Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Bitcoin Kembali Tembus US$80.000, Aset Kripto Ikut Reli

Bitcoin Kembali Tembus US$80.000, Aset Kripto Ikut Reli

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Senin, 21 Sep 2026
  • visibility 27
  • comment 0 komentar

Bitcoin kembali menunjukkan penguatan setelah berhasil menembus level psikologis US$80.000 pada perdagangan Jumat, 18 September 2026. Kenaikan tersebut juga diikuti sejumlah aset kripto lainnya, meski pasar sebelumnya menghadapi tekanan akibat keputusan suku bunga Federal Reserve (The Fed) dan gagalnya rancangan undang-undang Clarity Act di Senat Amerika Serikat.

Mengutip Yahoo Finance, Bitcoin (BTC) mencapai level tertinggi dalam dua minggu pada Jumat. Pergerakan ini menjadi perhatian karena terjadi setelah The Fed menaikkan suku bunga pada pekan yang sama. Di sisi lain, gagalnya Clarity Act yang sebelumnya diharapkan dapat memberikan kerangka regulasi federal bagi industri aset digital juga sempat menekan sentimen pasar.

Bitcoin Kembali ke Atas US$80.000

Bitcoin sempat mengalami tekanan setelah hasil pemungutan suara terkait Clarity Act di Senat AS tidak memenuhi jumlah suara yang dibutuhkan untuk melanjutkan proses legislasi. Kondisi tersebut membuat harga Bitcoin turun hingga mendekati US$75.000 pada awal pekan.

Namun, tekanan tersebut tidak berlangsung lama. Bitcoin kemudian mengalami pemulihan dan pada Jumat berhasil kembali menembus US$80.000. Yahoo Finance mencatat penguatan Bitcoin pada perdagangan tersebut mencapai sekitar 6% dan membawa aset kripto terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar itu ke level tertinggi dalam dua minggu.

Kenaikan Bitcoin juga berlangsung setelah The Fed menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin. Kenaikan tersebut menjadi yang pertama sejak 2023. Secara umum, suku bunga yang lebih tinggi dapat memberikan tekanan terhadap aset berisiko seperti saham teknologi dan aset kripto karena investor memiliki alternatif dengan imbal hasil yang lebih tinggi.

Meski demikian, pasar kripto justru menunjukkan respons yang relatif kuat. Yahoo Finance mengutip Sean Farrell, Head of Digital Assets di Fundstrat, yang menilai pasar kripto mampu menyerap perubahan ekspektasi kebijakan moneter yang lebih hawkish tanpa mengalami tekanan yang terlalu besar.

Altcoin Ikut Menguat

Pergerakan positif tidak hanya terjadi pada Bitcoin. Sejumlah altcoin juga mencatat penguatan dalam periode yang sama. Berdasarkan data Yahoo Finance, Ether (ETH), Binance Coin (BNB), dan Solana (SOL) bahkan mencatat kenaikan yang lebih besar dalam periode satu bulan.

Dalam sebulan terakhir hingga perdagangan Jumat, Ether tercatat menguat sekitar 35%, Binance Coin naik sekitar 25%, sedangkan Solana meningkat sekitar 41%. Pergerakan tersebut menunjukkan adanya rotasi minat investor ke aset digital selain Bitcoin.

Kapitalisasi pasar kripto secara keseluruhan juga ikut terdorong. Yahoo Finance mengutip data CoinMarketCap yang menunjukkan total kapitalisasi pasar aset kripto mencapai sekitar US$2,66 triliun pada Jumat.

Selain aset kripto konvensional, investor juga mulai memperhatikan aset digital berbasis tokenisasi. Pada perdagangan Jumat, sejumlah token yang merepresentasikan aset seperti saham Nvidia, Tesla, hingga indeks S&P 500 turut menjadi bagian dari aktivitas pasar digital.

Faktor Teknis Dorong Penguatan Bitcoin

Kenaikan Bitcoin ke atas US$80.000 juga tidak terlepas dari faktor teknis di pasar derivatif. Yahoo Finance mencatat bahwa trader derivatif menunjukkan sentimen bullish terhadap Bitcoin.

Analis Bitget Wallet, Lacie Zhang, mengatakan arus dana masuk ke ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat serta aksi short covering ikut membantu Bitcoin melewati level US$80.000. Short covering terjadi ketika trader yang sebelumnya mengambil posisi untuk mengantisipasi penurunan harga menutup posisinya dengan membeli kembali aset tersebut.

Kondisi ini dapat menciptakan tambahan tekanan beli dan mempercepat kenaikan harga dalam waktu singkat. Namun, penguatan yang didorong oleh faktor teknis tetap perlu dicermati karena keberlanjutan tren akan bergantung pada masuknya permintaan baru ke pasar.

Pasar Kripto Masih Dihadapkan pada Risiko

Meski Bitcoin kembali berada di atas US$80.000, pasar aset digital masih menghadapi sejumlah faktor yang dapat memengaruhi pergerakan harga. Kebijakan moneter The Fed menjadi salah satu perhatian utama karena bank sentral AS masih diperkirakan melakukan perubahan suku bunga dalam periode mendatang.

Selain itu, perkembangan regulasi aset digital di Amerika Serikat juga menjadi faktor penting. Gagalnya Clarity Act membuat arah pembentukan regulasi kripto di AS kembali menjadi perhatian pelaku pasar. Di tengah kondisi tersebut, regulator seperti Securities and Exchange Commission (SEC) dan Commodity Futures Trading Commission (CFTC) disebut tetap melanjutkan upaya penyusunan aturan terkait aset digital.

Bagi investor, pergerakan tersebut menunjukkan bahwa aset kripto tetap sangat sensitif terhadap perubahan sentimen pasar, kebijakan moneter, arus dana institusional, serta perkembangan regulasi. Karena itu, memahami faktor yang memengaruhi harga menjadi bagian penting sebelum mengambil keputusan investasi.

Cek Pergerakan Kripto di Nanovest

Pergerakan Saham Amerika Serikat, Aset Kripto, dan Emas Digital saat ini bisa kamu cek di aplikasi Nanovest. Jika kamu tertarik untuk mulai berinvestasi di Saham AS, Nanovest dapat menjadi salah satu pilihan untuk mulai berinvestasi sekaligus mengeksplorasi berbagai aset kripto dalam satu aplikasi.

Nanovest merupakan aplikasi investasi saham dan kripto yang menyediakan akses ke berbagai instrumen investasi. Bagi investor yang baru ingin memulai, Nanovest juga memiliki perlindungan dari risiko cybercrime dengan Asuransi Sinarmas. Nanovest berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Informasi lebih lanjut mengenai Nanovest dapat ditemukan melalui situs resminya. Aplikasi Nanovest juga tersedia di Play Store maupun App Store sehingga investor dapat mengakses berbagai informasi dan fitur investasi melalui perangkat masing-masing.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • 45 Tahun Berkarya untuk Indonesia, BINUS University Buka Kolaborasi Masa Depan Dunia Kerja melalui BINUS HR Tech Summit 2026

    45 Tahun Berkarya untuk Indonesia, BINUS University Buka Kolaborasi Masa Depan Dunia Kerja melalui BINUS HR Tech Summit 2026

    • calendar_month Jumat, 25 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 27
    • 0Komentar

    Dalam momentum 45 tahun perjalanan BINA NUSANTARA dalam menghadirkan kontribusi melalui pendidikan, inovasi, dan kolaborasi bagi Indonesia, BINUS University kembali membuka ruang dialog lintas sektor melalui BINUS HR Tech Summit 2026. Mengusung tema “HR Tech Beyond Automation: The Rise of Agentic AI”, kegiatan ini mempertemukan para pemimpin industri, praktisi Human Resources (HR), technology experts, akademisi, […]

  • KAI Daop 1 Jakarta Jalin Kerja Sama dengan Kejati Daerah Khusus Jakarta untuk Penanganan Permasalahan Hukum Aset

    KAI Daop 1 Jakarta Jalin Kerja Sama dengan Kejati Daerah Khusus Jakarta untuk Penanganan Permasalahan Hukum Aset

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle Vrit Time
    • visibility 89
    • 0Komentar

    PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta menandatangani Perjanjian Kerja Sama dengan Kejaksaan Tinggi Daerah Khusus Jakarta terkait Penanganan Permasalahan Hukum di Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis (5/2), bertempat di The Westin, Jakarta. Perjanjian kerja sama tersebut ditandatangani oleh EVP Daop 1 Jakarta Wahyu Cahyono dan Kepala […]

  • IDX, BRIDS, dan IIX Perkuat Ekosistem Obligasi Tematik untuk Mengembangkan Potensi Pasar Senilai Rp7.800 Triliun

    IDX, BRIDS, dan IIX Perkuat Ekosistem Obligasi Tematik untuk Mengembangkan Potensi Pasar Senilai Rp7.800 Triliun

    • calendar_month Kamis, 13 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 43
    • 0Komentar

    IDX, IIX, dan BRIDS menyelenggarakan Indonesia Thematic Bonds Roundtable untuk membahas peluang pengembangan obligasi tematik dalam mendukung perekonomian yang inklusif dan tangguh. Dengan Orange Bond sebagai salah satu studi kasus utama, forum ini mempertemukan pelaku pasar untuk membahas peluang pasar, praktik terbaik, serta langkah konkret dalam memperluas pipeline obligasi tematik di Indonesia. Jakarta, 13 Agustus […]

  • BisnisSMM Tawarkan Sewa Panel SMM Mulai Rp100 Ribu per Bulan

    BisnisSMM Tawarkan Sewa Panel SMM Mulai Rp100 Ribu per Bulan

    • calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 29
    • 0Komentar

    BisnisSMM menghadirkan layanan sewa panel SMM full otomatis mulai Rp100.000 per bulan, memungkinkan siapa saja memulai bisnis jasa media sosial tanpa perlu membangun sistem panel sendiri dari nol. Layanan ini ditujukan bagi pemula yang ingin merintis bisnis digital dengan modal kecil dan tanpa keahlian teknis, dilengkapi biaya sewa tetap tanpa potongan komisi, monitoring drop rate […]

  • BRI KKB Expo 2026 Resmi Digelar di Yogyakarta, Tawarkan Beragam Promo Kendaraan dan Pembiayaan

    BRI KKB Expo 2026 Resmi Digelar di Yogyakarta, Tawarkan Beragam Promo Kendaraan dan Pembiayaan

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 37
    • 0Komentar

    Yogyakarta, 9 Juli 2026 – Kesempatan memiliki kendaraan dengan penawaran pembiayaan yang lebih ringan kini hadir bagi masyarakat Yogyakarta dan sekitarnya melalui BRI KKB Expo 2026. PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) sebagai bagian dari BRI Group turut mendukung penyelenggaraan expo yang berlangsung pada 6–10 Juli 2026. Kegiatan ini digelar serentak di 131 Unit Kerja […]

  • Indonesia dan India Perkuat Kemitraan Strategis Lewat India–Indonesia Critical Minerals Conference di Jakarta

    Indonesia dan India Perkuat Kemitraan Strategis Lewat India–Indonesia Critical Minerals Conference di Jakarta

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 104
    • 0Komentar

    JAKARTA — Pemerintah India dan Indonesia mempertegas kemitraan strategis di sektor baja dan mineral kritis melalui forum tingkat tinggi India–Indonesia Critical Minerals Conference yang digelar di Hotel JW Marriott Jakarta, Selasa (24/2/2026). Konferensi ini diselenggarakan oleh Kedutaan Besar India di Jakarta bersama Indonesian Chamber of Commerce in India (IndCham), dan mempertemukan pejabat pemerintah, pelaku industri, […]

expand_less