Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Kanzler Ubah ‘Jam Rawan’ Menjadi ‘Jam Segar’: Inovasi Sosis Tom Yum Pertama di Indonesia Resmi Diluncurkan

Kanzler Ubah ‘Jam Rawan’ Menjadi ‘Jam Segar’: Inovasi Sosis Tom Yum Pertama di Indonesia Resmi Diluncurkan

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
  • visibility 57
  • comment 0 komentar

Kanzler kembali mencuri perhatian publik
dengan menghadirkan inovasi terbarunya, Sosis Tom Yum, yang resmi
diperkenalkan melalui rangkaian acara bertajuk Festival Sosis Jam 3 di
Anjungan Sarinah, Jakarta, pada 5–8 Februari 2026. Festival ini menjadi momen
pertama masyarakat dapat mencicipi varian terbaru Kanzler sekaligus merasakan
pengalaman menikmati sosis dengan cara yang berbeda.

Mengambil latar Sarinah sebagai ruang publik ikonik,
Kanzler menghadirkan vending machine sosis terbesar yang dirancang khusus
sebagai pusat pengalaman festival. Lewat pendekatan ini, Kanzler tidak hanya
meluncurkan produk baru, tetapi juga mengajak masyarakat khususnya generasi
urban dan Gen Z, untuk berhenti sejenak dari rutinitas dan menikmati momen
segar di tengah padatnya aktivitas harian.

Fransisca Sheilla Xavera, Senior Brand
Manager (Kanzler)
menjelaskan, “Kanzler Singles menghadirkan sosis pertama di Indonesia
dengan cita rasa Tom Yum, memadukan sensasi segar gurih dan sedikit hint pedas.
Varian ini diperkenalkan dengan positioning “Nyegerin di Jam 3”, waktu yang
kerap identik dengan rasa lelah, mengantuk, dan turunnya fokus. Melalui
kampanye ini, Kanzler ingin menghadirkan solusi yang relevan dengan realita
keseharian anak muda dan pekerja kota.”

Untuk memperkuat pengalaman kesegaran menikmati
produk, Kanzler memperkenalkan ritual khas Sobek, Seruput, Segar (S3).
Pengunjung diajak menikmati sosis dengan cara menyobek kemasan, menyeruput saus
Tom Yum, lalu menggigit sosis, menjadikan sebuah momen kecil yang dikemas
sebagai pengalaman seru.

Jam 3 sore merupakan momen jam jam rawan yang sangat relevan
untuk anak muda dan pekerja kantoran, karena di jam 3 biasanya sudah tidak
fokus, jam nanggung lapar dan mengantuk.

Di tengah kehidupan generasi muda perkantoran di kota
besar, jam 3 sore acapkali menjadi momen jam rawan, karena di saat ini banyak
pekerja rentan tidak fokus pada pekerjaan, merasa lapar, dan kerap mengantuk.

“Lewat Sosis Tom Yum dan Festival Sosis Jam 3,
kami ingin menghadirkan pengalaman yang bukan cuma enak, tapi juga fun
dan relevan dengan gaya hidup sekarang ini,” ujar Sheilla.

Selama empat hari penyelenggaraan, Festival Sosis Jam
3 menghadirkan berbagai aktivitas interaktif yang menggabungkan kuliner,
hiburan, dan partisipasi publik. Di hari pertama, pengunjung dapat menyaksikan live
cooking show
bersama kreator kuliner dan chef ternama yang mengolah Sosis
Tom Yum menjadi beragam menu kreatif. Aktivitas ini menjadi daya tarik
tersendiri karena menampilkan eksplorasi rasa secara langsung di hadapan
pengunjung.

Festival ini juga dimeriahkan dengan penampilan musisi
ternama, termasuk berbagai
bintang ternama yang hadir menyapa pengunjung dengan konsep hiburan sore
hari yang santai dan menyegarkan. Sementara itu, sesi Makan Bareng Gratis
bersama figur publik seperti Maia Estianty dan Machel menjadi salah satu sorotan
yang menarik antusiasme pengunjung.

Tak hanya berhenti di area Sarinah, rangkaian acara
Festival Sosis Jam 3 akan ditutup dengan Parade Sosis Jam 3 di kawasan Car Free
Day (CFD), dari Dukuh Atas hingga Sarinah. Performer lebih dari 300 orang,
menghadirkan suasana meriah yang sekaligus memperkenalkan varian baru Sosis Tom
Yum kepada masyarakat.

Berbagai zona interaktif juga dihadirkan untuk
memperkaya pengalaman pengunjung dalam merasakan sensasi ‘’Sobek-Seruput-Segar’’ (S3),
mulai dari area permainan, live cam experience, hingga photobooth.
Lewat berbagai zona yang interaktif di Festival Sosis Jam 3, Kanzler menegaskan
komitmennya untuk terus berinovasi, tidak hanya dalam menghadirkan produk baru,
tetapi juga dalam menciptakan pengalaman merek yang relevan, kontekstual, dan
mudah terhubung dengan konsumen.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Aice Got You! Panggung Crispymu! Season 2 Resmi Dimulai di Tangerang

    Aice Got You! Panggung Crispymu! Season 2 Resmi Dimulai di Tangerang

    • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 17
    • 0Komentar

    Jakarta – Gelaran perdana Aice Got You! Panggung Crispymu! Season 2 di Alun-alun Kota Tangerang, 19-21 Juni 2026, resmi berakhir dengan meriah. Selama tiga hari penuh, panggung berbentuk Show Truck khas Aice menjadi saksi ragam bakat unik warga Tangerang yang tampil di hadapan juri dan ribuan penonton. Aice Got You! Panggung Crispymu! sendiri merupakan ajang […]

  • Stablecoin Jadi Lapisan Proteksi Portofolio di Tengah Tekanan Rupiah dan Ketidakpastian Global

    Stablecoin Jadi Lapisan Proteksi Portofolio di Tengah Tekanan Rupiah dan Ketidakpastian Global

    • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 27
    • 0Komentar

    Jakarta, 3 Mei 2026 – Di tengah meningkatnya ketidakpastian global dan tekanan terhadap mata uang emerging markets, investor mulai menggeser fokus dari sekadar mengejar imbal hasil ke arah yang lebih strategis: melindungi nilai portofolio tanpa kehilangan fleksibilitas untuk menangkap peluang.  Dalam beberapa waktu terakhir, rupiah bergerak di kisaran Rp17.300–Rp17.400 per dolar AS, mencerminkan tekanan dari penguatan dolar global serta ekspektasi kebijakan suku bunga yang bertahan lebih tinggi dalam jangka waktu lebih lama. Kondisi ini mendorong investor untuk semakin selektif dalam mengelola eksposur risiko, sekaligus mencari instrumen yang mampu menjaga nilai di tengah volatilitas pasar.  Dalam konteks tersebut, pendekatan terhadap portofolio pun mulai berubah. Portofolio tidak lagi dipandang semata sebagai alat untuk pertumbuhan, tetapi sebagai sistem yang membutuhkan keseimbangan antara proteksi, likuiditas, dan potensi upside. Di tengah dinamika ini, stablecoin mulai memainkan peran yang semakin signifikan sebagai bagian dari strategi alokasi aset modern.  Fenomena ini tercermin dari perkembangan pasar dalam beberapa waktu terakhir. Kapitalisasi stablecoin global terus menunjukkan peningkatan, dengan USDT berada di kisaran US$189 miliar, diikuti USDC sekitar US$77 miliar, sementara pemain baru seperti RLUSD telah menembus US$1,5 miliar dalam waktu relatif singkat. Menariknya, pertumbuhan ini terjadi di tengah volatilitas pasar kripto, mengindikasikan bahwa likuiditas tidak keluar dari ekosistem, melainkan berpindah ke posisi yang lebih defensif.  Peningkatan ini tidak terjadi secara terisolasi. Dalam beberapa bulan terakhir, kombinasi faktor global telah mendorong investor untuk mencari aset yang lebih stabil dan likuid. Ketegangan geopolitik, termasuk konflik di Timur Tengah yang memicu volatilitas harga energi, serta inflasi global yang masih berada di atas target, menciptakan lingkungan pasar yang lebih defensif.  Di saat yang sama, kebijakan moneter yang cenderung higher-for-longer membuat biaya risiko menjadi lebih tinggi, sehingga investor semakin berhati-hati dalam menempatkan modal. Dalam kondisi seperti ini, terjadi pergeseran alokasi aset secara global, dari aset berisiko tinggi menuju instrumen yang mampu menjaga nilai sekaligus mempertahankan fleksibilitas.  Stablecoin berada di titik pertemuan dari kebutuhan tersebut. Berbeda dengan emas yang bersifat defensif namun kurang likuid dalam konteks repositioning cepat, atau dolar konvensional yang memiliki keterbatasan dalam mobilitas, stablecoin menawarkan eksposur terhadap dolar AS dengan likuiditas tinggi serta akses pasar selama 24 jam. Hal ini menjadikannya alternatif yang semakin relevan bagi investor yang ingin tetap berada dalam ekosistem pasar global tanpa terekspos langsung pada volatilitas tinggi.  Akibatnya, aliran dana yang sebelumnya berpotensi keluar dari pasar kripto tidak sepenuhnya meninggalkan ekosistem, melainkan berpindah ke stablecoin sebagai bentuk reposisi sementara. Dalam konteks ini, pertumbuhan stablecoin bukan sekadar refleksi dari kehati-hatian investor, tetapi indikasi bahwa likuiditas global masih berada di dalam system, menunggu momentum berikutnya.  Perubahan ini juga mencerminkan pergeseran perilaku investor. Jika sebelumnya kondisi risk-off sering diartikan sebagai keluar dari pasar sepenuhnya, kini semakin banyak pelaku pasar yang memilih untuk tetap berada dalam ekosistem melalui stablecoin. Dengan demikian, mereka tetap memiliki fleksibilitas untuk kembali masuk ke aset berisiko ketika kondisi mulai membaik.  Dalam konteks Indonesia, pilihan safe haven juga menjadi semakin beragam. Emas tetap menjadi instrumen lindung nilai dalam jangka panjang, sementara dolar AS mempertahankan posisinya sebagai mata uang global yang dominan. Namun, stablecoin menghadirkan dimensi baru dengan menggabungkan karakteristik dolar dengan fleksibilitas aset digital yang dapat diakses secara real-time.  “Kita sedang berada di fase pasar yang tidak nyaman, dan justru di situlah peluang biasanya muncul. Dalam jangka pendek, tekanan makro masih tinggi dan volatilitas tidak akan hilang. Karena itu, sebagian investor mulai lebih taktis, termasuk meningkatkan alokasi ke stablecoin sebagai ‘dry powder’,” ujar Yudhono Rawis, CEO dan Founder FLOQ.  Menurut Yudhono, pertanyaan yang lebih relevan bagi investor saat ini bukan lagi sekadar arah pasar, tetapi kesiapan dalam merespons perubahan tersebut. “Bukan soal apakah pasar akan naik atau turun, tetapi apakah kita siap saat likuiditas kembali masuk. […]

  • Membanggakan! Satpam BRI BO Tanjung Priok Region 6/Jakarta 1 Raih Rekor MURI sebagai Pembuat Karya Ilmiah Terbanyak

    Membanggakan! Satpam BRI BO Tanjung Priok Region 6/Jakarta 1 Raih Rekor MURI sebagai Pembuat Karya Ilmiah Terbanyak

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 53
    • 0Komentar

    Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh insan BRI. Satpam BRI Branch Office (BO) Tanjung Priok Region 6/Jakarta 1 berhasil meraih Rekor MURI (Museum Rekor-Dunia Indonesia) sebagai pembuat karya ilmiah terbanyak, sebuah capaian luar biasa yang menginspirasi dan membanggakan seluruh keluarga besar BRI. Penghargaan Rekor MURI tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan konsistensi dalam menghasilkan […]

  • Tumbuh 11%, KAI Logistik Kelola 65 Ribu ton Pengiriman Retail

    Tumbuh 11%, KAI Logistik Kelola 65 Ribu ton Pengiriman Retail

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle editor News
    • visibility 70
    • 0Komentar

    KAI Logistik, anak usaha KAI terus mencatakan pertumbuhan signifikan pada layanan kurir dengan pertumbuhan konsisten sebesar 11% selama dua tahun berturut-turut. Tahun 2025, KAI Logistik mencatatkan volume sebesar 65.691 ton, meningkat dibandingkan 2024 sebesar 58.903 ton. Pertumbuhan ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan KAI Logistik. Secara tonase, volume tertinggi didominasi oleh paket sejumlah 43.650 […]

  • KAI Logistik Tingkatkan Kapasitas Bisnis di Tahun 2026, Bidik Rp 2,47 Triliun Pendapatan

    KAI Logistik Tingkatkan Kapasitas Bisnis di Tahun 2026, Bidik Rp 2,47 Triliun Pendapatan

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 54
    • 0Komentar

    KAI Logistik menetapkan tahun 2026 sebagai fase akselerasi transformasi bisnis dengan target pertumbuhan kinerja yang signifikan, baik dari sisi keuangan maupun volume angkutan. Tahun 2026 diproyeksikan menjadi titik balik peningkatan kapasitas bisnis perusahaan seiring penguatan peran KAI Logistik dalam mendukung rantai pasok nasional. Direktur Utama KAI Logistik, Yuskal Setiawan, menyampaikan bahwa perusahaan menargetkan pendapatan sebesar […]

  • Tiket KA Lebaran 2026 dan Tiket Diskon 30% KA Ekonomi Komersial dari Daop 2 Bandung Terus Diminati

    Tiket KA Lebaran 2026 dan Tiket Diskon 30% KA Ekonomi Komersial dari Daop 2 Bandung Terus Diminati

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 44
    • 0Komentar

    Bandung (Jawa Barat), 27 Februari 2026 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung menyampaikan update penjualan tiket KA Jarak Jauh untuk periode Angkutan Lebaran 2026. Antusiasme masyarakat dalam memanfaatkan moda transportasi kereta api pada momen mudik tahun ini menunjukkan tren yang sangat positif, baik untuk perjalanan reguler maupun program tarif diskon yang […]

expand_less