Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Harga Emas Sulit Bangkit, Tren Turun Masih Mendominasi

Harga Emas Sulit Bangkit, Tren Turun Masih Mendominasi

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
  • visibility 38
  • comment 0 komentar

Harga emas dunia pada perdagangan hari Jumat (24/4) diperkirakan masih akan bergerak dalam tekanan, seiring sinyal pelemahan yang cukup kuat dari sisi teknikal serta dukungan faktor fundamental yang belum berpihak pada penguatan. Dupoin Futures melalui analisnya, Geraldo Kofit, menilai bahwa pergerakan XAU/USD dalam jangka pendek masih berada dalam tren turun, dengan potensi penurunan lanjutan yang perlu diwaspadai pelaku pasar.

Secara teknikal, harga emas saat ini masih tertahan di bawah indikator Moving Average 21 dan 34. Kedua indikator tersebut berfungsi sebagai resistance dinamis yang belum berhasil ditembus oleh harga. Kondisi ini mencerminkan bahwa tekanan jual di pasar masih cukup dominan, sehingga peluang untuk kembali melemah masih terbuka.

Selain itu, pola pergerakan harga juga menunjukkan terbentuknya formasi bearish pennant, yang umumnya menjadi sinyal kelanjutan tren turun. Pola ini biasanya muncul setelah fase penurunan yang cukup tajam dan menandakan bahwa pasar sedang bersiap untuk melanjutkan pelemahan. Dengan adanya sinyal ini, arah pergerakan harga emas dalam jangka pendek masih cenderung negatif.

Dalam proyeksi pergerakannya, harga emas diperkirakan berpotensi turun menuju area support terdekat di kisaran 4.668. Level ini menjadi titik penting yang akan diuji oleh pasar dalam waktu dekat. Jika tekanan jual masih berlanjut dan level tersebut tidak mampu menahan penurunan, maka harga berpotensi melanjutkan pelemahan ke level berikutnya di sekitar 4.644.

Meski demikian, area support tersebut juga berpotensi menjadi titik penahan sementara yang dapat memicu pergerakan konsolidasi atau bahkan rebound jangka pendek. Oleh karena itu, respons harga di area tersebut akan menjadi kunci dalam menentukan arah pergerakan selanjutnya.

Dari sisi fundamental, tekanan terhadap harga emas masih dipengaruhi oleh penguatan dolar Amerika Serikat. Ketika nilai dolar meningkat, harga emas cenderung mengalami tekanan karena menjadi lebih mahal bagi investor global. Hal ini membuat permintaan terhadap emas cenderung menurun dalam jangka pendek.

Selain itu, kebijakan moneter Amerika Serikat yang masih mempertahankan suku bunga pada level tinggi juga menjadi faktor utama yang membebani harga emas. Suku bunga yang tinggi membuat instrumen investasi berbasis imbal hasil seperti obligasi menjadi lebih menarik dibandingkan emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS juga memperkuat tekanan tersebut. Dalam kondisi yield yang meningkat, biaya peluang untuk memegang emas menjadi lebih tinggi, sehingga investor cenderung mengalihkan dana ke aset yang menawarkan imbal hasil lebih besar.

Di sisi lain, kondisi pasar global yang relatif stabil turut mengurangi minat investor terhadap emas sebagai aset safe haven. Ketika sentimen pasar berada dalam kondisi positif atau risk-on, investor biasanya lebih memilih aset berisiko yang memberikan potensi keuntungan lebih tinggi, sehingga permintaan terhadap emas menurun.

Secara keseluruhan, kombinasi faktor teknikal dan fundamental tersebut membuat prospek harga emas dalam jangka pendek masih cenderung lemah. Selama harga belum mampu menembus area resistance penting, tekanan penurunan diperkirakan masih akan mendominasi pergerakan pasar.

Namun demikian, pelaku pasar tetap perlu mencermati perkembangan global yang dapat memengaruhi arah harga. Perubahan sentimen secara tiba-tiba, baik dari data ekonomi maupun faktor geopolitik, dapat memicu volatilitas yang cukup tinggi.

Dengan kondisi tersebut, investor disarankan untuk tetap berhati-hati dan fokus pada level-level penting yang menjadi acuan pergerakan harga. Pendekatan yang disiplin dan berbasis analisis dinilai penting untuk menghadapi pasar yang masih bergerak dinamis.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • KAI Logistik Perkuat Keselamatan Operasional melalui Implementasi Dashcam Berbasis AI pada Armada Trucking

    KAI Logistik Perkuat Keselamatan Operasional melalui Implementasi Dashcam Berbasis AI pada Armada Trucking

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 59
    • 0Komentar

    KAI Logistik, anak usaha PT Kereta Api Indonesia (Persero), resmi mengimplementasikan teknologi dashcam berbasis Artificial Intelligence (AI) pada armada trucking untuk operasional petikemas. Langkah strategis ini diambil guna memperkuat komitmen perusahaan terhadap keselamatan operasional serta merespons kebutuhan pasar terhadap standar distribusi yang lebih tinggi. Implementasi teknologi ini menjadi bagian dari transformasi digital perusahaan yang berfokus […]

  • Apa yang Membuat Sebuah Bangunan Bertahan Puluhan Tahun? Waringin Megah Percaya Jawabannya adalah Kualitas

    Apa yang Membuat Sebuah Bangunan Bertahan Puluhan Tahun? Waringin Megah Percaya Jawabannya adalah Kualitas

    • calendar_month Senin, 6 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 24
    • 0Komentar

    Yang semakin dibutuhkan adalah bangunan yang mampu memberikan nilai dalam jangka panjang melalui kualitas konstruksi yang konsisten, efisiensi operasional, dan ketahanan terhadap perubahan. Di tengah pertumbuhan pembangunan di Indonesia, tantangan industri konstruksi tidak lagi hanya menyelesaikan proyek tepat waktu atau menekan biaya. Yang semakin dibutuhkan adalah bangunan yang mampu memberikan nilai dalam jangka panjang melalui […]

  • Semangat Berbagi dalam Rangka Idul Adha, BRI Group Distribusikan lebih dari 5000 Hewan Kurban di Berbagai Daerah di Indonesia

    Semangat Berbagi dalam Rangka Idul Adha, BRI Group Distribusikan lebih dari 5000 Hewan Kurban di Berbagai Daerah di Indonesia

    • calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 26
    • 0Komentar

    PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial pada momentum Idul Adha 1447 H/2026. BRI Group mendistribusikan lebih dari 5000 hewan kurban berupa sapi dan kambing/domba yang disalurkan melalui Perusahaan Anak BRI Group, YBM BRILiaN dan Bapekis BRI di seluruh Indonesia. Sebagai […]

  • Sari Delicatessen And Cafe Hadirkan Menu Baru Terinspirasi Dari Cita Rasa Rumah

    Sari Delicatessen And Cafe Hadirkan Menu Baru Terinspirasi Dari Cita Rasa Rumah

    • calendar_month Kamis, 20 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 19
    • 0Komentar

    Jakarta, 10 August 2026 — Sari Delicatessen and Cafe, bagian dari Sari Pacific Jakarta, Autograph Collection, memperkenalkan koleksi hidangan baru yang terinspirasi dari resep dan cita rasa yang telah lama menjadi bagian dari meja makan keluarga Indonesia. Berakar dari tradisi kuliner berbagai daerah dan diwariskan dari generasi ke generasi, setiap hidangan menghadirkan kehangatan masakan rumahan […]

  • Holding Perkebunan Nusantara Dukung Kampus Berbasis Perkebunan, Arya Sandhiyudha Jadi Mahasiswa Angkatan Pertama Magister ITSI

    Holding Perkebunan Nusantara Dukung Kampus Berbasis Perkebunan, Arya Sandhiyudha Jadi Mahasiswa Angkatan Pertama Magister ITSI

    • calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 18
    • 0Komentar

    Medan – Direktur Hubungan Kelembagaan PTPN IV PalmCo, Arya Sandhiyudha, secara resmi mendaftarkan diri sebagai mahasiswa angkatan pertama pada Program Magister (S2) Program Studi Sosial Ekonomi Pertanian, Institut Teknologi Sawit Indonesia (ITSI) untuk Tahun Akademik 2026/2027. Keikutsertaan jajaran direksi Subholding Perkebunan Nusantara ini merupakan bentuk dukungan terhadap program pascasarjana perdana di kampus tersebut, mengingat ITSI […]

  • Ekosistem EV Semakin Berkembang, BRI Finance Perkuat Solusi Pembiayaan Kendaraan Listrik

    Ekosistem EV Semakin Berkembang, BRI Finance Perkuat Solusi Pembiayaan Kendaraan Listrik

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 16
    • 0Komentar

    Jakarta, 22 Juli 2026 – Perkembangan industri kendaraan listrik di Indonesia diperkirakan akan terus berlanjut seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap efisiensi biaya operasional dan mobilitas yang lebih ramah lingkungan. Berbagai faktor, termasuk potensi perubahan harga bahan bakar minyak (BBM), dinilai dapat menjadi salah satu pendorong meningkatnya minat masyarakat untuk beralih ke kendaraan listrik. Corporate Secretary […]

expand_less