Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » ESDM: Standar ESG Kini Jadi Penentu Akses Ekosistem Industri EV Global

ESDM: Standar ESG Kini Jadi Penentu Akses Ekosistem Industri EV Global

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Senin, 22 Jun 2026
  • visibility 33
  • comment 0 komentar

JAKARTA — Penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) kini tidak lagi sekadar menjadi standar kepatuhan di sektor pertambangan, tetapi telah berkembang menjadi faktor penentu dalam akses ekosisstem industri kendaraan listrik (electric vehicle/EV) global.

Di tengah meningkatnya kebutuhan mineral kritis untuk mendukung transisi energi, pasar internasional semakin selektif dalam memilih sumber pasokan tidak hanya berdasarkan kualitas, tetapi juga proses produksi yang berkelanjutan.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan bahwa tuntutan terhadap implementasi standar ini menjadi menjadi peluang bagi Indonesia sebagai salah satu produsen utama mineral dunia.

Direktur Pembinaan Pengusahaan Mineral Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM Cecep Mochammad Yasin mengatakan, mineral yang diproduksi secara bertanggung jawab dan memenuhi standar ESG memiliki nilai tambah sekaligus peluang pasar yang lebih besar, terutama dalam rantai pasok industri kendaraan listrik, energi bersih, dan manufaktur global.

“Pasar global saat ini tidak hanya menilai kualitas produk mineral yang dihasilkan, tetapi juga menilai bagaimana mineral tersebut diproduksi,” kata Cecep dalam Seri Dialog Mineral Kritis INDEF-GTI bertajuk Menavigasi Ketegangan Geopolitik dan Mengamankan Peran Indonesia dalam Rantai Pasok Mineral Kritis Menuju Kedaulatan Energi, Rabu (17/6/2026).

Pernyataan tersebut mencerminkan pergeseran penting dalam industri global. Bagi produsen kendaraan listrik dan manufaktur teknologi, standar ESG kini menjadi salah satu pertimbangan utama dalam menentukan mitra rantai pasok. Tanpa pemenuhan standar keberlanjutan, akses terhadap pasar global berisiko semakin terbatas.

Menurut Cecep, pemerintah pun terus memperkuat penerapan ESG dalam tata kelola pertambangan nasional. Komitmen tersebut mulai diintegrasikan dalam proses evaluasi dan persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) perusahaan tambang.

Dari aspek sosial, perusahaan diwajibkan menjalankan Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang disusun bersama pemerintah daerah. Sementara dari aspek lingkungan, perusahaan didorong meningkatkan efisiensi energi, mengurangi emisi, memperkuat pengelolaan limbah dan air tambang, serta melaksanakan reklamasi dan pascatambang secara bertanggung jawab.

“Di beberapa tambang juga telah menerapkan ESG melalui standar seperti IRMA serta melakukan efisiensi energi dan pengurangan emisi melalui elektrifikasi alat berat maupun penggunaan sumber energi yang lebih bersih,” ujarnya.

Lebih lanjut, Cecep menjelaskan bahwa Ditjen Minerba saat ini tengah melakukan kajian untuk menyelaraskan standar nasional dengan praktik ESG global melalui analisis kesenjangan antara regulasi domestik dan standar internasional. Langkah ini dinilai krusial mengingat semakin banyak perusahaan global yang mensyaratkan standar keberlanjutan sebagai bagian dari kontrak pasokan bahan baku.

Sebagai contoh, perusahaan tambang yang memasok kebutuhan industri kendaraan listrik harus mampu memenuhi standar ESG yang ditetapkan produsen otomotif dunia.

“Salah satu contohnya adalah kerja sama Vale Indonesia dengan Ford dan Volkswagen yang menerapkan standar ESG global dalam rantai pasoknya,” kata Cecep.

Perkembangan ini menunjukkan bahwa ESG telah bergeser dari sekadar prinsip tata kelola menjadi instrumen strategis dalam persaingan industri.

Bagi Indonesia, yang memiliki cadangan nikel, tembaga, timah, dan bauksit yang besar, tantangan utamanya bukan lagi pada ketersediaan sumber daya, melainkan pada kemampuan memenuhi standar keberlanjutan yang ditetapkan pasar global.

Sejalan dengan itu, pelaku industri pertambangan nasional juga mulai menjadikan ESG sebagai bagian integral dari strategi bisnis. Holding industri pertambangan MIND ID bersama anggota grupnya terus memperkuat implementasi ESG melalui berbagai inisiatif, mulai dari pengurangan emisi, reklamasi dan rehabilitasi lahan pascatambang, konservasi lingkungan, hingga peningkatan tata kelola dan transparansi pelaporan keberlanjutan.

Menurut Cecep, tren ini menegaskan bahwa industri pertambangan global tengah bergerak menuju standar baru, di mana keberhasilan bisnis tidak lagi hanya ditentukan oleh besarnya cadangan mineral atau kapasitas produksi, tetapi juga kemampuan perusahaan dalam memenuhi tuntutan keberlanjutan di seluruh rantai pasok.

Dengan dinamika tersebut, ESG kini tidak hanya menjadi faktor reputasi, tetapi telah menjadi prasyarat untuk menjaga akses pasar dan memenangkan kontrak di industri kendaraan listrik global.

“Pasar global saat ini bergerak ke arah yang semakin menuntut praktik pertambangan berkelanjutan. Karena itu ESG bukan lagi sekadar kepatuhan, tetapi telah menjadi faktor penentu daya saing dan akses pasar bagi industri mineral,” ujar Cecep.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hisense Hadirkan True-to-Life Color, Kenyamanan Mata, dan Hiburan Imersif di IFA 2026

    Hisense Hadirkan True-to-Life Color, Kenyamanan Mata, dan Hiburan Imersif di IFA 2026

    • calendar_month Sabtu, 12 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 13
    • 0Komentar

    Hisense sebagai merek elektronik konsumen dan peralatan rumah tangga global, menampilkan inovasi terbaru dalam teknologi layar, laser, dan audio di IFA 2026. Mengusung tema “Innovating a Brighter Life”, berbagai inovasi tersebut memadukan kualitas gambar yang hidup, kenyamanan menonton, dan suara imersif untuk menghadirkan pengalaman hiburan di rumah yang lebih menyenangkan BERLIN, Jerman, 4 September 2026 […]

  • Catat, Ketentuan Operasional LRT Sumsel Selama Bulan Puasa Ramadan 1447 H

    Catat, Ketentuan Operasional LRT Sumsel Selama Bulan Puasa Ramadan 1447 H

    • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 62
    • 0Komentar

    Palembang, 17 Februari 2026 – Memasuki bulan puasa Ramadhan 1447 H tahun 2026, LRT Sumsel tetap beroperasi seperti biasa dan memberlakukan aturan khusus untuk penumpang LRT, yaitu bagi penumpang yang naik LRT di waktu jam berbuka puasa, diperbolehkan untuk makan dan minum, tapi terbatas hanya makanan/snack ringan dan minuman di dalam tumbler/ botol untuk berbuka […]

  • Mengapa Permintaan Emas Meningkat Menjelang Hari Raya

    Mengapa Permintaan Emas Meningkat Menjelang Hari Raya

    • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 70
    • 0Komentar

    Setiap menjelang hari raya, khususnya Idul Fitri, permintaan emas cenderung mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Fenomena ini bukan hal baru karena emas telah lama menjadi bagian dari tradisi dan budaya masyarakat di berbagai negara, termasuk Indonesia. Selain digunakan sebagai perhiasan, emas juga sering dijadikan sebagai bentuk investasi jangka panjang. Banyak masyarakat memanfaatkan momentum hari raya […]

  • Harga Emas Masih Menguat, Target 5.005 Kian Terbuka

    Harga Emas Masih Menguat, Target 5.005 Kian Terbuka

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 37
    • 0Komentar

    Pergerakan harga emas dunia pada perdagangan hari Kamis (16/4) diperkirakan masih berada dalam tren penguatan, seiring dukungan sinyal teknikal yang tetap solid dan faktor fundamental global yang cenderung kondusif. Dupoin Futures melalui analisnya, Geraldo Kofit, menilai bahwa XAU/USD pada timeframe harian masih menunjukkan kecenderungan bullish yang cukup kuat, dengan peluang kenaikan yang tetap terbuka dalam […]

  • OSL Indonesia Rayakan Grand Launch di Bali,  Hadirkan Semangat Baru untuk Ekosistem Keuangan Digital Indonesia

    OSL Indonesia Rayakan Grand Launch di Bali, Hadirkan Semangat Baru untuk Ekosistem Keuangan Digital Indonesia

    • calendar_month Senin, 24 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 20
    • 0Komentar

    Jakarta, 24 Agustus 2026 – OSL Indonesia resmi merayakan OSL Indonesia Official Grand Launch melalui “OSL’s Obsession Night: Where Global Compliance Meets Relentless Innovation” pada 19 Agustus lalu, di Bali. Dihadiri sekitar 350 tamu yang terdiri dari stakeholders industri, mitra strategis, regulator, KOL, media, komunitas, dan pelaku ekosistem aset digital, OSL’s Obsession Night menghadirkan suasana […]

  • Indonesia–India Perkuat Kolaborasi Pendidikan Tinggi di Bidang Bisnis dan Ekonomi

    Indonesia–India Perkuat Kolaborasi Pendidikan Tinggi di Bidang Bisnis dan Ekonomi

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 49
    • 0Komentar

    Jakarta — Kerja sama pendidikan Indonesia India semakin diperkuat melalui kolaborasi di bidang bisnis dan ekonomi, sebagai bagian dari strategi kedua negara dalam menghadapi transformasi ekonomi global yang kian cepat. Langkah ini menandai pergeseran dari kerja sama akademik konvensional menuju kemitraan strategis yang menghubungkan pendidikan, riset, dan kebutuhan industri masa depan. Kolaborasi Riset dan Program […]

expand_less