Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Ikatan Indonesia–India yang Tak Terpisahkan

Ikatan Indonesia–India yang Tak Terpisahkan

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026
  • visibility 14
  • comment 0 komentar

Oleh Ashish Bharadwaj* dan Manjeet Kripalani**

Jakarta — India dan Indonesia dipisahkan oleh Samudra Hindia, tetapi dipersatukan oleh sejarah, budaya, perdagangan, dan nilai-nilai yang sama. Hubungan kedua negara tidak pernah semata-mata dibangun melalui perdagangan atau perjanjian diplomatik, melainkan tumbuh dari penghormatan terhadap keberagaman, toleransi, dan persahabatan yang telah terjalin selama berabad-abad. Kini, ada satu dimensi baru yang perlu mendapat perhatian lebih besar, yakni pendidikan tinggi dan riset sebagai jembatan strategis yang akan memperkuat hubungan kedua negara di masa depan.

Hal ini menjadi semakin penting di tengah perubahan geopolitik dan pesatnya perkembangan teknologi. India dan Indonesia merupakan dua negara berkembang yang tengah bertransformasi menjadi kekuatan menengah (middle powers) dengan potensi besar untuk memainkan peran yang lebih menentukan dalam tatanan global. Agar mampu memanfaatkan momentum tersebut, keduanya perlu berinvestasi bukan hanya pada infrastruktur fisik dan ekonomi, tetapi juga pada ilmu pengetahuan, inovasi, dan pengembangan sumber daya manusia.

Perjalanan pembangunan India dan Indonesia memiliki banyak kesamaan. Rata-rata usia penduduk India sekitar 29 tahun, sementara Indonesia 31 tahun. Secara bersama-sama, kedua negara mewakili hampir seperlima populasi dunia. Keduanya juga termasuk masyarakat yang sangat terkoneksi secara digital. Kawasan Asia-Pasifik merupakan pengguna media sosial terbesar di dunia, dengan India dan Indonesia menjadi dua negara yang paling aktif memanfaatkan berbagai platform seperti Facebook, WhatsApp, X, dan YouTube, baik untuk kebutuhan sehari-hari maupun dalam situasi darurat. Bonus demografi yang besar ini menghadirkan peluang sekaligus tantangan, yakni bagaimana memastikan generasi mudanya memperoleh pendidikan yang lebih baik, kesempatan ekonomi yang lebih luas, dan kualitas hidup yang semakin tinggi sebelum momentum tersebut berlalu.

Selama bertahun-tahun, kedua negara mengandalkan sistem pendidikan tinggi dan model penelitian yang banyak mengacu pada Barat. Namun, model tersebut kini menghadapi berbagai keterbatasan, baik dari sisi pendanaan maupun relevansinya terhadap tantangan masa depan. Seiring semakin memudarnya warisan kolonial dan hadirnya generasi baru yang tumbuh bersama teknologi, menjadi wajar apabila pemerintah India dan Indonesia mulai memberikan perhatian yang jauh lebih besar pada pembangunan kapasitas riset dan inovasi di bidang-bidang yang mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Indonesia telah mengambil langkah penting melalui pembentukan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) pada 2010 dengan dana abadi sekitar 10 miliar dolar AS untuk mendukung pendidikan tinggi, penelitian, dan beasiswa. Pada 2023, lebih dari 35.500 penerima manfaat memperoleh dukungan dari program tersebut. Di sisi lain, India melalui National Education Policy 2020 membentuk National Research Foundation (Anusandhan) yang mulai beroperasi pada 2023 dengan dana sekitar 14,5 miliar dolar AS untuk memperkuat riset dan inovasi di berbagai perguruan tinggi.

Salah satu mekanisme kerja sama yang telah terbukti efektif sepanjang sejarah adalah kemitraan antar lembaga pendidikan dan riset. Ilmu pengetahuan berkembang melalui kolaborasi, bukan kompetisi. Karena itu, hubungan akademik antara India dan Indonesia seharusnya menjadi salah satu prioritas utama dalam memperkuat kemitraan strategis kedua negara.

Sayangnya, kondisi saat ini masih jauh dari ideal. India mengalokasikan sekitar 56 miliar dolar AS untuk pendidikan tinggi pada 2025, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Indonesia sendiri menganggarkan sekitar 43 miliar dolar AS untuk sektor pendidikan, dengan sekitar 11 persen dialokasikan bagi program beasiswa, penelitian, dan pengembangan sumber daya manusia.

Namun, keterhubungan kedua sistem pendidikan masih sangat terbatas. Australia, Amerika Serikat, Jepang, dan Jerman masih menjadi tujuan utama mahasiswa Indonesia yang melanjutkan studi ke luar negeri. India bahkan belum menjadi salah satu destinasi pilihan. Pada 2022, hanya sekitar 115 mahasiswa Indonesia yang belajar di India, sementara jumlah mahasiswa India yang menempuh pendidikan tinggi maupun riset di Indonesia bahkan kurang dari sepuluh orang.

Padahal, dari sudut pandang ekonomi, kerja sama pendidikan memberikan manfaat jangka panjang yang sangat besar. Investasi di bidang pendidikan menghasilkan peningkatan produktivitas, mendorong pertumbuhan pendapatan, memperbaiki distribusi kesejahteraan, serta menciptakan lingkungan sosial ekonomi yang lebih baik bagi kedua negara.

Apabila abad ke-21 benar-benar akan menjadi Abad Asia, maka dua demokrasi terbesar di kawasan ini harus memperbanyak kemitraan akademik, membangun lebih banyak jembatan riset, dan membuka kesempatan yang lebih luas bagi mahasiswa serta peneliti untuk belajar dan berinovasi bersama.

India dan Indonesia pernah menjadi pelopor Konferensi Asia-Afrika di Bandung pada 1955. Pada masa itu, kedua negara berupaya mencari model pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan dan karakter negara-negara yang baru merdeka. Saat itu, keduanya masih menghadapi berbagai tantangan ekonomi, politik, dan sosial. Kini, kondisinya telah jauh berbeda. India dan Indonesia telah berkembang menjadi negara dengan pengaruh ekonomi dan politik yang jauh lebih besar serta mulai memainkan peran aktif dalam membentuk tatanan geopolitik dan ekonomi internasional yang baru.

Untuk menjalankan peran tersebut, kedua negara perlu memperkuat kerja sama antara perguruan tinggi, lembaga riset, serta sektor swasta. Pemerintah India dan Indonesia telah menempatkan banyak tokoh terbaiknya untuk memimpin transformasi di bidang pendidikan dan penelitian. Momentum tersebut perlu dimanfaatkan melalui berbagai bentuk kolaborasi yang lebih konkret.

Universitas-universitas swasta terkemuka di India seperti BITS Pilani, yang dikenal memiliki keunggulan di bidang teknik, riset mutakhir, inovasi teknologi, dan kewirausahaan, dapat menjadi pelopor berbagai proyek penelitian bersama dengan perguruan tinggi di Indonesia. Kerja sama tersebut dapat diwujudkan melalui pertukaran mahasiswa, penyelenggaraan konferensi ilmiah, pengembangan kurikulum baru, hingga penelitian bersama mengenai berbagai isu yang menjadi kepentingan kedua negara.

Peluang kerja sama riset juga sangat luas. Keberhasilan Indonesia dalam menurunkan angka kemiskinan secara drastis selama empat dekade terakhir dapat menjadi bahan pembelajaran penting bagi para ekonom pembangunan dan pembuat kebijakan di negara-negara Global South. Empat puluh tahun lalu, sekitar 74 persen penduduk Indonesia hidup dalam kemiskinan ekstrem. Kini angkanya telah turun menjadi kurang dari dua persen.

Sebaliknya, India memiliki berbagai pengalaman yang dapat dibagikan kepada Indonesia. Industri farmasi India menjadikannya dikenal sebagai “apotek dunia”, sementara infrastruktur digitalnya yang digunakan lebih dari satu miliar orang setiap hari menjadi salah satu sistem digital publik terbesar dan paling canggih yang pernah dibangun. India juga termasuk kelompok kecil negara yang berhasil mengembangkan program antariksa dengan berbagai pencapaian penting.

Karena itu, bidang-bidang seperti farmasi, kesehatan masyarakat, pengentasan kemiskinan, transfer teknologi berbasis kekayaan intelektual, riset antariksa, telekomunikasi, rekayasa semikonduktor, komputasi kuantum, oseanografi, deep technology, perusahaan rintisan berbasis teknologi, hingga kemaritiman seharusnya menjadi bagian dari agenda riset bersama antara India dan Indonesia.

Kerja sama di bidang pendidikan tinggi merupakan awal yang sangat baik untuk mempererat hubungan kedua negara. Ketika perguruan tinggi, mahasiswa, peneliti, dan ilmuwan bekerja bersama pada bidang-bidang yang menjadi kepentingan bersama, hubungan India dan Indonesia akan berkembang jauh melampaui diplomasi dan perdagangan.

Visi baru kerja sama pendidikan dan riset kedua negara dapat dirangkum dalam konsep IND, yaitu Integration, Nimbleness, and Decisiveness atau integrasi, kelincahan, dan ketegasan. IND bukan sekadar singkatan dari India dan Indonesia. Lebih dari itu, IND menandai dimulainya babak baru hubungan kedua negara, ketika pendidikan, penelitian, dan inovasi menjadi fondasi utama bagi kemitraan strategis Indonesia dan India pada masa depan.

*Ashish Bharadwaj adalah Distinguished Fellow for Law and Education di Gateway House.

**Manjeet Kripalani adalah Executive Director Gateway House.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Optimisme di Tengah Kenaikan: Harga ATK Diprediksi Normal Seiring Meredanya Konflik Global

    Optimisme di Tengah Kenaikan: Harga ATK Diprediksi Normal Seiring Meredanya Konflik Global

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 14
    • 0Komentar

    AKARTA, 23 Mei 2026 – Kondisi geopolitik internasional yang tidak menentu berdampak pada rantai pasok industri alat tulis kantor (ATK) di Indonesia. Kenaikan harga bahan baku utama, khususnya biji plastik, telah memicu penyesuaian harga jual dari para produsen dan prinsipal yang kini mulai berlaku efektif di tingkat distributor dan toko penyedia kebutuhan kantor korporat.Sebagai mitra […]

  • Inovasi Ekosistem Digital “ELVIS” Antar PT Tracon Industri Raih Penghargaan Indonesia Best Digital Innovation 2025

    Inovasi Ekosistem Digital “ELVIS” Antar PT Tracon Industri Raih Penghargaan Indonesia Best Digital Innovation 2025

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 35
    • 0Komentar

    PT Tracon Industri meraih Indonesia Best Digital Innovation 2025 berkat ELVIS, sistem digital internal terintegrasi. ELVIS dikembangkan sejak 2018 digunakan di lingkungan internal perusahaan dan anak usaha untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan daya saing melalui digitalisasi. Dengan mengimplementasikan platform ELVIS berbasis web & mobile yang mengintegrasikan layanan HR, KPI, approval, dan keuangan secara real-time. PT […]

  • KAI Services Gandeng King Power Traveler untuk Hadirkan Pengalaman Belanja di Perjalanan Kereta

    KAI Services Gandeng King Power Traveler untuk Hadirkan Pengalaman Belanja di Perjalanan Kereta

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 53
    • 0Komentar

    Jakarta, 20 Februari 2026 – Dalam rangka memenuhi kebutuhan para penumpang selama perjalanan kereta, KAI Services kini menghadirkan Loko Shop untuk para penumpang yang ingin membeli beberapa pilihan produk berupa Cosmetic, Skincare, Fragnances hingga Kids Selection, dalam perjalanan kereta. Loko Shop rencanannya akan hadir di 32 kereta dan untuk ujicoba operasional akan dilakukan di KA […]

  • Panduan Memilih Aplikasi POS Terbaik di Indonesia 2026

    Panduan Memilih Aplikasi POS Terbaik di Indonesia 2026

    • calendar_month Sabtu, 15 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 7
    • 0Komentar

    Setiap aplikasi kasir memiliki keunggulan berbeda. POST menawarkan harga yang transparan dengan fitur QRIS dan mode offline, Moka POS dan Majoo unggul di sisi ekosistem dan fitur, sedangkan Qasir serta Pawoon menjadi alternatif bagi UMKM yang mulai beralih ke sistem digital. Memilih aplikasi POS terbaik bukan hanya soal mencari harga termurah atau fitur terbanyak. Setiap […]

  • Dosen BINUS UNIVERSITY Tampil di Ajang Seni Internasional, Angkat Isu Urban Indonesia ke Panggung Global

    Dosen BINUS UNIVERSITY Tampil di Ajang Seni Internasional, Angkat Isu Urban Indonesia ke Panggung Global

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 55
    • 0Komentar

    Philadelphia, 2026 – Karya dosen BINUS University kembali menembus panggung seni internasional. Adi Sundoro, dosen Visual Communication Design – New Media BINUS University, terpilih sebagai salah satu pemenang pameran tunggal dalam ajang 100th ANNUAL International Competition yang diselenggarakan oleh The Print Center, Philadelphia, Amerika Serikat. Kompetisi ini merupakan salah satu ajang seni tertua dan paling bergengsi […]

  • Konsisten Dorong Inovasi Digital Perbankan, Bank Raya Kembali Raih Penghargaan Indonesia Digital Innovation Awards (IDIA) 2026

    Konsisten Dorong Inovasi Digital Perbankan, Bank Raya Kembali Raih Penghargaan Indonesia Digital Innovation Awards (IDIA) 2026

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 40
    • 0Komentar

    PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) kembali meraih penghargaan The Most Innovative Digitalization of Digital Bank 2026 for Encouraging Financial Awareness through Digital Banking Product Innovation dalam kategori Digital Bank pada ajang Indonesia Digital Innovation Awards (IDIA) 2026 yang diselenggarakan oleh Warta Ekonomi. PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) kembali meraih penghargaan The Most Innovative […]

expand_less