Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Dari Visi Menjadi Realitas: BINUS dan BCA Rilis Studi Kasus Transformasi Digital Halo BCA

Dari Visi Menjadi Realitas: BINUS dan BCA Rilis Studi Kasus Transformasi Digital Halo BCA

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Senin, 3 Agt 2026
  • visibility 21
  • comment 0 komentar

BINUS melalui XPloo – BINUS Center of Excellence in Digital Transformation & Sustainability bersama PT Bank Central Asia Tbk. (BCA) merilis studi kasus berjudul “Leading the Digital Shift: How Halo BCA Turned Strategic Vision into Operational Reality” dalam kegiatan Case Release Halo BCA x BINUS yang diselenggarakan di Wisma BCA Foresta, BSD.

Studi kasus ini mengangkat perjalanan Halo BCA dalam menerjemahkan visi strategis transformasi digital menjadi realitas operasional. Lebih dari sekadar pemanfaatan teknologi, studi kasus tersebut membahas bagaimana arah strategis organisasi diterjemahkan melalui penguatan kapabilitas, penyelarasan proses, pengembangan sumber daya manusia, serta transformasi layanan yang berorientasi pada kebutuhan nasabah.

Penulisan studi kasus dilakukan oleh tim XPloo sebagai bagian dari komitmen BINUS Higher Education dalam mengembangkan pengetahuan mengenai praktik transformasi digital yang relevan dengan konteks Indonesia.

Studi kasus Halo BCA menjadi studi kasus ketiga yang ditulis oleh tim XPloo bersama BCA. Sebelumnya, XPloo telah menyusun “Digital Transformation at BCA (A)” yang mendokumentasikan perjalanan transformasi digital BCA, serta “Digital Transformation at BCA (B)” yang membahas pengembangan blu by BCA Digital.

Ketiga studi kasus tersebut menghadirkan perspektif yang saling melengkapi mengenai bagaimana sebuah organisasi dapat memperkuat bisnis yang telah berjalan sekaligus membangun kapabilitas baru untuk menghadapi perubahan kebutuhan pelanggan, perkembangan teknologi, dan dinamika industri.

Dari Visi Strategis Menuju Realitas Operasional

Transformasi digital kerap dipahami sebagai proses adopsi teknologi baru. Namun, keberhasilan transformasi tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi yang digunakan, tetapi juga oleh kemampuan organisasi dalam menghubungkan visi strategis dengan pelaksanaan di lapangan.

Melalui studi kasus Halo BCA, pembaca diajak untuk memahami bahwa transformasi digital membutuhkan penyelarasan antara kepemimpinan, strategi, proses kerja, struktur organisasi, kapabilitas sumber daya manusia, budaya, serta indikator keberhasilan yang terukur.

Halo BCA menjadi konteks pembelajaran yang relevan karena berada pada titik penting dalam hubungan antara perusahaan dan nasabah. Sebagai salah satu kanal layanan BCA, Halo BCA perlu merespons perubahan perilaku nasabah yang semakin dinamis, kebutuhan layanan yang semakin cepat dan personal, serta perkembangan kanal komunikasi digital.

Perubahan tersebut menuntut organisasi untuk tidak hanya menghadirkan teknologi baru, tetapi juga memastikan bahwa teknologi, manusia, proses, dan tujuan layanan berjalan dalam arah yang sama.

Ketua XPloo – BINUS Center of Excellence in Digital Transformation & Sustainability, Prof. Firdaus Alamsjah, Ph.D., menjelaskan bahwa studi kasus ini diharapkan dapat memperkaya cara pandang akademisi, mahasiswa, dan pemimpin organisasi dalam memahami transformasi digital secara lebih utuh.

“Transformasi digital tidak berhenti ketika sebuah organisasi berhasil mengadopsi teknologi. Tantangan yang sesungguhnya adalah bagaimana visi tersebut diterjemahkan menjadi cara kerja, kapabilitas, budaya, dan pengalaman layanan yang dapat dirasakan secara nyata. Melalui studi kasus Halo BCA, kami ingin menunjukkan proses yang terjadi di balik sebuah transformasi, termasuk berbagai keputusan strategis dan organisasional yang memungkinkan perubahan tersebut berjalan,” ujar Prof. Firdaus.

Menurutnya, dokumentasi atas pengalaman perusahaan Indonesia memiliki nilai penting karena setiap organisasi menjalankan transformasi dalam konteks bisnis, budaya, regulasi, dan karakteristik masyarakat yang berbeda.

“Indonesia membutuhkan lebih banyak studi kasus yang lahir dari pengalaman organisasi Indonesia. Dengan demikian, mahasiswa dan para pemimpin bisnis tidak hanya belajar dari praktik global, tetapi juga dari perjalanan perusahaan nasional yang menghadapi kompleksitas dan peluang di lingkungan Indonesia. Pengetahuan seperti ini dapat menjadi bahan pembelajaran sekaligus referensi bagi organisasi lain yang sedang menjalankan transformasi,” lanjutnya.

Menghubungkan Dunia Akademik dan Industri

Penyusunan studi kasus ini menjadi salah satu bentuk kolaborasi antara dunia akademik dan industri dalam menghasilkan pengetahuan yang relevan dan aplikatif.

Melalui proses pengumpulan informasi, analisis, diskusi, dan penyusunan narasi, pengalaman transformasi sebuah organisasi diterjemahkan menjadi materi pembelajaran yang terstruktur. Studi kasus tidak hanya mencatat apa yang telah dilakukan perusahaan, tetapi juga menghadirkan konteks, tantangan, pilihan strategis, proses pengambilan keputusan, serta pembelajaran yang dapat didiskusikan secara kritis.

Michael Wijaya Hadipoespito, Board of Management BINA NUSANTARA, menyampaikan bahwa kolaborasi BINUS dan BCA mencerminkan pentingnya sinergi antara dunia pendidikan dan industri dalam menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan perkembangan zaman.

“Kami menyambut baik kolaborasi BINUS dan BCA dalam mendokumentasikan perjalanan transformasi Halo BCA menjadi sebuah studi kasus yang dapat dipelajari secara lebih luas. Kolaborasi ini sejalan dengan visi BINUS untuk membina dan memberdayakan masyarakat dalam membangun dan melayani bangsa, melalui pengetahuan yang relevan, inovasi, dan kontribusi yang memberikan dampak positif bagi Indonesia,” ujar Michael.

Dengan pendekatan tersebut, studi kasus dapat digunakan sebagai bahan pembelajaran bagi mahasiswa, akademisi, eksekutif, maupun praktisi untuk memahami berbagai dimensi transformasi digital.

Pembaca tidak hanya diperkenalkan pada hasil akhir sebuah transformasi, tetapi juga diajak untuk menganalisis pertanyaan yang lebih mendalam: bagaimana sebuah visi dibangun, bagaimana resistensi terhadap perubahan dikelola, bagaimana kapabilitas baru dikembangkan, serta bagaimana organisasi menjaga keseimbangan antara kebutuhan operasional saat ini dan inovasi untuk masa depan.

Pendekatan tersebut sejalan dengan filosofi XPloo yang berasal dari kata exploit dan explore. Dalam menjalankan transformasi, organisasi perlu terus memperkuat dan mengoptimalkan bisnis yang telah dimiliki, sekaligus mengeksplorasi peluang, model, dan kapabilitas baru untuk menjaga keberlanjutan organisasi di masa depan.

Membangun Referensi Transformasi Digital dari Indonesia

Sebagai BINUS Center of Excellence in Digital Transformation & Sustainability, XPloo berfokus pada pengembangan penelitian terapan, kerangka kerja transformasi digital dan keberlanjutan, studi kasus perusahaan Indonesia, serta berbagai program pengembangan organisasi.

Melalui penulisan studi kasus, XPloo berupaya membangun kumpulan pengetahuan mengenai perjalanan transformasi perusahaan-perusahaan Indonesia. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat memperkaya materi pendidikan, penelitian, program pengembangan eksekutif, serta proses transformasi organisasi di berbagai sektor.

Studi kasus Halo BCA juga memperlihatkan pentingnya kepemimpinan dalam menjaga konsistensi antara visi dan implementasi. Transformasi yang berdampak membutuhkan keterlibatan pimpinan, kolaborasi lintas fungsi, keberanian untuk mengevaluasi proses yang telah berjalan, serta kesediaan organisasi untuk terus belajar dari perubahan kebutuhan pelanggan.

Wakil Presiden Direktur BCA Armand W. Hartono mengatakan bahwa perubahan kebutuhan dan ekspektasi nasabah mendorong Halo BCA untuk terus bertransformasi. Bagi BCA, transformasi digital bukan sekadar menghadirkan teknologi baru, tetapi memastikan teknologi, proses kerja, dan pengembangan insan BCA berjalan selaras untuk memberikan pengalaman layanan yang semakin relevan bagi nasabah.

“Kami mengapresiasi kolaborasi bersama BINUS yang mendokumentasikan perjalanan tersebut menjadi sebuah studi kasus. Semoga pembelajaran ini dapat memberikan perspektif yang bermanfaat bagi dunia pendidikan sekaligus menjadi inspirasi bagi berbagai organisasi dalam membangun transformasi digital yang berkelanjutan,” ungkap Armand.

Dengan mendokumentasikan perjalanan tersebut, BINUS dan BCA tidak hanya mencatat sebuah pencapaian organisasi, tetapi juga membuka ruang pembelajaran mengenai bagaimana transformasi digital dapat dirancang dan dijalankan secara bertanggung jawab, relevan, serta berkelanjutan.

Bagian dari Perjalanan 45 Tahun BINUS

Peluncuran studi kasus ini juga menjadi bagian dari perjalanan 45 tahun BINUS dalam berkarya. Selama lebih dari empat dekade, BINUS terus memperkuat kontribusinya melalui pendidikan, penelitian, inovasi, dan kolaborasi bersama berbagai mitra industri.

Kolaborasi penulisan studi kasus bersama BCA menjadi salah satu bentuk kontribusi tersebut, dengan menghadirkan pengetahuan yang bersumber dari pengalaman nyata dan dapat memberikan manfaat lebih luas bagi dunia pendidikan maupun industri.

“Bagi kami, peluncuran studi kasus ini merupakan salah satu bentuk kontribusi akademik sekaligus hadiah pemikiran dalam perjalanan 45 tahun BINUS. Kami berharap kolaborasi BINUS dan BCA tidak hanya menghasilkan dokumentasi perjalanan transformasi, tetapi juga melahirkan pembelajaran yang dapat menginspirasi lebih banyak transformasi digital yang berdampak bagi Indonesia,” tutur Prof. Firdaus.

Kegiatan Case Release Halo BCA x BINUS turut dihadiri oleh jajaran pimpinan BCA, yaitu Armand W. Hartono, David Formula, Dr. Wani Sabu, dan Adrianus Wagimin.

Dari BINA NUSANTARA, kegiatan ini dihadiri oleh Michael Wijaya Hadipoespito, Prof. Firdaus Alamsjah, Ph.D., serta tim XPloo – BINUS Center of Excellence in Digital Transformation & Sustainability.

Melalui peluncuran “Leading the Digital Shift: How Halo BCA Turned Strategic Vision into Operational Reality”, BINUS dan BCA berharap pengalaman transformasi Halo BCA dapat menjadi sumber pembelajaran yang relevan bagi mahasiswa, akademisi, praktisi, dan para pemimpin organisasi dalam membangun transformasi digital yang tidak hanya berorientasi pada teknologi, tetapi juga pada manusia, organisasi, dan keberlanjutan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dukung Hilirisasi Nikel, Pelindo Multi Terminal Optimalkan Layanan Terminal Kendari

    Dukung Hilirisasi Nikel, Pelindo Multi Terminal Optimalkan Layanan Terminal Kendari

    • calendar_month Sabtu, 5 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 16
    • 0Komentar

    Kendari, September 2026 – PT Pelindo Multi Terminal, anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang bergerak di bidang operasional terminal nonpetikemas, memastikan kesiapan layanan operasional di Pelabuhan Kendari, Sulawesi Tenggara, dalam mendukung kelancaran rantai pasok industri nikel nasional. Langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari sinergi Pelindo bersama PT Indo Konstruksi Mineral (IKM) dalam pemanfaatan fasilitas […]

  • Tips Memilih Kandungan Shampo Kucing Untuk Kesehatan Bulu

    Tips Memilih Kandungan Shampo Kucing Untuk Kesehatan Bulu

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle editor News
    • visibility 76
    • 0Komentar

    Sebagai pemilik kucing, tentu kita ingin memastikan bahwa kucing kesayangan kita memiliki bulu yang sehat dan terawat. Namun, memilih shampo bulu kucing yang tepat ternyata bisa menjadi tugas yang cukup membingungkan. Banyak pemilik kucing yang masih menggunakan shampo sembarangan, tanpa memperhatikan kandungannya, yang bisa berisiko merusak kesehatan bulu kucing. Yuk, simak tips memilih kandungan shampo […]

  • Sukses Digelar, Sportartcular BRI Region 6 Cabang Padel Hadirkan Semangat Sportivitas dan Kebersamaan

    Sukses Digelar, Sportartcular BRI Region 6 Cabang Padel Hadirkan Semangat Sportivitas dan Kebersamaan

    • calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 20
    • 0Komentar

    Pelaksanaan Sportartcular BRI Region 6 cabang olahraga padel sukses digelar dengan penuh antusiasme dan semangat sportivitas. Kegiatan ini menjadi salah satu wadah bagi para pekerja BRI Region 6 untuk menyalurkan minat dan bakat olahraga sekaligus mempererat kebersamaan antarp pekerja. Pertandingan padel berlangsung meriah dengan persaingan yang kompetitif namun tetap menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas. Para peserta […]

  • PTPN IV PalmCo Matangkan Pilot Project Kedelai Dukung Percepatan Swasembada Pangan Nasional

    PTPN IV PalmCo Matangkan Pilot Project Kedelai Dukung Percepatan Swasembada Pangan Nasional

    • calendar_month Jumat, 31 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 16
    • 0Komentar

    JAKARTA – Komitmen Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV PalmCo dalam mendukung percepatan swasembada pangan nasional terus berlanjut. Memasuki Juli 2026, perusahaan tengah mematangkan pilot project pengembangan kedelai sebagai bagian dari kontribusi BUMN perkebunan terhadap penguatan ketahanan pangan sekaligus pengurangan ketergantungan impor kedelai. Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, mengatakan bahwa pengembangan kedelai […]

  • Memahami Transformasi Global dan Penguatan Literasi Digital Bersama Bittime

    Memahami Transformasi Global dan Penguatan Literasi Digital Bersama Bittime

    • calendar_month Minggu, 15 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 51
    • 0Komentar

    Jakarta, 15 Maret 2026 – Pasar aset digital pada tahun 2026 ini menunjukkan wajah yang sangat berbeda dibandingkan dengan fase penurunan tajam yang terjadi pada tahun 2022. Menanggapi hal ini, Bittime, crypto exchange yang mengusung Trustworthiness, sebagai salah satu pondasi platformnya, kembali menekankan penguatan literasi dan strategi investasi yang tidak terbatas pada sentimen pasar. Sebelumnya, […]

  • Pariwisata Jimbaran Bali: Tren Wisata, Kuliner Laut, dan Perkembangan Akomodasi di Selatan Pulau Dewata

    Pariwisata Jimbaran Bali: Tren Wisata, Kuliner Laut, dan Perkembangan Akomodasi di Selatan Pulau Dewata

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 58
    • 0Komentar

    Pariwisata Jimbaran di Bali terus menunjukkan perkembangan seiring meningkatnya kembali kunjungan wisatawan ke Pulau Dewata. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kedatangan wisatawan mancanegara ke Bali mencapai ratusan ribu setiap bulan sepanjang akhir 2025 hingga awal 2026, yang turut mendorong aktivitas wisata di kawasan selatan Bali, termasuk Jimbaran. Destinasi yang awalnya dikenal sebagai desa nelayan […]

expand_less