Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » ESDM: Standar ESG Kini Jadi Penentu Akses Ekosistem Industri EV Global

ESDM: Standar ESG Kini Jadi Penentu Akses Ekosistem Industri EV Global

  • account_circle vritimes
  • calendar_month 58 menit yang lalu
  • visibility 4
  • comment 0 komentar

JAKARTA — Penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) kini tidak lagi sekadar menjadi standar kepatuhan di sektor pertambangan, tetapi telah berkembang menjadi faktor penentu dalam akses ekosisstem industri kendaraan listrik (electric vehicle/EV) global.

Di tengah meningkatnya kebutuhan mineral kritis untuk mendukung transisi energi, pasar internasional semakin selektif dalam memilih sumber pasokan tidak hanya berdasarkan kualitas, tetapi juga proses produksi yang berkelanjutan.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan bahwa tuntutan terhadap implementasi standar ini menjadi menjadi peluang bagi Indonesia sebagai salah satu produsen utama mineral dunia.

Direktur Pembinaan Pengusahaan Mineral Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM Cecep Mochammad Yasin mengatakan, mineral yang diproduksi secara bertanggung jawab dan memenuhi standar ESG memiliki nilai tambah sekaligus peluang pasar yang lebih besar, terutama dalam rantai pasok industri kendaraan listrik, energi bersih, dan manufaktur global.

“Pasar global saat ini tidak hanya menilai kualitas produk mineral yang dihasilkan, tetapi juga menilai bagaimana mineral tersebut diproduksi,” kata Cecep dalam Seri Dialog Mineral Kritis INDEF-GTI bertajuk Menavigasi Ketegangan Geopolitik dan Mengamankan Peran Indonesia dalam Rantai Pasok Mineral Kritis Menuju Kedaulatan Energi, Rabu (17/6/2026).

Pernyataan tersebut mencerminkan pergeseran penting dalam industri global. Bagi produsen kendaraan listrik dan manufaktur teknologi, standar ESG kini menjadi salah satu pertimbangan utama dalam menentukan mitra rantai pasok. Tanpa pemenuhan standar keberlanjutan, akses terhadap pasar global berisiko semakin terbatas.

Menurut Cecep, pemerintah pun terus memperkuat penerapan ESG dalam tata kelola pertambangan nasional. Komitmen tersebut mulai diintegrasikan dalam proses evaluasi dan persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) perusahaan tambang.

Dari aspek sosial, perusahaan diwajibkan menjalankan Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang disusun bersama pemerintah daerah. Sementara dari aspek lingkungan, perusahaan didorong meningkatkan efisiensi energi, mengurangi emisi, memperkuat pengelolaan limbah dan air tambang, serta melaksanakan reklamasi dan pascatambang secara bertanggung jawab.

“Di beberapa tambang juga telah menerapkan ESG melalui standar seperti IRMA serta melakukan efisiensi energi dan pengurangan emisi melalui elektrifikasi alat berat maupun penggunaan sumber energi yang lebih bersih,” ujarnya.

Lebih lanjut, Cecep menjelaskan bahwa Ditjen Minerba saat ini tengah melakukan kajian untuk menyelaraskan standar nasional dengan praktik ESG global melalui analisis kesenjangan antara regulasi domestik dan standar internasional. Langkah ini dinilai krusial mengingat semakin banyak perusahaan global yang mensyaratkan standar keberlanjutan sebagai bagian dari kontrak pasokan bahan baku.

Sebagai contoh, perusahaan tambang yang memasok kebutuhan industri kendaraan listrik harus mampu memenuhi standar ESG yang ditetapkan produsen otomotif dunia.

“Salah satu contohnya adalah kerja sama Vale Indonesia dengan Ford dan Volkswagen yang menerapkan standar ESG global dalam rantai pasoknya,” kata Cecep.

Perkembangan ini menunjukkan bahwa ESG telah bergeser dari sekadar prinsip tata kelola menjadi instrumen strategis dalam persaingan industri.

Bagi Indonesia, yang memiliki cadangan nikel, tembaga, timah, dan bauksit yang besar, tantangan utamanya bukan lagi pada ketersediaan sumber daya, melainkan pada kemampuan memenuhi standar keberlanjutan yang ditetapkan pasar global.

Sejalan dengan itu, pelaku industri pertambangan nasional juga mulai menjadikan ESG sebagai bagian integral dari strategi bisnis. Holding industri pertambangan MIND ID bersama anggota grupnya terus memperkuat implementasi ESG melalui berbagai inisiatif, mulai dari pengurangan emisi, reklamasi dan rehabilitasi lahan pascatambang, konservasi lingkungan, hingga peningkatan tata kelola dan transparansi pelaporan keberlanjutan.

Menurut Cecep, tren ini menegaskan bahwa industri pertambangan global tengah bergerak menuju standar baru, di mana keberhasilan bisnis tidak lagi hanya ditentukan oleh besarnya cadangan mineral atau kapasitas produksi, tetapi juga kemampuan perusahaan dalam memenuhi tuntutan keberlanjutan di seluruh rantai pasok.

Dengan dinamika tersebut, ESG kini tidak hanya menjadi faktor reputasi, tetapi telah menjadi prasyarat untuk menjaga akses pasar dan memenangkan kontrak di industri kendaraan listrik global.

“Pasar global saat ini bergerak ke arah yang semakin menuntut praktik pertambangan berkelanjutan. Karena itu ESG bukan lagi sekadar kepatuhan, tetapi telah menjadi faktor penentu daya saing dan akses pasar bagi industri mineral,” ujar Cecep.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dukung Ekosistem Makan Bergizi Gratis,  Krakatau Steel dan Kemendes PDT Bangun Desa Tematik

    Dukung Ekosistem Makan Bergizi Gratis, Krakatau Steel dan Kemendes PDT Bangun Desa Tematik

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 23
    • 0Komentar

    JAKARTA (16/4) – PT Krakatau Steel (Persero) Tbk / Krakatau Steel Group (KRAS) memperkuat komitmennya dalam mendukung program prioritas nasional melalui audiensi strategis dengan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Yandri Susanto. Pertemuan ini membahas integrasi industri baja dengan pengembangan desa tematik yang diproyeksikan sebagai pilar pendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). […]

  • Rangkaian koleksi Ramadhan dari Mulia Box yang menawarkan berbagai pilihan desain orisinal untuk mempercantik hantaran Idul Fitri.

    Mulia Box Luncurkan Koleksi Ramadhan 2026: Solusi Kemasan Premium Low-MOQ untuk UMKM

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 47
    • 0Komentar

    JAKARTA, 3 Maret 2026 – Memasuki musim perayaan Ramadhan 1447 H, Mulia Box, produsen kemasan inovatif nasional, resmi meluncurkan koleksi khusus Ramadhan 2026. Menjawab tantangan logistik dan stok yang sering dialami pelaku UMKM, koleksi ini hadir dengan sistem Low Minimum Order Quantity (MOQ) yang memungkinkan pembelian dalam jumlah satuan dan berstatus ready stock. Koleksi tahun […]

  • Harga Emas Berpotensi Koreksi, Peluang Rebound Masih Terbuka

    Harga Emas Berpotensi Koreksi, Peluang Rebound Masih Terbuka

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 23
    • 0Komentar

    Pergerakan harga emas dunia pada perdagangan hari Selasa (21/4) diperkirakan masih berada dalam fase konsolidasi, di tengah pasar yang belum menemukan sentimen kuat untuk mendorong harga bergerak lebih agresif. Dupoin Futures melalui analisnya, Geraldo Kofit, menilai kondisi ini menunjukkan pelaku pasar masih cenderung berhati-hati sambil menunggu kepastian arah dari faktor teknikal maupun fundamental. Secara umum, […]

  • Personal Branding Jadi Bekal Masa Depan, Lois Merry Tangel Bagi Tips ke Anak Muda Melalui Kegiatan “IMA Goes To School” di Tomohon

    Personal Branding Jadi Bekal Masa Depan, Lois Merry Tangel Bagi Tips ke Anak Muda Melalui Kegiatan “IMA Goes To School” di Tomohon

    • calendar_month Rabu, 1 Okt 2025
    • account_circle Editor Reputasi
    • visibility 127
    • 0Komentar

    Tomohon, reputasiplus.com — Putri Pariwisata Indonesia 2016, Lois Merry Tangel, hadir sebagai pembicara dalam program Goes To School yang menjadi bagian dari kegiatan tahunan Manado High Street Market (MHSM). Acara ini berlangsung di SMA Lokon Santo Nikolaus Tomohon, selasa (30/09/2025), dengan tema utama “Personal Branding”.   Kegiatan ini diselenggarakan oleh Indonesia Marketing Association (IMA) sebagai […]

  • Prabowo Bongkar Tambang Ilegal Ratusan Triliun di Bangka Belitung! Ternyata Mengandung “Tanah Jarang” Bernilai Fantastis!

    Prabowo Bongkar Tambang Ilegal Ratusan Triliun di Bangka Belitung! Ternyata Mengandung “Tanah Jarang” Bernilai Fantastis!

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle redaktur reputasi
    • visibility 97
    • 0Komentar

    Manado, ReputasiPlus.com — Presiden RI Prabowo Subianto mengungkap temuan mengejutkan di lokasi pertambangan ilegal yang disita negara di Bangka Belitung. Di kawasan tersebut, ditemukan mineral tanah jarang jenis monasit yang nilainya diperkirakan mencapai ratusan triliun rupiah. Tim Media Presiden melaporkan dari Jakarta, Senin, bahwa potensi besar ini sebelumnya digarap secara ilegal melalui enam smelter yang […]

  • Kenaikan Harga BBM Tekan Biaya Operasional Mobil Mewah, Pemilik Mulai Cari Alternatif Likuiditas

    Kenaikan Harga BBM Tekan Biaya Operasional Mobil Mewah, Pemilik Mulai Cari Alternatif Likuiditas

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 25
    • 0Komentar

    Dalam situasi ekonomi yang dinamis, kemampuan untuk mengelola aset secara adaptif menjadi kunci. Kenaikan BBM bukan hanya soal biaya tambahan, tetapi juga menjadi pemicu perubahan strategi finansial di kalangan pemilik aset bernilai tinggi. Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir mulai memberikan tekanan signifikan terhadap biaya operasional kendaraan pribadi, khususnya […]

expand_less