Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Pacu Arus Peti Kemas, Pelindo Optimis Ekspor Indonesia Menguat di 2026

Pacu Arus Peti Kemas, Pelindo Optimis Ekspor Indonesia Menguat di 2026

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
  • visibility 55
  • comment 0 komentar

PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) memasang target arus peti kemas sebanyak 13,77 juta TEUs di seluruh terminalnya pada 2026

Surabaya (10/02/2026) – Operator terminal layanan jasa kepelabuhanan PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) menatap tahun 2026 dengan dengan penuh optimis. Subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero) ini memasang target arus peti kemas sebanyak 13,77 juta TEUs di seluruh terminalnya pada 2026. Target tersebut mencerminkan pertumbuhan sekitar 5 persen dibandingkan capaian tahun sebelumnya, sekaligus melonjak hingga 10 persen jika dibandingkan realisasi 2024 yang berada di angka 12,48 juta TEUs.

Corporate Secretary PT Pelindo Terminal Petikemas, Widyaswendra, mengatakan optimisme tersebut didorong oleh solidnya kinerja ekonomi nasional serta meningkatnya aktivitas industri di berbagai wilayah. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 yang mencapai 5,11 persen menjadi salah satu indikator utama.

“Kami optimistis melihat geliat industri di berbagai daerah. Pertumbuhan ekonomi nasional menjadi bahan bakar utama bagi kami untuk mencapai target ini,” ujar Widyaswendra di Surabaya, Selasa (10/02/2026).

Sejumlah terminal diproyeksi bakal menjadi motor pertumbuhan arus peti kemas. Di Sulawesi, Terminal Peti Kemas Kendari terdorong oleh meningkatnya ekspor nikel. Di Kalimantan Utara, Terminal Peti Kemas Tarakan bersiap menangkap potensi logistik gas alam cair (LNG). Sementara di kawasan timur Indonesia, Terminal Peti Kemas Merauke mencatat kenaikan arus barang seiring masifnya dukungan logistik untuk Proyek Strategis Nasional (PSN).

Untuk Pulau Jawa, Terminal Peti Kemas Semarang diprediksi semakin sibuk sejalan dengan berkembangnya Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) dan Kawasan Industri Kendal (KIK), yang mendorong aktivitas ekspor-impor sektor manufaktur.

Di sisi lain, PT Pelindo Terminal Petikemas mencatat arus peti kemas luar negeri tahun 2025 sebanyak 4,40 Juta TEUs atau meningkat 10,28 persen dibandingkan periode tahun 2024. Jumlah tersebut terdiri dari peti kemas impor sebanyak 2,12 Juta TEUs, peti kemas ekspor 2,25 Juta TEUs dan peti kemas transhipment 30 ribu TEUs.

“Untuk mendukung pencapaian target tahun 2026, sejumlah terminal peti kemas yang kami kelola akan dilengkapi dengan alat bongkar muat baru dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas layanan peti kemas bagi para pengguna jasa perusahaan,” seru Widyaswendra.

Penggerak Rantai Logistik

Ketua Umum Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI), Benny Soetrisno, memperkirakan ekspor Indonesia akan tumbuh sekitar 7 persen pada 2026. Salah satu pemicu utama adalah semakin banyaknya perjanjian perdagangan bebas atau Free Trade Agreement (FTA) yang dijalin dengan negara mitra.

“FTA membuka akses pasar lebih luas dan menurunkan hambatan tarif, sehingga produk ekspor Indonesia menjadi lebih kompetitif,” jelas Benny. Dengan kata lain, kebijakan ini tidak hanya mendorong volume ekspor, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia di kancah perdagangan global.

Sementara itu, sektor logistik diprediksi akan tumbuh melampaui laju pertumbuhan ekonomi. Sekretaris Jenderal Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI), Trismawan Sanjaya, memperkirakan sektor transportasi dan pergudangan akan tumbuh antara 10–11,6 persen, dengan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai Rp 1.700 triliun.

Lonjakan ini, menurut Trismawan, sebagian besar didorong oleh ledakan transaksi perdagangan digital dan e-commerce. Proyek ketahanan pangan dan inisiatif pemerintah lainnya juga diperkirakan mendorong permintaan layanan logistik.

“Beberapa faktor domestik turut memperkuat pertumbuhan logistik, termasuk pesatnya transaksi e-commerce melalui media sosial, proyek hilirisasi industri, serta program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Merah Putih,” jelas Trismawan.

Akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) Solo, Lukman Hakim, menilai ekspor Indonesia pada 2026 masih berpeluang tumbuh, terutama dari sektor manufaktur.

“Selama ini ekspor kita ditopang manufaktur seperti sepatu dan tekstil, meski tekstil tidak sekuat dulu. Dengan melemahnya nilai tukar, produk kita justru menjadi lebih kompetitif di pasar global,” ujarnya.

Menurut Lukman, tantangan tarif dan biaya masuk di sejumlah negara memang masih ada, namun tidak berlaku untuk semua produk. Ia menilai peluang ekspor ke kawasan Timur Tengah dan Afrika masih sangat terbuka, asalkan pemerintah mampu melakukan pemetaan pasar dengan tepat.

“Pemetaan pasar menjadi kunci untuk menentukan arah tujuan ekspor,” katanya.

Selain itu, dukungan terhadap pelaku usaha juga dinilai penting, mulai dari kemudahan perizinan, kebijakan perpajakan, hingga akses pembiayaan. Dari sisi logistik, keberadaan pelabuhan yang mampu disandari kapal berukuran besar akan membuat arus peti kemas lebih efisien tanpa harus transit di negara lain.

Dengan penguatan infrastruktur, modernisasi alat, serta dukungan terhadap arus ekspor nasional, PT Pelindo Terminal Petikemas tidak sekedar mengelola bongkar muat. Lebih dari itu, perusahaan ini mengambil peran strategis sebagai penggerak rantai logistik dan penopang optimisme pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lintasarta Salurkan Program Sosial Ramadan bagi Lebih dari 1.500 Penerima  Manfaat di Berbagai Kota

    Lintasarta Salurkan Program Sosial Ramadan bagi Lebih dari 1.500 Penerima Manfaat di Berbagai Kota

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 53
    • 0Komentar

    Selama Ramadan 1447 H, Lintasarta, sebagai AI Factory dari Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) Group, menyalurkan berbagai program sosial yang menjangkau lebih dari 1.500 penerima manfaat di lima kota, yaitu Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Makassar, dan Aceh. Inisiatif bertema “Learning to Care & Action to Share” ini mencakup dukungan bagi fasilitas ibadah, pemberdayaan UMKM lokal melalui program […]

  • Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV PalmCo Gencarkan Gerakan Hijau dan Jaga Sumber Air Warga

    Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV PalmCo Gencarkan Gerakan Hijau dan Jaga Sumber Air Warga

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 27
    • 0Komentar

    Jakarta – PTPN IV PalmCo, Subholding Perkebunan Nusantara terus memperkuat komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan dan keberlanjutan sumber daya air melalui gerakan penghijauan yang dilaksanakan secara masif di berbagai wilayah operasional perusahaan. Hingga pertengahan tahun 2026, perusahaan mencatat total penanaman 76.555 bibit pohon di seluruh Indonesia, mencakup wilayah Sumatera, Jawa, Kalimantan, hingga Sulawesi. Program ini […]

  • Kuantifikasi Emisi Metana di Fasilitas Migas dengan Sensor SeekOps

    Kuantifikasi Emisi Metana di Fasilitas Migas dengan Sensor SeekOps

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 58
    • 0Komentar

    Tekanan regulasi dan komitmen ESG mendorong operator minyak dan gas untuk membangun sistem pemantauan emisi yang tidak hanya mendeteksi keberadaan metana, tetapi juga mengukur besarnya laju kebocoran secara terverifikasi. Data emisi yang dapat dipertanggungjawabkan dalam kerangka internasional seperti OGMP 2.0 memerlukan metodologi pengukuran yang melampaui sekadar deteksi kualitatif. SeekOps menyediakan sensor metana berbasis drone yang […]

  • Tekanan Bearish Belum Usai, Harga Emas Diprediksi Bergerak Lebih Rendah

    Tekanan Bearish Belum Usai, Harga Emas Diprediksi Bergerak Lebih Rendah

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 26
    • 0Komentar

    Harga emas diperkirakan masih bergerak dalam tekanan pada perdagangan hari Selasa (30/6). Berdasarkan analisis Dupoin Futures yang disampaikan oleh analis Geraldo Kofit, arah pergerakan logam mulia masih cenderung bearish karena tekanan jual belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Meskipun harga telah mencapai area support penting, peluang penurunan dinilai masih terbuka selama belum ada sinyal teknikal maupun sentimen […]

  • Dupoin Futures Siap Gelar Aktivasi Brand di CFD FX Sudirman pada 5 April 2026

    Dupoin Futures Siap Gelar Aktivasi Brand di CFD FX Sudirman pada 5 April 2026

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 46
    • 0Komentar

    PT Dupoin Futures Indonesia akan menggelar kegiatan brand activation dalam rangka Car Free Day (CFD) di kawasan FX Sudirman, Jakarta, pada Minggu pagi, 5 April 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk meningkatkan awareness serta mendekatkan layanan kepada masyarakat pasca momentum Lebaran. Dalam kegiatan ini, Dupoin Futures akan menghadirkan booth interaktif yang berlokasi […]

  • Keselamatan Pengguna di LRT Jabodebek, Mengapa Kebiasaan Sederhana Tidak Boleh Diabaikan?

    Keselamatan Pengguna di LRT Jabodebek, Mengapa Kebiasaan Sederhana Tidak Boleh Diabaikan?

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 21
    • 0Komentar

    LRT Jabodebek mengajak seluruh pengguna untuk membangun budaya keselamatan melalui kebiasaan sederhana selama berada di stasiun maupun di dalam kereta. Keselamatan perjalanan merupakan tanggung jawab bersama antara operator dan masyarakat. Manager of Public Relations LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, menyampaikan bahwa selain memastikan layanan berjalan sesuai standar operasional, LRT Jabodebek juga mengajak pengguna untuk tertib dalam […]

expand_less