Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Kripto Masuki Era Pertumbuhan, Tokenisasi Jadi Penggerak Baru Industri

Kripto Masuki Era Pertumbuhan, Tokenisasi Jadi Penggerak Baru Industri

  • account_circle vritimes
  • calendar_month 15 jam yang lalu
  • visibility 5
  • comment 0 komentar

Jakarta, 4 Oktober 2026 – Industri aset kripto, termasuk Bitcoin, dan teknologi blockchain dinilai mulai memasuki fase baru yang ditandai dengan percepatan adopsi dan perkembangan teknologi. Perubahan tersebut tidak hanya terlihat dari perkembangan jaringan blockchain, tetapi juga dari semakin luasnya penerapan teknologi digital pada sektor keuangan.

Pandangan mengenai fase baru pertumbuhan industri kripto sebelumnya disampaikan oleh Founder Cardano, Charles Hoskinson. Ia menilai perkembangan blockchain mulai memasuki periode pertumbuhan eksponensial, seiring dengan semakin luasnya penerapan teknologi seperti blockchain, kecerdasan buatan (AI), dan tokenisasi.

Hoskinson juga menyoroti perkembangan tokenisasi aset sebagai salah satu indikasi semakin luasnya penggunaan blockchain di sektor keuangan. Tokenisasi memungkinkan berbagai aset tradisional, termasuk saham, mata uang, dan properti, direpresentasikan secara digital di jaringan blockchain.

Blockchain Mulai Bergerak ke Sektor Keuangan

CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menilai perkembangan tersebut menunjukkan bahwa industri kripto mulai bergerak dari sekadar penggunaan aset digital sebagai instrumen perdagangan menuju pemanfaatan teknologi blockchain yang lebih luas.

“Kalau melihat perkembangan industri saat ini, blockchain semakin bergerak dari sekadar teknologi di balik aset kripto menjadi infrastruktur yang dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan keuangan. Salah satu perkembangan yang paling menarik adalah tokenisasi saham dan ETF, karena teknologi ini membuka kemungkinan baru dalam bagaimana aset keuangan diterbitkan, ditransaksikan, dan diselesaikan,” kata Yudho.

Menurut Yudho, pertumbuhan eksponensial pada teknologi tidak selalu terlihat sejak tahap awal. Adopsi biasanya berlangsung secara bertahap, kemudian dapat meningkat lebih cepat ketika infrastruktur, regulasi, dan kebutuhan pasar mulai menemukan titik temu.

Dalam konteks industri aset digital, ia melihat semakin besarnya keterlibatan institusi keuangan dan perusahaan teknologi sebagai salah satu faktor yang dapat mempercepat proses tersebut.

“Fase berikutnya bukan hanya soal seberapa cepat sebuah blockchain memproses transaksi, tetapi bagaimana teknologi tersebut dapat terintegrasi dengan sistem keuangan yang sudah ada. Ketika infrastruktur, regulasi, dan kebutuhan pengguna berkembang secara bersamaan, adopsi blockchain berpotensi meningkat jauh lebih cepat,” ungkap Yudho.

Tokenisasi Jadi Salah Satu Tren Utama

Perkembangan tokenisasi juga menjadi salah satu indikator yang menunjukkan semakin dekatnya hubungan antara pasar keuangan tradisional dan ekosistem aset digital. Data internal FLOQ menunjukkan nilai ekuitas yang ditokenisasi meningkat dari sekitar US$600 juta pada awal 2025 menjadi sekitar US$3 miliar.

Yudho menilai pertumbuhan tersebut perlu dilihat sebagai bagian dari perubahan struktural dalam industri keuangan, bukan hanya sebagai tren jangka pendek.

“Tokenisasi saham dan ETF menjadi salah satu contoh bagaimana aset digital dapat menjembatani pasar tradisional dengan teknologi blockchain. Ke depan, yang penting bukan hanya pertumbuhan nilainya, tetapi juga bagaimana ekosistem ini membangun standar keamanan, transparansi, kepatuhan, dan pengalaman pengguna yang dapat diterima secara luas,” jelasnya.

Perkembangan AI juga menjadi bagian dari perubahan teknologi yang dapat berdampak pada ekosistem aset digital. Efisiensi model AI yang semakin meningkat berpotensi membuat teknologi tersebut dapat digunakan secara lebih luas, termasuk dalam pengembangan infrastruktur dan layanan keuangan digital.

Tantangan Adopsi dan Regulasi

Menurut Yudho, perkembangan berbagai teknologi secara bersamaan dapat menciptakan ekosistem baru bagi industri aset digital. Namun, pertumbuhan tersebut tetap perlu diikuti dengan kesiapan infrastruktur dan kerangka regulasi.

“Kita sekarang melihat beberapa teknologi berkembang secara bersamaan. Blockchain, AI, dan tokenisasi masing-masing memiliki use case yang berbeda, tetapi ketika semuanya bertemu dengan kebutuhan sektor keuangan, potensi transformasinya menjadi semakin besar. Tantangannya adalah memastikan pertumbuhan tersebut tetap berjalan dengan tata kelola dan perlindungan konsumen yang kuat,” tutur Yudho.

Ia menambahkan, pertumbuhan industri aset digital di masa mendatang kemungkinan tidak hanya diukur dari kenaikan harga aset kripto, tetapi juga dari semakin luasnya penggunaan teknologi blockchain dalam aktivitas ekonomi dan keuangan sehari-hari.

“Industri ini akan semakin matang ketika blockchain tidak lagi dipandang hanya sebagai tempat memperdagangkan aset kripto, tetapi sebagai bagian dari infrastruktur ekonomi digital. Dari sisi industri, kami melihat perkembangan tersebut sebagai peluang sekaligus tanggung jawab untuk terus membangun ekosistem yang aman, transparan, dan sesuai dengan kerangka regulasi,” pungkas Yudho.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • KAI Bandara Layani 78.226 Penumpang Selama Libur May Day 2025, Ajak Masyarakat Tertib Saat Melintas Perlintasan

    KAI Bandara Layani 78.226 Penumpang Selama Libur May Day 2025, Ajak Masyarakat Tertib Saat Melintas Perlintasan

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 33
    • 0Komentar

    PT Railink mencatat total sebanyak 78.226 penumpang menggunakan layanan KAI Bandara selama periode libur May Day yang berlangsung pada 30 April hingga 3 Mei 2025. Angka ini menunjukkan tingginya minat masyarakat dalam memanfaatkan transportasi kereta api sebagai moda yang aman, nyaman, dan tepat waktu. Dari total tersebut, layanan KA Srilelawangsa di wilayah Sumatera Utara mencatatkan […]

  • Bahasa Inggris di Kampus: Mitos atau Realita?

    Bahasa Inggris di Kampus: Mitos atau Realita?

    • calendar_month Selasa, 7 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 20
    • 0Komentar

    Saat membahas modal paling penting untuk bekerja di perusahaan multinasional atau bahkan luar negeri, tentu salah satunya adalah kemampuan berbahasa Inggris. Buktinya, laporan dari Cambridge English menemukan bahwa sekitar 85% organisasi internasional di seluruh dunia menggunakan bahasa Inggris sebagai salah satu bahasa kerja utama mereka. Kabar gembiranya, kamu bisa mengasah skill bahasa Inggris dengan sangat […]

  • Tinjau GT Kalikangkung, Menteri Pekerjaan Umum dan Dirut Jasa Marga Pastikan Kesiapan Infrastruktur Jalan Tol Periode Arus Balik Idulfitri 1447H/2026 Dalam Kondisi Baik

    Tinjau GT Kalikangkung, Menteri Pekerjaan Umum dan Dirut Jasa Marga Pastikan Kesiapan Infrastruktur Jalan Tol Periode Arus Balik Idulfitri 1447H/2026 Dalam Kondisi Baik

    • calendar_month Sabtu, 28 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 52
    • 0Komentar

    Semarang (28/03), Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Rivan A. Purwantono mendampingi tinjauan Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo untuk memastikan arus balik Idulfitri 1447H/2026 berjalan terkendali dengan dukungan kesiapan infrastruktur jalan tol yang aman dan nyaman bagi pengguna jalan di di Gerbang Tol (GT) Kalikangkung Jalan Tol Batang-Semarang pada Sabtu (28/03). Turut hadir […]

  • Kenapa Harga Besi Murah Justru Bikin Biaya Membengkak?

    Kenapa Harga Besi Murah Justru Bikin Biaya Membengkak?

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 42
    • 0Komentar

    Dalam dunia konstruksi, sering terjadi fenomena di mana pemilik proyek merasa bangga karena berhasil mendapatkan harga besi di bawah harga pasar. “Hemat sekian persen,” pikir mereka. Namun, selang dua hingga lima tahun kemudian, kebanggaan itu berubah menjadi keluhan: plafon retak, lantai bergetar, atau struktur utama mulai melendut. Mengapa material yang “murah” justru menjadi pemicu utama […]

  • Tingkatkan Layanan Sebelum Masa Angkutan Lebaran 2026, KAI Divre III Informasikan Maintenance Sistem Ticketing

    Tingkatkan Layanan Sebelum Masa Angkutan Lebaran 2026, KAI Divre III Informasikan Maintenance Sistem Ticketing

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle editor News
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Palembang,20 Januari 2026 — PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divre III Palembang menyampaikan kepada masyarakat bahwa KAI akan melakukan migrasi dan penguatan kapasitas Rail Ticketing System (RTS) pada Rabu, 21 Januari 2026, mulai pukul 00.00 hingga 04.00 WIB. Kegiatan ini mencakup seluruh sistem pemesanan tiket Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) diwilayah Divre III Palembang. Manager […]

  • PTPP Tunjukkan Kinerja Unggul dalam Pembangunan Sekolah Rakyat di Bengkulu

    PTPP Tunjukkan Kinerja Unggul dalam Pembangunan Sekolah Rakyat di Bengkulu

    • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 43
    • 0Komentar

    Jakarta, 24 April 2026 – PT PP (Persero) Tbk (“PTPP”) terus memperkuat kontribusinya dalam mendukung pembangunan sektor pendidikan melalui Proyek Sekolah Rakyat di Provinsi Bengkulu yang dilaksanakan bersama Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia. Proyek ini merupakan bagian dari upaya pemerintah Indonesia dalam memperluas akses pendidikan yang merata dan berkualitas serta meningkatkan daya saing sumber daya […]

expand_less