Fakultas Hukum UB Sinergi dengan Rusia, Perkuat Kerja Sama Pendidikan Hukum dan Teknologi
- account_circle vritimes
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 2
- comment 0 komentar

Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (FH UB) terus memperkuat jejaring internasional melalui sinergi strategis dengan empat institusi penting di Rusia, yaitu kementerian luar negeri Rusia urusan pendidikan asing, Institute RUDN University, Perusahaan Teknologi Rusia Positive Technology, dan Innopolis University. Langkah ini merupakan bagian dari upaya FH UB memperkuat internasionalisasi pendidikan hukum sekaligus merespons perkembangan teknologi global yang semakin pesat.
Kerja sama tersebut dilakukan
dengan kehadiran FH UB, Aan Eko
Widiarto, ke Moskow pada 12 Mei 2026. FH UB melaksanakan tindak lanjut atas
perjanjian kerja sama internasional yang telah disepakati dengan Law Institute
RUDN University pada tahun 2024 melalui pertemuan dengan Acting Dean Law
Institute RUDN, Evgeny Komlev. Pertemuan juga dihadiri mahasiswa International
Undergraduate Program (IUP) FH UB yang sedang menjalani kegiatan akademik dan
program student exchange di RUDN.
Dalam pertemuan tersebut,
delegasi FH UB disambut dengan sangat baik oleh pihak RUDN. Selain membahas
penguatan kerja sama kelembagaan, kunjungan ini juga menjadi momentum untuk
memastikan kondisi dan perkembangan mahasiswa IUP FH UB di Rusia. Mahasiswa FH
UB dilaporkan dalam keadaan sehat dan mengikuti kegiatan akademik dengan baik.
Beberapa poin penting yang
menjadi hasil pertemuan antara FH UB dan RUDN antara lain pematangan skema
pelaksanaan program double degree untuk jenjang sarjana dan magister yang
ditargetkan mulai direalisasikan pada tahun 2026. RUDN juga menyatakan
dukungannya terhadap Tim Lomba Internasional mahasiswa FH UB yang akan
mengikuti kompetisi dunia di Tiongkok dalam bidang investasi internasional.
Untuk mendukung persiapan tersebut, RUDN akan menugaskan dua dosen yang
memiliki pengalaman dalam kompetisi internasional Jessup Moot Court Competition
sebagai pembimbing dan mentor. Selain itu, RUDN menawarkan program pelatihan
Bahasa Rusia secara daring bagi sivitas akademika FH UB sebagai bagian dari
penguatan kapasitas internasional dan dukungan akademik kedua institusi.
Dalam rangkaian kunjungan yang
sama, FH UB juga menandatangani kerja sama dengan Positive Technologies, salah
satu perusahaan keamanan siber terkemuka di Rusia. Kerja sama ini diarahkan
pada pengembangan kapasitas akademik di bidang hukum siber, keamanan siber,
regulasi teknologi digital, pengembangan kurikulum, pelatihan, sertifikasi,
serta kolaborasi penelitian yang relevan dengan tantangan transformasi digital
global.
FH UB juga menandatangani
Memorandum of Agreement dengan Innopolis University, sebuah universitas
teknologi terkemuka di Republik Tatarstan. Berdasarkan perjanjian tersebut,
kedua institusi sepakat mengembangkan kerja sama dalam bidang pendidikan,
penelitian, pertukaran dosen dan mahasiswa, pengembangan program akademik
terkait cyber law dan teknologi digital, penyelenggaraan konferensi
internasional, visiting lecture, publikasi ilmiah bersama, serta riset mengenai
regulasi kecerdasan artifisial, keamanan siber, transformasi digital, dan tata
kelola digital. Kerja sama ini secara khusus diarahkan pada pengembangan kajian
hukum dan teknologi yang menjadi salah satu isu strategis global saat ini.
Penguatan kerja sama dengan
berbagai institusi Rusia tersebut juga memperoleh dukungan dalam ajang
internasional International Economic Forum “Russia – Islamic World: KazanForum”
yang berlangsung di Kazan, Republik Tatarstan, pada 14–17 Mei 2026.
Pada pertemuan bilateral yang
berlangsung di sela-sela forum, Dekan FH UB bertemu dengan Pavel Shevtsov dari
Rossotrudnichestvo, lembaga kerja sama kemanusiaan internasional Kementerian
Luar Negeri Rusia. Pertemuan tersebut membahas peluang peningkatan mobilitas
akademik, riset bersama, dan penguatan kerja sama pendidikan tinggi antara
Indonesia dan Rusia.
Dalam kesempatan tersebut, Aan
Eko Widiarto menyampaikan rencana FH UB untuk mengembangkan Program Studi Hukum
Islam. Menanggapi hal itu, Pavel Shevtsov menyatakan kesiapannya untuk
memfasilitasi kerja sama dengan dua perguruan tinggi terkemuka Rusia, yakni
Kazan Federal University dan Saint Petersburg State University. Fasilitasi
tersebut diharapkan mencakup pengembangan kurikulum, pertukaran dosen dan
mahasiswa, serta peluang program bersama dan dual degree di bidang hukum Islam.
Melalui kerja sama dengan RUDN
University, Positive Technologies, Innopolis University, serta dukungan dari
berbagai institusi pendidikan dan pemerintah Rusia, FH UB berharap dapat
semakin memperkuat internasionalisasi pendidikan hukum, meningkatkan kualitas
penelitian dan publikasi internasional, memperluas mobilitas akademik mahasiswa
dan dosen, serta membangun jejaring global yang berkelanjutan antara Indonesia
dan Federasi Rusia.
Press Release juga sudah tayang di VRITIMES
- Penulis: vritimes


