Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Merasa Sehat? Belum Tentu Tulangmu Kuat Osteoporosis Bukan Cuma untuk Lansia

Merasa Sehat? Belum Tentu Tulangmu Kuat Osteoporosis Bukan Cuma untuk Lansia

  • account_circle vritimes
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 3
  • comment 0 komentar

Bayangkan suatu hari aktivitas sederhana seperti berjalan, menaiki tangga, atau menggendong cucu tiba-tiba terasa lebih sulit dilakukan. Bukan karena tubuh sedang sakit, melainkan karena tulang yang selama ini menopang berbagai aktivitas ternyata sudah mengalami pengeroposan. Inilah yang membuat osteoporosis kerap disebut sebagai silent disease. Penurunan kepadatan tulang dapat berlangsung tanpa gejala yang jelas dan baru diketahui setelah terjadi patah tulang. Padahal, patah tulang akibat kerapuhan tulang dapat berdampak panjang terhadap kemampuan seseorang untuk bergerak dan menjalani aktivitas sehari-hari.

Masalah ini juga bukan sekadar persoalan yang terjadi pada individu lanjut usia. International Osteoporosis Foundation (IOF) memperkirakan osteoporosis berdampak pada sekitar 500 juta orang di seluruh dunia. Pada 2025, IOF juga mencatat lebih dari 37 juta patah tulang akibat kerapuhan tulang terjadi setiap tahun pada orang berusia di atas 55 tahun, atau setara dengan sekitar 70 patah tulang setiap menit. Bahkan, sepanjang sisa hidupnya, sekitar 1 dari 3 perempuan dan 1 dari 5 laki-laki berusia di atas 50 tahun diperkirakan akan mengalami patah tulang akibat kerapuhan tulang.

Di Indonesia, perhatian terhadap kesehatan tulang juga semakin penting seiring meningkatnya populasi usia lanjut. Pada 2025, International Osteoporosis Foundation bersama Asia Pacific Consortium on Osteoporosis menerbitkan Asia-Pacific Regional Audit yang mencakup Indonesia dan 21 negara atau wilayah lainnya. Audit tersebut menyoroti masih adanya kesenjangan dalam Indonesia (PEROSI) bersama Kementerian Kesehatan untuk memperkuat pencegahan patah tulang berulang.

Yang membuat osteoporosis perlu mendapat perhatian adalah seseorang bisa merasa baik-baik saja meski kepadatan tulangnya sudah menurun. Risiko dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti usia, riwayat patah tulang, riwayat keluarga, menopause, kurang aktivitas fisik, berat badan rendah, serta kekurangan kalsium dan vitamin D. WHO juga menekankan bahwa sebagian besar patah tulang pada usia lanjut berkaitan dengan kerapuhan tulang dan bahkan dapat terjadi akibat benturan ringan, seperti jatuh dari posisi berdiri. Karena itu, mengetahui faktor risiko dan kondisi tulang lebih awal dapat menjadi bagian penting dari upaya pencegahan.

Menariknya, osteoporosis ternyata bukan hanya persoalan usia lanjut. Sebuah penelitian pada perempuan dewasa muda usia 25–35 tahun di Kota Bogor menunjukkan bahwa kondisi kepadatan mineral tulang sudah perlu diperhatikan sejak usia muda, mengingat periode tersebut merupakan masa penting dalam pembentukan peak bone mass yang dapat mempengaruhi kesehatan tulang di kemudian hari. Temuan lain yang dipublikasikan pada 2025 juga menunjukkan bahwa pada kelompok dewasa muda di bawah 50 tahun yang menjalani terapi glukokortikoid jangka panjang, 44,4% mengalami osteoporosis akibat glukokortikoid. Hal ini menunjukkan bahwa usia muda bukan berarti sepenuhnya bebas dari risiko, terutama ketika terdapat faktor risiko tertentu. 

Karena itu, menjaga kesehatan tulang idealnya dimulai sejak dini, bukan menunggu hingga memasuki usia lanjut atau sampai terjadi patah tulang. Aktivitas fisik yang rutin, pola makan dengan asupan nutrisi yang cukup, menjaga berat badan yang ideal, serta menghindari kebiasaan yang dapat meningkatkan risiko merupakan bagian dari upaya menjaga tulang tetap kuat. WHO menempatkan asupan nutrisi, aktivitas fisik, berhenti merokok, serta pencegahan jatuh sebagai bagian dari strategi pencegahan patah tulang akibat kerapuhan. Untuk mengetahui kondisi kesehatan tulang lebih dini, masyarakat dapat melakukan skrining di Prodia melalui pemeriksaan Panel ProHealthy Bone dan pemeriksaan satuan lainnya terkait kesehatan tulang seperti BMD (Bone Mineral Density), CTx (C-Telopeptide), N-MID Osteocalcin atau Prodia Bone, Muscle and Joint Genomics. Jangan sampai osteoporosis membatasi gerak aktif bersama keluarga, cek kesehatan tulang sejak dini di Prodia.

#TenangKarenaTau #Prodia #Osteoporosis #HealthcareInnovation

******

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • 45 Tahun Berkarya untuk Indonesia, BINUS University Buka Kolaborasi Masa Depan Dunia Kerja melalui BINUS HR Tech Summit 2026

    45 Tahun Berkarya untuk Indonesia, BINUS University Buka Kolaborasi Masa Depan Dunia Kerja melalui BINUS HR Tech Summit 2026

    • calendar_month Jumat, 25 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 15
    • 0Komentar

    Dalam momentum 45 tahun perjalanan BINA NUSANTARA dalam menghadirkan kontribusi melalui pendidikan, inovasi, dan kolaborasi bagi Indonesia, BINUS University kembali membuka ruang dialog lintas sektor melalui BINUS HR Tech Summit 2026. Mengusung tema “HR Tech Beyond Automation: The Rise of Agentic AI”, kegiatan ini mempertemukan para pemimpin industri, praktisi Human Resources (HR), technology experts, akademisi, […]

  • Kanzler Ubah ‘Jam Rawan’ Menjadi ‘Jam Segar’: Inovasi Sosis Tom Yum Pertama di Indonesia Resmi Diluncurkan

    Kanzler Ubah ‘Jam Rawan’ Menjadi ‘Jam Segar’: Inovasi Sosis Tom Yum Pertama di Indonesia Resmi Diluncurkan

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 76
    • 0Komentar

    Kanzler kembali mencuri perhatian publik dengan menghadirkan inovasi terbarunya, Sosis Tom Yum, yang resmi diperkenalkan melalui rangkaian acara bertajuk Festival Sosis Jam 3 di Anjungan Sarinah, Jakarta, pada 5–8 Februari 2026. Festival ini menjadi momen pertama masyarakat dapat mencicipi varian terbaru Kanzler sekaligus merasakan pengalaman menikmati sosis dengan cara yang berbeda. Mengambil latar Sarinah sebagai […]

  • BRI Region 6 Gelar Onboarding Pekerja Tahap 3 Tahun 2026 untuk Perkuat Budaya Kerja dan Profesionalisme

    BRI Region 6 Gelar Onboarding Pekerja Tahap 3 Tahun 2026 untuk Perkuat Budaya Kerja dan Profesionalisme

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 33
    • 0Komentar

    BRI Region 6/Jakarta 1 kembali melaksanakan kegiatan Onboarding Pekerja Tahap 3 Tahun 2026 sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang unggul, profesional, dan berintegritas dalam mendukung transformasi serta pelayanan terbaik kepada nasabah. Kegiatan onboarding ini diikuti oleh para pekerja baru yang akan bergabung dan menjalankan tugas di berbagai unit kerja di lingkungan […]

  • Holding Perkebunan Nusantara Siaga Hadapi Kemarau, PalmCo Perkuat Deteksi Dini Karhutla dan Strategi Agronomi

    Holding Perkebunan Nusantara Siaga Hadapi Kemarau, PalmCo Perkuat Deteksi Dini Karhutla dan Strategi Agronomi

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 48
    • 0Komentar

    JAKARTA — PTPN IV PalmCo, Subholding Perkebunan Nusantara memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi musim kemarau tahun 2026, seiring meningkatnya kewaspadaan terhadap anomali iklim yang kerap dikaitkan dengan fenomena El Nino. Wacana kemarau ekstrem yang belakangan populer dengan sebutan “El Nino Godzilla” memicu perhatian berbagai pihak, termasuk pelaku industri perkebunan. Meski istilah tersebut tidak dikenal secara ilmiah, […]

  • Holding Perkebunan Nusantara Percepat Transformasi Digital, PalmCo Sertifikasi Operator Drone Perkuat Sistem Pemantauan Kebun

    Holding Perkebunan Nusantara Percepat Transformasi Digital, PalmCo Sertifikasi Operator Drone Perkuat Sistem Pemantauan Kebun

    • calendar_month Sabtu, 28 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 80
    • 0Komentar

    JAKARTA — Pasca-merger, PTPN IV PalmCo terus mempercepat transformasi digital dengan melatih dan mensertifikasi ratusan karyawan sebagai operator drone guna memperkuat sistem pemantauan kebun sawit berbasis data. Hingga awal tahun ini, lebih dari 60 karyawan dinyatakan lulus sertifikasi sebagai pilot drone perkebunan, dari ratusan peserta yang mengikuti pelatihan. Perusahaan menyebut program ini sebagai bagian dari […]

  • PTPP Raih Kontrak Baru Rp9,3 Triliun hingga Agustus 2026

    PTPP Raih Kontrak Baru Rp9,3 Triliun hingga Agustus 2026

    • calendar_month Selasa, 6 Okt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 15
    • 0Komentar

    Jakarta, 6 Oktober 2026 – PT PP (Persero) Tbk (“PTPP”), perusahaan konstruksi dan investasi nasional di bawah naungan Danantara Indonesia, berhasil membukukan perolehan kontrak baru sebesar Rp9,3 triliun hingga Agustus 2026. Perolehan tersebut mencerminkan konsistensi Perseroan dalam menjalankan strategi Back to Core, dengan fokus pada penguatan bisnis inti serta perolehan proyek yang berkualitas dan berkelanjutan. […]

expand_less