Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Harga Emas Tertekan, Risiko Turun ke 4.480 Masih Terbuka

Harga Emas Tertekan, Risiko Turun ke 4.480 Masih Terbuka

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
  • visibility 16
  • comment 0 komentar

Pergerakan harga emas dunia pada perdagangan hari Selasa (28/4) diperkirakan masih berada dalam tekanan, seiring belum adanya sinyal kuat yang menunjukkan kelanjutan tren kenaikan. Dupoin Futures melalui analisnya, Geraldo Kofit, menilai bahwa kondisi pasar saat ini justru mengarah pada potensi pelemahan lanjutan, terutama setelah harga gagal menembus sejumlah level penting di area resistance.

Dari sisi teknikal, harga emas pada timeframe harian terlihat kesulitan untuk melanjutkan kenaikan setelah tertahan di level 4.741 dan kembali gagal menembus resistance kuat di kisaran 4.832. Kegagalan ini menjadi indikasi bahwa dorongan beli mulai melemah dan pasar kehilangan momentum untuk bergerak lebih tinggi.

Dalam kondisi seperti ini, pergerakan harga cenderung beralih ke fase koreksi. Fase ini merupakan bagian normal dari siklus pasar, di mana harga mengalami penurunan sementara setelah sebelumnya mencatat kenaikan yang cukup signifikan. Koreksi tersebut dikenal sebagai secondary trend, yang biasanya terjadi sebelum pasar menentukan arah berikutnya.

Dengan tekanan yang masih dominan, harga emas diperkirakan berpotensi turun menuju area support di sekitar 4.592. Level ini menjadi titik awal yang akan diuji oleh pasar dalam waktu dekat. Jika tekanan jual masih berlanjut dan level tersebut tidak mampu menahan penurunan, maka harga berpeluang bergerak lebih dalam hingga ke kisaran 4.480.

Meski demikian, area support tersebut tetap menjadi level krusial. Jika harga mampu bertahan, tidak menutup kemungkinan terjadi pergerakan konsolidasi atau bahkan pantulan sementara sebelum arah selanjutnya terbentuk. Oleh karena itu, pelaku pasar perlu mencermati respons harga di area tersebut.

Dari sisi fundamental, tekanan terhadap emas masih dipengaruhi oleh penguatan dolar Amerika Serikat. Dalam kondisi dolar yang kuat, harga emas cenderung melemah karena menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lain. Hal ini berdampak pada menurunnya permintaan global terhadap emas.

Selain itu, kebijakan suku bunga tinggi yang masih dipertahankan oleh Federal Reserve juga menjadi faktor utama yang menekan harga emas. Tingginya suku bunga membuat instrumen investasi berbasis imbal hasil seperti obligasi menjadi lebih menarik dibandingkan emas yang tidak memberikan bunga.

Kondisi ini diperkuat oleh imbal hasil obligasi pemerintah AS yang masih berada di level tinggi. Ketika yield meningkat, investor cenderung memindahkan dana mereka ke aset yang memberikan keuntungan tetap, sehingga minat terhadap emas berkurang.

Di sisi lain, situasi pasar global yang relatif stabil juga ikut menekan harga emas. Dalam kondisi pasar yang cenderung positif atau risk-on, investor biasanya lebih memilih aset berisiko dengan potensi imbal hasil lebih tinggi, sehingga permintaan terhadap aset safe haven seperti emas menjadi berkurang.

Secara keseluruhan, kombinasi faktor teknikal dan fundamental tersebut membuat prospek harga emas dalam jangka pendek masih cenderung negatif. Selama harga belum mampu kembali menembus area resistance penting, tekanan penurunan diperkirakan masih akan mendominasi pergerakan.

Meski demikian, pelaku pasar tetap perlu memperhatikan perkembangan global yang dapat memengaruhi arah harga. Perubahan sentimen yang terjadi secara tiba-tiba, baik dari data ekonomi maupun faktor geopolitik, dapat memicu pergerakan yang cukup signifikan.

Dengan kondisi pasar yang masih dinamis, investor disarankan untuk tetap berhati-hati dan fokus pada level-level penting sebagai acuan. Pendekatan yang disiplin dan berbasis analisis dinilai menjadi kunci untuk menghadapi volatilitas harga emas saat ini.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • AssistX Ajukan Paten AI, Langkah Baru Menuju Kedaulatan Teknologi Indonesia

    AssistX Ajukan Paten AI, Langkah Baru Menuju Kedaulatan Teknologi Indonesia

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 31
    • 0Komentar

    AssistX resmi mengumumkan pengajuan paten untuk teknologi AI inovasi anak bangsa, sekaligus membuktikan bahwa talenta lokal siap bersaing di level global. Di tengah meningkatnya kebutuhan akan kemandirian teknologi nasional, perusahaan teknologi AssistX tengah mengawal proses pengajuan paten untuk sejumlah inovasi berbasis Artificial Intelligence (AI) yang dikembangkan secara mandiri AssistX resmi mengajukan paten untuk empat inovasi Artificial […]

  • MIND ID Perkuat Keunggulan Kompetitif Industri, Melalui Ekosistem Industri EV Battery di Karawang

    MIND ID Perkuat Keunggulan Kompetitif Industri, Melalui Ekosistem Industri EV Battery di Karawang

    • calendar_month Sabtu, 18 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 23
    • 0Komentar

    Holding Industri Pertambangan MIND ID konsisten meningkatkan nilai tambah mineral Indonesia untuk memperkuat peran industri dalam penguatan ekonomi nasional. Melalui pengembangan Ekosistem Industri EV Battery di Karawang, MIND ID mengoptimalkan keunggulan komparatif sektor tambang menjadi keunggulan kompetitif industri. Indonesia memiliki pasokan mineral strategis yang besar, mulai dari nikel, kobalt, mangan, bauksit, tembaga, dan batu bara, […]

  • Menghubungkan Perjalanan dan Kesehatan: Wellness Tourism Jepang,  Program Baru Hasil Kolaborasi dengan Permata Bank dan ReM CLINIC Ginza

    Menghubungkan Perjalanan dan Kesehatan: Wellness Tourism Jepang, Program Baru Hasil Kolaborasi dengan Permata Bank dan ReM CLINIC Ginza

    • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 49
    • 0Komentar

    PT. HARUM INDAH SARI TOURS & TRAVEL (HIS Tours and Travel), melalui kerja sama dengan PT Bank Permata, Tbk., salah satu lembaga keuangan terkemuka di Indonesia, serta ReM CLINIC Ginza yang berbasis di Tokyo, Jepang, akan meluncurkan “Program Promosi Wellness Tourism” yang memadukan layanan wellness berkualitas tinggi dari Jepang dengan layanan wisata. Seiring dengan meningkatnya […]

  • Besi UNP untuk Gudang: Salah Ukuran Bisa Berisiko Besar

    Besi UNP untuk Gudang: Salah Ukuran Bisa Berisiko Besar

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 51
    • 0Komentar

    Membangun gudang bukan sekadar mendirikan bangunan beratap luas. Di dalamnya ada beban barang, pergerakan forklift, getaran, bahkan potensi penambahan rak atau mezzanine di masa depan. Di sinilah Besi UNP sering digunakan sebagai balok anak, rangka sekunder, hingga struktur pendukung atap. Masalahnya, banyak proyek memilih ukuran UNP hanya berdasarkan harga bukan berdasarkan kebutuhan struktur. Dan ketika […]

  • Prediksi Semakin Akurat, Tapi Keputusan Masih Sulit: Ini Sorotan Prof. Tuga Mauritsius dalam Pengukuhan Guru Besar di BINUS University

    Prediksi Semakin Akurat, Tapi Keputusan Masih Sulit: Ini Sorotan Prof. Tuga Mauritsius dalam Pengukuhan Guru Besar di BINUS University

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 18
    • 0Komentar

    Di tengah pesatnya perkembangan teknologi analitik dan kecerdasan buatan, banyak organisasi masih menghadapi tantangan mendasar: bagaimana menerjemahkan insight berbasis data menjadi keputusan yang tepat dan berdampak. Ketika kemampuan prediksi semakin canggih, proses pengambilan keputusan justru tidak selalu menjadi lebih pasti. Menjawab tantangan ini, BINUS University kembali menegaskan komitmennya dalam pengembangan keilmuan melalui pengukuhan Guru Besar. BINUS University […]

  • Strategi Baru OpenAI: Efisiensi vs Inovasi, Apa Dampaknya ke Saham Teknologi?

    Strategi Baru OpenAI: Efisiensi vs Inovasi, Apa Dampaknya ke Saham Teknologi?

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 27
    • 0Komentar

    Perusahaan kecerdasan buatan OpenAI dikabarkan mulai mengurangi fokus terhadap pengembangan model video AI mereka, Sora. Langkah ini dinilai sebagai bagian dari penyesuaian strategi yang lebih luas di tengah meningkatnya kompetisi dan kebutuhan efisiensi dalam pengembangan teknologi AI generatif. Sora sebelumnya diperkenalkan sebagai model AI yang mampu menghasilkan video realistis dari teks, menarik perhatian besar dari […]

expand_less