Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Harga Emas Sulit Bangkit, Tren Turun Masih Mendominasi

Harga Emas Sulit Bangkit, Tren Turun Masih Mendominasi

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
  • visibility 60
  • comment 0 komentar

Harga emas dunia pada perdagangan hari Jumat (24/4) diperkirakan masih akan bergerak dalam tekanan, seiring sinyal pelemahan yang cukup kuat dari sisi teknikal serta dukungan faktor fundamental yang belum berpihak pada penguatan. Dupoin Futures melalui analisnya, Geraldo Kofit, menilai bahwa pergerakan XAU/USD dalam jangka pendek masih berada dalam tren turun, dengan potensi penurunan lanjutan yang perlu diwaspadai pelaku pasar.

Secara teknikal, harga emas saat ini masih tertahan di bawah indikator Moving Average 21 dan 34. Kedua indikator tersebut berfungsi sebagai resistance dinamis yang belum berhasil ditembus oleh harga. Kondisi ini mencerminkan bahwa tekanan jual di pasar masih cukup dominan, sehingga peluang untuk kembali melemah masih terbuka.

Selain itu, pola pergerakan harga juga menunjukkan terbentuknya formasi bearish pennant, yang umumnya menjadi sinyal kelanjutan tren turun. Pola ini biasanya muncul setelah fase penurunan yang cukup tajam dan menandakan bahwa pasar sedang bersiap untuk melanjutkan pelemahan. Dengan adanya sinyal ini, arah pergerakan harga emas dalam jangka pendek masih cenderung negatif.

Dalam proyeksi pergerakannya, harga emas diperkirakan berpotensi turun menuju area support terdekat di kisaran 4.668. Level ini menjadi titik penting yang akan diuji oleh pasar dalam waktu dekat. Jika tekanan jual masih berlanjut dan level tersebut tidak mampu menahan penurunan, maka harga berpotensi melanjutkan pelemahan ke level berikutnya di sekitar 4.644.

Meski demikian, area support tersebut juga berpotensi menjadi titik penahan sementara yang dapat memicu pergerakan konsolidasi atau bahkan rebound jangka pendek. Oleh karena itu, respons harga di area tersebut akan menjadi kunci dalam menentukan arah pergerakan selanjutnya.

Dari sisi fundamental, tekanan terhadap harga emas masih dipengaruhi oleh penguatan dolar Amerika Serikat. Ketika nilai dolar meningkat, harga emas cenderung mengalami tekanan karena menjadi lebih mahal bagi investor global. Hal ini membuat permintaan terhadap emas cenderung menurun dalam jangka pendek.

Selain itu, kebijakan moneter Amerika Serikat yang masih mempertahankan suku bunga pada level tinggi juga menjadi faktor utama yang membebani harga emas. Suku bunga yang tinggi membuat instrumen investasi berbasis imbal hasil seperti obligasi menjadi lebih menarik dibandingkan emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS juga memperkuat tekanan tersebut. Dalam kondisi yield yang meningkat, biaya peluang untuk memegang emas menjadi lebih tinggi, sehingga investor cenderung mengalihkan dana ke aset yang menawarkan imbal hasil lebih besar.

Di sisi lain, kondisi pasar global yang relatif stabil turut mengurangi minat investor terhadap emas sebagai aset safe haven. Ketika sentimen pasar berada dalam kondisi positif atau risk-on, investor biasanya lebih memilih aset berisiko yang memberikan potensi keuntungan lebih tinggi, sehingga permintaan terhadap emas menurun.

Secara keseluruhan, kombinasi faktor teknikal dan fundamental tersebut membuat prospek harga emas dalam jangka pendek masih cenderung lemah. Selama harga belum mampu menembus area resistance penting, tekanan penurunan diperkirakan masih akan mendominasi pergerakan pasar.

Namun demikian, pelaku pasar tetap perlu mencermati perkembangan global yang dapat memengaruhi arah harga. Perubahan sentimen secara tiba-tiba, baik dari data ekonomi maupun faktor geopolitik, dapat memicu volatilitas yang cukup tinggi.

Dengan kondisi tersebut, investor disarankan untuk tetap berhati-hati dan fokus pada level-level penting yang menjadi acuan pergerakan harga. Pendekatan yang disiplin dan berbasis analisis dinilai penting untuk menghadapi pasar yang masih bergerak dinamis.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Awal 2026 Positif, Pembiayaan Multiguna BRI Finance Tumbuh 37,47%

    Awal 2026 Positif, Pembiayaan Multiguna BRI Finance Tumbuh 37,47%

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 43
    • 0Komentar

    Jakarta, 8 Mei 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”), anak usaha BRI Group, mencatatkan pertumbuhan positif di segmen pembiayaan multiguna pada kuartal I-2026. Penyaluran pada segmen ini tercatat meningkat sebesar 37,47% secara tahunan (year-on-year/YoY), di mana pertumbuhan ini didorong oleh permintaan masyarakat yang tetap kuat. Direktur Utama BRI Finance, Wahyudi Darmawan, menyampaikan, “Kondisi […]

  • Wujud Sinergi Instansi, BRI Branch Office Otista Region 6/Jakarta 1 Fasilitasi Lahan Parkir untuk Gelaran Apel Cipta Kondisi Kelurahan

    Wujud Sinergi Instansi, BRI Branch Office Otista Region 6/Jakarta 1 Fasilitasi Lahan Parkir untuk Gelaran Apel Cipta Kondisi Kelurahan

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle editor News
    • visibility 97
    • 0Komentar

    Sebagai bentuk dukungan terhadap keamanan dan ketertiban lingkungan, BRI Branch Office Otista memberikan fasilitasi area halaman kantor sebagai lokasi pelaksanaan Apel Cipta Kondisi yang diselenggarakan oleh pihak Kelurahan setempat bersama unsur Tiga Pilar (TNI, Polri, dan Pemerintah Daerah). Kegiatan Apel Cipta Kondisi ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menjaga keamanan wilayah, khususnya di area Jakarta […]

  • Potensi Kendaraan Listrik Menguat, BRI Finance Perbesar Pembiayaan Ramah Lingkungan

    Potensi Kendaraan Listrik Menguat, BRI Finance Perbesar Pembiayaan Ramah Lingkungan

    • calendar_month Minggu, 13 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 39
    • 0Komentar

    Jakarta, 10 September 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) terus memperkuat kontribusinya dalam pengembangan pembiayaan berkelanjutan melalui penyaluran pembiayaan kendaraan ramah lingkungan, khususnya kendaraan listrik. Segmen ini dinilai memiliki prospek seiring berkembangnya ekosistem kendaraan rendah emisi di Indonesia. Hingga saat ini, penyaluran pembiayaan kendaraan ramah lingkungan BRI Finance meningkat sekitar 14,8 kali lipat […]

  • Danantara Housing Expo 2026, BP Tapera Dorong MBR Manfaatkan Akses Rumah Subsidi

    Danantara Housing Expo 2026, BP Tapera Dorong MBR Manfaatkan Akses Rumah Subsidi

    • calendar_month Senin, 31 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 40
    • 0Komentar

    “Danantara Housing Expo tidak hanya menjadi tempat untuk menawarkan rumah, tetapi menjadi platform yang mempertemukan masyarakat, pengembang, perbankan, dan berbagai pelaku industri dalam satu ekosistem perumahan,” ujar Maruarar.Ia menyebut dukungan Kredit Program Perumahan tahun ini mencapai Rp50 triliun. Pemerintah juga meningkatkan kuota FLPP menjadi 350 ribu unit. TANGERANG, 27 Agustus 2026 — Danantara Housing Expo […]

  • Prospek Emas Masih Positif, XAU/USD Berpeluang Menguat ke Area .386 pada Pekan Depan

    Prospek Emas Masih Positif, XAU/USD Berpeluang Menguat ke Area $5.386 pada Pekan Depan

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 77
    • 0Komentar

    Pergerakan harga emas dunia diperkirakan masih akan melanjutkan kecenderungan menguat pada perdagangan pekan depan, didukung oleh kombinasi faktor teknikal dan fundamental yang masih berpihak pada aset safe-haven tersebut. Berdasarkan kajian Dupoin Futures, analis Andy Nugraha menyampaikan bahwa tren emas pada timeframe H4 masih menunjukkan arah bullish yang jelas, tercermin dari kemampuan harga bertahan stabil di […]

  • Teknologi Drone Multispektral Dukung Pertanian Presisi di Indonesia

    Teknologi Drone Multispektral Dukung Pertanian Presisi di Indonesia

    • calendar_month Minggu, 18 Jan 2026
    • account_circle editor News
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Pemanfaatan teknologi drone multispektral semakin relevan dalam mendukung pengelolaan pertanian dan perkebunan di Indonesia, yang memiliki wilayah luas serta karakter lahan yang beragam. Teknologi multispektral memungkinkan pemantauan kondisi tanaman dilakukan secara lebih cepat, akurat, dan berbasis data. Di Indonesia, Halo Robotics menyediakan solusi pemantauan berbasis drone multispektral menggunakan DJI Mavic 3 Multispectral (M3M). Drone ini […]

expand_less