Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Bitcoin Tembus US$74.000, Sinyal Menuju US$80.000 Makin Kuat?

Bitcoin Tembus US$74.000, Sinyal Menuju US$80.000 Makin Kuat?

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Jumat, 21 Agt 2026
  • visibility 19
  • comment 0 komentar

Jakarta, 21 Agustus 2026 – Bitcoin (BTC) kembali membuat pasar kripto bergairah. Aset kripto terbesar dunia itu melonjak sekitar 7,9 persen dalam 24 jam terakhir pada Jumat (21/8), hingga diperdagangkan di kisaran US$74.409 atau sekitar Rp1,31 miliar, setelah sebelumnya bergerak dari sekitar US$63.000 menuju area US$75.000 dalam waktu kurang dari dua hari.

Lonjakan ini membawa kembali level US$80.000 ke radar investor. Namun, berbeda dengan reli yang hanya ditopang euforia jangka pendek, pergerakan Bitcoin kali ini didorong kombinasi beberapa katalis besar: membaiknya likuiditas global, kembalinya dana institusional melalui ETF Bitcoin spot, serta gelombang likuidasi posisi short.

Salah satu pemicu terbesarnya datang dari Amerika Serikat (AS). Pada 19 Agustus 2026, Departemen Keuangan AS mengumumkan akan meningkatkan setidaknya dua kali lipat ukuran operasi pembelian kembali atau buyback obligasi pemerintah berjangka panjang.

Batas pembelian yang sebelumnya maksimal US$2 miliar per operasi dinaikkan menjadi setidaknya US$4 miliar, efektif mulai 9 September hingga 4 November 2026. Kebijakan tersebut menyasar obligasi dengan tenor 10 hingga 30 tahun dan ditujukan untuk memberikan dukungan likuiditas di pasar obligasi jangka panjang.

Pengumuman itu sempat menekan imbal hasil obligasi pemerintah AS dan melemahkan dolar AS, kondisi yang secara umum memberikan ruang lebih besar bagi aset seperti Bitcoin dan emas untuk menguat.

CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menilai reli Bitcoin kali ini menjadi menarik karena tidak hanya berasal dari satu faktor.

“Kita melihat tiga mesin bekerja hampir bersamaan. Likuiditas makro mendapat sentimen positif, investor institusional kembali mengakumulasi Bitcoin melalui ETF spot, lalu posisi short yang terlalu besar dipaksa keluar dari pasar. Kombinasi seperti ini membuat kenaikan harga menjadi sangat cepat,” ujar Yudho.

Dana Institusi Kembali Masuk

Sinyal kuat lainnya datang dari pasar ETF Bitcoin spot di AS yang mencatat arus dana bersih sebesar US$517,19 juta pada 19 Agustus, menjadi inflow harian terbesar sejak 4 Mei 2026. BlackRock IBIT memimpin dengan sekitar US$284,7 juta, disusul ARK 21Shares ARKB sebesar US$77,7 juta dan Fidelity FBTC sekitar US$62,4 juta.

Masuknya lebih dari setengah miliar dollar AS dalam satu hari memberi indikasi bahwa kenaikan Bitcoin tidak sepenuhnya berasal dari spekulasi investor ritel.

Menurut Yudho, aliran ETF menjadi salah satu indikator penting yang perlu diperhatikan dalam beberapa hari ke depan.

“Kalau ingin menilai apakah reli ini punya napas lebih panjang, jangan hanya melihat candle hijau atau persentase kenaikan harian. Perhatikan apakah inflow ETF tetap berlanjut. Konsistensi permintaan spot jauh lebih penting untuk menjaga tren dibandingkan reli yang hanya berasal dari leverage,” kata Yudho.

Short Seller “Terbakar”, Reli Makin Kencang

Setelah Bitcoin menembus sejumlah level resistance, kenaikan harga kemudian diperbesar oleh fenomena short squeeze.

Lebih dari US$3,1 miliar posisi short kripto dilikuidasi ketika harga bergerak cepat ke atas. Investor yang sebelumnya bertaruh harga akan turun terpaksa menutup posisi, yang pada akhirnya menambah tekanan beli di pasar.

Besarnya pergerakan tersebut juga menjadi perhatian perusahaan analitik blockchain Glassnode. Pergerakan penutupan harian Bitcoin tercatat sekitar 5,8 standar deviasi di atas volatilitas 30 harinya, menjadi pergerakan naik sebesar itu yang terbesar sejak Oktober 2023.

Artinya, reli yang terjadi kali ini tergolong tidak biasa, bahkan untuk ukuran Bitcoin yang dikenal sebagai aset dengan volatilitas tinggi.

Bitcoin Menuju US$80.000?

Secara teknikal, Bitcoin kini telah meninggalkan zona resistance penting US$69.000-US$70.000 dan bergerak di atas level psikologis US$72.000.

Selama harga mampu mempertahankan area tersebut sebagai support, peluang Bitcoin melanjutkan penguatan menuju US$76.000-US$80.000 tetap terbuka.

Level US$80.000 juga mulai kembali masuk ke dalam proyeksi sejumlah pengamat pasar. Yudho perkirakan Bitcoin berpotensi memasuki akhir tahun 2026 di sekitar US$80.000 sebelum memasuki fase penguatan yang lebih besar pada tahun berikutnya.

Namun, Yudho mengingatkan bahwa US$80.000 sebaiknya dibaca sebagai skenario, bukan kepastian.

“US$80.000 sekarang semakin dekat secara teknikal, tetapi pasar tidak bergerak dalam garis lurus. Setelah kenaikan hampir vertikal, konsolidasi atau koreksi sehat sangat mungkin terjadi. Selama Bitcoin mampu menjaga area sekitar US$72.000 dan permintaan spot tetap kuat, skenario menuju US$76.000 hingga US$80.000 masih terbuka,” jelasnya.

Sebaliknya, kegagalan mempertahankan momentum di atas US$72.000 dapat membuka ruang koreksi kembali ke area US$70.000 hingga sekitar US$68.000.

September Bisa Jadi Penentu

Selain faktor harga, investor juga mulai memperhatikan perkembangan regulasi di Amerika Serikat.

Salah satu katalis yang menjadi perhatian adalah perkembangan CLARITY Act, regulasi yang bertujuan memberikan struktur lebih jelas mengenai pembagian pengawasan pasar aset digital di AS. Laporan pasar menyebut pemungutan suara di Senat dijadwalkan pada 15 September 2026.

Bila dikombinasikan dengan arus masuk ETF yang berkelanjutan dan kondisi likuiditas yang mendukung, perkembangan regulasi positif dapat memberikan katalis lanjutan bagi pasar kripto.

Namun, CEO FLOQ ini menilai investor tetap perlu menjaga ekspektasi.

“Momentum Bitcoin sedang sangat kuat, tetapi justru ketika pasar bergerak cepat, disiplin menjadi semakin penting. Jangan mengejar harga hanya karena takut tertinggal. Perhatikan fundamental, likuiditas, regulasi, dan sesuaikan keputusan investasi dengan profil risiko masing-masing,” tutup Yudho.

Dengan Bitcoin kembali mendekati area US$75.000, pasar kini menghadapi pertanyaan berikutnya: apakah reli ini hanya ledakan akibat short squeeze, atau awal perjalanan Bitcoin menuju US$80.000 dan level yang lebih tinggi?

Jawabannya kemungkinan akan ditentukan oleh satu hal yang tidak bisa dihasilkan dari likuidasi semata: apakah pembeli riil dan dana institusional tetap bertahan setelah euforia mereda.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Geliat Bisnis Batu Bara Menguat di Triwulan II, Kinerja KAI Logistik Lampaui Target

    Geliat Bisnis Batu Bara Menguat di Triwulan II, Kinerja KAI Logistik Lampaui Target

    • calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 31
    • 0Komentar

    Memasuki triwulan kedua tahun 2026, Perseroan mencatatkan geliat kinerja khususnya pada segmen penanganan batu bara yang dilayani melalui KALOG Pro. Momentum positif tersebut didorong kinerja dengan capaian volume tertinggi pada April 2026 sebesar 936.244 ton, atau meningkat lebih dari 11% dibandingkan bulan sebelumnya Maret 2026 yang berada di kisaran 847 ribu ton. Kinerja tersebut juga […]

  • Mahasiswa School of Computer Science BINUS Kembali Ukir Prestasi Global, Raih Bronze Medal di ICPC Asia Pacific Championship 2026

    Mahasiswa School of Computer Science BINUS Kembali Ukir Prestasi Global, Raih Bronze Medal di ICPC Asia Pacific Championship 2026

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 29
    • 0Komentar

    Jakarta, 26 April 2026 — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa BINUS University. Tim Jollybee dari School of Computer Science BINUS University berhasil menunjukkan performa luar biasa dalam ajang bergengsi ICPC Asia Pacific Championship 2026 yang diselenggarakan di Taiwan. Dalam kompetisi yang mempertemukan tim-tim terbaik dari berbagai negara di kawasan Asia Pasifik tersebut, tim BINUS […]

  • Israeli hostage freed by Hamas says ‘time is running out’ for captives as she describes harrowing conditions
    War

    Israeli hostage freed by Hamas says ‘time is running out’ for captives as she describes harrowing conditions

    • calendar_month Minggu, 23 Feb 2025
    • account_circle reputasi
    • visibility 752
    • 0Komentar

    TEL AVIV — Yocheved Lifshitz, one of the first Israeli hostages released by Hamas, took the world by surprise in late October when she shook the hand of one of her captors and uttered a single word: “Shalom” — a Hebrew salutation meaning “peace.” Now, in an exclusive interview, Lifshitz said she believes peace can […]

  • Cara Memisahkan Uang Pribadi dan Uang Usaha agar Bisnis Lebih Tertata

    Cara Memisahkan Uang Pribadi dan Uang Usaha agar Bisnis Lebih Tertata

    • calendar_month Minggu, 5 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 24
    • 0Komentar

    Memisahkan uang pribadi dan uang usaha adalah salah satu langkah sederhana yang dapat membantu pelaku usaha mengelola keuangan dengan lebih rapi. Sayangnya, masih banyak UMKM dan pemilik bisnis yang menggunakan satu rekening untuk semua transaksi. Akibatnya, pemasukan usaha, belanja operasional, hingga kebutuhan pribadi bercampur menjadi satu. Kondisi ini membuat keuntungan bisnis sulit dihitung. Bahkan, tidak […]

  • Tidak Hanya WhatsApp, Barantum Hadirkan AI Agent untuk Semua Channel

    Tidak Hanya WhatsApp, Barantum Hadirkan AI Agent untuk Semua Channel

    • calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 23
    • 0Komentar

    Barantum adalah solusi aplikasi all in one CRM terbaik untuk bisnis yang menyediakan WhatsApp CRM, broadcast, chatbot, AI Agent, omnichannel, dan call center dalam satu platform terintegrasi. Kelola dan optimalkan seluruh perjalanan customer, mulai dari customer masuk, closing, dan repeat order. Pelanggan kini dapat menghubungi bisnis melalui berbagai channel. Selain WhatsApp, mereka juga bisa datang […]

  • ZTE dan MyRepublic Indonesia Luncurkan Proyek Ascend untuk untuk Mendorong Akses Broadband yang Lebih Merata di Seluruh Indonesia

    ZTE dan MyRepublic Indonesia Luncurkan Proyek Ascend untuk untuk Mendorong Akses Broadband yang Lebih Merata di Seluruh Indonesia

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 68
    • 0Komentar

    – ZTE dan MyRepublic Indonesia berkolaborasi melalui Project Ascend untuk mendukung konektivitas broadband nasional yang inklusif di Indonesia. – Inisiatif ini memanfaatkan spektrum 1,4 GHz serta teknologi 5G FWA end-to-end dari ZTE untuk memperluas akses berkecepatan tinggi ke berbagai wilayah di luar pusat perkotaan. Jakarta, 19 Februari 2026 – ZTE Corporation (0763.HK / 000063.SZ), penyedia […]

expand_less