Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Bitcoin Tembus US$64.000 di Tengah Ketegangan AS-Iran, Ini Risiko Harga Bitcoin

Bitcoin Tembus US$64.000 di Tengah Ketegangan AS-Iran, Ini Risiko Harga Bitcoin

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Selasa, 18 Agt 2026
  • visibility 5
  • comment 0 komentar

Bitcoin kembali menunjukkan penguatan setelah bergerak di sekitar level US$64.000. Pergerakan ini terjadi di tengah meningkatnya kembali ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran, yang turut mendorong investor mencermati aset-aset yang dianggap mampu menjadi pelindung ketika ketidakpastian pasar meningkat.

Pada perdagangan terbaru, Bitcoin sempat berada di sekitar US$63.600–US$64.000. Data pasar menunjukkan aset kripto terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar tersebut masih bergerak dalam rentang yang relatif terbatas setelah sebelumnya mengalami volatilitas akibat perkembangan konflik dan negosiasi AS-Iran. Barron’s mencatat Bitcoin naik sekitar 0,9% ke US$63.605, sementara investor masih mencermati perkembangan konflik AS-Iran dan arah kebijakan moneter Federal Reserve.

Ketegangan geopolitik menjadi salah satu faktor yang terus memengaruhi sentimen pasar global. Pada 18 Agustus 2026, berakhirnya gencatan senjata AS-Iran kembali meningkatkan kekhawatiran pasar. Reuters melaporkan harga minyak dan imbal hasil obligasi AS meningkat setelah berakhirnya gencatan senjata, sementara emas dan aset kripto masih mencatat kenaikan tipis. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa investor kembali bersiap menghadapi kemungkinan volatilitas yang lebih tinggi.

Bitcoin dan Emas Bergerak di Tengah Ketidakpastian

Menariknya, Bitcoin dan emas sama-sama mendapatkan perhatian ketika risiko geopolitik meningkat, meskipun karakter keduanya berbeda. Emas secara tradisional dipandang sebagai aset defensif atau safe haven ketika investor menghadapi ketidakpastian ekonomi dan geopolitik.

World Gold Council mencatat bahwa risiko geopolitik, terutama konflik AS-Iran, menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi kinerja emas sepanjang paruh pertama 2026. Harga emas bahkan sempat mencetak rekor US$5.405 per troy ounce pada Januari sebelum mengalami koreksi pada bulan-bulan berikutnya.

Bitcoin, di sisi lain, masih menunjukkan karakter sebagai aset berisiko yang sangat sensitif terhadap perubahan sentimen investor. Pergerakannya dalam beberapa bulan terakhir memperlihatkan bahwa konflik geopolitik tidak selalu membuat Bitcoin naik. Ketika ketegangan meningkat dan investor mengurangi eksposur terhadap aset berisiko, Bitcoin justru dapat mengalami tekanan.

Pada Juli lalu, misalnya, Bitcoin sempat turun menuju US$62.000 setelah meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran memicu kekhawatiran terhadap energi dan kondisi ekonomi global. CoinDesk mencatat Bitcoin sebelumnya berada di sekitar US$64.385 sebelum turun ke US$62.037 dalam periode tersebut.

Risiko dari Posisi Derivatif

Selain faktor geopolitik, kondisi pasar derivatif juga menjadi perhatian. Funding rate merupakan biaya periodik yang dibayarkan antara posisi long dan short pada kontrak perpetual. Ketika funding rate berada di wilayah positif, pemegang posisi long umumnya membayar pemegang posisi short. Kondisi tersebut dapat menjadi indikasi bahwa sentimen bullish sedang mendominasi.

Data pasar pada Juli menunjukkan funding rate Bitcoin telah berada di wilayah positif sejak akhir Juni, sementara open interest futures juga meningkat. Benzinga melaporkan open interest futures Bitcoin naik dari sekitar US$44 miliar menjadi US$47,6 miliar pada pertengahan Juli.

Kenaikan open interest bersamaan dengan funding rate positif dapat menunjukkan meningkatnya aktivitas dan kecenderungan posisi long. Kondisi ini tidak otomatis berarti Bitcoin akan mengalami koreksi, tetapi menunjukkan bahwa sebagian pelaku pasar mengambil posisi dengan ekspektasi kenaikan harga. Apabila sentimen tiba-tiba berubah, posisi dengan leverage tinggi dapat meningkatkan risiko terjadinya likuidasi dan memperbesar pergerakan harga.

Karena itu, rebound Bitcoin di atas US$64.000 belum tentu menjadi sinyal bahwa tren naik telah kembali sepenuhnya. Investor masih perlu memperhatikan apakah Bitcoin mampu mempertahankan level tersebut dan menembus area resistance berikutnya dengan dukungan volume serta permintaan spot yang kuat.

Sebelumnya, Bitcoin juga beberapa kali gagal mempertahankan penguatan di atas US$64.000–US$65.000. CoinDesk mencatat Bitcoin sempat mencapai US$65.500 pada Juli sebelum kembali mengalami tekanan akibat profit taking dan meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.

Pantau Pergerakan Bitcoin, Saham AS, dan Emas Digital di Nanovest

Bagi investor Indonesia, perkembangan pasar global saat ini dapat menjadi momentum untuk memperluas wawasan mengenai berbagai kelas aset. Pergerakan Saham Amerika Serikat, Aset Kripto, dan Emas Digital saat ini dapat dipantau melalui aplikasi Nanovest.

Nanovest menyediakan akses bagi investor untuk mengeksplorasi berbagai aset dalam satu aplikasi. Bagi investor yang tertarik mulai berinvestasi di Saham AS maupun mengeksplorasi berbagai aset kripto, Nanovest dapat menjadi salah satu pilihan aplikasi investasi saham dan kripto di Indonesia.

Dari sisi regulasi, PT Tumbuh Bersama Nano (Nanovest) terdaftar dan diawasi oleh diterbitkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Nanovest telah diasuransikan dengan Asuransi Sinarmas, sebagai bagian dari perlindungan terhadap risiko cybercrime.

Bagi investor yang baru mulai, memahami risiko tetap menjadi langkah penting sebelum mengambil keputusan investasi. Pergerakan Bitcoin yang cepat menunjukkan bahwa peluang dan risiko selalu berjalan beriringan, terutama ketika pasar dipengaruhi faktor geopolitik, kebijakan suku bunga, serta penggunaan leverage.

Untuk memantau pergerakan Saham AS, Aset Kripto, dan Emas Digital, investor dapat menggunakan Nanovest. Informasi lebih lanjut tersedia melalui website resmi Nanovest. Aplikasi Nanovest juga tersedia melalui Play Store dan App Store.

Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan rekomendasi untuk membeli atau menjual aset tertentu. Investor perlu melakukan riset mandiri dan memahami risiko sebelum mengambil keputusan investasi.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • KAI Bandara Edukasi Puluhan Ribu Masyarakat Melalui Program Edutrain Hingga Juni Tahun 2026

    KAI Bandara Edukasi Puluhan Ribu Masyarakat Melalui Program Edutrain Hingga Juni Tahun 2026

    • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 20
    • 0Komentar

    PT Railink (KAI Bandara) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan literasi transportasi publik dan keselamatan perjalanan kereta api melalui program Edutrain. Sepanjang tahun 2026, program edukasi tersebut telah menjangkau sebanyak 96.389 peserta yang terdiri dari pelajar, mahasiswa, komunitas, hingga masyarakat umum di berbagai wilayah operasional KAI Bandara. Dari total peserta tersebut, wilayah Yogyakarta mencatat jumlah peserta […]

  • Indeks Saham Amerika sebagai Barometer Pasar Global

    Indeks Saham Amerika sebagai Barometer Pasar Global

    • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
    • account_circle Vrit Time
    • visibility 80
    • 0Komentar

    Dalam dunia investasi dan trading global, indeks saham Amerika Serikat sering dianggap sebagai indikator utama yang mencerminkan arah pasar dunia. Pergerakan indeks seperti S&P 500, Dow Jones, dan Nasdaq tidak hanya berdampak pada investor di Amerika, tetapi juga memengaruhi sentimen pasar di Asia, Eropa, hingga emerging markets. Hal ini terjadi karena Amerika Serikat merupakan pusat […]

  • IA-ITB Kaltim Luncurkan Ganesha Hub untuk Akselerasi Inovasi , Teknologi & Ekonomi Kreatif , Persiapan Untuk Kaltim Pasca Migas & Batubara

    IA-ITB Kaltim Luncurkan Ganesha Hub untuk Akselerasi Inovasi , Teknologi & Ekonomi Kreatif , Persiapan Untuk Kaltim Pasca Migas & Batubara

    • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 30
    • 0Komentar

    Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (IA-ITB) Kalimantan Timur resmi mengukuhkan kepengurusan baru periode 2026–2031. Bertempat di Gedung Banua Patra, Balikpapan, Sabtu (11/4/2026), prosesi pelantikan ini menandai langkah strategis alumni Ganesha dalam mengawal peningkatan ekonomi di Kalimantan Timur melalui inovasi teknologi.  BALIKPAPAN – Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (IA-ITB) Kalimantan Timur resmi mengukuhkan kepengurusan baru periode […]

  • Apakah Bayi Perlu Sunscreen? Ini Penjelasan untuk Orang Tua

    Apakah Bayi Perlu Sunscreen? Ini Penjelasan untuk Orang Tua

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 19
    • 0Komentar

    Sebagai orang tua, kita sering fokus melindungi bayi dari udara dingin, nyamuk, atau makanan yang belum boleh dikonsumsi. Tapi bagaimana dengan sinar matahari? Apakah bayi pakai sunscreen itu perlu? Atau justru belum boleh? Pertanyaan ini sering muncul, terutama saat mom and dad ingin mengajak si kecil jalan pagi, liburan, atau sekadar bermain di teras rumah. […]

  • Negara Produsen Energi yang Berpotensi Diuntungkan Saat Krisis Minyak

    Negara Produsen Energi yang Berpotensi Diuntungkan Saat Krisis Minyak

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 53
    • 0Komentar

    Krisis minyak global sering kali terjadi akibat konflik geopolitik, gangguan pasokan, atau ketegangan di jalur distribusi energi seperti Selat Hormuz. Ketika pasokan minyak terganggu, harga minyak dunia cenderung naik secara signifikan. Bagi negara importir, kondisi ini menjadi tantangan karena meningkatkan biaya energi dan inflasi. Namun, bagi negara produsen energi, krisis minyak justru dapat menjadi peluang […]

  • MyRepublic Indonesia: FTTH dan FWA Layanan Saling Melengkapi Guna Percepat Broadband Indonesia

    MyRepublic Indonesia: FTTH dan FWA Layanan Saling Melengkapi Guna Percepat Broadband Indonesia

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 37
    • 0Komentar

    Bandung, 7 April 2026 – MyRepublic Indonesia menegaskan komitmennya dalam mendukung percepatan pemerataan akses digital nasional melalui partisipasi aktif dalam seminar yang diselenggarakan oleh Institut Teknologi Bandung bertajuk “FTTH, FWA & Mobile Broadband: Strategi Manakah yang Terbaik untuk Mempercepat Pemerataan Akses Digital Indonesia.” Dalam forum ini, MyRepublic Indonesia hadir sebagai perwakilan industri untuk berbagi perspektif […]

expand_less