Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Harga Emas Tertekan, Risiko Turun ke 4.480 Masih Terbuka

Harga Emas Tertekan, Risiko Turun ke 4.480 Masih Terbuka

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
  • visibility 58
  • comment 0 komentar

Pergerakan harga emas dunia pada perdagangan hari Selasa (28/4) diperkirakan masih berada dalam tekanan, seiring belum adanya sinyal kuat yang menunjukkan kelanjutan tren kenaikan. Dupoin Futures melalui analisnya, Geraldo Kofit, menilai bahwa kondisi pasar saat ini justru mengarah pada potensi pelemahan lanjutan, terutama setelah harga gagal menembus sejumlah level penting di area resistance.

Dari sisi teknikal, harga emas pada timeframe harian terlihat kesulitan untuk melanjutkan kenaikan setelah tertahan di level 4.741 dan kembali gagal menembus resistance kuat di kisaran 4.832. Kegagalan ini menjadi indikasi bahwa dorongan beli mulai melemah dan pasar kehilangan momentum untuk bergerak lebih tinggi.

Dalam kondisi seperti ini, pergerakan harga cenderung beralih ke fase koreksi. Fase ini merupakan bagian normal dari siklus pasar, di mana harga mengalami penurunan sementara setelah sebelumnya mencatat kenaikan yang cukup signifikan. Koreksi tersebut dikenal sebagai secondary trend, yang biasanya terjadi sebelum pasar menentukan arah berikutnya.

Dengan tekanan yang masih dominan, harga emas diperkirakan berpotensi turun menuju area support di sekitar 4.592. Level ini menjadi titik awal yang akan diuji oleh pasar dalam waktu dekat. Jika tekanan jual masih berlanjut dan level tersebut tidak mampu menahan penurunan, maka harga berpeluang bergerak lebih dalam hingga ke kisaran 4.480.

Meski demikian, area support tersebut tetap menjadi level krusial. Jika harga mampu bertahan, tidak menutup kemungkinan terjadi pergerakan konsolidasi atau bahkan pantulan sementara sebelum arah selanjutnya terbentuk. Oleh karena itu, pelaku pasar perlu mencermati respons harga di area tersebut.

Dari sisi fundamental, tekanan terhadap emas masih dipengaruhi oleh penguatan dolar Amerika Serikat. Dalam kondisi dolar yang kuat, harga emas cenderung melemah karena menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lain. Hal ini berdampak pada menurunnya permintaan global terhadap emas.

Selain itu, kebijakan suku bunga tinggi yang masih dipertahankan oleh Federal Reserve juga menjadi faktor utama yang menekan harga emas. Tingginya suku bunga membuat instrumen investasi berbasis imbal hasil seperti obligasi menjadi lebih menarik dibandingkan emas yang tidak memberikan bunga.

Kondisi ini diperkuat oleh imbal hasil obligasi pemerintah AS yang masih berada di level tinggi. Ketika yield meningkat, investor cenderung memindahkan dana mereka ke aset yang memberikan keuntungan tetap, sehingga minat terhadap emas berkurang.

Di sisi lain, situasi pasar global yang relatif stabil juga ikut menekan harga emas. Dalam kondisi pasar yang cenderung positif atau risk-on, investor biasanya lebih memilih aset berisiko dengan potensi imbal hasil lebih tinggi, sehingga permintaan terhadap aset safe haven seperti emas menjadi berkurang.

Secara keseluruhan, kombinasi faktor teknikal dan fundamental tersebut membuat prospek harga emas dalam jangka pendek masih cenderung negatif. Selama harga belum mampu kembali menembus area resistance penting, tekanan penurunan diperkirakan masih akan mendominasi pergerakan.

Meski demikian, pelaku pasar tetap perlu memperhatikan perkembangan global yang dapat memengaruhi arah harga. Perubahan sentimen yang terjadi secara tiba-tiba, baik dari data ekonomi maupun faktor geopolitik, dapat memicu pergerakan yang cukup signifikan.

Dengan kondisi pasar yang masih dinamis, investor disarankan untuk tetap berhati-hati dan fokus pada level-level penting sebagai acuan. Pendekatan yang disiplin dan berbasis analisis dinilai menjadi kunci untuk menghadapi volatilitas harga emas saat ini.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tebar Kebaikan di Bulan Ramadan, BRI Finance dan BAZNAS Jakarta Selatan Bagikan Takjil bagi Komuter

    Tebar Kebaikan di Bulan Ramadan, BRI Finance dan BAZNAS Jakarta Selatan Bagikan Takjil bagi Komuter

    • calendar_month Minggu, 8 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 80
    • 0Komentar

    Jakarta, 6 Maret 2026 – Menjelang waktu berbuka puasa di bulan Ramadan, momen berbagi takjil kerap menjadi tradisi yang dinantikan masyarakat. Takjil, yang identik dengan hidangan ringan untuk membatalkan puasa, tidak hanya sekadar makanan pembuka saat azan magrib berkumandang, tetapi juga mencerminkan nilai kebersamaan dan kepedulian sosial yang kuat dalam budaya Ramadan di Indonesia. Di […]

  • Fakultas Hukum UB Sinergi dengan Rusia, Perkuat Kerja Sama Pendidikan Hukum dan Teknologi

    Fakultas Hukum UB Sinergi dengan Rusia, Perkuat Kerja Sama Pendidikan Hukum dan Teknologi

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 50
    • 0Komentar

    Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (FH UB) terus memperkuat jejaring internasional melalui sinergi strategis dengan empat institusi penting di Rusia, yaitu kementerian luar negeri Rusia urusan pendidikan asing, Institute RUDN University, Perusahaan Teknologi Rusia Positive Technology, dan Innopolis University. Langkah ini merupakan bagian dari upaya FH UB memperkuat internasionalisasi pendidikan hukum sekaligus merespons perkembangan teknologi global […]

  • Di Tengah Tekanan Pasar, KRAS Jadi Saham Menarik Pilihan Investor

    Di Tengah Tekanan Pasar, KRAS Jadi Saham Menarik Pilihan Investor

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 67
    • 0Komentar

    Di tengah tekanan pasar yang terjadi pada penutupan perdagangan 2 April 2026, ketika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah dan mayoritas sektor industri bergerak turun, saham PT Krakatau Steel (Persero) Tbk atau KRAS justru mencatatkan penguatan Menyikapi fenomena tersebut, analis pasar modal Dr. Riska Afriani mengatakan, investor memang akan memilih saham-saham yang dinilai menarik dan […]

  • Hisense Hadirkan True-to-Life Color, Kenyamanan Mata, dan Hiburan Imersif di IFA 2026

    Hisense Hadirkan True-to-Life Color, Kenyamanan Mata, dan Hiburan Imersif di IFA 2026

    • calendar_month Sabtu, 12 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 32
    • 0Komentar

    Hisense sebagai merek elektronik konsumen dan peralatan rumah tangga global, menampilkan inovasi terbaru dalam teknologi layar, laser, dan audio di IFA 2026. Mengusung tema “Innovating a Brighter Life”, berbagai inovasi tersebut memadukan kualitas gambar yang hidup, kenyamanan menonton, dan suara imersif untuk menghadirkan pengalaman hiburan di rumah yang lebih menyenangkan BERLIN, Jerman, 4 September 2026 […]

  • BRI Region 6/Jakarta 1 Rutin Gelar Pengajian Jumat Pagi, Perkuat Nilai Spiritual dan Kebersamaan Pekerja

    BRI Region 6/Jakarta 1 Rutin Gelar Pengajian Jumat Pagi, Perkuat Nilai Spiritual dan Kebersamaan Pekerja

    • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 82
    • 0Komentar

    Dalam upaya memperkuat nilai spiritual serta membangun kebersamaan di lingkungan kerja, BRI Region 6/Jakarta 1 secara konsisten melaksanakan kegiatan pengajian rutin setiap hari Jumat pagi sebelum memulai aktivitas bekerja. Kegiatan ini dilaksanakan di JackOne Hall, Gedung BRI Region 6, dan diikuti oleh seluruh pekerja BRI Region 6 yang beragama Islam. Pengajian rutin tersebut menjadi salah […]

  • Bank Raya Perkuat Inklusi Keuangan Digital, Raih Best Bank Awards 2026

    Bank Raya Perkuat Inklusi Keuangan Digital, Raih Best Bank Awards 2026

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 40
    • 0Komentar

    Sebagai digital attacker BRI Group, Bank Raya kembali menorehkan prestasi melalui inovasi berkelanjutan pada berbagai produk perbankan digitalnya yang mampu menghadirkan solusi pembiayaan digital yang inklusif. Atas komitmen tersebut, Bank Raya meraih penghargaan Best Bank 2026 dari Investor Trust dalam kategori The Social Financing Excellence Award. Sebagai digital attacker BRI Group, Bank Raya kembali menorehkan […]

expand_less