Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Kebumen Tak Lagi Sekadar Kota Singgah: Kunjungan Wisata Melonjak, Alam Selatan Jadi Magnet Baru

Kebumen Tak Lagi Sekadar Kota Singgah: Kunjungan Wisata Melonjak, Alam Selatan Jadi Magnet Baru

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
  • visibility 30
  • comment 0 komentar

Pertumbuhan jumlah kunjungan ini tidak hanya mencerminkan daya tarik alam, tetapi juga perubahan perilaku wisatawan yang semakin mencari pengalaman alam dan budaya yang berbeda. Kebumen menawarkan kombinasi unik: dari pantai bertebing yang dramatis, gua kapur alami, hingga waduk yang tenang, semua bisa dijangkau dalam waktu kurang dari satu jam dari pusat kota.

Selama beberapa tahun terakhir, Kebumen berubah dari sekadar kota transit di jalur selatan Jawa menjadi tujuan wisata yang mulai serius dilirik pelancong domestik. Tren itu terlihat dari data terbaru yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kebumen: hingga **Agustus 2025, perjalanan wisatawan Nusantara (wisnus) ke Kebumen mencapai sekitar 2,77 juta kunjungan. Angka ini menunjukkan pergerakan wisata yang kuat di luar kota besar dan daerah tradisional sumber wisata seperti Yogyakarta atau Banyumas.

Pertumbuhan jumlah kunjungan ini tidak hanya mencerminkan daya tarik alam, tetapi juga perubahan perilaku wisatawan yang semakin mencari pengalaman alam dan budaya yang berbeda. Kebumen menawarkan kombinasi unik: dari pantai bertebing yang dramatis, gua kapur alami, hingga waduk yang tenang, semua bisa dijangkau dalam waktu kurang dari satu jam dari pusat kota.

Dalam konteks ini, faktor akomodasi dan lokasi hotel menjadi penentu kenyamanan perjalanan. Hotel dengan posisi strategis sangat penting untuk memaksimalkan waktu wisatawan. Salah satu yang mendapatkan keuntungan dari dinamika ini adalah Mexolie Hotel Kebumen, yang berada di pusat kota dengan akses langsung ke jalur utama menuju destinasi unggulan selatan dan barat. Wisatawan yang menginap di sini bisa merencanakan tur harian tanpa repot berpindah penginapan berkali-kali.

Berikut lima destinasi yang menjadi wajah baru Kebumen.

Pantai Menganti: Ikon Baru Pesisir Selatan

Pantai Menganti di Kecamatan Ayah menjadi magnet utama wisatawan di Kebumen. Tebing hijau yang menghadap langsung ke Samudra Hindia, kombinasi pasir dan ombak yang dramatis, serta ornamentasi lokasi wisata yang terus berkembang membuat pantai ini semakin sering muncul sebagai tujuan utama. Pengunjung bisa menikmati sunrise pagi atau sunset sore, dengan latar suara ombak yang tenang.

Jaraknya sekitar 40–50 kilometer dari pusat kota, atau sekitar satu jam perjalanan dari Mexolie Hotel Kebumen.

Goa Jatijajar: Gabungan Alam dan Legenda

Tak jauh dari Menganti, Goa Jatijajar menyajikan pengalaman eksplorasi gua kapur yang sudah terbentuk ribuan tahun. Formasi stalaktit dan stalagmit yang memukau dipadu cerita legenda lokal, seperti kisah Raden Kamandaka atau Lutung Kasarung, menciptakan kombinasi edukasi dan pengalaman turistik yang kental.

Lokasinya mudah diakses dari pusat kota, sekitar 45 menit dari Mexolie Hotel Kebumen, dan menjadi favorit keluarga serta rombongan sekolah.

Pantai Suwuk: Alternatif Pantai Dekat Pusat Kota

Pantai Suwuk menjadi opsi menarik bagi wisatawan yang ingin menikmati pesisir tanpa perjalanan jauh. Hanya sekitar 20 kilometer dari pusat kota, pantai dengan hamparan pasir luas ini populer di kalangan wisatawan keluarga. Di area yang sama, tersedia juga taman rekreasi yang memperluas pengalaman wisata.

Kedekatannya memperkuat daya tarik hotel pusat kota seperti Mexolie sebagai titik awal eksplorasi. 

Bukit Hud Karangbolong: Panorama Laut dari Atas

Bukit Hud Karangbolong menawarkan sudut pandang berbeda dalam menikmati laut selatan. Tempat ini kian populer di kalangan pecinta fotografi lanskap dan pencari suasana senja yang romantis. Dari puncaknya, garis laut tampak luas tanpa batas, memberi pengalaman visual yang kuat. 

Waduk Sempor: Ruang Relaksasi di Alam Terbuka

Berbeda dengan pantai dan gua, Waduk Sempor di sisi barat Kebumen menawarkan ketenangan yang lebih. Air yang tenang, perbukitan hijau, dan udara sejuk membuatnya menjadi tempat ideal untuk piknik, memancing, atau sekadar bersantai. Lokasinya hanya sekitar 30 menit dari pusat kota dan mudah dijangkau dari Mexolie Hotel Kebumen. 

Hotel Strategis dan Pola Baru Wisata Kebumen

Pertumbuhan kunjungan wisatawan ini berdampak nyata pada industri perhotelan lokal. Data BPS menunjukkan tingkat penghunian kamar (TPK) hotel di Kebumen pada Agustus 2025 mencapai 30,62 persen, dengan hotel bintang mencatat 52,65 persen dan hotel non-bintang mencatat 23,55 persen. Rata-rata lama menginap sekitar 1,13 malam. 

Angka-angka ini mencerminkan perubahan pola wisatawan: mereka tidak sekadar mampir, tetapi memilih menginap beberapa malam untuk benar-benar menjelajah ragam destinasi. Dalam konteks itu, hotel yang punya akses strategis ke rute wisata utama punya keunggulan kompetitif.

Mexolie Hotel Kebumen, dengan lokasi di pusat kota, berada di jalur penghubung ke Pantai Menganti, Goa Jatijajar, Pantai Suwuk, Bukit Hud Karangbolong, dan Waduk Sempor. Posisi ini memberi wisatawan fleksibilitas dalam merancang itinerary harian tanpa buang waktu di perjalanan. 

Kebumen: Destinasi yang Mulai Dipercaya

Meski belum sepopuler Yogyakarta atau daerah wisata mainstream lain di Jawa Tengah, Kebumen kini menunjukkan pertumbuhan kunjungan yang signifikan. Alamnya masih relatif alami, destinasi tumbuh organik, dan pengalaman wisatanya terasa lebih personal. Tren ini memberi peluang baru bagi ekonomi lokal, mulai dari akomodasi, kuliner, hingga wisata berbasis komunitas.

Di tengah dinamika tersebut, lokasi hotel menjadi bagian integral dari pengalaman wisata, bukan sekadar tempat bermalam. Dan Kebumen, dengan kekayaan alamnya, kini berdiri di garis depan proposisi wisata alternatif di Indonesia.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Program ACCES Kementerian UMKM Catat Permintaan Pembiayaan Hingga Rp150 Miliar, Restock Perkuat Peran Pembiayaan Alternatif bagi Usaha Menengah

    Program ACCES Kementerian UMKM Catat Permintaan Pembiayaan Hingga Rp150 Miliar, Restock Perkuat Peran Pembiayaan Alternatif bagi Usaha Menengah

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle editor News
    • visibility 68
    • 0Komentar

    Kementerian UMKM RI resmi menutup batch terbaru program ACCES yang menggandeng Restock (PT Cerita Teknologi Indonesia) sebagai mitra pembiayaan non-bank untuk memperluas akses permodalan bagi usaha menengah melalui skema kolaboratif. Program ini berhasil mengurasi 56 pengusaha dari 12 provinsi melalui metode pendampingan intensif dan business matching, yang menghasilkan realisasi pembiayaan sebesar Rp20–30 miliar dengan memanfaatkan […]

  • Kementerian PU Lakukan Penanganan Bencana Sumatera Lewat Skema Padat Karya untuk Pulihkan Ekonomi Warga

    Kementerian PU Lakukan Penanganan Bencana Sumatera Lewat Skema Padat Karya untuk Pulihkan Ekonomi Warga

    • calendar_month Minggu, 18 Jan 2026
    • account_circle editor News
    • visibility 70
    • 0Komentar

    JAKARTA, 18 Januari 2026 – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mengakselerasi penanganan pascabencana di sejumlah wilayah Sumatera, khususnya di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Hingga 15 Januari 2026, Kementerian PU tidak hanya memfokuskan upaya pada pemulihan infrastruktur fisik, tetapi juga pemulihan ekonomi masyarakat terdampak melalui penerapan skema Padat Karya. Menteri PU, Dody Hanggodo, […]

  • Ibu2Canggih Moms Gathering Ramadan Moments Hadirkan Inspirasi dan Kebersamaan Bersama 100 Momfluencers

    Ibu2Canggih Moms Gathering Ramadan Moments Hadirkan Inspirasi dan Kebersamaan Bersama 100 Momfluencers

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 44
    • 0Komentar

    Lebih dari 100 momfluencer merayakan kebersamaan dalam suasana Ramadan yang hangat melalui acara bertajuk “Ibu2Canggih Moms Gathering Ramadan Moments”, Sabtu (7/3). Jakarta, 7 Maret 2026 – Komunitas Ibu2Canggih kembali menghadirkan ruang inspiratif bagi para ibu. Kali ini, lebih dari 100 momfluencer merayakan kebersamaan dalam suasana Ramadan yang hangat melalui acara bertajuk “Ibu2Canggih Moms Gathering Ramadan […]

  • Harga Emas Hari Ini Bergerak Volatil, Dupoin Futures Proyeksikan Target .231

    Harga Emas Hari Ini Bergerak Volatil, Dupoin Futures Proyeksikan Target $5.231

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 40
    • 0Komentar

    Harga emas dunia diperkirakan masih akan bergerak dinamis pada perdagangan hari ini, dengan peluang penguatan yang tetap terbuka meskipun sempat mengalami tekanan dalam beberapa sesi terakhir. Berdasarkan analisis Dupoin Futures yang disampaikan oleh analis Andy Nugraha, secara teknikal pergerakan emas masih menunjukkan kecenderungan bullish pada timeframe H1, sehingga potensi kenaikan harga masih cukup besar selama […]

  • PT Krakatau Baja Konstruksi Rampungkan Mushola Modular dan Gedung Serba Guna Modular di Tapanuli Selatan

    PT Krakatau Baja Konstruksi Rampungkan Mushola Modular dan Gedung Serba Guna Modular di Tapanuli Selatan

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 27
    • 0Komentar

    Cilegon, 7 April 2026 – PT Krakatau Baja Konstruksi (KBK) yang merupakan bagian kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan solusi konstruksi modular berbasis baja melalui penyelesaian dua proyek fasilitas publik di Kabupaten Tapanuli Selatan, Provinsi Sumatra Utara, yakni Mushola Modular dan Gedung Serba Guna (GSG) Modular. Kedua proyek tersebut telah rampung pada 6 Maret 2026 sebagai […]

  • Stablecoin Jadi Lapisan Proteksi Portofolio di Tengah Tekanan Rupiah dan Ketidakpastian Global

    Stablecoin Jadi Lapisan Proteksi Portofolio di Tengah Tekanan Rupiah dan Ketidakpastian Global

    • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 15
    • 0Komentar

    Jakarta, 3 Mei 2026 – Di tengah meningkatnya ketidakpastian global dan tekanan terhadap mata uang emerging markets, investor mulai menggeser fokus dari sekadar mengejar imbal hasil ke arah yang lebih strategis: melindungi nilai portofolio tanpa kehilangan fleksibilitas untuk menangkap peluang.  Dalam beberapa waktu terakhir, rupiah bergerak di kisaran Rp17.300–Rp17.400 per dolar AS, mencerminkan tekanan dari penguatan dolar global serta ekspektasi kebijakan suku bunga yang bertahan lebih tinggi dalam jangka waktu lebih lama. Kondisi ini mendorong investor untuk semakin selektif dalam mengelola eksposur risiko, sekaligus mencari instrumen yang mampu menjaga nilai di tengah volatilitas pasar.  Dalam konteks tersebut, pendekatan terhadap portofolio pun mulai berubah. Portofolio tidak lagi dipandang semata sebagai alat untuk pertumbuhan, tetapi sebagai sistem yang membutuhkan keseimbangan antara proteksi, likuiditas, dan potensi upside. Di tengah dinamika ini, stablecoin mulai memainkan peran yang semakin signifikan sebagai bagian dari strategi alokasi aset modern.  Fenomena ini tercermin dari perkembangan pasar dalam beberapa waktu terakhir. Kapitalisasi stablecoin global terus menunjukkan peningkatan, dengan USDT berada di kisaran US$189 miliar, diikuti USDC sekitar US$77 miliar, sementara pemain baru seperti RLUSD telah menembus US$1,5 miliar dalam waktu relatif singkat. Menariknya, pertumbuhan ini terjadi di tengah volatilitas pasar kripto, mengindikasikan bahwa likuiditas tidak keluar dari ekosistem, melainkan berpindah ke posisi yang lebih defensif.  Peningkatan ini tidak terjadi secara terisolasi. Dalam beberapa bulan terakhir, kombinasi faktor global telah mendorong investor untuk mencari aset yang lebih stabil dan likuid. Ketegangan geopolitik, termasuk konflik di Timur Tengah yang memicu volatilitas harga energi, serta inflasi global yang masih berada di atas target, menciptakan lingkungan pasar yang lebih defensif.  Di saat yang sama, kebijakan moneter yang cenderung higher-for-longer membuat biaya risiko menjadi lebih tinggi, sehingga investor semakin berhati-hati dalam menempatkan modal. Dalam kondisi seperti ini, terjadi pergeseran alokasi aset secara global, dari aset berisiko tinggi menuju instrumen yang mampu menjaga nilai sekaligus mempertahankan fleksibilitas.  Stablecoin berada di titik pertemuan dari kebutuhan tersebut. Berbeda dengan emas yang bersifat defensif namun kurang likuid dalam konteks repositioning cepat, atau dolar konvensional yang memiliki keterbatasan dalam mobilitas, stablecoin menawarkan eksposur terhadap dolar AS dengan likuiditas tinggi serta akses pasar selama 24 jam. Hal ini menjadikannya alternatif yang semakin relevan bagi investor yang ingin tetap berada dalam ekosistem pasar global tanpa terekspos langsung pada volatilitas tinggi.  Akibatnya, aliran dana yang sebelumnya berpotensi keluar dari pasar kripto tidak sepenuhnya meninggalkan ekosistem, melainkan berpindah ke stablecoin sebagai bentuk reposisi sementara. Dalam konteks ini, pertumbuhan stablecoin bukan sekadar refleksi dari kehati-hatian investor, tetapi indikasi bahwa likuiditas global masih berada di dalam system, menunggu momentum berikutnya.  Perubahan ini juga mencerminkan pergeseran perilaku investor. Jika sebelumnya kondisi risk-off sering diartikan sebagai keluar dari pasar sepenuhnya, kini semakin banyak pelaku pasar yang memilih untuk tetap berada dalam ekosistem melalui stablecoin. Dengan demikian, mereka tetap memiliki fleksibilitas untuk kembali masuk ke aset berisiko ketika kondisi mulai membaik.  Dalam konteks Indonesia, pilihan safe haven juga menjadi semakin beragam. Emas tetap menjadi instrumen lindung nilai dalam jangka panjang, sementara dolar AS mempertahankan posisinya sebagai mata uang global yang dominan. Namun, stablecoin menghadirkan dimensi baru dengan menggabungkan karakteristik dolar dengan fleksibilitas aset digital yang dapat diakses secara real-time.  “Kita sedang berada di fase pasar yang tidak nyaman, dan justru di situlah peluang biasanya muncul. Dalam jangka pendek, tekanan makro masih tinggi dan volatilitas tidak akan hilang. Karena itu, sebagian investor mulai lebih taktis, termasuk meningkatkan alokasi ke stablecoin sebagai ‘dry powder’,” ujar Yudhono Rawis, CEO dan Founder FLOQ.  Menurut Yudhono, pertanyaan yang lebih relevan bagi investor saat ini bukan lagi sekadar arah pasar, tetapi kesiapan dalam merespons perubahan tersebut. “Bukan soal apakah pasar akan naik atau turun, tetapi apakah kita siap saat likuiditas kembali masuk. […]

expand_less