Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Jadi Gerbang Utama Ekspor-Impor, Pelabuhan Tanjung Emas Didorong Naik Kelas

Jadi Gerbang Utama Ekspor-Impor, Pelabuhan Tanjung Emas Didorong Naik Kelas

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Senin, 14 Sep 2026
  • visibility 33
  • comment 0 komentar

Pelabuhan Tanjung Emas Semarang didorong naik kelas menjadi gerbang utama aktivitas ekspor-impor di Jawa Tengah (Jateng). Peningkatan kapasitas dinilai mendesak seiring pesatnya investasi dan perkembangan aktivitas logistik di wilayah tersebut.

SEMARANG-Pelabuhan Tanjung Emas Semarang didorong
naik kelas menjadi gerbang utama aktivitas ekspor-impor di Jawa Tengah
(Jateng). Peningkatan kapasitas dinilai mendesak seiring pesatnya investasi dan
perkembangan aktivitas logistik di wilayah tersebut.

Dorongan itu
disampaikan sejumlah pelaku usaha dan asosiasi dalam forum diskusi bertema Proyeksi
Pertumbuhan Barang dan Industri untuk Perencanaan Pengembangan TPK Semarang
dalam Mendukung Pengembangan Logistik dan Perdagangan di Jateng
yang
diadakan oleh Pelindo Terminal Petikemas di Kota Semarang, Kamis
(10/9/2026). 

Ketua Asosiasi
Pengusaha Kawasan Berikat Jateng-DIY, Jarot Wibowo, meminta Pelabuhan Tanjung
Emas dapat segera dikembangkan menjadi pelabuhan utama yang mendukung aktivitas
ekspor-impor di Jateng. Sejak 2024, pihaknya bahkan telah berkomunikasi dengan
Bea Cukai hingga Pemerintah Provinsi Jateng untuk mendorong peningkatan
kapasitas pelabuhan tersebut.

 “Ekspektasi kami sebenarnya sangat tinggi. Kami sudah estafet sejak 2024,
kami sudah menemui pimpinan Bea Cukai dan Gubernur Jateng untuk mendorong
Tanjung Emas menjadi pelabuhan utama,” ujar Jarot, Kamis (10/9/2026).

Pertumbuhan investasi dan berkembangnya kawasan industri di Jateng perlu
diimbangi dengan kesiapan infrastruktur logistik yang memadai. Terutama untuk
mengakomodasi barang hasil produksi industri yang akan dikirim ke luar negeri
melalui jalur ekspor. Jarot khawatir keterbatasan kapasitas dan pelayanan di
Pelabuhan Tanjung Emas justru mendorong pelaku usaha mengalihkan aktivitas
logistiknya ke pelabuhan lain, seperti Tanjung Priok di Jakarta atau Tanjung
Perak di Surabaya.

Menurutnya, arus
impor yang masuk ke Jateng selama ini relatif besar. Namun, dari sisi ekspor,
masih terdapat sejumlah hambatan yang perlu segera dibenahi. Penambahan
peralatan dan perluasan terminal harus berjalan beriringan agar kapasitas
Pelabuhan Tanjung Emas mampu mengikuti pertumbuhan arus barang.

Selain kapasitas
terminal, Jarot menyoroti kebutuhan tempat penimbunan sementara (TPS) sebagai
salah satu solusi untuk mengurangi kepadatan kontainer di area pelabuhan.
Keberadaan TPS dinilai dapat mempercepat perpindahan kontainer yang tertahan
selama beberapa hari dari terminal.

Bagi dunia usaha,
efisiensi waktu menjadi semakin penting karena batas waktu yang diberikan buyer
semakin singkat. Jika sebelumnya perusahaan memiliki waktu hingga 150 hari,
kini waktu yang tersedia maksimal sekitar 75 hari, mulai dari purchase order
(PO) diterbitkan, material datang, hingga barang siap diekspor.

Jarot meminta
pengelola Pelabuhan Tanjung Emas memanfaatkan periode low season untuk
melakukan mitigasi dan pembenahan. Langkah tersebut dinilai penting untuk
mengantisipasi lonjakan arus barang ketika memasuki peak season.

“Jangan sampai
Tanjung Emas terlena. Saat ini low season, harus ada mitigasi khusus.
Kalau peak season dan cuaca buruk datang, jangan sampai kembali terjadi
penumpukan kontainer dan kapal menunggu lama seperti yang pernah terjadi,”
paparnya.

 

Pertumbuhan
Industri Lebih Cepat

Kebutuhan
pengembangan TPK Semarang juga disampaikan Manager PT CMA-CGM
Surabaya-Semarang, Efraim Zakka. “Pertumbuhan pasar sangat cepat, lebih cepat daripada
pertumbuhan sarana dan prasarana pelabuhan. Ini tentu harus diakomodasi dengan
fasilitas yang memadai,” tegas Efraim.

Pelaku industri membutuhkan kepastian mengenai arah pengembangan pelabuhan.
Kepastian tersebut penting
agar perusahaan dapat menyusun rencana bisnis dan ekspansi dengan
mempertimbangkan kesiapan fasilitas logistik.

Efraim
mengapresiasi berbagai upaya TPK Semarang dalam meningkatkan teknologi dan
peralatan. Namun, pengembangan ke depan perlu diarahkan pada peningkatan
kapasitas lapangan kontainer serta pendalaman alur dan kolam pelabuhan.

“Masukannya
yang pertama tentu kapasitasnya harus dibesarkan, berarti lapangan kontainernya
harus lebih besar. Kemudian untuk menarik kapal-kapal yang lebih besar, kolam
dan channel-nya harus cukup supaya kapal dengan draft lebih dalam bisa
masuk,” tuturnya. 

Ketua DPC
Indonesian National Shipowners Association (INSA) Semarang, Hari Ratmoko
berpendapat Pelabuhan Tanjung Emas perlu terus dikembangkan agar mampu
menangkap potensi ekonomi Jateng, khususnya arus peti kemas yang masuk dan
keluar daerah. Dari sisi jumlah muatan, Hari menilai Tanjung Emas telah
mengalami peningkatan kelas dan hampir sejajar dengan Pelabuhan Tanjung Priok
maupun Tanjung Perak. Karena itu, pemerintah dan operator diminta bergerak
lebih cepat dalam meningkatkan kapasitas pelabuhan.

“Sudah waktunya
jangan ragu lagi, harus gerak cepat supaya ini cepat berkembang dan tumbuh
sehingga semua potensi ekonomi bisa kita capture. Bilamana pelabuhan ini besar,
semua jenis cargo bisa masuk dan potensi lapangan pekerjaan yang terserap bisa
luar biasa,” beber Hari.

Dia menyebut
kedalaman alur pelayaran menjadi salah satu tantangan utama Tanjung Emas.
Selain itu, kolam pelabuhan perlu dikeruk dan dermaga diperpanjang untuk
meningkatkan kemampuan pelayanan kapal.

“Alur pelayaran
harus diperdalam. Kolam di dalam Pelabuhan Tanjung Emas juga harus dikeruk
karena kedalamannya sudah berkurang. Kemudian dermaga juga harus diperpanjang,”
jelasnya.

Ketua DPW Asosiasi
Logistik dan Forwarder Indonesia atau ALFI/ILFA Jateng-DIY, Teguh Arif Handoko,
turut mengamini berbagai persoalan yang disampaikan pelaku usaha. Menurutnya,
pertumbuhan kawasan industri di Semarang Raya membuat Pelabuhan Tanjung Emas menjadi
pilihan logistik yang ekonomis sekaligus menjadi jantung distribusi barang
ekspor-impor dan domestik antarpulau.

“Pelabuhan Tanjung
Emas menjadi pintu gerbang utama memang wajib. Jangan sampai Pemerintah
Provinsi Jateng menggenjot investasi luar biasa, tetapi infrastruktur
logistiknya tidak terpenuhi,” kata Teguh.

enurutnya,
ketidakseimbangan antara pertumbuhan investasi dan kesiapan infrastruktur
logistik dapat mendorong pergeseran arus barang ke pelabuhan lain. Kondisi
tersebut pada akhirnya berpotensi mengurangi manfaat ekonomi yang seharusnya
dapat ditangkap Jateng.

Karena itu, Teguh
mendorong TPK Semarang memiliki target pengembangan yang realistis dan
bertahap. Salah satunya dengan menargetkan kapasitas pelayanan hingga 1,2 juta
TEUs pada 2030.

Target tersebut
berarti TPK Semarang harus mampu melayani rata-rata sekitar 100.000 TEUs per
bulan atau sekitar 3.300 TEUs per hari. Namun, karena volume harian dapat
berfluktuasi, sistem pelayanan juga harus memiliki kapasitas cadangan untuk
menghadapi lonjakan arus kontainer.

“Kita harus punya
patokan, misal patokan awalnya dulu. Kita tidak usah bicara lima atau 10 tahun
mendatang bisa empat juta TEUs. Sampai 2030 bagaimana kita melayani 1,2 juta
TEUs,” ucap Teguh.

 

Tanjung Emas Siap Dikembangkan

Sementara itu, Terminal Head TPK Semarang, I Nyoman Sutrisna, mengatakan
forum tersebut digelar untuk menghimpun masukan dari berbagai stakeholder
terkait potensi dan kebutuhan pengembangan TPK Semarang. Dia mengatakan salah
satu masukan yang banyak disampaikan berkaitan dengan pertumbuhan kawasan
industri baru, termasuk pengembangan kawasan industri di Kabupaten Batang.
Perkembangan tersebut menjadi salah satu faktor yang dipertimbangkan dalam
penyusunan rencana pengembangan TPK Semarang.

Di sisi lain, TPK Semarang telah mendapat tambahan empat crane untuk
meningkatkan kapasitas pelayanan terminal. Namun, penambahan peralatan tersebut
tetap perlu diikuti dengan perencanaan jangka panjang guna mengantisipasi
pertumbuhan arus peti kemas.

“Dengan adanya empat crane itu sebenarnya untuk meningkatkan kapasitas di
terminal kita sekarang. Tapi
kita sudah harus bicara long term-nya seperti apa,” bebernya.

 

Pertumbuhan arus peti kemas di TPK Semarang sendiri menunjukkan tren
positif. Nyoman menyebut pertumbuhan pada 2023-2025 mencapai 16%, sedangkan
pada 2026 berada di kisaran 9%. Adapun arus peti kemas sepanjang 2025 telah
mencapai 1 juta TEUs.

Berdasarkan data PT Pelindo Terminal Petikemas, arus peti kemas TPK
Semarang hingga Agustus 2026 mencapai 698.500 TEUs. Angka tersebut tumbuh 5,53%
dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 661.872 TEUs.

Pertumbuhan terutama ditopang arus peti kemas internasional yang mencapai
625.390 TEUs atau tumbuh 8,53% secara tahunan. Arus impor tercatat 309.128
TEUs, naik 8,14% dibandingkan 285.862 TEUs pada periode yang sama tahun
sebelumnya. Sementara arus ekspor mencapai 316.159 TEUs atau tumbuh 8,88% dari
sebelumnya 290.380 TEUs.

 

Nyoman menilai tren tersebut semakin memperkuat peluang Tanjung Emas
menjadi gerbang utama ekspor-impor di Jateng. Terlebih, tambahan empat crane
memungkinkan terminal melayani kapal dengan ukuran lebih besar.

Namun, peningkatan kemampuan peralatan tersebut perlu didukung kesiapan
alur dan kolam pelabuhan. Kedalaman alur menjadi salah satu faktor penting agar
kapal dengan draft lebih dalam dapat masuk dan dilayani di Tanjung Emas.

“Memungkinkan sekali Tanjung Emas menjadi gerbang utama. Saat ini kami sudah punya crane yang bisa
meng-handle kapal besar hingga 16 row. Tantangannya hanya draft atau kedalaman
alur pelabuhan,” tandasnya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • PTPP Raih KESGI Award 2026, Perkuat Kepemimpinan dalam Penerapan ESG

    PTPP Raih KESGI Award 2026, Perkuat Kepemimpinan dalam Penerapan ESG

    • calendar_month Rabu, 28 Okt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 12
    • 0Komentar

    Jakarta, 28 Oktober 2026 – PT PP (Persero) Tbk (“PTPP”), perusahaan konstruksi dan investasi nasional di bawah naungan Danantara Indonesia, meraih Katadata ESG Insight (KESGI) Award 2026 untuk kategori Infrastruktur – Konstruksi Berat dengan skor tertinggi di antara 15 perusahaan konstruksi yang dinilai, termasuk BUMN karya. Pencapaian ini mencerminkan komitmen Perseroan dalam mengintegrasikan prinsip Environmental, […]

  • IDSurvey Resmikan Desa Binaan Nglarangan, Perkuat Ekonomi dan Kemandirian Warga

    IDSurvey Resmikan Desa Binaan Nglarangan, Perkuat Ekonomi dan Kemandirian Warga

    • calendar_month Senin, 28 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 25
    • 0Komentar

    Temanggung, 25 September 2026 — PT Inspeksi Sertifikasi dan Survey Indonesia (Persero) atau IDSurvey meresmikan Desa Binaan Nglarangan di Kecamatan Tretep, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, pada 23 September 2026. Program yang dirancang hingga 2028 ini bertujuan memperluas peluang usaha dan meningkatkan kualitas hidup warga melalui penguatan pendidikan (IDS Skill Plus), pengelolaan lingkungan (IDS Eco Assure), […]

  • Keseruan Ramadan Vibes di Grand Galaxy Park Bekasi

    Keseruan Ramadan Vibes di Grand Galaxy Park Bekasi

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 89
    • 0Komentar

    Tahun ini, Grand Galaxy Park Mall kembali mengajak pengunjung menikmati momen bulan suci dengan cara yang lebih seru dan penuh warna melalui rangkaian Ramadan Performance yang berlangsung pada 27 Februari hingga 15 Maret 2026. Mengusung konsep hiburan yang memadukan budaya, spiritualitas, dan sentuhan visual yang memukau, Grand Galaxy Park menghadirkan pengalaman ngabuburit dan quality time […]

  • Prodia Hadirkan ‘Advanced Lipid Profile’, Pemeriksaan Risiko Kardiovaskular yang Lebih Komprehensif dan Personal

    Prodia Hadirkan ‘Advanced Lipid Profile’, Pemeriksaan Risiko Kardiovaskular yang Lebih Komprehensif dan Personal

    • calendar_month Selasa, 22 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 17
    • 0Komentar

    Jakarta, 19 September 2026 — Dalam momentum World Heart Day 2026, PT Prodia Widyahusada Tbk (Kode Saham: PRDA) memperkenalkan Advanced Lipid Profile, pemeriksaan yang membantu memberikan gambaran risiko kardiovaskular secara lebih komprehensif dan personal. Tidak hanya melihat kadar kolesterol dan trigliserida, Advanced Lipid Profile mengintegrasikan sejumlah parameter lipid dan faktor klinis untuk membantu dokter dan […]

  • 45 Tahun Berkarya untuk Indonesia, BINUS University Buka Kolaborasi Masa Depan Dunia Kerja melalui BINUS HR Tech Summit 2026

    45 Tahun Berkarya untuk Indonesia, BINUS University Buka Kolaborasi Masa Depan Dunia Kerja melalui BINUS HR Tech Summit 2026

    • calendar_month Jumat, 25 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 23
    • 0Komentar

    Dalam momentum 45 tahun perjalanan BINA NUSANTARA dalam menghadirkan kontribusi melalui pendidikan, inovasi, dan kolaborasi bagi Indonesia, BINUS University kembali membuka ruang dialog lintas sektor melalui BINUS HR Tech Summit 2026. Mengusung tema “HR Tech Beyond Automation: The Rise of Agentic AI”, kegiatan ini mempertemukan para pemimpin industri, praktisi Human Resources (HR), technology experts, akademisi, […]

  • LRT Jabodebek Dukung Mobilitas Masyarakat Selama Penyesuaian Operasional Perjalanan Kereta di kawasan Bekasi

    LRT Jabodebek Dukung Mobilitas Masyarakat Selama Penyesuaian Operasional Perjalanan Kereta di kawasan Bekasi

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 54
    • 0Komentar

    LRT Jabodebek menyampaikan keprihatinan atas insiden kereta di Bekasi pada Senin malam (27/4) dan tetap melayani perjalanan ke Jakarta. Jumlah pengguna di Stasiun Jati Mulya pada Selasa (28/4) hingga 16.30 WIB mencapai 9.023 orang, naik 45% dari hari sebelumnya. Stasiun Jati Mulya berjarak 2,7 km dari Stasiun Bekasi Timur dan terhubung dengan KRL, MRT, TransJakarta, […]

expand_less