Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Bitcoin Masih Berisiko Turun ke US$50.000, Meski Peluang Rebound Belum Tertutup

Bitcoin Masih Berisiko Turun ke US$50.000, Meski Peluang Rebound Belum Tertutup

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Minggu, 28 Jun 2026
  • visibility 26
  • comment 0 komentar

Jakarta, 28 Juni 2026 – FLOQ merilis laporan Market Outlook pekan keempat Juni 2026 yang menunjukkan bahwa pasar kripto masih berada dalam fase ketidakpastian tinggi setelah Bitcoin (BTC) kehilangan level psikologis US$60.000. Meskipun harga sempat pulih ke kisaran US$62.000, FLOQ menilai pergerakan tersebut belum cukup kuat untuk mengonfirmasi pembalikan tren.

Tekanan terhadap pasar kripto saat ini dipengaruhi oleh kombinasi faktor makroekonomi global, keluarnya dana investor institusi dari Spot Bitcoin ETF, hingga meningkatnya perhatian pasar terhadap perkembangan regulasi aset digital di Amerika Serikat melalui CLARITY Act.

Menurut Yudhono Rawis, CEO & Founder FLOQ, investor perlu melihat kondisi pasar secara lebih menyeluruh dan tidak hanya berfokus pada pergerakan harga harian.

“Breakdown di bawah US$60.000 memang menjadi sinyal penting karena level tersebut selama ini dipandang sebagai support psikologis Bitcoin. Namun, investor juga perlu memahami bahwa pergerakan pasar saat ini lebih banyak dipengaruhi oleh faktor makro global dibandingkan fundamental Bitcoin itu sendiri. Karena itu, kami melihat fase saat ini sebagai periode konfirmasi, bukan titik untuk mengambil keputusan secara emosional,” ujar Yudho.

Tekanan Makro Masih Mendominasi Pergerakan Bitcoin

Dalam laporan tersebut, FLOQ menjelaskan bahwa penurunan Bitcoin pada 24 Juni hingga menyentuh level intraday US$59.023 dipicu oleh beberapa faktor yang terjadi secara bersamaan.

Penguatan dolar Amerika Serikat, kenaikan imbal hasil US Treasury setelah sikap hawkish Federal Reserve, serta aksi jual pada saham-saham teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) mendorong investor global mengurangi eksposur terhadap aset berisiko, termasuk aset kripto.

Kondisi tersebut diperparah oleh likuidasi lebih dari US$850 juta dalam waktu 24 jam, yang sebagian besar berasal dari posisi long berleverage. Efek domino dari likuidasi tersebut turut menekan Ethereum (ETH), Solana (SOL), XRP, hingga saham perusahaan yang memiliki eksposur besar terhadap Bitcoin.

Secara teknikal, Bitcoin juga masih diperdagangkan di bawah sejumlah indikator moving average utama, sehingga struktur downtrend dinilai masih aktif. Area US$64.000 kini menjadi resistance penting yang harus ditembus sebelum pasar dapat mengonfirmasi pemulihan yang lebih kuat.

Bitcoin Treasury Mulai Menghadapi Ujian

Selain pergerakan harga Bitcoin, FLOQ juga menyoroti tekanan yang mulai dirasakan perusahaan-perusahaan dengan strategi Bitcoin Treasury seperti Strategy dan Strive.

Perusahaan-perusahaan tersebut diketahui melakukan akumulasi Bitcoin pada harga rata-rata yang lebih tinggi dibandingkan harga pasar saat ini. Di tengah pelemahan harga, investor mulai mempertanyakan keberlanjutan model pendanaan berbasis leverage maupun preferred equity yang digunakan untuk membiayai pembelian Bitcoin.

Menurut FLOQ, tantangan terbesar bukan hanya berasal dari potensi unrealized loss, tetapi juga kewajiban pembayaran dividen dan kebutuhan likuiditas apabila pasar bearish berlangsung lebih lama.

“Model Bitcoin Treasury belum pernah benar-benar diuji dalam periode penurunan harga yang panjang. Apabila tekanan harga terus berlanjut, investor akan mulai lebih memperhatikan kemampuan perusahaan dalam mengelola arus kas dibanding sekadar jumlah Bitcoin yang dimiliki,” jelas Yudho.

Outflow ETF Menunjukkan Investor Institusi Masih Berhati-hati

FLOQ mencatat bahwa Spot Bitcoin ETF masih mengalami tekanan dengan outflow kumulatif sekitar US$6 miliar dalam enam minggu terakhir.

Meskipun sempat terjadi inflow pada 23 Juni, jumlah tersebut dinilai belum cukup untuk membalikkan tren. FLOQ menilai pasar membutuhkan arus dana masuk yang konsisten sebelum dapat menyimpulkan bahwa tekanan jual mulai mereda.

Di sisi lain, data on-chain masih menunjukkan aktivitas akumulasi oleh long-term holder dan whale. Namun, akumulasi tersebut belum mampu mengimbangi tekanan dari redemption ETF.

CLARITY Act Berpotensi Menjadi Katalis Terbesar Tahun Ini

Di tengah tekanan jangka pendek, FLOQ menilai perkembangan CLARITY Act masih menjadi katalis positif terbesar bagi pasar aset digital sepanjang tahun 2026.

Teks final regulasi tersebut dijadwalkan dirilis pada awal Juli sebelum memasuki tahap floor vote pada bulan yang sama.

Apabila berhasil disahkan, Bitcoin dan Ethereum berpotensi memperoleh kepastian hukum sebagai digital commodity di bawah pengawasan Commodity Futures Trading Commission (CFTC).

“Pasar saat ini sedang mencari katalis baru. Jika CLARITY Act berhasil disahkan, dampaknya bukan hanya terhadap harga Bitcoin dalam jangka pendek, tetapi juga terhadap meningkatnya kepastian regulasi yang selama ini menjadi perhatian investor institusi. Ini berpotensi menjadi fondasi pertumbuhan industri aset digital dalam jangka panjang,” kata Yudho.

Tiga Skenario Bitcoin dalam Waktu Dekat

Dalam Market Outlook pekan ini, FLOQ memetakan tiga kemungkinan pergerakan Bitcoin dalam beberapa minggu ke depan.

Skenario pertama adalah recovery terkonfirmasi, apabila Bitcoin mampu bertahan di atas US$62.000 selama lebih dari tiga hari berturut-turut, didukung inflow ETF yang kembali positif, data inflasi PCE Amerika Serikat yang melandai, serta stabilnya Nasdaq. Dalam kondisi tersebut, Bitcoin berpotensi bergerak menuju kisaran US$64.000 hingga US$68.000.

Skenario kedua adalah konsolidasi, di mana Bitcoin diperkirakan bergerak dalam rentang US$59.000 – US$63.000 sambil menunggu perkembangan data ekonomi dan regulasi.

Sementara itu, skenario ketiga adalah breakdown lanjutan apabila Bitcoin kembali kehilangan level US$59.000 dengan volume transaksi yang besar. Dalam kondisi tersebut, target koreksi menuju US$50.000 – US$51.000 dinilai semakin realistis.

Investor Diminta Tetap Mengedepankan Manajemen Risiko

FLOQ mengimbau investor untuk tetap disiplin dalam menerapkan manajemen risiko selama volatilitas pasar masih tinggi.

Investor pemula disarankan menghindari panic selling maupun keputusan investasi yang didorong oleh euforia sesaat. Bagi investor jangka panjang, strategi akumulasi bertahap atau Dollar Cost Averaging (DCA) masih dapat dipertimbangkan selama dilakukan sesuai profil risiko dan tujuan investasi.

Sementara itu, trader jangka pendek disarankan menunggu konfirmasi arah pasar, khususnya di area US$62.000 – US$63.000 yang masih menjadi level penentu dalam waktu dekat.

“Volatilitas merupakan bagian dari karakter pasar kripto. Yang membedakan investor yang berhasil bukanlah kemampuan menebak harga berikutnya, melainkan kemampuan mengelola risiko dan tetap disiplin terhadap strategi investasi yang telah dibuat,” tutup Yudho.

Disclaimer: Laporan Market Outlook FLOQ disusun berdasarkan data publik hingga 25 Juni 2026 dan bertujuan sebagai informasi serta edukasi. Seluruh informasi dalam laporan ini bukan merupakan rekomendasi investasi maupun ajakan untuk membeli atau menjual aset kripto. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Prioritaskan Pendidikan Tanpa Tekanan Finansial, Ini Solusi dari BRI Finance

    Prioritaskan Pendidikan Tanpa Tekanan Finansial, Ini Solusi dari BRI Finance

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 39
    • 0Komentar

    Jakarta, 28 April 2026 – Kebutuhan biaya pendidikan di Indonesia terus menunjukkan tren peningkatan dari tahun ke tahun. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa biaya pendidikan mengalami kenaikan yang konsisten dan bahkan kerap melampaui inflasi umum, sehingga memberikan tekanan tersendiri bagi perencanaan keuangan keluarga. Dalam beberapa tahun terakhir, lonjakan biaya ini terlihat signifikan di […]

  • Bukan Cuma Nvidia, Micron Juga Jadi Pemenang Besar di Era AI

    Bukan Cuma Nvidia, Micron Juga Jadi Pemenang Besar di Era AI

    • calendar_month Jumat, 17 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 23
    • 0Komentar

    Permintaan terhadap chip memori untuk kebutuhan kecerdasan buatan (artificial intelligence atau AI) terus menunjukkan tren yang kuat dan diperkirakan masih akan menjadi pendorong utama pertumbuhan industri semikonduktor dalam beberapa tahun ke depan. Di tengah masifnya investasi perusahaan teknologi global dalam pembangunan pusat data AI, Micron Technology (NASDAQ: MU) semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain […]

  • Kalender Event Jakarta yang Semakin Padat di Bulan Juli Mendorong Tren Liburan Akhir Pekan Berbasis Pengalaman

    Kalender Event Jakarta yang Semakin Padat di Bulan Juli Mendorong Tren Liburan Akhir Pekan Berbasis Pengalaman

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 20
    • 0Komentar

    Dari pameran kecantikan dan fesyen hingga acara hewan peliharaan dan hiburan, rangkaian agenda Jakarta pada pekan pertama Juli menunjukkan semakin beragamnya alasan wisatawan memilih menghabiskan akhir pekan di ibu kota. Jakarta, 3 Juli 2026 – Jakarta memasuki salah satu akhir pekan tersibuknya pada bulan Juli dengan berbagai pameran dan acara gaya hidup berskala besar yang […]

  • Memperkuat Kualitas Layanan, IPCC Lakukan Management Walkthrough Terminal Satelit Banjarmasin

    Memperkuat Kualitas Layanan, IPCC Lakukan Management Walkthrough Terminal Satelit Banjarmasin

    • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 23
    • 0Komentar

    Banjarmasin, Juli 2026 – Dalam rangka mengevaluasi kinerja operasional dan keuangan secara menyeluruh, Manajemen PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IDX:IPCC) melaksanakan kunjungan kerja ke Terminal Satelit Banjarmasin pada Kamis (2/7) . Melalui kunjungan ini, Manajemen menggali langsung berbagai tantangan dan hambatan yang dihadapi di lapangan untuk kemudian merumuskan solusi serta strategi pengembangan sebagai langkah konkret […]

  • Menabung Harian vs Menabung Bulanan, Mana Lebih Efektif?

    Menabung Harian vs Menabung Bulanan, Mana Lebih Efektif?

    • calendar_month Senin, 13 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 27
    • 0Komentar

    Pernah nggak merasa semangat menabung di awal bulan, tapi begitu tanggal tua datang, uang yang tadinya ingin disimpan malah ikut terpakai? Hal seperti ini cukup sering terjadi. Bukan karena niat menabung kurang kuat, tetapi karena cara menyisihkan uang belum sesuai dengan kebiasaan masing-masing. Ada yang lebih nyaman menabung harian, sementara yang lain memilih langsung menabung […]

  • Tak Hanya Nvidia, Dua Saham Ini Jadi Incaran Investor Berbasis Fundamental

    Tak Hanya Nvidia, Dua Saham Ini Jadi Incaran Investor Berbasis Fundamental

    • calendar_month Jumat, 17 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 19
    • 0Komentar

    Di tengah pasar saham Amerika Serikat yang masih diwarnai volatilitas akibat ketidakpastian suku bunga, inflasi, dan dinamika geopolitik, investor semakin selektif dalam memilih emiten. Tidak lagi hanya mengejar saham yang sedang naik daun, banyak pelaku pasar mulai mengalihkan perhatian kepada perusahaan yang mampu menunjukkan kombinasi antara profitabilitas yang kuat, pertumbuhan berkelanjutan, dan valuasi yang masih […]

expand_less