Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Bitcoin Kembali Ditolak $87.000, Ini Skenario Harga BTC Berikutnya

Bitcoin Kembali Ditolak $87.000, Ini Skenario Harga BTC Berikutnya

  • account_circle vritimes
  • calendar_month 54 menit yang lalu
  • visibility 3
  • comment 0 komentar

Jakarta, 6 Oktober 2026 — Harga Bitcoin (BTC) kembali menghadapi tekanan setelah gagal mempertahankan momentum di area US$87.000. Bitcoin hari ini berada di sekitar US$85.513, turun 1,10% dalam 24 jam terakhir, sejalan dengan pelemahan tipis pasar aset kripto secara keseluruhan.

Pergerakan tersebut membuat area US$87.000 kembali menjadi perhatian pasar. Bitcoin sempat mendekati level tersebut, tetapi belum mampu mengkonfirmasi breakout dan kemudian bergerak turun.

Kondisi ini menunjukkan bahwa tekanan jual masih muncul ketika Bitcoin memasuki area resistance utama. Di pasar derivatif, penurunan juga diperbesar oleh likuidasi posisi leverage yang menambah volatilitas harga.

CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, mengatakan pergerakan Bitcoin saat ini masih berada dalam fase konsolidasi sehingga pasar perlu mencermati level support dan resistance sebelum melihat arah tren berikutnya.

“Bitcoin masih berada dalam fase konsolidasi setelah beberapa kali menghadapi penolakan di area US$87.000. Level ini menjadi resistance penting karena pasar belum mendapatkan konfirmasi bahwa momentum kenaikan sudah kembali kuat,” kata Yudho.

Menurut Yudho, kegagalan Bitcoin mempertahankan posisi di atas US$87.000 belum serta-merta mengubah struktur pasar menjadi bearish. Namun, tekanan jual dapat meningkat apabila BTC kehilangan support penting di bawah harga saat ini.

“Selama Bitcoin masih mampu bertahan di atas area US$84.500, peluang untuk kembali menguji US$87.000 masih terbuka. Perlu diperhatikan adalah bagaimana respons pasar ketika BTC mendekati resistance tersebut untuk kedua atau ketiga kalinya,” jelasnya.

$84.500 Jadi Level Penting Bitcoin

Dari sisi teknikal, area US$84.500 menjadi salah satu level yang perlu diperhatikan dalam pergerakan Bitcoin jangka pendek. Level tersebut berada di sekitar retracement Fibonacci 38,2%. Apabila BTC mampu mempertahankan area ini, peluang rebound menuju US$87.000 masih terbuka.

Sebaliknya, analisis FLOQ melihat penurunan di bawah US$84.500 dapat meningkatkan risiko koreksi dapat meningkatkan risiko koreksi lebih dalam menuju area US$82.600. Area US$82.000-US$83.000 juga menjadi zona downside yang perlu diperhatikan apabila tekanan jual semakin kuat.

Yudho menilai level tersebut penting karena pergerakan Bitcoin dalam beberapa hari ke depan kemungkinan masih dipengaruhi oleh tarik-menarik antara aksi ambil untung dan permintaan baru.

“US$84.500 menjadi level yang cukup penting untuk melihat apakah koreksi ini hanya bersifat jangka pendek atau mulai berkembang menjadi tekanan jual yang lebih besar. Jika level tersebut bertahan, struktur konsolidasinya masih relatif terjaga,” jelas Yudho.

Ia menambahkan, pasar juga perlu melihat apakah Bitcoin mampu mengubah area resistance menjadi support baru. “Sebaliknya, kalau BTC berhasil menembus US$87.000 dan kemudian mampu bertahan di atasnya, pasar akan mendapatkan konfirmasi yang lebih kuat

“Jika Bitcoin berhasil menembus US$87.000 dan mampu bertahan di atas level tersebut, pasar akan mendapatkan sinyal yang lebih kuat bahwa tekanan beli mulai kembali mendominasi. Karena itu, pergerakan Bitcoin di area US$87.000–U$S87.400 menjadi penting untuk diperhatikan,” lanjutnya.

Peluang Bitcoin Menuju US$93.000 Masih Terbuka

Meski masih tertahan di bawah US87.000,peluang Bitcoin menuju US$90.000–US$93.000 masih terbuka jika tekanan jual mereda dan kondisi makro mendukung.

Yudho mengatakan arah Treasury yields dan ekspektasi kebijakan The Fed menjadi faktor yang perlu diperhatikan. “Kalau Treasury yields mulai melandai dan ekspektasi kenaikan suku bunga semakin berkurang, aset berisiko seperti Bitcoin bisa mendapatkan ruang yang lebih besar. Namun, kondisi tersebut tetap perlu diikuti oleh permintaan spot yang kuat,” tuturnya.

Skenario menuju US$90.000-US$93.000 juga menjadi perhatian dalam analisis pasar, dengan penurunan Treasury yields dan penguatan permintaan menjadi faktor pendukung. Namun, Yudho menilai Bitcoin tetap membutuhkan konfirmasi dari sisi harga dan volume untuk menembus resistance US$87.000.

“Pasar tetap membutuhkan konfirmasi dari sisi harga dan volume. Kalau tekanan jual di area US$87.000 berhasil diserap dan Bitcoin mencatatkan breakout yang valid, US$90.000 hingga US$93.000 bisa menjadi area berikutnya yang diperhatikan. Namun, ini tetap merupakan skenario, bukan kepastian harga,” katanya.

Fed Minutes Jadi Katalis Berikutnya

Pasar juga akan mencermati rilis Fed Minutes pada 7 Oktober 2026 untuk melihat arah kebijakan moneter AS. Menurut Yudho, komunikasi The Fed dan pergerakan yield dapat mempengaruhi sentimen terhadap aset berisiko, termasuk Bitcoin.

“Kalau komunikasinya cenderung memberikan ruang untuk kebijakan yang lebih longgar dan yield ikut turun, sentimen terhadap Bitcoin bisa membaik. Sebaliknya, jika risiko inflasi kembali meningkat dan yield naik, tekanan terhadap aset berisiko bisa muncul lagi,” jelasnya.

Selama BTC bertahan di atas US$84.500, peluan untuk kembali menguji US$87.000 masih terbuka. “Untuk saat ini, pasar masih menunggu konfirmasi. US$84.000 dan US$87.000 menjadi dua level penting untuk diperhatikan. Breakout atau breakdown dari area tersebut akan memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai arah Bitcoin berikutnya,” tutup Yudho.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sinergi Kebaikan, FKIJK DKI Jakarta dan BRI Regional Office 1 Gelar Aksi Berbagi Takjil

    Sinergi Kebaikan, FKIJK DKI Jakarta dan BRI Regional Office 1 Gelar Aksi Berbagi Takjil

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 54
    • 0Komentar

    JAKARTA – Mengisi momentum hari Jumat di bulan Februari dengan semangat kepedulian, Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) DKI Jakarta berkolaborasi dengan BRI Regional Office (RO) Jakarta 1 menggelar aksi sosial berbagi takjil kepada masyarakat pada Jumat, 27 Februari 2026. Kegiatan yang berpusat di area strategis sekitar kantor wilayah ini menyasar para pengguna jalan, pengemudi […]

  • IHSG Dibayangi Pelemahan, Analis Tawarkan Tiga Saham Potensial: ISAT, BMRI, dan RATU

    IHSG Dibayangi Pelemahan, Analis Tawarkan Tiga Saham Potensial: ISAT, BMRI, dan RATU

    • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
    • account_circle reputasi
    • visibility 136
    • 0Komentar

    Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan menghadapi tekanan pada perdagangan besok, Rabu (6/8/2025). Setelah ditutup melemah pada sesi pertama hari ini, sejumlah analis memprediksi IHSG masih rawan melanjutkan koreksi. Analis dari MNC Sekuritas memperkirakan pergerakan IHSG masih akan didominasi oleh sentimen negatif. Secara teknikal, diperkirakan IHSG akan bergerak pada rentang support di 7.420 dan […]

  • Atasi Keterbatasan Visibilitas, Drone Perkuat Operasi Keamanan dan SAR

    Atasi Keterbatasan Visibilitas, Drone Perkuat Operasi Keamanan dan SAR

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle editor News
    • visibility 80
    • 0Komentar

    Dalam operasi keamanan, pencarian dan penyelamatan (SAR), serta penanganan kebakaran, kecepatan dan ketepatan informasi menjadi faktor penting dalam mendukung efektivitas respons di lapangan. Tantangan seperti keterbatasan visibilitas, luasnya area pemantauan, hingga tingginya risiko operasional seringkali membatasi penanganan jika hanya mengandalkan pengawasan dari darat. Pemanfaatan teknologi drone dengan dukungan berbagai sensor kini menjadi bagian dari pendekatan […]

  • Lebih dari Sekadar Tempat Menginap: Bagaimana Hotel dan Komunitas Lokal Dapat Menciptakan Pengalaman Wisata yang Lebih Bermakna

    Lebih dari Sekadar Tempat Menginap: Bagaimana Hotel dan Komunitas Lokal Dapat Menciptakan Pengalaman Wisata yang Lebih Bermakna

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 26
    • 0Komentar

    Indonesia, 5 June 2026 – Seiring Indonesia terus mencatat pertumbuhan kunjungan wisatawan mancanegara, preferensi wisatawan juga mengalami perubahan. Kini, semakin banyak pelancong yang tidak hanya tertarik mengunjungi destinasi populer atau ikon wisata terkenal, tetapi juga mencari pengalaman yang lebih autentik, personal, dan dekat dengan budaya lokal. Perubahan ini menghadirkan peluang baru bagi industri hospitality. Hotel […]

  • Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Kompetensi SDM, PTPN IV Regional VII Gelar Pelatihan dan Sertifikasi Mandor Panen

    Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Kompetensi SDM, PTPN IV Regional VII Gelar Pelatihan dan Sertifikasi Mandor Panen

    • calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 30
    • 0Komentar

    Lampung – Sebagai bagian dari komitmen Holding Perkebunan Nusantara dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mendukung operasional perkebunan yang semakin profesional, PTPN IV Regional VII menyelenggarakan Pelatihan dan Sertifikasi Mandor Panen yang diikuti oleh 25 mandor panen dari berbagai unit kerja. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memastikan para mandor panen memiliki kompetensi yang […]

  • Kapolresta Manado Tinjau Lokasi Pembangunan SPPG, Tegaskan Dukungan terhadap Pemenuhan Gizi Masyarakat

    Kapolresta Manado Tinjau Lokasi Pembangunan SPPG, Tegaskan Dukungan terhadap Pemenuhan Gizi Masyarakat

    • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
    • account_circle redaktur reputasi
    • visibility 123
    • 0Komentar

    Manado, ReputasiPlus.com – Kapolresta Manado, Kombes Pol Irham Halid, turun langsung meninjau lokasi pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Kota Manado, Senin (4/8/2025). Kunjungan ini menjadi bentuk nyata dukungan Polresta Manado terhadap program peningkatan layanan gizi, terutama bagi kelompok masyarakat rentan seperti anak-anak dan ibu hamil. Dalam keterangannya kepada media, Kapolresta menegaskan pentingnya keberadaan […]

expand_less