Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Dari Laut hingga Meja Makan, Memperkuat Rantai Ketahanan Pangan

Dari Laut hingga Meja Makan, Memperkuat Rantai Ketahanan Pangan

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
  • visibility 31
  • comment 0 komentar

Ketahanan pangan tidak hanya berbicara tentang ketersediaan bahan makanan di pasar atau harga yang terjangkau di tingkat konsumen. Di balik setiap bahan pangan yang tersaji di meja makan masyarakat, terdapat rantai panjang yang dimulai dari proses produksi, distribusi, hingga berbagai kebijakan pemerintah untuk memastikan pasokan tetap terjaga. 

Dalam konteks Indonesia sebagai negara kepulauan, rantai tersebut bahkan dimulai dari laut, tempat jutaan nelayan menggantungkan hidup sekaligus menjadi penyedia salah satu sumber protein utama masyarakat.

Oleh karena itu, memperkuat ketahanan pangan tidak cukup dilakukan melalui intervensi harga di hilir. Penguatan sektor produksi, khususnya di wilayah pesisir, juga menjadi bagian penting agar pasokan pangan tetap terjaga, daya beli masyarakat terlindungi, dan kesejahteraan pelaku usaha pangan ikut meningkat.

Laut sebagai Titik Awal Ketahanan Pangan

Pentingnya sektor perikanan dalam mendukung ketahanan pangan tercermin dari tren konsumsi ikan nasional yang terus meningkat. Data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menunjukkan konsumsi ikan masyarakat naik dari 54,56 kilogram per kapita per tahun pada 2020 menjadi 58,91 kilogram per kapita per tahun pada 2024. 

Peningkatan ini menunjukkan bahwa ikan semakin menjadi sumber protein penting bagi masyarakat Indonesia. Di sisi lain, peningkatan konsumsi juga menuntut ketersediaan pasokan yang berkelanjutan. Artinya, produktivitas nelayan menjadi salah satu faktor yang menentukan keberhasilan menjaga ketahanan pangan nasional.

Sebagai upaya memperkuat sektor hulu, pemerintah telah menyelesaikan pembangunan 65 Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) tahap pertama yang tersebar di berbagai wilayah pesisir Indonesia. 

Program ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang, mulai dari pabrik es, gudang beku (cold storage), bengkel kapal, sentra kuliner, hingga kios perbekalan nelayan untuk meningkatkan efisiensi aktivitas melaut dan menjaga kualitas hasil tangkapan.

Ketua Tim Koordinasi Pelaksanaan Pembangunan KNMP Tahap I dan II, Trian Yunanda, mengatakan seluruh pembangunan fisik tahap pertama telah rampung.

“Pekerjaan konstruksi KNMP Tahap I pada 65 lokasi telah selesai sepenuhnya 100 persen per akhir April 2026. Kami pastikan seluruh fasilitas dapat segera berfungsi secara optimal. Selanjutnya Satgas akan memastikan kesiapan operasionalisasi KNMP dapat berjalan efektif,” kata Trian pada Jumat (08/05/2026).

Penguatan sektor nelayan juga dilakukan melalui rencana penyaluran 1.582 unit kapal ikan yang akan diberikan secara bertahap melalui koperasi nelayan. Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa peningkatan kesejahteraan nelayan menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Yang selama ini mereka susah, mereka melaut tanpa es, sekarang kita bikin pabrik es di tiap kampung nelayan. Kita juga akan bantu kapal-kapal untuk mereka,” kata Presiden Prabowo pada Peringatan Hari Buruh, 1 Mei 2026. 

Berbagai upaya tersebut juga diharapkan berdampak terhadap kesejahteraan nelayan. Salah satu indikator yang digunakan pemerintah adalah Nilai Tukar Nelayan (NTN). 

Data Badan Pusat Statistik menunjukkan NTN sempat meningkat dari 116,23 pada Januari menjadi 122,28 pada April 2026 sebelum berada di level 118,39 pada Mei 2026. Nilai di atas 100 menunjukkan bahwa secara umum daya beli nelayan masih berada pada kondisi yang relatif baik karena pendapatan yang diterima lebih tinggi dibandingkan pengeluaran yang harus dikeluarkan.

Menjaga Pasokan dan Stabilitas Harga

Produksi yang meningkat perlu diikuti distribusi yang baik agar hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat. Oleh karena itu, menjaga ketahanan pangan tidak berhenti pada peningkatan produksi. Hasil tangkapan nelayan maupun komoditas pangan lainnya tetap harus dapat diakses masyarakat dengan harga yang wajar.

Data Badan Pusat Statistik menunjukkan inflasi pangan pada Maret 2026 menurun menjadi 1,58 persen dibandingkan Februari yang mencapai 2,50 persen. Sementara inflasi umum secara bulanan tercatat sebesar 0,41 persen.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menjelaskan bahwa inflasi Maret masih didorong oleh komponen harga bergejolak yang didominasi komoditas pangan strategis seperti daging ayam ras, beras, telur ayam ras, cabai rawit, dan daging sapi.

“Inflasi Maret tahun 2026 sebesar 0,41 persen. Ini terutamanya didorong oleh inflasi komponen harga bergejolak. Komponen harga bergejolak mengalami inflasi sebesar 1,58 persen. Komponen ini memberikan andil inflasi terbesar, yaitu 0,27 persen,” pada Rabu (1/4/2026).

Meski demikian, pemerintah menilai kondisi tersebut masih berada dalam koridor yang terkendali melalui berbagai instrumen stabilisasi pangan.

Memastikan Pangan Tetap Terjangkau

Untuk menjaga keterjangkauan harga pangan, pemerintah menjalankan berbagai program stabilisasi, mulai dari penyaluran bantuan pangan, Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), hingga Gerakan Pangan Murah (GPM).

Pada periode Juli–September 2026, Badan Pangan Nasional (Bapanas) menugaskan Perum Bulog menyalurkan bantuan pangan beras kepada 33,24 juta Penerima Bantuan Pangan (PBP), masing-masing sebanyak 10 kilogram beras setiap bulan. 

Penyaluran tersebut menggunakan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) versi 3 tahun 2026 sebagai basis data terbaru agar bantuan semakin tepat sasaran.

Direktur Kewaspadaan Pangan Bapanas Nita Yulianis menegaskan bahwa penyaluran bantuan pangan mengacu pada pembaruan data terbaru yang telah dirilis Badan Pusat Statistik.

“DTSEN yang akan digunakan dalam penyaluran bantuan pangan tersebut akan merujuk pada rilis terbaru BPS (DTSEN versi 3),” katanya, Senin (13/7/2026).

Sepanjang Januari hingga 11 Juli 2026, pemerintah juga telah melaksanakan Gerakan Pangan Murah sebanyak 5.884 kali di 38 provinsi dan 440 kabupaten/kota. Di saat yang sama, realisasi penyaluran beras SPHP telah mencapai sekitar 457 ribu ton atau 55,22 persen dari target tahun 2026 sebesar 828 ribu ton.

Kepala Badan Pangan Nasional yang juga Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa pemerintah akan terus mengoptimalkan berbagai instrumen stabilisasi pangan untuk menjaga pasokan, keterjangkauan harga, sekaligus daya beli masyarakat.

“Pemerintah hadir melalui berbagai instrumen, mulai dari Gerakan Pangan Murah, SPHP beras, hingga bantuan pangan, untuk memastikan masyarakat tetap tenang dan daya beli terjaga,” imbuhnya

Rantai Ketahanan Pangan yang Saling Terhubung

Ketahanan pangan dibangun melalui rantai yang saling terhubung, mulai dari nelayan yang memperoleh dukungan untuk meningkatkan produktivitas, sistem distribusi yang semakin baik, hingga berbagai kebijakan yang menjaga agar bahan pangan tetap terjangkau oleh masyarakat.

Ketika rantai tersebut berjalan dengan baik, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh masyarakat pesisir yang menggantungkan hidup dari laut, tetapi juga oleh jutaan keluarga Indonesia yang setiap hari mengandalkan ketersediaan pangan di meja makan. 

Di situlah ketahanan pangan menjadi lebih dari sekadar target pembangunan, melainkan fondasi bagi kesejahteraan masyarakat secara luas.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Fokus Dalam Pengelolaan Asset, PAM Jaya Melakukan Penertiban Asset yang Dimiliki

    Fokus Dalam Pengelolaan Asset, PAM Jaya Melakukan Penertiban Asset yang Dimiliki

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 43
    • 0Komentar

    Senior Manager Corporate & Customer Communication, Gatra Vaganza menyampaikan bahwa penataan ini tidak hanya berfokus pada aspek aturan, tetapi juga pada solusi yang berimbang. Jakarta, 6 Mei 2026 — PAM JAYA terus berupaya menghadirkan layanan air minum perpipaan yang merata bagi seluruh warga Jakarta. Target cakupan 100% pada tahun 2029 menjadi komitmen bersama yang dijalankan […]

  • Indonesia–India Perkuat Kolaborasi Pendidikan Tinggi di Bidang Bisnis dan Ekonomi

    Indonesia–India Perkuat Kolaborasi Pendidikan Tinggi di Bidang Bisnis dan Ekonomi

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 59
    • 0Komentar

    Jakarta — Kerja sama pendidikan Indonesia India semakin diperkuat melalui kolaborasi di bidang bisnis dan ekonomi, sebagai bagian dari strategi kedua negara dalam menghadapi transformasi ekonomi global yang kian cepat. Langkah ini menandai pergeseran dari kerja sama akademik konvensional menuju kemitraan strategis yang menghubungkan pendidikan, riset, dan kebutuhan industri masa depan. Kolaborasi Riset dan Program […]

  • KAI Daop 2 Bandung Imbau Pelanggan Patuhi Aturan Barang Bawaan

    KAI Daop 2 Bandung Imbau Pelanggan Patuhi Aturan Barang Bawaan

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 46
    • 0Komentar

    Info Daop 2 Bd Kamis, 28 Mei 2026 KAI Daop 2 Bandung Imbau Pelanggan Patuhi Aturan Barang Bawaan Bandung (Jawa Barat), 28 Mei 2026 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung mengimbau seluruh pelanggan kereta api untuk memperhatikan ketentuan terkait barang bawaan selama perjalanan guna menjaga keselamatan, keamanan, dan kenyamanan bersama di […]

  • OJK Usulkan Pajak Kripto Turun Jadi 0,1%, Peluang Dorong Transaksi Pengguna

    OJK Usulkan Pajak Kripto Turun Jadi 0,1%, Peluang Dorong Transaksi Pengguna

    • calendar_month 19 jam yang lalu
    • account_circle vritimes
    • visibility 7
    • 0Komentar

    Jakarta, 21 Oktober 2026 – Usulan penurunan tarif pajak transaksi aset kripto dari 0,21% menjadi 0,1% menjadi perhatian pelaku industri aset digital di Indonesia. Penyesuaian tersebut dinilai berpotensi meringankan biaya transaksi pengguna, meningkatkan daya saing platform domestik, serta mendukung pertumbuhan bisnis dan aktivitas perdagangan aset kripto di Indonesia. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong pemerintah untuk […]

  • Persaingan Kedai Kopi Meningkat, Sistem POS Bantu Tingkatkan Efisiensi Operasional

    Persaingan Kedai Kopi Meningkat, Sistem POS Bantu Tingkatkan Efisiensi Operasional

    • calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 28
    • 0Komentar

    Sistem POS F&B membantu kedai kopi mengelola transaksi, stok, dan pesanan dalam satu aplikasi, sehingga operasional lebih efisien dan pemilik dapat fokus memberikan pengalaman terbaik bagi pelanggan. Pertumbuhan bisnis kedai kopi di Indonesia membuat persaingan tidak lagi hanya ditentukan oleh kualitas kopi, tetapi juga kecepatan layanan dan efisiensi operasional. Mulai dari antrean saat jam sibuk, […]

  • Kedutaan Besar India di Jakarta Peringati Hari Republik India ke-77

    Kedutaan Besar India di Jakarta Peringati Hari Republik India ke-77

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • account_circle Vrit Time
    • visibility 75
    • 0Komentar

    Kedutaan Besar India di Jakarta menyelenggarakan peringatan Hari Republik India ke-77 di Gama Tower, Jakarta, Senin (26/01/2026). Acara berlangsung khidmat dan meriah dengan dihadiri komunitas India, perwakilan diplomatik, mitra Indonesia, serta para sahabat India. Upacara diawali dengan pengibaran Bendera Nasional India oleh Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty, diikuti dengan lagu kebangsaan India yang […]

expand_less