Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Fortifikasi Beras Massal Jadi Solusi Atasi Krisis Kelaparan Tersembunyi

Fortifikasi Beras Massal Jadi Solusi Atasi Krisis Kelaparan Tersembunyi

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
  • visibility 51
  • comment 0 komentar

Indonesia tengah menghadapi masalah kedaruratan senyap (silent emergency) berupa kelaparan tersembunyi (hidden hunger). Dipicu oleh defisiensi zat besi kronis, kondisi ini melahirkan lonjakan angka anemia di berbagai penjuru Nusantara. Padahal, para pakar kesehatan publik menilai bahwa intervensi paling strategis untuk mengatasinya adalah lewat fortifikasi beras.

JAKARTA — Indonesia tengah menghadapi masalah kedaruratan senyap (silent
emergency
) berupa kelaparan tersembunyi (hidden hunger). Dipicu oleh
defisiensi zat besi kronis, kondisi ini melahirkan lonjakan angka anemia di
berbagai penjuru Nusantara. Padahal, para pakar kesehatan publik menilai bahwa
intervensi paling strategis untuk mengatasinya adalah lewat fortifikasi beras.

Pada Rabu
(24/6/2026), inisiatif Millers for Nutrition menggelar pertemuan lintas
pemangku kepentingan di Jakarta bertajuk “Millers for Nutrition:
Advancing Fortified Rice in the Commercial Market.”
Agenda ini
bertujuan merangkul koalisi para pelaku sektor swasta guna mendiskusikan
langkah nyata dalam menghadirkan beras fortifikasi yang lebih terjangkau di
pasar terbuka bagi masyarakat luas.

Dalam pidato
kuncinya, Direktur Yayasan Kegizian Pengembangan Fortifikasi Pangan Indonesia
(KFI) Nina Sarjunani menegaskan, intervensi melalui bahan pangan pokok utama
bangsa adalah jalan keluar yang paling layak untuk ditempuh.

Secara historis, upaya mengikis kekurangan
mikronutrien selama ini bertumpu pada tiga cara utama, urai Nina.

Pertama adalah
diversifikasi pangan—mengajak rumah tangga mengonsumsi variasi karbohidrat,
sayuran, dan sumber protein. Namun, meski paling ideal, diversifikasi pangan
sulit dilakukan karena tak semua kelompok masyarakat mampu membeli ragam sumber
nutrisi tersebut.

Kedua adalah
suplementasi. Walaupun sederhana, pendekatan ini juga menghadapi tantangan
karena tingkat kepatuhan konsumsi suplemen masih rendah.

“Yang
paling cost-effective adalah fortifikasi,” kata Nina.

Indonesia telah
sukses melakukan ragam fortifikasi seperti garam beryodium, tepung terigu yang
diperkaya zat besi dan seng, serta minyak goreng yang diperkaya vitamin A.

Namun, meski
tepung terigu merupakan kendaraan intervensi yang kuat, ia mengingatkan bahwa
tepung terigu bukanlah makanan pokok masyarakat Indonesia. Oleh karena itu,
Nina menilai fokus fortifikasi harus dialihkan ke komoditas berikutnya, yaitu
beras, mengingat bahan pangan tersebut dikonsumsi oleh 95 persen penduduk di
dalam negeri.

Fortifikasi beras merupakan bentuk intervensi
yang minim hambatan (low-friction), lanjutnya, karena tidak menuntut
perubahan perilaku makan masyarakat. Warga tetap memasak dan makan nasi seperti
biasa, tetapi mendapatkan tambahan zat besi dan mikronutrien penting lainnya
secara signifikan. Lonjakan pemenuhan gizi (nutrition gain) yang
dihasilkan bisa sangat masif, hanya dengan margin kenaikan biaya produksi
sekitar Rp 1.000 per kilogram.

Tantangan Hulu-Hilir

Meski menjanjikan manfaat yang nyata, upaya
memperluas skala beras fortifikasi di bentang geografis Indonesia yang luas
menghadang tantangan operasional. Hal itu diungkapkan oleh Budianto Wijaya,
anggota komite penasihat (advisory member) Millers for Nutrition.

Sektor penggilingan padi di Indonesia sangat
terfragmentasi, melibatkan banyak operator mulai dari fasilitas industri skala
besar hingga penggilingan kecil di pedesaan. Realitas ini membuat penyelarasan
regulasi, standarisasi pengawasan mutu, dan keseragaman distribusi menjadi
tantangan tersendiri.

Saat ini, beras
fortifikasi masih menjadi barang mewah yang ceruk pasarnya terbatas, dikemas
sebagai produk khusus di rak-rak supermarket premium dan lebih banyak dijangkau
kelompok ekonomi tertentu.

Padahal, peluang sesungguhnya untuk mengubah
tren kesehatan publik berada di tempat lain: menyasar kelompok rentan melalui
bantuan pangan pemerintah, intervensi kesehatan ibu dan anak, serta program
prioritas Makan Bergizi Gratis (MBG).

Terkait MBG,
pihaknya telah membicarakan agar program beras fortifikasi bisa masuk. Selama
ini, garam dan minyak goreng yang digunakan dalam program MBG sudah
terfortifikasi.

Menepis Mitos
Modern

Di luar persoalan
logistik, strategi ini harus berhadapan dengan tantangan persepsi publik dan
penataan pasar. Nina menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat masih sangat
rendah, membuat pasar rentan terhadap disinformasi—termasuk hoaks viral terkait
isu “beras plastik” yang sempat merusak kepercayaan konsumen.

Selain itu, harga
juga masih menjadi isu sensitif. Selama ini beras fortifikasi kerap
dikategorikan sebagai beras khusus dengan bahan baku beras premium, sehingga
harganya relatif mahal.

Pembangunan
industri FRK (Fortified Rice Kernels), memperkuat penggilingan dan
membuka jalan distribusi komersial menjadi salah satu usulan dari panel yang
terdiri dari pelaku industri beras.

Forum yang
berlangsung hari Rabu ini berupaya menjembatani kesenjangan tersebut,
mempertemukan pelaku penggilingan padi, ritel modern, dan pegiat fortifikasi
gizi dalam satu atap. “Saya yakin bahwa dengan acara hari ini, permasalahan itu
baik teknis maupun nonteknis, bisa sama-sama kita diskusikan, sehingga bisa
kita atasi,” tutur Nina.

Evelyn Djuwidja, Program Manager TechnoServe
Indonesia—organisasi yang saat ini menjalankan inisiatif Millers for
Nutrition—memandang pertemuan multi-sektor ini sebagai langkah awal yang vital.

“Forum ini telah membuka peluang besar bagi
rekan-rekan RMU (Rice Milling Units/penggilingan padi) dan ritel modern
untuk saling bekerja sama,” ujarnya.

“Millers for Nutrition berkomitmen untuk terus
mendampingi penggilingan padi dalam menjaga kualitas gizi produk, membantu
efisiensi produksi, dan memfasilitasi hubungan bisnis agar kerja sama dengan
ritel modern dapat berjalan dengan lancar, sehat, dan saling menguntungkan
dalam jangka panjang,” pungkasnya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • IA-ITB Kaltim Luncurkan Ganesha Hub untuk Akselerasi Inovasi , Teknologi & Ekonomi Kreatif , Persiapan Untuk Kaltim Pasca Migas & Batubara

    IA-ITB Kaltim Luncurkan Ganesha Hub untuk Akselerasi Inovasi , Teknologi & Ekonomi Kreatif , Persiapan Untuk Kaltim Pasca Migas & Batubara

    • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 61
    • 0Komentar

    Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (IA-ITB) Kalimantan Timur resmi mengukuhkan kepengurusan baru periode 2026–2031. Bertempat di Gedung Banua Patra, Balikpapan, Sabtu (11/4/2026), prosesi pelantikan ini menandai langkah strategis alumni Ganesha dalam mengawal peningkatan ekonomi di Kalimantan Timur melalui inovasi teknologi.  BALIKPAPAN – Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (IA-ITB) Kalimantan Timur resmi mengukuhkan kepengurusan baru periode […]

  • Telkom AI Center Malang dan Witel Jatim Barat Malang Gelar Workshop AI Productivity untuk Tingkatkan Produktivitas Pegawai

    Telkom AI Center Malang dan Witel Jatim Barat Malang Gelar Workshop AI Productivity untuk Tingkatkan Produktivitas Pegawai

    • calendar_month Rabu, 29 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 46
    • 0Komentar

    Telkom AI Center Malang dan Witel Jatim Barat Malang menggelar Workshop AI Productivity untuk meningkatkan kompetensi pegawai sekaligus mendorong adopsi AI bagi pelanggan B2B dan sektor pemerintahan. Malang, 27 Juli 2026 – Telkom AI Center Malang berkolaborasi dengan Witel Jatim Barat Malang sukses menyelenggarakan kegiatan Workshop AI Productivity yang diikuti oleh lebih dari 60 pegawai internal Telkom […]

  • BRI Region 6/Jakarta 1 Rutin Gelar Pengajian Jumat Pagi, Perkuat Nilai Spiritual dan Kebersamaan Pekerja

    BRI Region 6/Jakarta 1 Rutin Gelar Pengajian Jumat Pagi, Perkuat Nilai Spiritual dan Kebersamaan Pekerja

    • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 79
    • 0Komentar

    Dalam upaya memperkuat nilai spiritual serta membangun kebersamaan di lingkungan kerja, BRI Region 6/Jakarta 1 secara konsisten melaksanakan kegiatan pengajian rutin setiap hari Jumat pagi sebelum memulai aktivitas bekerja. Kegiatan ini dilaksanakan di JackOne Hall, Gedung BRI Region 6, dan diikuti oleh seluruh pekerja BRI Region 6 yang beragama Islam. Pengajian rutin tersebut menjadi salah […]

  • Pop Mie Campus Gaming Ground 2026 Perluas Peta Esports Kampus, Catat Partisipasi Tertinggi di Universitas Gunadarma

    Pop Mie Campus Gaming Ground 2026 Perluas Peta Esports Kampus, Catat Partisipasi Tertinggi di Universitas Gunadarma

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 61
    • 0Komentar

    Menjangkau lebih dari 2.500 mahasiswa sejak 2024, program ini hadir menjawab antusiasme kampus di luar Jabodetabek sekaligus memperkuat edukasi dan peluang karir di industri esports Depok, 9 April 2026 – Pop Mie bersama EVOS Esports kembali menghadirkan program Pop Mie Campus Gaming Ground 2026 di Universitas Gunadarma, Depok. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan […]

  • Harga Emas Masih Tertekan, Dolar AS dan Suku Bunga Jadi Penekan

    Harga Emas Masih Tertekan, Dolar AS dan Suku Bunga Jadi Penekan

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 68
    • 0Komentar

    Pergerakan harga emas dunia pada perdagangan hari Senin, 6 April 2026 diperkirakan masih berada dalam tekanan, seiring kuatnya dolar Amerika Serikat dan belum meredanya ekspektasi kebijakan suku bunga tinggi di tingkat global. Kondisi ini membuat emas belum mampu kembali menarik minat investor secara signifikan, meskipun ketidakpastian ekonomi dan geopolitik masih berlangsung. Berdasarkan analisis Dupoin Futures […]

  • Cara Top Up Game Tercepat & Teraman 2026

    Cara Top Up Game Tercepat & Teraman 2026

    • calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 50
    • 0Komentar

    Panduan lengkap cara top up game aman: perbandingan metode bayar, biaya admin, tips hindari penipuan, dan langkah top up per game populer di Indonesia Top up game paling aman dilakukan melalui platform resmi yang mendukung QRIS, e-wallet, dan transfer bank. Sebelum bertransaksi, pastikan User ID dan Server ID sudah benar, pilih metode pembayaran yang sesuai, […]

expand_less