Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Dupoin Futures Ungkap Alasan Harga Emas Berpotensi Turun ke Area Support 3.873

Dupoin Futures Ungkap Alasan Harga Emas Berpotensi Turun ke Area Support 3.873

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
  • visibility 27
  • comment 0 komentar

Pergerakan harga emas pada perdagangan hari Rabu (15/7) diperkirakan masih berada dalam tekanan setelah berbagai indikator teknikal dan fundamental belum menunjukkan sinyal perubahan tren yang berarti. Berdasarkan analisis terbaru dari Dupoin Futures, analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menilai bahwa kecenderungan pelemahan masih menjadi skenario utama selama harga belum mampu menembus sejumlah level resistance penting. Meski volatilitas pasar masih berpotensi meningkat akibat rilis data ekonomi Amerika Serikat dan perkembangan geopolitik global, Dupoin Futures melihat peluang penurunan harga emas masih lebih besar dibandingkan potensi penguatan dalam jangka pendek.

Menurut analisis Dupoin Futures, pada grafik time frame Daily, struktur pergerakan emas masih memperlihatkan dominasi tren bearish. Harga hingga kini belum berhasil mencatatkan penutupan perdagangan di atas kisaran resistance 4.102 hingga 4.179, sehingga belum ada konfirmasi teknikal yang mengindikasikan perubahan arah menuju tren naik. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tekanan dari pihak penjual masih relatif kuat dan mampu membatasi setiap upaya pemulihan harga yang terjadi dalam beberapa sesi terakhir.

Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menjelaskan bahwa kegagalan harga menembus area resistance tersebut membuat peluang pembalikan tren masih cukup terbatas. Oleh karena itu, setiap kenaikan yang terjadi dalam waktu dekat masih berpotensi bersifat sementara atau hanya menjadi bagian dari secondary trend, sebelum harga kembali melanjutkan tren penurunan yang menjadi arah utama pasar saat ini.

Lebih lanjut, Dupoin Futures menyoroti posisi harga yang masih bergerak di bawah Moving Average (MA) 21 dan Moving Average (MA) 34. Kedua indikator tersebut masih berfungsi sebagai dynamic resistance, yang terus menjadi penghalang bagi laju penguatan emas. Selama harga belum mampu bergerak dan bertahan di atas area tersebut, Dupoin Futures menilai struktur bearish masih tetap valid dan belum menunjukkan indikasi perubahan yang signifikan.

Selain itu, indikator Stochastic Oscillator juga masih menggambarkan momentum pelemahan yang cukup kuat. Menurut pengamatan Dupoin Futures, indikator tersebut belum memperlihatkan sinyal bullish reversal yang dapat menjadi dasar perubahan tren. Hal ini semakin memperkuat pandangan bahwa tekanan jual masih mendominasi pergerakan harga emas dalam jangka pendek hingga menengah.

Dengan mempertimbangkan berbagai sinyal teknikal tersebut, Dupoin Futures memproyeksikan harga emas berpotensi melanjutkan pelemahan menuju area support di level 3.981. Apabila tekanan jual semakin meningkat dan level tersebut berhasil ditembus, maka peluang penurunan menuju support berikutnya di kisaran 3.873 akan semakin terbuka. Area tersebut dipandang sebagai level penting yang perlu diperhatikan oleh para pelaku pasar dalam menentukan strategi transaksi berikutnya.

Di sisi fundamental, Dupoin Futures melihat bahwa prospek emas masih dibayangi oleh sentimen yang cenderung negatif. Salah satu faktor utama berasal dari penguatan dolar Amerika Serikat yang masih didukung oleh ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga pada level tinggi lebih lama. Kebijakan tersebut membuat aset berbasis dolar tetap menarik di mata investor dan secara bersamaan mengurangi daya tarik emas sebagai instrumen investasi yang tidak memberikan imbal hasil.

Menurut Dupoin Futures, tingginya imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (US Treasury Yield) juga menjadi faktor lain yang memberikan tekanan terhadap harga emas. Ketika yield obligasi meningkat, investor cenderung mengalihkan dana ke instrumen yang menawarkan tingkat pengembalian lebih kompetitif dibandingkan emas. Kondisi ini menyebabkan permintaan terhadap logam mulia berpotensi menurun sehingga ruang kenaikan harga menjadi semakin terbatas.

Meski demikian, Dupoin Futures mengingatkan bahwa dinamika pasar global tetap perlu dicermati karena dapat mengubah sentimen sewaktu-waktu. Rilis data inflasi Amerika Serikat, laporan ketenagakerjaan, perkembangan aktivitas ekonomi, hingga komentar dari pejabat Federal Reserve akan menjadi faktor penting yang berpotensi memengaruhi arah pergerakan dolar AS maupun harga emas. Jika data ekonomi menunjukkan perlambatan atau bank sentral mulai memberikan sinyal kebijakan moneter yang lebih longgar, tekanan terhadap emas dapat berkurang dan membuka peluang terjadinya pemulihan harga.

Selain faktor ekonomi, Dupoin Futures juga menilai bahwa meningkatnya ketegangan geopolitik atau munculnya risiko baru terhadap perekonomian global masih dapat mendorong permintaan terhadap aset safe haven seperti emas. Namun, selama penguatan dolar AS dan tingginya imbal hasil obligasi tetap mendominasi sentimen pasar, potensi kenaikan emas diperkirakan masih akan terbatas.

Secara keseluruhan, Dupoin Futures menegaskan bahwa prospek harga emas masih cenderung bearish. Selama harga belum mampu menembus dan bertahan di atas area resistance 4.102–4.179, serta masih bergerak di bawah Moving Average 21 dan Moving Average 34, tekanan jual diperkirakan tetap mendominasi pasar.

Berdasarkan kombinasi analisis teknikal dan fundamental tersebut, Dupoin Futures memproyeksikan harga emas masih berpeluang melanjutkan pelemahan menuju area support 3.981 hingga 3.873, meskipun pelaku pasar tetap perlu mengantisipasi potensi volatilitas yang dipicu oleh perkembangan data ekonomi Amerika Serikat maupun dinamika geopolitik global.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • BRI Finance Perkuat Diversifikasi Pembiayaan, Alat Berat Tumbuh Positif di Kuartal I 2026

    BRI Finance Perkuat Diversifikasi Pembiayaan, Alat Berat Tumbuh Positif di Kuartal I 2026

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 43
    • 0Komentar

    Jakarta, 12 Mei 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”), anak usaha dari BRI yang bergerak di sektor pembiayaan, mencatatkan pertumbuhan positif pada segmen pembiayaan alat berat sepanjang kuartal I tahun 2026. Kinerja tersebut diraih di tengah kondisi industri pertambangan yang masih menghadapi tekanan akibat penurunan harga batubara global serta dinamika penyesuaian Rencana Kerja […]

  • Jaga Kenyamanan Bersama, LRT Jabodebek Ingatkan Etika Selama Perjalanan

    Jaga Kenyamanan Bersama, LRT Jabodebek Ingatkan Etika Selama Perjalanan

    • calendar_month Jumat, 11 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 20
    • 0Komentar

    Untuk menciptakan perjalanan yang selamat, nyaman, tertib, dan aman, LRT Jabodebek mengajak seluruh pengguna untuk memahami serta mematuhi sejumlah ketentuan yang berlaku selama berada di stasiun maupun di dalam kereta. Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, menjelaskan bahwa berbagai ketentuan tersebut diterapkan sebagai bagian untuk menjaga keamanan, ketertiban, kebersihan, dan kenyamanan seluruh pengguna. […]

  • Hadapi Lonjakan Mudik Lebaran 2026, KAI Bandara Siapkan 361 Ribu Kursi di Sumatera Utara

    Hadapi Lonjakan Mudik Lebaran 2026, KAI Bandara Siapkan 361 Ribu Kursi di Sumatera Utara

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 80
    • 0Komentar

    Mengantisipasi tingginya mobilitas masyarakat selama musim mudik Lebaran 2026, KAI Bandara menyiapkan 361 ribu kursi khusus untuk wilayah Sumatera Utara selama periode Angkutan Lebaran yang berlangsung mulai 11 Maret hingga 1 April 2026. Selama periode tersebut, KAI Bandara akan mengoperasikan 44 perjalanan setiap hari guna memastikan kelancaran arus mudik dan arus balik masyarakat, khususnya di […]

  • Final Week #BittimeMiningPoints, Hadirkan Peluang Strategis di Tengah Bear Market

    Final Week #BittimeMiningPoints, Hadirkan Peluang Strategis di Tengah Bear Market

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 71
    • 0Komentar

    Jakarta, 27 Februari 2026 – Di tengah tekanan harga dan sentimen pasar aset kripto yang lebih berhati-hati, Bittime, platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) Berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menghadirkan Bittime Mining-Points. Program ini merupakan peluang bagi para trader untuk mengoptimalkan aktivitas mereka sekaligus berkesempatan memperoleh total hadiah hingga Rp1,600,000,000. #BittimeMiningPoints dirancang agar […]

  • BINUS ASO Bisa Kuliah ke Jepang? Ini Rahasianya!

    BINUS ASO Bisa Kuliah ke Jepang? Ini Rahasianya!

    • calendar_month Sabtu, 27 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 31
    • 0Komentar

    Saat ini, merasakan pendidikan berkualitas dengan sentuhan Jepang tidak selalu harus pergi ke luar negeri. BINUS ASO School of Engineering menghadirkan pengalaman belajar ala Jepang melalui berbagai program unggulan yang dirancang untuk membentuk engineer berstandar global. Sebagai hasil kolaborasi antara BINUS University dan ASO College Group Jepang, BINUS ASO menawarkan pendekatan pembelajaran yang memadukan teknologi, […]

  • Warna Harmoni di Setiap Momentum, Tim Voice BRI Region 6/Jakarta 1 Tampil Memukau

    Warna Harmoni di Setiap Momentum, Tim Voice BRI Region 6/Jakarta 1 Tampil Memukau

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 92
    • 0Komentar

    Tim Voice BRI Region 6/Jakarta 1 kembali menunjukkan konsistensinya dalam memeriahkan berbagai kegiatan dan acara yang diselenggarakan oleh BRI. Dengan penampilan yang energik, harmonisasi vokal yang solid, serta semangat kebersamaan yang kuat, tim ini senantiasa menjadi bagian tak terpisahkan dalam setiap momentum penting di lingkungan BRI. Kehadiran Tim Voice tidak hanya sekadar sebagai pengisi acara, […]

expand_less