Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Dolar Perkasa Tekan Minyak WTI, Harga Berisiko Lanjutkan Penurunan

Dolar Perkasa Tekan Minyak WTI, Harga Berisiko Lanjutkan Penurunan

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
  • visibility 32
  • comment 0 komentar

Harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) diperkirakan masih akan bergerak dalam tekanan pada perdagangan hari Senin (25/5), seiring dominasi sentimen negatif yang masih kuat di pasar energi global. Berdasarkan analisis Dupoin Futures yang disampaikan oleh analis Geraldo Kofit, pergerakan harga WTI pada timeframe daily menunjukkan kecenderungan tren bearish yang semakin jelas, dengan peluang pelemahan lanjutan apabila tidak ada perubahan signifikan dari sisi teknikal maupun fundamental.

Secara teknikal, pergerakan harga minyak dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan bahwa upaya kenaikan kerap tertahan di area resistance yang terbentuk dari level swing high sebelumnya. Kondisi ini mengindikasikan bahwa tekanan jual masih mendominasi dan pelaku pasar cenderung memanfaatkan setiap kenaikan harga sebagai peluang untuk melakukan aksi jual. Struktur harga yang terbentuk juga mulai memperlihatkan indikasi tren turun baru, di mana harga gagal mempertahankan momentum bullish dan kembali bergerak melemah mengikuti arah tren utama.

Saat ini, level support penting berada di kisaran 89,89 dolar AS per barel. Area ini menjadi titik krusial yang akan menentukan arah pergerakan harga selanjutnya. Jika harga mampu menembus level tersebut, maka potensi penurunan lanjutan diperkirakan akan membawa WTI menuju area support berikutnya di sekitar 85,11 dolar AS per barel. Hal ini menunjukkan bahwa ruang penurunan masih terbuka cukup lebar dalam jangka pendek hingga menengah.

Dari sisi indikator teknikal, stochastic juga memberikan konfirmasi terhadap tren bearish yang sedang berlangsung. Indikator tersebut masih bergerak turun dan sejalan dengan arah pergerakan harga, yang menandakan bahwa momentum penurunan masih cukup kuat. Dalam kondisi seperti ini, peluang terjadinya rebound cenderung terbatas, kecuali terdapat faktor eksternal yang mampu mendorong perubahan sentimen pasar secara signifikan.

Sementara itu, tekanan terhadap harga minyak juga diperkuat oleh faktor fundamental. Kekhawatiran terhadap perlambatan permintaan energi global menjadi salah satu faktor utama yang membebani harga minyak mentah. Ketika prospek pertumbuhan ekonomi dunia mulai menunjukkan tanda-tanda pelemahan, pelaku pasar cenderung memperkirakan bahwa konsumsi energi akan menurun. Hal ini secara langsung berdampak pada berkurangnya permintaan minyak, sehingga menekan harga di pasar internasional.

Penguatan dolar Amerika Serikat juga menjadi faktor penting yang menambah tekanan terhadap harga minyak. Karena minyak diperdagangkan dalam denominasi dolar AS, penguatan mata uang tersebut membuat harga minyak menjadi relatif lebih mahal bagi negara-negara dengan mata uang lain. Kondisi ini berpotensi menekan permintaan global, yang pada akhirnya memberikan tekanan tambahan terhadap harga WTI.

Selain itu, pasar juga tengah mencermati potensi peningkatan pasokan minyak dari negara-negara produsen utama. Kemungkinan perubahan kebijakan produksi dari kelompok OPEC+ menjadi perhatian investor, terutama jika terjadi peningkatan suplai di tengah kondisi permintaan yang melemah. Ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan ini dapat memperbesar tekanan bearish terhadap harga minyak dalam waktu dekat.

Di sisi lain, sentimen risk-off yang berkembang di pasar global turut memengaruhi pergerakan harga minyak. Dalam situasi ketidakpastian, investor cenderung mengurangi eksposur terhadap aset berisiko seperti komoditas energi dan beralih ke instrumen yang dianggap lebih aman. Hal ini menyebabkan aliran dana ke pasar minyak berkurang, sehingga memperkuat tekanan terhadap harga.

Dengan mempertimbangkan kombinasi faktor teknikal dan fundamental tersebut, harga minyak WTI diperkirakan masih akan bergerak dalam tren menurun pada perdagangan hari ini. Selama harga belum mampu menembus area resistance kunci dan tekanan jual tetap dominan, potensi pelemahan lanjutan masih terbuka. Oleh karena itu, pelaku pasar disarankan untuk tetap mencermati dinamika ekonomi global, pergerakan dolar AS, serta kebijakan produksi minyak yang dapat menjadi penentu arah pergerakan harga selanjutnya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jangan Lengah! Akulaku Finance Ingatkan Pentingnya Perlindungan Data Pribadi

    Jangan Lengah! Akulaku Finance Ingatkan Pentingnya Perlindungan Data Pribadi

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 45
    • 0Komentar

    PT Akulaku Finance Indonesia menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan literasi dan inklusi keuangan dengan berpartisipasi dalam kegiatan Literasi dan Edukasi Keuangan bersama 500 pelaku usaha ultra mikro di Surakarta. Kegiatan yang merupakan rangkaian dari acara Women Art and Society 2026 ini diselenggarakan oleh Infobank Media Group dan berlangsung di Pendhapi Gedhe Sala, Surakarta, Jawa Tengah. […]

  • Pelindo Tingkatkan Literasi Keuangan Pekerja untuk Masa Depan Lebih Terencana

    Pelindo Tingkatkan Literasi Keuangan Pekerja untuk Masa Depan Lebih Terencana

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 32
    • 0Komentar

    Medan, Juni 2026 – PT Pelindo Multi Terminal bersama Pelindo Regional 1 terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan literasi keuangan sebagai bagian dari upaya membangun kesejahteraan pekerja yang berkelanjutan. Sebagai implementasi komitmen tersebut, Pelindo berkolaborasi dengan Bank Mandiri menyelenggarakan “Financial Clinic – Apresiasi untuk Insan Pelindo, Membangun Strategi Masa Depan” di Grha […]

  • Mengapa Generasi Muda Mulai Tertarik pada Dunia Investasi

    Mengapa Generasi Muda Mulai Tertarik pada Dunia Investasi

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 40
    • 0Komentar

    Kesadaran akan pentingnya kemandirian finansial telah mengalami pergeseran besar dalam beberapa tahun terakhir, terutama di kalangan generasi muda. Jika sebelumnya investasi dianggap sebagai aktivitas yang hanya bisa dilakukan oleh mereka yang memiliki modal besar atau usia mapan, kini tren tersebut telah berubah total. Akses informasi yang sangat terbuka serta kemudahan teknologi aplikasi telah mendobrak batasan […]

  • Libur Tahun Baru Imlek 2577, KAI Divre III Palembang Sediakan 16.008 Tempat Duduk

    Libur Tahun Baru Imlek 2577, KAI Divre III Palembang Sediakan 16.008 Tempat Duduk

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • account_circle Vrit Time
    • visibility 103
    • 0Komentar

    Dalam rangka melayani kebutuhan mobilitas masyarakat pada libur panjang Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili tahun 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional III Palembang menyediakan 16.008 tempat duduk untuk perjalanan kereta api selama enam hari masa libur, terhitung mulai 13 hingga 18 Februari 2026. Manager Humas KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti, menyampaikan bahwa […]

  • Harga Emas Masih Lesu, Analis Dupoin Futures Prediksi Turun ke 4.446

    Harga Emas Masih Lesu, Analis Dupoin Futures Prediksi Turun ke 4.446

    • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 32
    • 0Komentar

    Pergerakan harga emas dunia masih dibayangi tekanan jual pada perdagangan hari Rabu (3/6). Meskipun pasar sempat menunjukkan fase konsolidasi dalam beberapa sesi terakhir, sinyal teknikal maupun fundamental mengindikasikan bahwa tren pelemahan masih menjadi skenario yang lebih dominan dalam jangka pendek. Berdasarkan analisis Dupoin Futures yang disampaikan oleh analis Geraldo Kofit, pasangan XAU/USD pada timeframe daily […]

  • Mengapa Permintaan Emas Meningkat Menjelang Hari Raya

    Mengapa Permintaan Emas Meningkat Menjelang Hari Raya

    • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 76
    • 0Komentar

    Setiap menjelang hari raya, khususnya Idul Fitri, permintaan emas cenderung mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Fenomena ini bukan hal baru karena emas telah lama menjadi bagian dari tradisi dan budaya masyarakat di berbagai negara, termasuk Indonesia. Selain digunakan sebagai perhiasan, emas juga sering dijadikan sebagai bentuk investasi jangka panjang. Banyak masyarakat memanfaatkan momentum hari raya […]

expand_less