Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » ION Ajak Startup Bandung Melihat Celah Infrastruktur Digital sebagai Peluang Bisnis

ION Ajak Startup Bandung Melihat Celah Infrastruktur Digital sebagai Peluang Bisnis

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Rabu, 9 Sep 2026
  • visibility 24
  • comment 0 komentar

Bandung (India News Desk) — Peluang bisnis baru tidak selalu datang dari menciptakan platform baru. Dalam ekosistem digital yang semakin terhubung, peluang juga bisa muncul dari hal-hal yang belum terhubung: antara bisnis dan pelanggan, layanan pembayaran dan merchant, logistik dan penjual, atau teknologi dan berbagai penyedia layanan.

Gagasan tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam “Digital Public Infrastructure: Mini Seminar & Networking” yang digelar Indonesia Open Network (ION) di Garuda Spark Innovation Hub, BLOCK71 Bandung, Rabu (9/9/2026).

Mengusung tema “What’s Your Next Big Move? Discover New Business Opportunities Through the Power of Open Networks,” kegiatan tersebut memperkenalkan konsep Digital Public Infrastructure (DPI), interoperabilitas dan open network kepada startup serta pelaku ekosistem digital di Bandung.

Yang membuat kegiatan ini berbeda adalah peserta tidak hanya duduk mendengarkan presentasi. Mereka kemudian diajak melihat bisnis masing-masing, mengidentifikasi persoalan yang dihadapi, mencari celah dalam ekosistem dan memikirkan koneksi apa yang dibutuhkan untuk membuka peluang baru.

Format tersebut memang dirancang sebagai proses dua arah. Selain memperkenalkan ION kepada startup, kegiatan ini juga digunakan untuk menemukan use cases, kebutuhan dan missing connections yang belum tercermin dalam pemetaan ekosistem ION.

Ketika Sistem Digital Tidak Saling Terhubung

Bisnis saat ini semakin bergantung pada berbagai platform, sistem pembayaran, layanan logistik, data dan perangkat digital lainnya. Masalahnya, sistem-sistem tersebut tidak selalu dapat terhubung dengan mudah.

Fragmentasi ini dapat menciptakan hambatan bagi bisnis yang ingin berkembang, mulai dari kesulitan integrasi hingga keterbatasan dalam menjangkau pasar dan bekerja sama dengan partner baru. Karena itu, interoperabilitas menjadi bagian penting dalam pembahasan mengenai Digital Public Infrastructure.

ION memperkenalkan dirinya sebagai open digital commerce network yang menghubungkan buyers, sellers, logistics providers, developers dan penyedia layanan lainnya melalui partisipasi terbuka dan standar bersama. Pendekatan ini ditujukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap platform tertentu sekaligus memperluas akses pasar.

Namun, bagi Dr. Uruqul Nadhif Dzakiy, Assistant Professor di Telkom University, membangun koneksi saja belum cukup.

Dalam sesi “Ecosystem Opportunity Mapping”, Uruqul mengajak peserta melihat ekosistem bisnis dari sisi hubungan antaraktor dan manfaat yang dapat mereka peroleh.

“Masalahnya adalah ketika masuk di platform itu tidak adanya mutual benefit. Nah di open network ini menganut prinsip yaitu ada mutual benefit.”

Menurut Uruqul, sebuah ekosistem memiliki berbagai peran, mulai dari buyer dan vendor hingga pihak yang mengoordinasikan hubungan di antara para aktor tersebut. Yang penting bukan sekadar membuat mereka terhubung, tetapi memastikan hubungan tersebut memberikan manfaat bagi pihak-pihak yang terlibat.

Bukan Sekedar “Connectivity”

Pembahasan Uruqul kemudian bergerak pada satu hal yang menurutnya menjadi pembeda antara konektivitas biasa dan ekosistem yang benar-benar berjalan: transaksi dan kepercayaan.

“Melalui di sini tidak hanya sekedar connectivity. Tapi di situ ada namanya transaksi. Kalau connectivity saja itu sudah bisa dengan teknologi. Tapi kalau sampai kemudian ada transaksi di dalamnya itu sudah ada trust.”

Menurutnya, teknologi dapat membuat berbagai pihak saling terhubung. Tetapi hubungan tersebut belum tentu menciptakan ekosistem yang hidup jika tidak ada kolaborasi nyata dan manfaat bagi setiap aktor.

Hal itu juga menjadi tantangan yang ia lihat dalam ekosistem startup Bandung. Kota tersebut memiliki banyak startup dan institusi pendukung inovasi, tetapi tantangannya adalah bagaimana kolaborasi dapat bergerak dari sekadar koneksi menuju kerja sama yang menghasilkan transaksi dan kepercayaan.

“Kolaborasinya itu dalam bentuknya yang real tidak hanya sekedar … tapi ada sampai kemudian transaksi karena dengan transaksi itu ada trust.”

Uruqul menilai sebuah ekosistem dapat disebut aktif ketika para aktornya memahami peran masing-masing dan mendapatkan manfaat dari keberadaannya di dalam ekosistem.

“Parameter aktif adalah entiti di dalam ekosistem itu saling mendapatkan benefit dan dia tahu peran masing-masingnya.”

Mulai dari Masalah, Bukan Teknologi

Dari konsep tersebut, peserta kemudian diarahkan untuk melihat bisnis mereka sendiri.

Materi ION menggunakan Ecosystem Opportunity Mapping untuk membantu peserta memetakan platform, partner, pelanggan, layanan dan sistem digital yang mereka gunakan, kemudian melihat koneksi mana yang sudah ada dan mana yang masih hilang.

Uruqul meminta peserta memulai dari persoalan yang benar-benar mereka hadapi dalam menjalankan bisnis.

“Bisa nanti mengidentifikasi apa sih jadi pain point yang dirasakan, khususnya yang running business, masalahnya di mana.”

Setelah menemukan pain point, peserta kemudian diminta mencari gap antara kondisi yang ada dan kondisi yang mereka butuhkan.

“Pertama apa sih pain point, apa sih yang jadi problem … kemudian setelah itu gap-nya apa … dari situlah kemudian kira-kira apa sih yang perlu diakomodasi oleh Open Network.”

Menurut Uruqul, masukan tersebut penting karena ION juga masih mengembangkan ekosistemnya. Apa yang dibutuhkan oleh pelaku bisnis dapat menjadi insight untuk menentukan koneksi dan fungsi apa yang perlu dikembangkan ke depan.

Melihat Peluang dari Berbagai Sektor

Pembahasan kemudian dilanjutkan oleh Haryo Kusuma Wibawa, Head of Operations ION, yang memimpin sesi Mini Group Discussion. Dalam sesi tersebut, Haryo membawa konsep open network ke contoh peluang bisnis yang lebih konkret.

Ia menunjukkan bahwa peluang dapat muncul di berbagai sisi ekosistem, termasuk finance, logistik, teknologi dan mobility.

Salah satu ilustrasi yang disampaikan Haryo adalah bagaimana bisnis dapat memanfaatkan koneksi dengan pemilik basis pengguna yang sudah memiliki ekosistem sendiri.

Dalam contoh yang ia berikan, perusahaan telekomunikasi dan bank dapat memiliki basis pengguna serta informasi transaksi yang, dengan persetujuan dan mekanisme yang tepat, dapat membuka kemungkinan koneksi dengan bisnis atau produk lain di dalam open network.

Bagi startup, kemungkinan seperti itu berarti akses terhadap partner dan pelanggan tidak harus selalu dibangun dari nol.

Haryo juga menyoroti kemungkinan model bisnis dengan biaya administrasi yang lebih rendah dibandingkan marketplace konvensional.

“Kalau teman-teman punya marketplace dengan ION itu bisa men-charge administrasi yang jauh lebih rendah daripada yang saat ini terjadi. Nah itu yang kita harapkan.”

Enam Kelompok Mencari Peluang

Setelah sesi pemaparan, peserta dibagi menjadi enam kelompok untuk mengerjakan pemetaan mereka masing-masing. Haryo memimpin proses pembentukan kelompok tersebut dan mengarahkan peserta masuk ke sesi diskusi.

Dalam kelompok, peserta diminta memilih bisnis atau kasus tertentu kemudian mengidentifikasi kebutuhan utama, persoalan yang muncul, aktor yang terlibat, koneksi yang sudah tersedia dan koneksi yang masih hilang.

Mereka kemudian mencari kemungkinan peluang yang dapat muncul jika koneksi tersebut tersedia melalui interoperabilitas atau open network. Tujuannya bukan menghasilkan solusi teknologi yang sudah final, melainkan menemukan kebutuhan, peluang dan kemungkinan use case.

Pendekatan ini membuat diskusi menjadi lebih dekat dengan persoalan yang dihadapi startup sehari-hari. Alih-alih bertanya, “Teknologi apa yang bisa kita bangun?”, peserta diajak mulai dari pertanyaan yang lebih sederhana: masalah apa yang sebenarnya ingin diselesaikan?

Dari sana, mereka dapat melihat siapa saja yang dibutuhkan, apa yang belum tersedia dan apakah koneksi baru dapat menciptakan nilai.

Peserta Menguji Model Bisnisnya

Salah satu peserta, Fajar dari Bandung, mengatakan bahwa framework yang digunakan dalam workshop membantunya melihat sebuah ide bisnis secara lebih terstruktur.

“Itu bisa membantu kami dalam membuat sebuah business model, apa yang jadi tantangan dan juga bisa melihat opportunities apa yang bisa kita lakukan.”

Kelompok Fajar mengembangkan ide layanan untuk tenaga kerja di Indonesia, dengan fokus pada pengembangan pekerja untuk berbagai jenis pekerjaan seperti pengemudi, pekerja rumah tangga dan koki.

Melalui framework yang diperkenalkan ION, kelompok tersebut melihat kembali model bisnis, target pasar dan peluang yang mungkin dikembangkan.

“Kita bisa membantu bagaimana bisa melihat business modelnya, target marketnya gimana, dan juga peluang apa yang bisa didapatkan dari business model yang dibuat tadi dengan dibantu framework yang diajarkan oleh ION.”

Bagi ION, contoh tersebut menunjukkan fungsi lain dari kegiatan di Bandung. Startup tidak hanya diperkenalkan dengan konsep open network, tetapi juga diajak memberikan gambaran mengenai persoalan dan kebutuhan yang mereka hadapi sendiri.

Membangun Open Network dari Kebutuhan Nyata

Kegiatan di Bandung merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem Bandung ION Lab, dengan menghubungkan startup, inkubator, bisnis, komunitas teknologi dan stakeholder inovasi lokal dengan kebutuhan pasar yang lebih luas.

Karena itu, hasil workshop tidak hanya berhenti pada enam kelompok yang selesai berdiskusi. ION juga menggunakan kegiatan tersebut untuk mendapatkan pemahaman yang lebih jelas mengenai kebutuhan, kapabilitas dan kemungkinan partisipasi para pelaku ekosistem.

Setiap kelompok diharapkan menghasilkan setidaknya satu peluang bisnis, kebutuhan infrastruktur digital atau tantangan konektivitas, sekaligus memahami posisi bisnis mereka dalam ekosistem ION.

Bagi startup Bandung, pertanyaan yang diberikan ION menjadi cukup praktis: apa yang seharusnya bisa dilakukan oleh ekosistem mereka hari ini, tetapi belum bisa dilakukan?

Jawaban atas pertanyaan itu bisa saja menjadi peluang bisnis berikutnya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • WTI Berpeluang Lanjutkan Penguatan, Dupoin Futures Waspadai Risiko Pasokan Global

    WTI Berpeluang Lanjutkan Penguatan, Dupoin Futures Waspadai Risiko Pasokan Global

    • calendar_month Rabu, 14 Okt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 14
    • 0Komentar

    Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berpotensi melanjutkan penguatan setelah kembali mendapat dukungan di zona US$91,05–US$93,39. Berdasarkan analisis teknikal Dupoin Futures, harga membentuk candlestick bullish yang cukup kuat setelah mengalami penolakan di area support. Kondisi tersebut mengindikasikan meningkatnya momentum beli dan membuka peluang pembalikan arah menuju tren bullish. Geraldo Kofit, analis Dupoin Futures, menilai […]

  • Analisis Bor Ledak dan Stabilitas Lereng Tambang Berbasis AI Strayos

    Analisis Bor Ledak dan Stabilitas Lereng Tambang Berbasis AI Strayos

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 62
    • 0Komentar

    Operasi bor ledak yang tidak optimal berdampak langsung pada biaya pengolahan. Di sisi lain, pemantauan stabilitas lereng pit yang mengandalkan inspeksi visual periodik sering tidak cukup cepat menangkap perubahan geoteknik yang berkembang dalam hitungan hari. Strayos adalah platform AI yang mengintegrasikan analisis bor ledak dan pemantauan lereng dalam satu sistem berbasis data survei dari drone. […]

  • Manajemen Integritas Aset Minyak dan Gas Berbasis Drone

    Manajemen Integritas Aset Minyak dan Gas Berbasis Drone

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 46
    • 0Komentar

    Fasilitas minyak dan gas mencakup aset yang beragam, dari flare stack dan tangki penyimpanan hingga jalur pipa dan platform offshore, yang masing-masing membutuhkan pendekatan inspeksi berbeda dengan frekuensi yang konsisten. Keterbatasan akses fisik dan risiko keselamatan membuat inspeksi konvensional tidak selalu bisa memenuhi kebutuhan tersebut. Drone inspeksi menjawab tantangan ini dengan kemampuan menjangkau aset dari […]

  • Dorong Generasi Muda Berdaya Saing, IMA Gelar Program Edukatif di SMA Lokon Santo Nikolaus Tomohon

    Dorong Generasi Muda Berdaya Saing, IMA Gelar Program Edukatif di SMA Lokon Santo Nikolaus Tomohon

    • calendar_month Rabu, 1 Okt 2025
    • account_circle Editor Reputasi
    • visibility 138
    • 0Komentar

    Tomohon, ReputasiPlus.com – Indonesia Marketing Association (IMA) melalui program tahunan Manado High Street Market (MHSM) kembali menghadirkan kegiatan inspiratif bertajuk IMA Goes To School. Tahun ini, SMA Lokon Santo Nikolaus Tomohon menjadi sekolah tujuan, dengan fokus memberikan pembekalan kepada para siswa mengenai Public Speaking, Entrepreneurship, dan Bisnis, Selasa (30/09/2025).   Acara ini mendapat sambutan meriah […]

  • Tak Perlu Lagi Menampung Air di Ember, Warga Kini Dapatkan Toren untuk Kelola Air yang Lebih Stabil

    Tak Perlu Lagi Menampung Air di Ember, Warga Kini Dapatkan Toren untuk Kelola Air yang Lebih Stabil

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 31
    • 0Komentar

    Melalui kolaborasi ini, TP PKK DKI Jakarta dan PAM JAYA akan terus menghadirkan program-program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sebagai bagian dari komitmen mewujudkan layanan air minum yang semakin merata, andal, dan berkualitas bagi seluruh warga Jakarta. Jakarta, 13 Juli 2026 – Komitmen menghadirkan layanan air minum yang lebih baik tidak hanya diwujudkan melalui […]

  • WTI Gagal Tembus 94.71, Dupoin Futures Prediksi Harga Minyak Melemah

    WTI Gagal Tembus 94.71, Dupoin Futures Prediksi Harga Minyak Melemah

    • calendar_month Kamis, 1 Okt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 17
    • 0Komentar

    Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) masih bergerak volatil di tengah perkembangan geopolitik Timur Tengah dan perubahan kondisi pasokan minyak global. Berdasarkan analisis Dupoin Futures, harga WTI pada timeframe Daily masih berpotensi mengalami pelemahan setelah belum mampu ditutup di atas zona resistance 92.37–94.71. Kondisi tersebut, menurut Dupoin Futures, membuka peluang bagi harga minyak untuk melanjutkan […]

expand_less