Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Ketika Mantan PETI Bersama-sama Membangun Pongkor

Ketika Mantan PETI Bersama-sama Membangun Pongkor

  • account_circle adm9l9jps
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 4
  • comment 0 komentar

Bogor – Penambang Tanpa Izin (PETI) menjadi permasalahan di banyak wilayah tambang, praktik penambangan ilegal yang tidak hanya menimbulkan keresahan lingkungan dan sosial, tetapi tak jarang membahayakan nyawa. Tak terkecuali di wilayah Pongkor, Kabupaten Bogor, isu PETI bergulir sejak lama.

Namun, seiring waktu, kesadaran baru tumbuh. Tidak sedikit mantan PETI yang mulai menyadari banyaknya sisiko yang muncul dari pekerjaan yang dilakukan. Di berbagai sudut desa sekitar Pongkor, muncul kegelisahan yang sama, keinginan untuk menemukan penghidupan yang lebih aman dan berkelanjutan.

Kampung Cisangku, Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, menjadi salah satu cermin perubahan tersebut. Kawasan yang berada dalam bentang Taman Nasional Gunung Halimun Salak ini pernah menghadapi tekanan sosial ekonomi yang kuat.

Sebagian warga kala itu menggantungkan hidup pada aktivitas yang beririsan dengan pembalakan liar dan penambangan ilegal. Hutan menjadi ruang yang rentan, sementara masyarakat berada dalam situasi yang serba terbatas.

Di tengah situasi itulah Hendrik mulai bergerak dengan niat untuk kembali membangun desa agar kembali memberikan manfaat bagi masyarakatnya.

“Di Pongkor dulu isu penambang liar itu seperti hal yang biasa terdengar. Banyak orang melihatnya sebagai pilihan hidup, tapi semakin dijalani, saya merasa itu bukan sesuatu yang baik untuk jangka panjang. Risiko besar, hasil tidak pasti, hidup juga penuh rasa khawatir,” ujar Hendrik.

Kesadaran itu menjadi titik balik. Bersama masyarakat, Hendrik terlibat dalam penguatan Kelompok Model Kampung Konservasi Cisangku, sebuah ruang kolektif yang perlahan menggeser orientasi dari eksploitasi menuju pelestarian. Perubahan tersebut kemudian menemukan momentumnya melalui kolaborasi berbagai pihak, termasuk program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan PT Antam (Persero) Tbk UBPE Pongkor.

Melalui Program Pepeling Cisangku, masyarakat diperkenalkan pada alternatif mata pencaharian yang bertumpu pada konservasi dan pemulihan lingkungan. Persemaian bibit tanaman endemik, pengembangan pupuk bokashi, hingga inovasi pupuk hayati mikoriza menjadi bagian dari ekosistem baru yang dibangun bersama.

Lahan yang dahulu menyimpan jejak aktivitas PETI kini menampilkan pemandangan berbeda. Bibit-bibit tanaman tumbuh teratur dalam polybag. Aktivitas yang berjalan bukan lagi menggali, melainkan menanam. Bagi masyarakat, perubahan itu menghadirkan stabilitas baru sekaligus rasa aman yang sebelumnya jarang dirasakan.

“Sekarang kami belajar melihat alam dengan cara yang berbeda. Dulu mungkin orang berpikir bagaimana mengambil dari hutan. Sekarang kami justru merawat dan menanam. Ada rasa bangga ketika melihat pohon tumbuh di tempat yang dulu rusak.” lanjut Hendrik.

Transformasi di Cisangku tidak hanya mengubah lanskap fisik, tetapi juga struktur sosial dan ekonomi warga. Kegiatan produktif melibatkan lebih banyak elemen masyarakat, dari kelompok ibu ibu hingga pemuda desa. Potensi alam berkembang menjadi ruang eduekowisata, sementara aktivitas konservasi menciptakan sumber penghidupan alternatif yang lebih stabil.

Cerita perubahan di Pongkor tidak berhenti di Cisangku. Di desa lain yang masih berada dalam bentang wilayah yang sama, kisah serupa tumbuh dengan warna berbeda.

Sudin, yang lebih dikenal sebagai Kang Gemer, adalah salah satu di antaranya. Lahir dan besar di Kampung Parigi, Desa Cisarua, Kang Gemer pernah menjalani kehidupan sebagai gurandil dalam kurun waktu yang panjang. Selama bertahun tahun, aktivitas PETI menjadi bagian dari realitas hidupnya. Namun perjalanan waktu membawa refleksi yang tak terhindarkan.

“Dulu saya berpikir yang penting bisa bekerja dan ada penghasilan, Tapi lama lama terasa, pekerjaan itu penuh risiko. Bukan cuma soal keselamatan, tapi juga kesehatan dan keluarga. Ada rasa khawatir yang terus mengikuti.” ujar Kang Gemer.

Keputusan untuk beralih profesi menjadi titik balik penting dalam hidupnya. Melalui Program Sistem Pengembangan Usaha dan Perlindungan Lingkungan Cisarua atau Sundung Cisarua yang dijalankan Antam UBPE Pongkor, Kang Gemer mulai mengenal dunia yang sepenuhnya berbeda: peternakan.

Dari serangkaian pelatihan dan pendampingan, ia menapaki usaha budidaya domba. Aktivitas yang awalnya asing perlahan menjadi sumber penghidupan yang stabil sekaligus ruang pembelajaran baru.

“Beternak domba memberi saya rasa yang berbeda, Ada kepastian yang dulu tidak saya rasakan. Kami bisa merencanakan, bisa mengembangkan. Hidup terasa lebih tenang.” Lanjut Kang Gemer.

Seiring waktu, peran Kang Gemer berkembang melampaui dirinya sendiri. Ia dikenal sebagai mantri domba, aktif berbagi pengetahuan kepada warga dan bahkan menjadi narasumber di berbagai kegiatan pelatihan. Kisahnya menjadi contoh nyata bagaimana perubahan individu dapat memicu perubahan sosial yang lebih luas.

Baik di Cisangku maupun Cisarua, benang merahnya serupa. Kesadaran, ketika bertemu dengan kesempatan dan dukungan yang tepat, mampu menggeser arah hidup. Dari aktivitas berisiko tinggi menuju penghidupan yang lebih aman, dari eksploitasi menuju keberlanjutan.

Sekretaris Perusahaan Antam, Wisnu Danandi Haryanto menyebutkan, upaya pengelolaan lingkungan di sekitar wilayah operasi menjadi tanggung jawab dan bagian yang integral dari bisnis Antam. Di Pongkor, Antam bersama masyarakat bersinergi untuk bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan dan kemandirian masyarakat melalui berbagai program tanggung jawab sosial dan lingkungan.

Pelibatan para mantan PETI menjadi bagian dari upaya perusahaan tambang tersebut untuk meningkatkan kesadaran masyarakat pentingnya menjaga lingkungan dan memingkatkan perekonomian melalui cara yang harmonis dengan alam.

“Melalui berbagai program inovasi sosial yang dilakukan UBPE Pongkor, kami bersama masyarakat termasuk para mantan PETI berjalan bersama untuk membangun Pongkor menjadi desa yang mandiri dan hijau,” kata Wisnu.

Wisnu menegaskan, komitmen para mantan PETI dalam membangun Pongkor sangatlah penting karena alam yang ada saat ini bukan hanya untuk generasi saat ini, tetapi perlu dilestarikan demi generasi yang akan datang.

“Kami sangat bersyukur tidak sedikit mantan PETI yang sudah bergerak bersama untuk membangun Pongkor. Kami berkomitmen untuk terus bersama-sama memajukan perekonomian wilayah sejalan dengan pengelolaan lingkungan yang baik demi masa depan yang lebih baik,” tutup Wisnu.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: adm9l9jps

Rekomendasi Untuk Anda

  • Safari Natal Minahasa Selatan

    Safari Natal di Minahasa Selatan, Franky Donny Wongkar Sambut Gubernur Yulius Selvanus

    • calendar_month Sabtu, 20 Des 2025
    • account_circle redaktur reputasi
    • visibility 42
    • 0Komentar

    Minsel, ReputasiPlus.com — Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan menggelar Perayaan Menyambut Natal Yesus Kristus yang dirangkaikan dengan Safari Natal Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, Rabu (17/12/2025). Kegiatan yang berlangsung di Aula Waleta, Kantor Bupati Minahasa Selatan ini menjadi ungkapan syukur sekaligus momentum mempererat iman, persaudaraan, dan kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat. Perayaan Natal tersebut mencerminkan sinergi yang kuat […]

  • Air Lebih Pasti, Warga Lebih Tenang: Gerakan 2.000 Toren untuk Jakarta

    Air Lebih Pasti, Warga Lebih Tenang: Gerakan 2.000 Toren untuk Jakarta

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle adm9l9jps
    • visibility 4
    • 0Komentar

    Air Lebih Pasti, Warga Lebih Tenang: Gerakan 2.000 Toren untuk Jakarta Jakarta, 23 Februari 2026 – Sebagai bagian dari komitmen menghadirkan layanan air minum yang merata dan berkeadilan, PAM JAYA kembali melanjutkan program pembagian toren air gratis bagi warga Jakarta. Program ini merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman antara TP PKK Provinsi DKI Jakarta dan […]

  • FLOQ Peduli: Dukung Organisasi Sosial dalam Misi Kemanusiaan di Indonesia

    FLOQ Peduli: Dukung Organisasi Sosial dalam Misi Kemanusiaan di Indonesia

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle editor News
    • visibility 24
    • 0Komentar

    Melalui inisiatif FLOQ Peduli, FLOQ menegaskan komitmennya untuk berkontribusi dalam misi kemanusiaan dengan mendukung organisasi sosial yang telah lama berada di garis depan perlindungan anak dan penguatan komunitas di Indonesia. Inisiatif ini menyoroti peran Wahana Visi Indonesia dalam penanganan dampak bencana dan pemulihan komunitas, serta Yayasan Sayap Ibu yang selama hampir tujuh dekade merawat bayi […]

  • Fenomena Pengibaran Bendera One Piece di Berbagai Daerah: Simbol Perlawanan atau Ekspresi Budaya Pop?

    Fenomena Pengibaran Bendera One Piece di Berbagai Daerah: Simbol Perlawanan atau Ekspresi Budaya Pop?

    • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
    • account_circle redaktur reputasi
    • visibility 101
    • 0Komentar

    Manado, Reputasiplus  — Dalam beberapa pekan terakhir, fenomena pengibaran bendera bertema One Piece, khususnya bendera bajak laut Straw Hat Pirates milik tokoh fiksi Monkey D. Luffy, menjadi perbincangan hangat di berbagai wilayah Indonesia. Bendera berwarna hitam dengan lambang tengkorak mengenakan topi jerami itu terlihat dikibarkan di atap rumah warga, tiang bambu, bahkan kendaraan pribadi. Fenomena ini memicu beragam […]

  • KAI Services Tambah 1.765 Personel untuk Perkuat Layanan dan Dukung Kesiapan Angkutan Lebaran 2026

    KAI Services Tambah 1.765 Personel untuk Perkuat Layanan dan Dukung Kesiapan Angkutan Lebaran 2026

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle adm9l9jps
    • visibility 3
    • 0Komentar

    KAI Services menyiapkan sebanyak 1.765 personel tambahan untuk memperkuat layanan operasional selama masa Angkutan Lebaran 2026. Penambahan ini dilakukan sebagai bentuk dukungan kepada PT Kereta Api Indonesia (Persero) dalam memastikan kelancaran perjalanan kereta api di tengah tingginya mobilitas masyarakat pada periode mudik dan arus balik. Personel tambahan tersebut akan ditempatkan di berbagai lini layanan, mulai […]

  • Libur Panjang Imlek, KAI Bandara Layani 115.272 Penumpang

    Libur Panjang Imlek, KAI Bandara Layani 115.272 Penumpang

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • account_circle adm9l9jps
    • visibility 10
    • 0Komentar

    Layanan kereta api bandara yang dioperasikan oleh PT Railink mencatat kinerja positif selama periode libur panjang Tahun Baru Imlek dengan total jumlah penumpang mencapai 115.272 orang di seluruh wilayah operasional. Di wilayah Yogyakarta, total penumpang tercatat sebanyak 47.182 orang, yang terdiri dari layanan KA Bandara YIA PSO sebanyak 30.709 penumpang dan KA Bandara YIA Xpress […]

expand_less