Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » India Siapkan Rp5,39 Triliun untuk Perkuat Industri Pengolahan Mineral Kritis

India Siapkan Rp5,39 Triliun untuk Perkuat Industri Pengolahan Mineral Kritis

  • account_circle vritimes
  • calendar_month 42 menit yang lalu
  • visibility 4
  • comment 0 komentar

JAKARTA — Pemerintah India menyetujui alokasi anggaran sebesar 2.814 crore rupee atau sekitar Rp5,39 triliun untuk memperkuat industri pengolahan mineral kritis dalam negeri. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya India mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan mineral olahan sekaligus membangun rantai pasok yang lebih mandiri untuk mendukung industri teknologi masa depan.

Persetujuan tersebut diberikan oleh Kabinet Uni India yang dipimpin Perdana Menteri Narendra Modi pada Rabu (4/11/2026) melalui program bertajuk Capex Support Scheme to Promote Critical Mineral Processing. Program ini akan berlangsung selama lima tahun, mulai tahun fiskal 2026–2027 hingga 2030–2031.

Melalui skema tersebut, pemerintah akan memberikan dukungan belanja modal berupa subsidi sebesar 30 persen dari investasi yang memenuhi persyaratan untuk pembangunan empat fasilitas pengolahan mineral kritis. Fasilitas tersebut terdiri atas dua pabrik pengolahan litium dan dua pabrik pengolahan nikel.

Kebijakan ini ditujukan untuk meningkatkan kapasitas pengolahan mineral di dalam negeri, menciptakan nilai tambah industri, serta memperkuat ketahanan rantai pasok India di tengah meningkatnya kebutuhan bahan baku untuk kendaraan listrik, sistem penyimpanan energi, elektronik, hingga sektor pertahanan.

Dalam pernyataan yang disampaikan melalui akun media sosial X, Perdana Menteri Narendra Modi menegaskan bahwa India tidak seharusnya terus bergantung pada negara lain untuk mengolah mineral penting yang menjadi fondasi teknologi masa depan.

Empat Fasilitas Pengolahan Mineral Akan Dibangun

Salah satu fokus utama program ini adalah meningkatkan kapasitas pengolahan litium dan nikel menjadi senyawa dengan tingkat kemurnian tinggi (high-purity compounds). Kedua mineral tersebut memiliki peran penting dalam berbagai industri strategis, terutama produksi baterai dan teknologi energi bersih.

Berdasarkan skema yang disetujui, pemerintah India menargetkan pembangunan dua fasilitas pengolahan litium dengan kapasitas minimum masing-masing 30.000 ton serta dua fasilitas pengolahan nikel dengan kapasitas minimum masing-masing 50.000 ton.

Untuk mendukung pembangunan fasilitas tersebut, pemerintah menyediakan batas maksimal bantuan modal sebesar 500 crore rupee atau sekitar Rp957,8 miliar untuk setiap penerima manfaat di sektor pengolahan litium. Sementara itu, penerima manfaat di sektor pengolahan nikel dapat memperoleh dukungan hingga 900 crore rupee atau sekitar Rp1,72 triliun.

Secara keseluruhan, subsidi akan diberikan berdasarkan 30 persen dari nilai investasi yang memenuhi persyaratan, dengan batas maksimum sesuai kategori mineral masing-masing.

Selain litium dan nikel, program ini juga membuka peluang pemulihan kobalt sebagai produk sampingan dari proses produksi nikel. Kobalt merupakan salah satu bahan penting dalam industri baterai dan berbagai aplikasi teknologi lainnya.

Kurangi Ketergantungan Impor dan Perkuat Rantai Pasok

Pengembangan industri pengolahan mineral kritis menjadi perhatian pemerintah India karena kapasitas pemrosesan global saat ini masih terkonsentrasi di sejumlah kecil wilayah dan negara. Kondisi tersebut membuat rantai pasok rentan terhadap gangguan geopolitik, fluktuasi harga, serta pembatasan ekspor bahan baku.

India sendiri masih memiliki ketergantungan yang cukup besar terhadap impor produk mineral olahan dan material dengan tingkat kemurnian tinggi. Hal ini dipengaruhi oleh masih terbatasnya infrastruktur pengolahan dan pemurnian mineral dalam negeri, termasuk untuk litium, nikel, dan kobalt.

Pengembangan fasilitas pengolahan berskala komersial juga menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari kebutuhan investasi yang besar, keterbatasan akses terhadap teknologi yang sesuai, hingga ketersediaan bahan baku.

Melalui program ini, pemerintah berupaya mengatasi hambatan tersebut dengan memberikan insentif investasi sekaligus mendorong keterlibatan pelaku industri dalam membangun kapasitas pengolahan domestik.

Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah mineral di dalam negeri, menggantikan sebagian kebutuhan impor, serta membangun rantai pasok yang lebih terintegrasi dari tahap pengolahan hingga pemanfaatan akhir.

Dukung Kendaraan Listrik, Baterai, dan Industri Pertahanan

Penguatan industri pengolahan mineral kritis juga memiliki keterkaitan erat dengan perkembangan sejumlah sektor strategis India. Litium, nikel, dan kobalt merupakan bahan penting dalam ekosistem produksi baterai, termasuk untuk kendaraan listrik dan sistem penyimpanan energi.

Dalam sektor kendaraan listrik, ketersediaan bahan baku baterai yang stabil menjadi salah satu faktor penting untuk mendukung pengembangan industri dan memperluas kapasitas produksi. Sementara itu, sistem penyimpanan energi berbasis baterai atau Battery Energy Storage System (BESS) semakin dibutuhkan untuk mendukung pengelolaan dan penyimpanan energi.

Selain energi dan mobilitas listrik, mineral kritis juga dibutuhkan dalam industri elektronik, baja khusus (speciality steel), serta teknologi pertahanan.

Dengan meningkatkan kemampuan pengolahan di dalam negeri, India berupaya membangun fondasi industri yang lebih kuat untuk memenuhi kebutuhan berbagai sektor tersebut sekaligus mengurangi kerentanan terhadap perubahan kondisi pasar global.

Seleksi Penerima Subsidi Dilakukan dalam Dua Tahap

Dalam pelaksanaannya, pemerintah India akan memilih perusahaan penerima manfaat melalui proses seleksi dua tahap. Tahap pertama mencakup penilaian kualifikasi teknis untuk memastikan calon penerima memenuhi persyaratan yang telah ditentukan.

Perusahaan yang lolos penilaian teknis kemudian dapat mengikuti tahap kedua, yaitu proses penawaran finansial. Untuk masing-masing jenis mineral, pemerintah akan memilih dua penerima manfaat berdasarkan kriteria biaya terendah (least-cost criterion), yakni perusahaan yang mengajukan kebutuhan dukungan belanja modal paling rendah.

Penyaluran insentif juga akan dilakukan dalam tiga tahap berdasarkan pencapaian target dan tonggak pelaksanaan (milestones) yang telah ditetapkan.

Pemerintah India menilai skema ini sebagai langkah penting dalam mewujudkan visi Atmanirbhar Bharat atau India Mandiri, khususnya melalui pembangunan infrastruktur pengolahan domestik yang tangguh dan peningkatan kemampuan nasional di seluruh rantai nilai mineral kritis.

Melalui investasi tersebut, India tidak hanya berupaya memperkuat ketahanan pasokan bahan baku strategis, tetapi juga meningkatkan kapasitas industrinya untuk bersaing dalam pengembangan teknologi masa depan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • XAUUSD Berpotensi Bangkit, Dupoin Futures Waspadai Data NFP AS

    XAUUSD Berpotensi Bangkit, Dupoin Futures Waspadai Data NFP AS

    • calendar_month Senin, 2 Nov 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 7
    • 0Komentar

    Harga emas dunia berpeluang mengalami pemulihan pada perdagangan hari Senin (2/11/26) setelah melewati fase penurunan dan membentuk titik terendah baru. Analisis Dupoin Futures menunjukkan adanya potensi rebound dalam jangka pendek, meskipun pergerakan XAUUSD masih menghadapi tantangan dari ekspektasi kebijakan moneter Amerika Serikat yang ketat. Selain itu, arah dolar AS dan rilis data ekonomi penting pekan […]

  • Autonomous Underwater Vehicles vs ROV: Panduan untuk Industri

    Autonomous Underwater Vehicles vs ROV: Panduan untuk Industri

    • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 35
    • 0Komentar

    AUV unggul untuk survei luas, ROV untuk inspeksi rinci. Pemilihan yang tepat menekan biaya dan mempercepat pengambilan keputusan. Jakarta — Halo Robotics menerbitkan panduan yang membandingkan Autonomous Underwater Vehicles (AUV) dan Remotely Operated Vehicle (ROV) untuk kebutuhan inspeksi bawah air industri. Keduanya adalah robot bawah air, tetapi dirancang untuk pekerjaan berbeda. AUV bekerja tanpa kabel […]

  • PT Pelindo Sinergi Lokaseva Berbagi Hewan Kurban, Perkuat Kepedulian Sosial dan Dukung Peternak Lokal

    PT Pelindo Sinergi Lokaseva Berbagi Hewan Kurban, Perkuat Kepedulian Sosial dan Dukung Peternak Lokal

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 45
    • 0Komentar

    Jakarta, 26 Mei 2026 – Menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 H/2026 M, PT Pelindo Sinergi Lokaseva (SPSL) Group kembali menyalurkan hewan kurban kepada masyarakat di berbagai wilayah Indonesia melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk Pelindo Berbagi Qurban tahun 2026. Tahun ini, sebanyak 49 ekor hewan kurban disalurkan kepada masyarakat di beberapa […]

  • BRI Finance Dukung Kepemilikan Kendaraan melalui Promo Spesial di BRI Consumer Expo 2026 Makassar

    BRI Finance Dukung Kepemilikan Kendaraan melalui Promo Spesial di BRI Consumer Expo 2026 Makassar

    • calendar_month Senin, 20 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 44
    • 0Komentar

    Makassar, 19 Juni 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) kembali berpartisipasi dalam BRI Consumer Expo 2026 yang berlangsung pada 19–21 Juni 2026 di Trans Studio Mall Makassar. Melalui ajang ini, BRI Finance menghadirkan berbagai solusi pembiayaan kendaraan dengan penawaran suku bunga kompetitif untuk memudahkan masyarakat memiliki kendaraan impian. Sebagai bagian dari sinergi BRI […]

  • Pelindo Multi Terminal Siap Antar Pemudik Pulang Kampung dengan Aman

    Pelindo Multi Terminal Siap Antar Pemudik Pulang Kampung dengan Aman

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 77
    • 0Komentar

    Medan, Februari 2026 – PT Pelindo Multi Terminal (SPMT), subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang bergerak di bidang operasional terminal nonpetikemas, turut ambil bagian dalam Program Mudik Gratis Lebaran 2026 yang diinisiasi oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bersama Pelindo Group. Program bertajuk “Mudik Aman Berbagi Harapan 2026” ini menjadi wujud komitmen BUMN dalam […]

  • Warga Pasar Malaka Rorotan Antusias Meriahkan Semarak Merah Putih BRI Region 6

    Warga Pasar Malaka Rorotan Antusias Meriahkan Semarak Merah Putih BRI Region 6

    • calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 43
    • 0Komentar

    Antusiasme warga sekitar Pasar Malaka Rorotan terlihat begitu tinggi dalam mengikuti kegiatan Semarak Merah Putih yang digelar oleh BRI Region 6 dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kehadiran masyarakat turut menciptakan suasana yang meriah, hangat, dan penuh semangat kebersamaan. Sejak rangkaian kegiatan dimulai, warga tampak bersemangat hadir dan mengikuti berbagai aktivitas yang telah […]

expand_less