Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Transisi Energi Bersih melalui Perdagangan Karbon PTPN IV PalmCo

Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Transisi Energi Bersih melalui Perdagangan Karbon PTPN IV PalmCo

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
  • visibility 14
  • comment 0 komentar

JAKARTA – Partisipasi masyarakat dalam perdagangan karbon menunjukkan tren meningkat sepanjang 2025. Melalui platform IDX Carbon dan PTPN Carbon Hub, publik tercatat telah menyerap 5.202 ton setara karbon dioksida (tonCO₂e) dari proyek energi terbarukan milik PTPN IV PalmCo, Subholding Perkebunan Nusantara.

Data perusahaan menunjukkan volume serapan tersebut berasal dari 335 transaksi yang dilakukan individu maupun entitas bisnis sejak pencatatan perdana di Bursa Karbon Indonesia pada 20 Mei 2025. Adapun transaksi pembelian riil pertama berlangsung pada 29 Juli 2025 dan pencatatan akumulatif ditutup pada 31 Desember 2025.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K Santosa mengatakan, tren tersebut mencerminkan meningkatnya kesadaran publik untuk terlibat langsung dalam upaya pengurangan emisi. “Dulu isu perdagangan karbon identik dengan korporasi besar. Sekarang masyarakat juga mulai mengambil peran dalam menyeimbangkan jejak karbon dari aktivitas sehari-hari,” ungkap Jatmiko dalam keterangannya, Rabu (13/5/2026).

Menurut dia, seluruh unit karbon yang diperdagangkan melalui platform tersebut berasal dari proyek yang telah terverifikasi dan memiliki basis operasional nyata di lapangan. Dua proyek utama yang menjadi sumber kredit karbon ialah pemanfaatan limbah cair kelapa sawit atau palm oil mill effluent (POME) pada fasilitas Biogas Co-Firing di Pabrik Kelapa Sawit Lubuk Dalam, Riau, serta Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) Sei Mangkei, Sumatera Utara.

Proyek tersebut memanfaatkan gas metana dari limbah cair sawit untuk diolah menjadi energi baru terbarukan. Selain menekan emisi gas rumah kaca, skema ini juga dinilai memperkuat praktik ekonomi sirkular di sektor perkebunan sawit.

Berdasarkan data perusahaan, dari total 5.202 tonCO₂e yang telah diserap publik, sebanyak 2.111 tonCO₂e telah resmi di-offset melalui Sistem Registri Nasional (SRN). Proses offset dilakukan secara bertahap dengan fasilitasi PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) sebagai pengelola platform serta dukungan Pertamina New & Renewable Energy.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebelumnya juga memasukkan proyek biogas milik PTPN IV PalmCo sebagai salah satu aksi mitigasi yang mendukung target Nationally Determined Contribution (NDC) Indonesia dan diperdagangkan melalui Bursa Karbon.

Jatmiko menilai capaian tersebut menjadi indikator bahwa mekanisme perdagangan karbon mulai diterima publik karena dinilai lebih transparan dan mudah diakses. “Setiap unit karbon yang dibeli memiliki underlying project yang jelas. Masyarakat bisa mengetahui langsung sumber pengurangan emisinya sehingga kepercayaan terhadap mekanisme ini ikut tumbuh,” katanya.

Secara teknis, volume serapan emisi sebesar 5.202 tonCO₂e disebut setara dengan penanaman dan pemeliharaan sekitar 86.000 bibit pohon selama 10 tahun. Nilai itu juga ekuivalen dengan pengurangan emisi dari sekitar 1.130 mobil penumpang dalam satu tahun.

Sejumlah partisipan mengaku mulai melihat offset karbon sebagai bagian dari tanggung jawab pribadi terhadap lingkungan. M Ansori Nasution, salah satu pembeli kredit karbon ritel, mengatakan akses pembelian yang terhubung langsung dengan proyek energi terbarukan membuat masyarakat lebih yakin terhadap dampak nyata yang dihasilkan. “Sebagai individu, ada kesadaran untuk ikut menyeimbangkan jejak karbon. Yang penting, proyeknya jelas dan memang menghasilkan pengurangan emisi,” sebut Ansori.

Pandangan serupa disampaikan Devanda Faiqh Albyn. Menurut dia, generasi muda mulai memandang keterlibatan dalam perdagangan karbon sebagai bentuk investasi lingkungan jangka panjang. “Isu perubahan iklim sekarang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Ketika ada instrumen yang memungkinkan publik ikut mendukung proyek energi bersih secara langsung, tentu itu menjadi hal positif,” katanya.

Pemerintah menargetkan pencapaian Net Zero Emission (NZE) pada 2050. Dalam konteks tersebut, keterlibatan sektor perkebunan dan energi terbarukan diproyeksikan menjadi salah satu penopang penting transisi menuju ekonomi rendah karbon di Indonesia.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Panduan Lengkap Pengiriman Paket ke Luar Negeri untuk Pemula

    Panduan Lengkap Pengiriman Paket ke Luar Negeri untuk Pemula

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • account_circle Vrit Time
    • visibility 52
    • 0Komentar

    Dukungan konsultasi dari pihak ekspedisi menjadi sangat membantu, terutama bagi pemula yang belum familiar dengan prosedur ekspor. Pada dasarnya, siapa pun kini bisa mengirim paket ke luar negeri dengan percaya diri. Asalkan Anda memahami regulasi negara tujuan, memilih layanan yang tepat, serta menyiapkan dokumen dan packing sesuai standar, proses pengiriman dapat berjalan lancar. Panduan Lengkap […]

  • SUCOFINDO Perkuat Komitmen Tata Kelola Berstandar Internasional, Raih Bronze Award Australasian Reporting Awards

    SUCOFINDO Perkuat Komitmen Tata Kelola Berstandar Internasional, Raih Bronze Award Australasian Reporting Awards

    • calendar_month Senin, 6 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 6
    • 0Komentar

    Sydney, 30 Juni 2026 – Laporan Tahunan PT SUCOFINDO (PERSERO) Tahun Buku 2024 meraih Bronze Award pada 2026 Australasian Reporting Awards (ARA) kategori General Award. Penghargaan tersebut menjadi pengakuan internasional atas kualitas pelaporan korporasi SUCOFINDO yang mengedepankan transparansi, akuntabilitas, serta penerapan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG). Australasian Reporting Awards (ARA) merupakan ajang […]

  • School of Computer Science BINUS University dan MAPID Perkuat Kolaborasi Strategis untuk Dorong Inovasi Geospasial dan Artificial Intelligence di Indonesia

    School of Computer Science BINUS University dan MAPID Perkuat Kolaborasi Strategis untuk Dorong Inovasi Geospasial dan Artificial Intelligence di Indonesia

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 13
    • 0Komentar

    Jakarta, 06 Mei 2026 – Di tengah era transformasi digital yang semakin ditentukan oleh kekuatan data, teknologi geospasial dan artificial intelligence (AI) menjadi dua elemen strategis yang memainkan peran penting dalam berbagai sektor industri. Mulai dari perencanaan kota, logistik, agrikultur, ekonomi digital, mitigasi bencana, hingga pengembangan smart city, kebutuhan terhadap talenta digital yang mampu memahami […]

  • Lobi Cerdas Gubernur Yulius Selvanus Berbuah Manis, Ribuan Buffer Stock Bernilai Miliaran Tiba di Sulut

    Lobi Cerdas Gubernur Yulius Selvanus Berbuah Manis, Ribuan Buffer Stock Bernilai Miliaran Tiba di Sulut

    • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
    • account_circle redaktur reputasi
    • visibility 136
    • 0Komentar

    Manado, ReputasiPlus.com – Strategi diplomasi tingkat tinggi kembali ditunjukkan Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE, yang berhasil memastikan penambahan buffer stock logistik kebencanaan dalam jumlah besar dari pemerintah pusat. Langkah taktis Gubernur Yulius dalam menjalin komunikasi intensif dengan Kementerian Sosial RI membuahkan hasil konkret: ribuan satuan bantuan tanggap darurat, bernilai miliaran rupiah, resmi tiba dan diturunkan di […]

  • Di Asian Telecom Summit 2026, MyRepublic Air Jadi Benchmark Asia Tenggara untuk Implementasi FWA

    Di Asian Telecom Summit 2026, MyRepublic Air Jadi Benchmark Asia Tenggara untuk Implementasi FWA

    • calendar_month Sabtu, 28 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 49
    • 0Komentar

    MyRepublic Air, tekonologi Fixed Wireless Access (FWA) dari MyRepublic Indonesia akan menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan industri telekomunikasi Asia Tenggara. Chief Executive Officer MyRepublic Indonesia, Timotius Max Sulaiman, menegaskan bahwa Fixed Wireless Access (FWA) akan menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan industri telekomunikasi Asia Tenggara dalam forum Asian Telecom Summit 2026, Singapura. Dalam sesi […]

  • Tingkatkan Kenyamanan Pengguna, LRT Jabodetabek Lakukan Uji Coba tambah Frekuensi Perjalanan di Jam Sibuk Pagi Mulai 8 Juni 2026.

    Tingkatkan Kenyamanan Pengguna, LRT Jabodetabek Lakukan Uji Coba tambah Frekuensi Perjalanan di Jam Sibuk Pagi Mulai 8 Juni 2026.

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 6
    • 0Komentar

    KAI akan uji coba Kereta Luar Biasa tambahan frekuensi LRT Jabodebek pada Senin 8/6–Jumat 12/6 di jam sibuk pagi. Relasi Jatimulya–Dukuh Atas BSI ditambah pukul 07.14 WIB di sela jadwal 07.08 dan 07.16 WIB. Relasi Harjamukti–Dukuh Atas BSI ditambah pukul 07.24 WIB di sela 07.22 dan 07.30 WIB. Langkah ini merespons tingginya volume penumpang 06.00–08.00 […]

expand_less