Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Bitcoin Bangkit Lagi! BTC Tembus US$81.000, Level Ini Jadi Penentu Berikutnya

Bitcoin Bangkit Lagi! BTC Tembus US$81.000, Level Ini Jadi Penentu Berikutnya

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Minggu, 20 Sep 2026
  • visibility 30
  • comment 0 komentar

Jakarta, 20 September 2026 – Bitcoin (BTC) kembali bergerak ke area US$80.000–US$81.000 setelah sempat terkoreksi hingga di bawah US$76.000 pada pertengahan pekan. Pemulihan ini terjadi setelah pasar menghadapi dua sentimen besar dari Amerika Serikat, yakni kenaikan suku bunga The Fed dan kegagalan proses legislasi CLARITY Act di Senat AS.

The Fed pada 16 September menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin ke kisaran 3,75%–4,00%. Keputusan tersebut merupakan kenaikan suku bunga pertama The Fed sejak 2023. Dalam proyeksi terbarunya, pejabat The Fed juga masih melihat kemungkinan adanya satu kenaikan tambahan pada 2026.

Sehari sebelumnya, proses legislasi CLARITY Act gagal melewati ambang suara yang dibutuhkan di Senat AS. Pemungutan suara prosedural tersebut berakhir dengan hasil 49–50, sehingga rancangan regulasi aset digital tersebut belum dapat melanjutkan proses legislasi sesuai tahapan yang diharapkan.

Dua perkembangan tersebut sempat meningkatkan volatilitas pasar. Bitcoin turun hingga sekitar US$75.000–US$76.000 setelah menghadapi tekanan jual, sebelum kemudian kembali menguat.

Bitcoin Kembali di Atas US$80 Ribu

Pergerakan Bitcoin menuju area US$81.000 menunjukkan adanya pemulihan permintaan setelah koreksi tajam. Namun, kenaikan tersebut belum serta-merta menghilangkan risiko volatilitas karena pasar masih harus mencerna prospek kebijakan moneter AS dan perkembangan regulasi aset digital.

CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, mengatakan bahwa pemulihan Bitcoin perlu dilihat dalam konteks pasar yang masih menghadapi tekanan makroekonomi.

“Bitcoin berhasil kembali ke area US$80.000 setelah sempat terkoreksi di bawah US$76.000. Ini menunjukkan bahwa tekanan jual yang muncul setelah keputusan Fed dan perkembangan regulasi AS mulai diimbangi oleh permintaan baru di pasar.

Namun, rebound ini belum berarti volatilitas selesai. Pasar masih akan menguji apakah Bitcoin mampu mempertahankan level US$80.000 dan melanjutkan kenaikan ke resistance berikutnya,” ujar Yudho.

Menurut Yudho, pergerakan Bitcoin pada pekan ini juga menunjukkan bahwa respons pasar kripto terhadap sentimen makro tidak selalu berlangsung dalam satu arah.

“Pasar kripto mulai menunjukkan respons yang lebih selektif. Kenaikan suku bunga biasanya menjadi tekanan bagi aset berisiko, tetapi setelah koreksi awal, Bitcoin justru kembali mendapatkan momentum. Karena itu, investor tidak cukup hanya melihat satu berita atau satu hari pergerakan harga, tetapi perlu melihat bagaimana harga bereaksi setelah pasar mencerna informasi tersebut,” katanya.

Tekanan Global Masih Terasa di Pasar Indonesia

Di Indonesia, tekanan dari kondisi global juga masih tercermin pada sejumlah indikator pasar. Berdasarkan data hingga 19 September, rupiah berada di sekitar Rp17.699 per dolar AS, melemah 1,11% secara mingguan.

Sementara itu, data internal FLOQ melihat IHSG berada di level 6.461,15, turun dari 6.552,79 pada pekan sebelumnya. Bank Indonesia juga masih mempertahankan BI Rate di level 5,75%.

Perbedaan pergerakan antar-aset tersebut menunjukkan bahwa penguatan dolar AS dan kondisi moneter global masih menjadi faktor yang perlu diperhatikan investor. Di sisi lain, rebound Bitcoin memperlihatkan bahwa pasar aset kripto mulai merespons faktor spesifik pasar secara lebih selektif.

“Kalau kita lihat secara bersamaan, Rupiah dan pasar saham masih menghadapi tekanan dari kondisi eksternal, sementara Bitcoin sudah mencoba melakukan recovery. Ini bukan berarti Bitcoin sudah sepenuhnya lepas dari tekanan global, tetapi menunjukkan bahwa karakter pergerakannya bisa berbeda dengan aset lainnya,” jelas Yudho.

Level US$80 Ribu Jadi Perhatian

Memasuki pekan berikutnya, area US$80.000 menjadi salah satu level psikologis yang perlu diperhatikan untuk melihat apakah kebangkitan Bitcoin dapat bertahan. Sementara itu, area sekitar US$82.000 menjadi resistance jangka pendek yang dapat menjadi perhatian trader.

Di sisi bawah, area US$75.000–US$76.000 tetap relevan sebagai zona koreksi yang terbentuk pada pertengahan pekan.

Yudho mengingatkan bahwa perbedaan horizon investasi perlu menjadi pertimbangan ketika membaca pergerakan Bitcoin.

“Untuk trader, area US$80.000 menjadi level penting untuk melihat kekuatan momentum, sementara US$82.000 dapat menjadi area resistance jangka pendek. Di sisi lain, area US$75.000–US$76.000 masih perlu diperhatikan jika terjadi koreksi lanjutan. Dengan volatilitas yang masih tinggi, untuk trading perlu menyiapkan skenario dua arah, bukan hanya mengantisipasi harga naik atau turun,” ujar Yudho.

Bagi investor jangka panjang, menurut Yudho, pergerakan harga dalam beberapa hari tidak selalu mengubah tesis investasi secara keseluruhan.

“Investor jangka panjang dapat melihat faktor yang lebih luas seperti likuiditas global, arus institusional, perkembangan regulasi, serta tren adopsi Bitcoin. Pergerakan harga jangka pendek penting untuk dipantau, tetapi tidak selalu menjadi penentu utama untuk tesis investasi jangka panjang,” tambahnya.

Kembalinya Bitcoin ke area US$81.000 menjadi perkembangan penting setelah koreksi tajam pekan ini. Namun, kemampuan BTC mempertahankan level US$80.000 dan menghadapi resistance berikutnya akan menjadi perhatian pasar dalam beberapa hari ke depan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lomba Foto LRT Hadirkan Hadiah Menarik, Ini Syaratnya

    Lomba Foto LRT Hadirkan Hadiah Menarik, Ini Syaratnya

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 34
    • 0Komentar

    Light Rail Transit (LRT) Jabodebek menjadi salah satu moda transportasi yang banyak digunakan oleh masyarakat Ibu Kota Jakarta. Pasalnya, moda transportasi tersebut terbentang mulai dari Dukuh Atas hingga Harjamukti dan Jatimulya. Menariknya, sejumlah stasiun LRT Jabodebek pun sudah terkoneksi dengan moda transportasi lainnya. Tidak hanya itu, stasiun-stasiun LRT Jabodetabek pun lokasinya berdekatan dengan kawasan perkantoran, […]

  • Cara Membuat Website Toko Online Sendiri Sebelum 11.11 dan Harbolnas

    Cara Membuat Website Toko Online Sendiri Sebelum 11.11 dan Harbolnas

    • calendar_month 20 jam yang lalu
    • account_circle vritimes
    • visibility 9
    • 0Komentar

    Cara membuat website toko online sendiri lebih banyak soal kesiapan daripada teknis, yaitu foto dan berat produk, domain, pembayaran, dan kurir. Rilis ini menyusunnya menjadi jadwal 4 sampai 11 November bagi UMKM yang ingin punya toko di luar marketplace menjelang 11.11 dan Harbolnas 10 sampai 16 Desember 2026, dengan toko online BisnisOn (mulai Rp99 ribu […]

  • Satu Aplikasi untuk Semua Kebutuhan, BRImo Permudah Transaksi Nasabah

    Satu Aplikasi untuk Semua Kebutuhan, BRImo Permudah Transaksi Nasabah

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 60
    • 0Komentar

    Bank Rakyat Indonesia (BRI) terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan layanan digital yang mudah, cepat, dan aman bagi masyarakat. Melalui super apps BRImo, BRI menyediakan berbagai kemudahan transaksi yang dirancang untuk menjawab kebutuhan finansial nasabah secara praktis dalam satu aplikasi. BRImo hadir sebagai solusi layanan perbankan modern yang selaras dengan gaya hidup digital saat ini. Nasabah […]

  • Studium Generale BINUS University @Semarang Hadirkan Praktisi Industri VFX untuk Mahasiswa

    Studium Generale BINUS University @Semarang Hadirkan Praktisi Industri VFX untuk Mahasiswa

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 42
    • 0Komentar

    Semarang, 8 Mei 2026 – Industri kreatif Indonesia, khususnya di bidang film dan animasi, terus menunjukkan perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Kualitas visual yang semakin matang, storytelling yang semakin kuat, serta pemanfaatan teknologi seperti visual effects (VFX) menjadikan karya-karya lokal semakin mampu bersaing ditingkat global. Di tengah perkembangan tersebut, minat generasi muda terhadap […]

  • Menteri PKP Apresiasi Kinerja Tiga Kedeputian BP Tapera, Realisasi FLPP Capai 178.211 Unit

    Menteri PKP Apresiasi Kinerja Tiga Kedeputian BP Tapera, Realisasi FLPP Capai 178.211 Unit

    • calendar_month Senin, 12 Okt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 22
    • 0Komentar

    Melalui rapat evaluasi ini, Kementerian PKP dan BP Tapera mendorong seluruh ekosistem perumahan memperkuat koordinasi dan memastikan setiap kendala ditindaklanjuti dengan solusi yang konkret serta terukur. Dengan dukungan perbankan, pengembang, dan asosiasi, percepatan realisasi FLPP diharapkan semakin optimal hingga akhir 2026, sekaligus memperluas akses masyarakat berpenghasilan rendah terhadap hunian yang layak dan terjangkau. Jakarta, 9 […]

  • PT Pelindo Sinergi Lokaseva Dorong Efisiensi Proses Internal dan Teamwork untuk Wujudkan Operational Exellence melalui Simulasi Lean Six Sigma

    PT Pelindo Sinergi Lokaseva Dorong Efisiensi Proses Internal dan Teamwork untuk Wujudkan Operational Exellence melalui Simulasi Lean Six Sigma

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 65
    • 0Komentar

    Jakarta, 13 April 2026 – PT Pelindo Sinergi Lokaseva (SPSL) menyelenggarakan Lean Six Sigma Simulation yang diikuti oleh 22 pekerja lintas fungsi di lingkungan SPSL Group pada 1 April 2026 di Pelindo Tower, Jakarta. Pelaksanaan pelatihan ini merupakan bagian dari upaya Perusahaan dalam mendorong efisiensi proses internal dan teamwork untuk mewujudkan operational excellence, demi pemenuhan […]

expand_less