, tetapi indikasi bahwa likuiditas global masih berada di dalam system, menunggu momentum berikutnya.  Perubahan ini juga mencerminkan pergeseran perilaku investor. Jika sebelumnya kondisi risk-off sering diartikan sebagai keluar dari pasar sepenuhnya, kini semakin banyak pelaku pasar yang memilih untuk tetap berada dalam ekosistem melalui stablecoin. Dengan demikian, mereka tetap memiliki fleksibilitas untuk kembali masuk ke aset berisiko ketika kondisi mulai membaik.  Dalam konteks Indonesia, pilihan safe haven juga menjadi semakin beragam. Emas tetap menjadi instrumen lindung nilai dalam jangka panjang, sementara dolar AS mempertahankan posisinya sebagai mata uang global yang dominan. Namun, stablecoin menghadirkan dimensi baru dengan menggabungkan karakteristik dolar dengan fleksibilitas aset digital yang dapat diakses secara real-time.  “Kita sedang berada di fase pasar yang tidak nyaman, dan justru di situlah peluang biasanya muncul. Dalam jangka pendek, tekanan makro masih tinggi dan volatilitas tidak akan hilang. Karena itu, sebagian investor mulai lebih taktis, termasuk meningkatkan alokasi ke stablecoin sebagai ‘dry powder’,” ujar Yudhono Rawis, CEO dan Founder FLOQ.  Menurut Yudhono, pertanyaan yang lebih relevan bagi investor saat ini bukan lagi sekadar arah pasar, tetapi kesiapan dalam merespons perubahan tersebut. “Bukan soal apakah pasar akan naik atau turun, tetapi apakah kita siap saat likuiditas kembali masuk. […]

  • Di Tengah Aktivitas Padat, Banyak Orang Mulai Mencari Cara Menjaga Rutinitas Makan

    Di Tengah Aktivitas Padat, Banyak Orang Mulai Mencari Cara Menjaga Rutinitas Makan

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 51
    • 0Komentar

    Di tengah aktivitas yang semakin padat, menjaga pola makan teratur sering menjadi tantangan bagi banyak orang. Pekerja muda, freelancer, hingga ibu rumah tangga sering kali melewatkan waktu makan atau mengalami penurunan selera makan karena kesibukan sehari-hari. Ketika rutinitas makan mulai terganggu, sebagian orang mulai mencari cara sederhana untuk membantu menjaga konsistensinya. Salah satu pendekatan yang […]

  • Saat Rupiah Melemah dan Biaya Hidup Naik, Banyak Orang Diam-Diam Memilih Cara Ini untuk Bertahan

    Saat Rupiah Melemah dan Biaya Hidup Naik, Banyak Orang Diam-Diam Memilih Cara Ini untuk Bertahan

    • calendar_month Sabtu, 18 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 18
    • 0Komentar

    Di tengah situasi ekonomi yang penuh dinamika, satu hal menjadi semakin jelas: masyarakat tidak lagi hanya mencari dana, tetapi juga cara yang lebih cerdas untuk mengelola aset mereka. Di tengah tekanan ekonomi yang kian terasa, mulai dari pelemahan rupiah hingga kenaikan harga kebutuhan pokok, masyarakat Indonesia perlahan mengubah cara mereka mengelola keuangan. Jika sebelumnya pinjaman […]

  • Banyumas Jadi Titik Awal: Gerakan Herbal & Rempah Indonesia Resmi Diluncurkan

    Banyumas Jadi Titik Awal: Gerakan Herbal & Rempah Indonesia Resmi Diluncurkan

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 24
    • 0Komentar

    Banyumas, 21 April 2026 – Banyumas menjadi titik penting lahirnya sebuah langkah besar bagi masa depan industri kesehatan Indonesia. Sabtu (18/4), Perkumpulan Pelaku Jamu Alami Indonesia (PPJAI) resmi mendeklarasikan Gerakan Herbal dan Rempah Indonesia di Bumiku Bumimu (BBH) Hijau Farm, Ajibarang sebuah momentum yang menandai dimulainya babak baru kebangkitan jamu dan rempah Nusantara.  Deklarasi ini […]

  • Harga Emas Hari Ini Bergerak Volatil, Dupoin Futures Proyeksikan Target .231

    Harga Emas Hari Ini Bergerak Volatil, Dupoin Futures Proyeksikan Target $5.231

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 41
    • 0Komentar

    Harga emas dunia diperkirakan masih akan bergerak dinamis pada perdagangan hari ini, dengan peluang penguatan yang tetap terbuka meskipun sempat mengalami tekanan dalam beberapa sesi terakhir. Berdasarkan analisis Dupoin Futures yang disampaikan oleh analis Andy Nugraha, secara teknikal pergerakan emas masih menunjukkan kecenderungan bullish pada timeframe H1, sehingga potensi kenaikan harga masih cukup besar selama […]

  • Harga Emas Terus Nanjak, Ini Level Kunci yang Wajib Dicermati

    Harga Emas Terus Nanjak, Ini Level Kunci yang Wajib Dicermati

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 25
    • 0Komentar

    Harga emas dunia pada perdagangan hari Selasa (14/4) diperkirakan masih memiliki ruang untuk melanjutkan penguatan, seiring tren naik yang masih terlihat cukup solid baik dari sisi teknikal maupun fundamental. Berdasarkan analisis Dupoin Futures yang disampaikan oleh analis Geraldo Kofit, pergerakan XAU/USD pada timeframe harian menunjukkan bahwa momentum bullish belum mereda dan justru berpotensi berlanjut dalam […]

expand_less