Menepis Spekulasi E. Coli: Pembuktian Berlapis PDAM Wanua Wenang di Hadapan DPRD Manado
- account_circle reputasi
- calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
- visibility 3
- comment 0 komentar

MANADO, REPUTASIPLUS.COM — Kualitas air bersih adalah denyut nadi kesehatan sebuah kota. Karena itu, wajar jika rumor mengenai dugaan pencemaran bakteri Escherichia coli (E. coli) pada jaringan air sempat memantik keresahan warga Manado. Merespons polemik yang berkembang di ruang publik, jajaran direksi PDAM Wanua Wenang mengambil langkah proaktif dengan memenuhi panggilan Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi II DPRD Kota Manado pada Selasa (31/3/2026).
Pertemuan ini bukan sekadar formalitas birokrasi, melainkan panggung transparansi. Di hadapan para wakil rakyat, Direktur Utama PDAM Wanua Wenang, Melky Taliwuna, meluruskan isu tersebut bukan dengan retorika, melainkan dengan paparan data teknis dan standar operasional yang ketat.
Taliwuna menegaskan bahwa jaminan kelayakan konsumsi air bagi warga dilakukan melalui mekanisme evaluasi berlapis. “Untuk memastikan air itu bersih dan layak guna, kami melakukan uji laboratorium ganda, yakni di tingkat internal dan eksternal,” paparnya.
Uji internal dirancang sebagai garda terdepan operasional harian; jika terdeteksi anomali sekecil apa pun, tim akan langsung melakukan intervensi. Sementara itu, uji eksternal menjadi parameter kepatuhan perusahaan terhadap standar baku mutu Peraturan Menteri Kesehatan, yang pengawasannya turut dikontrol oleh Kementerian Dalam Negeri melalui BPKP.
Untuk menjaga independensi dan kredibilitas hasil, PDAM Wanua Wenang tidak bekerja sendiri. Setiap enam bulan sekali, mereka menggandeng institusi kesehatan terpercaya, yakni Laboratorium Poltekkes Manado dan Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara.
Fakta historis menunjukkan bahwa rumor yang beredar tidak sejalan dengan catatan medis air PDAM. Taliwuna membeberkan bahwa pada uji laboratorium eksternal terakhir tertanggal 25 September 2025, hasilnya sangat meyakinkan. “Dari semua instalasi yang kami uji, kandungan bakteri E. coli adalah nol. Artinya, suplai air bersih kita sama sekali tidak tercemar dan memenuhi standar kesehatan secara mutlak,” tegasnya.
Menariknya, PDAM Wanua Wenang tidak sekadar berlindung di balik data lama. Menjelang jadwal pengujian rutin berikutnya di bulan April ini, pihak PDAM justru mengambil langkah berani. Mereka sepakat untuk mengundang Komisi II DPRD, tim Poltekkes, dan Dinas Kesehatan Provinsi untuk turun bersama melakukan uji petik secara langsung di lapangan. Sebuah tantangan terbuka yang menunjukkan tingginya tingkat kepercayaan diri manajemen terhadap kualitas air mereka.
Di akhir RDP, Taliwuna menyampaikan pesan penting bagi warga Manado. Ia meminta masyarakat untuk meletakkan kepercayaan pada hasil uji klinis yang sah, bukan pada desas-desus. Meski demikian, ia menegaskan bahwa ruang kritik tidak pernah ditutup.
Bagi PDAM Wanua Wenang, setiap keluhan dan masukan dari masyarakat adalah energi untuk terus berbenah. Di tengah tuntutan layanan publik yang semakin tinggi, transparansi yang ditunjukkan di gedung dewan ini menjadi fondasi penting: bahwa air yang mengalir ke rumah-rumah warga Manado tidak hanya sekadar jernih, tetapi juga terjamin secara klinis.
- Penulis: reputasi


