Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Bitcoin Jebol Support US$64.000, Tiga Tekanan Besar Ini Bisa Picu Volatilitas Baru

Bitcoin Jebol Support US$64.000, Tiga Tekanan Besar Ini Bisa Picu Volatilitas Baru

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Minggu, 2 Agt 2026
  • visibility 33
  • comment 0 komentar

Jakarta, 2 Agustus 2026 — Pasar aset kripto kembali menghadapi tekanan setelah harga Bitcoin atau BTC turun ke kisaran US$63.900 pada 30 Juli 2026. Dalam tujuh hari terakhir, aset kripto terbesar tersebutterkoreksi sekitar 2,7% dan sempat menyentuh level terendah US$62.785, sekaligus menembus area support penting di US$64.000. 

Berdasarkan laporan Market Outlook FLOQ, pelemahan Bitcoin saat ini tidak hanya dipengaruhi satu faktor. Setidaknya terdapat tiga tekanan utama yang membayangi pasar, yaitu meningkatnya ekspektasi kenaikansuku bunga Amerika Serikat, eskalasi konflik di Timur Tengah, serta melemahnya struktur teknikal BTC setelah support US$64.000 ditembus. 

CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, mengatakan kondisi pasar saat ini menunjukkan bahwa investor kembali mengurangi eksposur terhadap aset berisiko. 

“Pasar sedang menghadapi kombinasi tekanan makroekonomi, geopolitik, dan teknikal secara bersamaan. Penembusan level US$64.000 menjadi penting karena menunjukkan bahwa sentimen pasar belum cukup kuatuntuk mempertahankan momentum pemulihan Bitcoin,” kata Yudho. 

The Fed Tahan Suku Bunga, tetapi Pasar Justru Makin Hawkish 

Bank Sentral Amerika Serikat atau The Fed mempertahankan suku bunga di kisaran 3,50–3,75% pada pertemuan 29 Juli. Keputusan tersebut merupakan penahanan suku bunga untuk kelima kalinya secara berturut-turut. 

Namun, keputusan tersebut tidak serta-merta dibaca sebagai sinyal pelonggaran oleh pelaku pasar. Tiga pejabat regional The Fed justru memberikan suara untuk menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin. 

Akibatnya, probabilitas kenaikan suku bunga pada September meningkat menjadi sekitar 72,3%, lebih tinggi dibandingkan kisaran 54–63% dalam dua pekan sebelumnya. Kondisi ini berpotensi mempertahankan tekananterhadap Bitcoin dan aset berisiko lainnya. 

Menurut Yudho, investor perlu melihat lebih jauh dari sekadar keputusan The Fed untuk menahan suku bunga. “Kata ‘menahan’ tidak selalu berarti dovish. Dalam pertemuan kali ini, komposisi voting dan pernyataan The Fed justru memperlihatkan kekhawatiran terhadap inflasi dan ketidakpastian global. Selama ekspektasi kenaikan suku bunga masih tinggi, ruang penguatan aset kripto kemungkinan tetap terbatas,” jelasnya. 

Konflik AS-Iran Dorong Harga Minyak Melonjak 

Tekanan tambahan datang dari meningkatnya kembali ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Jeda serangan yang dimulai pada 27 Juli hanya bertahan sekitar dua hari sebelum kembali terjadi eskalasi. 

Pada 29 Juli, Iran dilaporkan menembakkan rudal balistik ke pangkalan udara Amerika Serikat di Yordania. Amerika Serikat dan Arab Saudi kemudian membalas dengan menyerang kelompok pro-Iran di Irak timur. 

Ketegangan tersebut turut mendorong harga minyak dunia. Harga Brent meningkat sekitar 3,42% menjadi US$86,97 per barel, sedangkan West Texas Intermediate atau WTI naik sekitar 3,58% menjadi US$82,09 per barel. 

Kenaikan harga energi dikhawatirkan dapat kembali mendorong tekanan inflasi global dan memperkuat alasan bank sentral untuk mempertahankan kebijakan moneter ketat. 

“Dalam jangka pendek, harga minyak kini menjadi salah satu indikator eksternal yang perlu diperhatikan investor kripto. Apabila konflik terus mengganggu distribusi minyak melalui Selat Hormuz, kekhawatiran inflasidapat meningkat dan memperburuk sentimen terhadap aset berisiko,” ujar Yudho. 

Meski demikian, pembicaraan antara Iran dan Oman mengenai pengelolaan lalu lintas di Selat Hormuz masih menjadi salah satu saluran diplomatik yang dapat membantu meredakan tekanan harga minyak. 

Arus Dana ETF Bitcoin Belum Stabil 

Dari sisi institusional, produk exchange-traded fund atau ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat masih mencatatkan arus dana masuk selama tiga pekan berturut-turut. Pada pekan hingga sekitar 24 Juli, ETF Bitcoin mencatatkan net inflow sekitar US$33,8 juta. 

Namun, tren tersebut kehilangan momentum pada akhir pekan. ETF Bitcoin mencatatkan arus keluar sekitar US$225,1 juta pada Kamis dan US$240 juta pada Jumat, memutus rangkaian tujuh hari arus dana masuk. 

Sementara itu, ETF Ethereum membukukan arus masuk mingguan sekitar US$104 juta, atau sekitar tiga kali lebih besar dibandingkan total arus masuk mingguan ETF Bitcoin. Data tersebut mengindikasikan adanyarotasi modal ke Ethereum, meskipun belum dapat dipastikan sebagai tren jangka panjang. 

“Arus dana ETF menunjukkan minat institusional belum menghilang, tetapi tingkat sensitivitasnya terhadap kebijakan suku bunga masih sangat tinggi. Investor besar terlihat lebih selektif dan cepat melakukanpenyesuaian menjelang rilis data ekonomi penting,” kata Yudho. 

Bitcoin Berpotensi Bergerak di Rentang US$62.800–US$65.700 

Dari sisi teknikal, level US$62.800 menjadi support terdekat yang perlu diperhatikan setelah Bitcoin menembus US$64.000. Sementara itu, area US$65.700 hingga US$66.500 menjadi zona resistensi yang perlu dilewatiuntuk membuka peluang pemulihan lebih lanjut. 

Menurut Yudho, pergerakan Bitcoin dalam jangka pendek kemungkinan masih berada dalam rentang konsolidasi yang lebar. “Selama Bitcoin belum mampu kembali dan bertahan di atas US$65.700, pasar masih berisikomengalami tekanan lanjutan. Di sisi lain, area US$62.800 menjadi level penting karena penembusan yang konsisten di bawah area tersebut dapat membuka ruang koreksi yang lebih dalam,” ungkapnya. 

Pelaku pasar juga akan mencermati sejumlah agenda penting pada awal Agustus, termasuk data ISM Manufacturing PMI, ADP Employment Report, ISM Services PMI, serta laporan ketenagakerjaan Amerika Serikatpada 7 Agustus. 

Rilis data tersebut akan menjadi indikator penting untuk mengukur apakah kebijakan hawkish The Fed mendapat dukungan dari kondisi ekonomi Amerika Serikat. 

“Investor sebaiknya tidak terburu-buru menyimpulkan arah pasar hanya berdasarkan satu indikator. Kondisi saat ini membutuhkan pengelolaan risiko yang lebih disiplin karena data tenaga kerja, harga minyak, dan perkembangan geopolitik dapat memicu perubahan sentimen secara cepat,” tutup Yudho. 

Sebagai bagian dari komitmennya dalam meningkatkan literasi aset digital, FLOQ juga menyediakan platform edukasi yang dapat diakses oleh siapa saja melalui kanal FLOQ Academy. Kanal ini menghadirkan berbagaimateri untuk membantu masyarakat memahami pergerakan pasar, strategi investasi aset kripto, serta perkembangan teknologi blockchain dan Web3 secara lebih mudah, terstruktur, dan relevan dengan kondisi pasar terkini.. 

 

Disclaimer: Informasi dalam siaran pers ini disusun berdasarkan data publik yang tersedia hingga 30 Juli 2026. Investasi aset kripto memiliki risiko tinggi, termasuk potensi kerugian akibat volatilitas harga pasar. Seluruhinformasi yang disampaikan dalam siaran pers ini bersifat umum dan hanya ditujukan untuk keperluan informasi. Informasi ini bukan merupakan ajakan, penawaran, saran, maupun rekomendasi untuk membeli, menjual, atau melakukan investasi pada aset kripto tertentu.  

FLOQ mengimbau masyarakat untuk selalu melakukan riset secara mandiri (Do Your Own Research/DYOR) dan mempertimbangkan setiap keputusan investasi secara matang sesuai dengan profil risiko, tujuan investasi, serta kemampuan finansial masing-masing. Masyarakat juga diharapkan tidak menggunakan dana yang berada di luar batas kemampuan dalam melakukan transaksi aset kripto. 

 

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bittime Buka Waitlist Eksklusif Flexible Futures, Beri Akses Early Bird dan Trial Funds Hingga .500 USDT

    Bittime Buka Waitlist Eksklusif Flexible Futures, Beri Akses Early Bird dan Trial Funds Hingga $1.500 USDT

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • account_circle Vrit Time
    • visibility 102
    • 0Komentar

     Bittime, platform crypto exchange berizin dan diawasi di Indonesia, resmi membuka program Waitlist eksklusif early bird access, serta membagikan trial funds hingga $1,500 USDT. Program ini membuka kesempatan bagi 100 orang pengguna terpilih untuk mencoba fitur terbaru #BittimeFlexibleFutures. Program waitlist ini mengusung mekanisme “Early Come, Early Access”, di mana pengguna yang lebih dahulu mendaftar memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan akses lebih awal ke […]

  • Pangkogabwilhan III Pastikan Bandara Perintis di Papua Kembali Aman dan Siap Beroperasi

    Pangkogabwilhan III Pastikan Bandara Perintis di Papua Kembali Aman dan Siap Beroperasi

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 67
    • 0Komentar

    Pangkogabwilhan III Letjen TNI Bambang Trisnohadi memastikan 11 bandara perintis di Papua telah diamankan penuh oleh TNI setelah sebelumnya ditutup akibat gangguan keamanan oleh KKB. Dengan pengamanan tersebut, bandara-bandara yang menjadi jalur vital bagi distribusi logistik, layanan kesehatan, pendidikan, dan ekonomi masyarakat di wilayah pedalaman Papua segera kembali beroperasi. Jakarta: Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan […]

  • Inspiraya Goes to Campus Gunadarma, Bank Raya Ajak Mahasiswa Cerdas Kelola Cash Flow dan Mulai Berinvestasi Sejak Dini

    Inspiraya Goes to Campus Gunadarma, Bank Raya Ajak Mahasiswa Cerdas Kelola Cash Flow dan Mulai Berinvestasi Sejak Dini

    • calendar_month Selasa, 18 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 46
    • 0Komentar

    PT Bank Raya Indonesia Tbk (Bank Raya), bank digital bagian dari BRI Group, terus memperkuat komitmennya dalam mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan di kalangan generasi muda melalui program Inspiraya. Inspiraya Goes to Campus kali ini digelar di Universitas Gunadarma Depok pada 10 Agustus 2026 dan dihadiri oleh lebih dari 150 mahasiswa, dengan mengangkat tema […]

  • Momentum Strategis Indonesia Emas 2045! Infrastruktur AI Marketing Tigo AI Membantu Brand Merebut Pasar Ekonomi Digital Bernilai 300 Miliar

    Momentum Strategis Indonesia Emas 2045! Infrastruktur AI Marketing Tigo AI Membantu Brand Merebut Pasar Ekonomi Digital Bernilai 300 Miliar

    • calendar_month Jumat, 21 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 29
    • 0Komentar

    Jakarta, Indonesia — Tigo AI memanfaatkan momentum Indonesia Emas 2045 dengan membangun infrastruktur pemasaran berbasis AI yang mengintegrasikan produksi konten, otomatisasi iklan, dan distribusi digital. Teknologi ini membantu brand dan UMKM menjalankan kampanye lebih cepat, efisien, terukur, dan kompetitif di tengah pertumbuhan ekonomi digital Indonesia. Ke depan, daya saing bisnis akan semakin ditentukan oleh kemampuan memanfaatkan […]

  • Demi Keselamatan Perjalanan Kereta Api, KAI Daop 2 Bandung Perbaiki Geometri Perlintasan Sebidang di 47 Titik

    Demi Keselamatan Perjalanan Kereta Api, KAI Daop 2 Bandung Perbaiki Geometri Perlintasan Sebidang di 47 Titik

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 47
    • 0Komentar

    Info Daop 2 Bd Kamis, 2 Juli 2026 Demi Keselamatan Perjalanan Kereta Api, KAI Daop 2 Bandung Perbaiki Geometri Perlintasan Sebidang di 47 Titik Bandung (Jawa Barat), 2 Juli 2026 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung terus melaksanakan program rutin peningkatan keselamatan perjalanan kereta api melalui perbaikan geometri di sejumlah perlintasan […]

  • Cara Buat Nabung Emas Lebih Menyenangkan

    Cara Buat Nabung Emas Lebih Menyenangkan

    • calendar_month Sabtu, 24 Okt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 15
    • 0Komentar

    Menabung tidak harus selalu terasa seperti kegiatan yang membosankan. Selain menyisihkan uang ke rekening tabungan, kamu juga bisa mencoba cara lain untuk membangun kebiasaan finansial, salah satunya dengan menabung emas. Emas kerap dipilih sebagai bagian dari perencanaan keuangan karena dapat disimpan untuk tujuan jangka panjang. Kamu bisa mulai dari nominal yang terjangkau, menetapkan target, lalu […]

expand_less