Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » MUNAS IISIA 2026 Bahas Strategi Industri Baja Nasional di Tengah Tantangan Global

MUNAS IISIA 2026 Bahas Strategi Industri Baja Nasional di Tengah Tantangan Global

  • account_circle adm9l9jps
  • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
  • visibility 25
  • comment 0 komentar

Jakarta, 12 Februari 2026 – Asosiasi Industri Besi dan Baja Indonesia (IISIA) menyelenggarakan Musyawarah Nasional (MUNAS) IISIA 2026 pada Rabu, 11 Februari 2026, bertempat di The Ritz-Carlton Pacific Place, Jakarta.

Mengusung tema “Peluang Strategis Industri Baja
Indonesia dalam Membangun Kedaulatan Ekosistem Industri Baja Nasional”, MUNAS
IISIA 2026 menjadi forum strategis untuk membahas arah kebijakan, tantangan
global, serta langkah konkret dalam memperkuat ekosistem industri baja
nasional.

Agenda dimulai pukul 13.00 WIB dengan registrasi dan
pembukaan resmi, dilanjutkan dengan sambutan dari Chairman IISIA Dr. Akbar
Djohan  yang juga Direktur Utama PT
Krakatau Steel (Persero) Tbk serta serta Ketua Umum KADIN Indonesia Anindya
Novyan Bakrie, yang diwakili Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Saleh Husin.

Menghadapi
Badai Global dengan Kemandirian

Dalam pidatonya, Dr. Akbar Djohan menekankan bahwa
industri saat ini tengah menghadapi tekanan besar. “Kita berada di tengah badai
global. Oversupply melanda pasar dunia, harga bahan baku berfluktuasi, dan
tekanan produk impor terus mengancam pasar domestik,” ujarnya.

Namun di balik tantangan tersebut, Indonesia memiliki potensi
yang luar biasa. Proyek infrastruktur yang terus berjalan, hilirisasi yang
semakin masif, serta pertumbuhan sektor manufaktur menjadi peluang emas yang
harus dimanfaatkan. Tanpa fondasi yang kuat, peningkatan permintaan baja hanya
akan menjadi pintu masuk bagi produk luar negeri.

“Hari ini kita berjanji: Baja nasional harus berdaulat!
Kita harus mandiri, kompetitif, dan menjadi tuan rumah yang tangguh di negeri
sendiri,” tegas Akbar.

Dukungan Pemerintah dan Kebijakan Strategis

Forum ini juga menghadirkan pidato kunci dari sejumlah
tokoh penting, di antaranya Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa yang
diwakili Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto, Menteri Energi dan Sumber Daya
Mineral RI yang diwakili Staf Ahli Bidang Perencanaan Strategis Jisman P
Hutajulu, Menteri Perindustrian RI yang diwakili Direktur Jenderal ILMATE Setia
Darta, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto, serta
Dewan Pengawas IISIA Silmy Karim.

Menko Airlangga Hartarto menyatakan bahwa industri besi
dan baja merupakan tulang punggung perekonomian nasional. “Pemerintah terus
mendorong sinergi antara pelaku usaha, asosiasi, dan regulator untuk meningkatkan
daya saing, memperkuat kapasitas produksi, serta mempercepat transformasi yang
berkelanjutan,” ujarnya.

Sesi pidato kunci kedua menghadirkan jajaran wakil menteri dan perwakilan
pemerintah yang membahas kebijakan serta arah penguatan industri baja nasional,
yaitu: Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti Widya Putri, Wakil
Menteri Investasi dan Hilirisasi RI Todotua Pasaribu,
serta perwakilan pelaku industri baja
nasional.

Diskusi difokuskan pada isu-isu strategis seperti
pengendalian impor dan trade remedies, kebijakan P3DN dan standardisasi, energi
dan bahan baku, roadmap industri baja nasional, hilirisasi, serta keberlanjutan
lingkungan.

Penguatan Standardisasi SNI untuk Keamanan dan Keselamatan

Salah satu poin penting yang dibahas dalam MUNAS
adalah penguatan penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk seluruh
produk baja, termasuk baja impor.

IISIA menekankan bahwa semua baja yang beredar di
Indonesia, baik produksi local maupun impor, wajib memenuhi SNI sebagai jaminan
keamanan, keselamatan, dan kualitas produk. Hal ini krusial untuk melindungi konsumen, memastikan keandalan konstruksi
infrastruktur, serta menciptakan persaingan yang adil dan sehat di pasar domestik.

“Standardisasi bukan hanya soal teknis, tetapi juga
tentang keselamatan masyarakat dan kedaulatan industri. Produk baja yang tidak
memenuhi SNI berpotensi mengancam keamanan konstruksi dan nyawa manusia. Oleh
karena itu, pengawasan ketat terhadap kepatuhan SNI, khususnya untuk produk
impor, harus menjadi prioritas,” ungkap salah satu perwakilan IISIA.

IISIA mendorong pemerintah untuk memperkuat
pengawasan di perbatasan (border control) dan pascaperbatasan (post-border monitoring) guna memastikan
tidak ada produk baja yang tidak memenuhi standar beredar di pasaran.

Konsolidasi
Organisasi dan Penguatan Struktur Kepemimpinan

Selain sebagai forum pembahasan kebijakan strategis,
MUNAS IISIA 2026 juga menjadi momentum penting secara organisasi melalui
pelaksanaan Rapat Pleno Anggota. Dalam forum tersebut, pengurus menyampaikan
laporan pertanggungjawaban beserta laporan dari masing-masing komite yang
mencakup isu pengendalian impor dan trade remedies, energi dan bahan baku,
perkembangan organisasi, hingga pembahasan perubahan anggaran dasar.

Agenda ini juga menetapkan pengangkatan Executive Committee
periode 2026–2030, serta pemilihan dan pengangkatan Chairman, Vice Chairman, dan
para Ketua Kluster untuk masa bakti yang sama.

Melalui MUNAS 2026, IISIA menegaskan kembali
komitmennya untuk memperkuat posisi industri baja sebagai tulang punggung
pembangunan nasional. Di tengah tekanan geopolitik, fluktuasi harga komoditas,
dan dinamika perdagangan global, industri baja Indonesia dituntut bukan hanya
untuk bertahan, tetapi juga untuk naik kelas.

Karena dalam ekosistem industri modern, kedaulatan
bukan sekadar slogan—ia harus dibangun melalui strategi, kolaborasi, dan
keberanian dalam mengambil keputusan.

Berdasarkan hasil Rapat Pleno Anggota dan ketetapan
MUNAS 2026, berikut adalah susunan pengurus untuk periode 2026–2030:

 

Chairman : Dr Akbar Djohan

Vice Chairman I : Ismail Mandry

Vice Chairman II : Tony Taniwan

Vice Chairman III : Stephanus Koeswandi

Dan Beberapa Ketua Klaster.

 

Visi IISIA:
Intervensi Negara sebagai Penentu Utama

Sebagai penutup, IISIA menegaskan bahwa masa depan baja
nasional tidak boleh hanya bergantung pada mekanisme pasar. Diperlukan kehadiran
negara melalui kebijakan yang tegas.

“Masa depan baja nasional ditentukan oleh keberanian
negara dalam mengambil pilihan kebijakan. Kita membutuhkan pengelolaan impor
yang ketat, pengendalian investasi pada sektor yang sudah jenuh, penegakan
standardisasi SNI yang konsisten, serta perlindungan kapasitas strategis di
tengah dinamika perdagangan global,” pungkas Dr. Akbar Djohan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: adm9l9jps

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dari Mentor Jadi Owner: Sosok di Balik ‘Urban Female’ Luncurkan Parfum ‘FYP’ untuk Dukung Passion Wanita Indonesia

    Dari Mentor Jadi Owner: Sosok di Balik ‘Urban Female’ Luncurkan Parfum ‘FYP’ untuk Dukung Passion Wanita Indonesia

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle adm9l9jps
    • visibility 16
    • 0Komentar

    JAKARTA, [Tanggal] – Setelah bertahun-tahun melanglang buana mendampingi ribuan seller di seluruh Indonesia dalam mengembangkan bisnis mereka lewat platform TiktokShop, Jean Raticia kini resmi mengambil langkah berani dengan meluncurkan brand parfumnya sendiri, Urban Female. Produk perdana yang diberi nama “FYP” (Follow Your Passion) ini bukan sekadar wangi-wangian, melainkan sebuah pesan bagi setiap wanita mandiri untuk […]

  • Digital Currency dan Perubahan Ekosistem Pembayaran Global

    Digital Currency dan Perubahan Ekosistem Pembayaran Global

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle adm9l9jps
    • visibility 17
    • 0Komentar

    Perkembangan teknologi keuangan telah membawa perubahan besar dalam sistem pembayaran global. Salah satu inovasi yang semakin mendapat perhatian adalah digital currency atau mata uang digital yang mulai dikembangkan oleh berbagai negara di dunia. Tidak hanya cryptocurrency seperti Bitcoin atau Ethereum, kini banyak bank sentral juga mengembangkan Central Bank Digital Currency (CBDC) sebagai bentuk digital dari […]

  • FIFGROUP Cabang Bitung, Pos Airmadidi Gelar Gathering Customer dan Pameran Produk Danastra, Spektra, Fifastra, dan Amitra

    FIFGROUP Cabang Bitung, Pos Airmadidi Gelar Gathering Customer dan Pameran Produk Danastra, Spektra, Fifastra, dan Amitra

    • calendar_month Senin, 15 Sep 2025
    • account_circle redaktur reputasi
    • visibility 139
    • 48Komentar

    Minut, ReputasiPlus.com – Dalam rangka mempererat hubungan dengan pelanggan sekaligus memperkenalkan berbagai produk dan layanan unggulan, FIFGROUP Cabang Bitung, Pos Airmadidi menggelar acara Gathering Customer dan Pameran Produk yang melibatkan unit-unit bisnis Danastra, Spektra, Fifastra, dan Amitra, pada hari ini (15/09) di Airmadidi. Acara yang berlangsung meriah ini dihadiri oleh puluhan pelanggan setia FIFGROUP serta […]

  • KAI Daop 1 Jakarta dan Pemkot Cilegon Bahas Penanganan Banjir di Sekitar Jalur Rel

    KAI Daop 1 Jakarta dan Pemkot Cilegon Bahas Penanganan Banjir di Sekitar Jalur Rel

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle editor News
    • visibility 39
    • 0Komentar

    PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta bersama Pemerintah Kota Cilegon menggelar rapat koordinasi penanganan banjir yang berdampak pada kawasan permukiman dan prasarana perkeretaapian di wilayah Cilegon. Koordinasi tersebut membahas sejumlah titik rawan genangan yang beririsan langsung dengan prasarana perkeretaapian, khususnya di lintasan antara Stasiun Cigading hingga Stasiun Krenceng. Kegiatan tersebut dihadiri Deputy […]

  • Pasar Global Mixed: Inflasi, AI, dan Geopolitik Tekan Wall Street

    Pasar Global Mixed: Inflasi, AI, dan Geopolitik Tekan Wall Street

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle adm9l9jps
    • visibility 17
    • 0Komentar

    Pasar keuangan global menunjukkan tanda-tanda kehilangan arah seiring investor dihadapkan pada kombinasi tiga risiko besar sekaligus: inflasi yang membandel, disrupsi teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI), dan eskalasi konflik geopolitik. Wall Street menutup pekan perdagangan dengan kinerja beragam, mencerminkan meningkatnya kehati-hatian pelaku pasar dalam menyikapi prospek ekonomi global. Indeks Dow Jones Industrial Average masih mampu mencatatkan […]

  • Dari Perayaan ke Aksi Nyata, 3.000 Enervon Family Immunity Kit  Disalurkan ke Tujuh Daerah di Indonesia

    Dari Perayaan ke Aksi Nyata, 3.000 Enervon Family Immunity Kit Disalurkan ke Tujuh Daerah di Indonesia

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle adm9l9jps
    • visibility 17
    • 0Komentar

    Sebagai bagian dari komitmen 50 tahun Darya-Varia melalui Enervon Nusantara Run dalam mendukung kesehatan keluarga menjelang Ramadan Jakarta, 25 Februari 2026 – Setelah pelaksanaan Enervon Nusantara Run pada 8 Februari 2026 di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, PT Darya-Varia Laboratoria Tbk (Darya-Varia) memulai penyaluran 3.000 Enervon Family Immunity Kit kepada keluarga prasejahtera di […]

expand_less