Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Pacu Arus Peti Kemas, Pelindo Optimis Ekspor Indonesia Menguat di 2026

Pacu Arus Peti Kemas, Pelindo Optimis Ekspor Indonesia Menguat di 2026

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
  • visibility 32
  • comment 0 komentar

PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) memasang target arus peti kemas sebanyak 13,77 juta TEUs di seluruh terminalnya pada 2026

Surabaya (10/02/2026) Operator terminal layanan jasa kepelabuhanan PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) menatap tahun 2026 dengan dengan penuh optimis. Subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero) ini memasang target arus peti kemas sebanyak 13,77 juta TEUs di seluruh terminalnya pada 2026. Target tersebut mencerminkan pertumbuhan sekitar 5 persen dibandingkan capaian tahun sebelumnya, sekaligus melonjak hingga 10 persen jika dibandingkan realisasi 2024 yang berada di angka 12,48 juta TEUs.

Corporate Secretary PT Pelindo Terminal Petikemas, Widyaswendra, mengatakan optimisme tersebut didorong oleh solidnya kinerja ekonomi nasional serta meningkatnya aktivitas industri di berbagai wilayah. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 yang mencapai 5,11 persen menjadi salah satu indikator utama.

“Kami optimistis melihat geliat industri di berbagai daerah. Pertumbuhan ekonomi nasional menjadi bahan bakar utama bagi kami untuk mencapai target ini,” ujar Widyaswendra di Surabaya, Selasa (10/02/2026).

Sejumlah terminal diproyeksi bakal menjadi motor pertumbuhan arus peti kemas. Di Sulawesi, Terminal Peti Kemas Kendari terdorong oleh meningkatnya ekspor nikel. Di Kalimantan Utara, Terminal Peti Kemas Tarakan bersiap menangkap potensi logistik gas alam cair (LNG). Sementara di kawasan timur Indonesia, Terminal Peti Kemas Merauke mencatat kenaikan arus barang seiring masifnya dukungan logistik untuk Proyek Strategis Nasional (PSN).

Untuk Pulau Jawa, Terminal Peti Kemas Semarang diprediksi semakin sibuk sejalan dengan berkembangnya Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) dan Kawasan Industri Kendal (KIK), yang mendorong aktivitas ekspor-impor sektor manufaktur.

Di sisi lain, PT Pelindo Terminal Petikemas mencatat arus peti kemas luar negeri tahun 2025 sebanyak 4,40 Juta TEUs atau meningkat 10,28 persen dibandingkan periode tahun 2024. Jumlah tersebut terdiri dari peti kemas impor sebanyak 2,12 Juta TEUs, peti kemas ekspor 2,25 Juta TEUs dan peti kemas transhipment 30 ribu TEUs.

“Untuk mendukung pencapaian target tahun 2026, sejumlah terminal peti kemas yang kami kelola akan dilengkapi dengan alat bongkar muat baru dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas layanan peti kemas bagi para pengguna jasa perusahaan,” seru Widyaswendra.

Penggerak Rantai Logistik

Ketua Umum Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI), Benny Soetrisno, memperkirakan ekspor Indonesia akan tumbuh sekitar 7 persen pada 2026. Salah satu pemicu utama adalah semakin banyaknya perjanjian perdagangan bebas atau Free Trade Agreement (FTA) yang dijalin dengan negara mitra.

“FTA membuka akses pasar lebih luas dan menurunkan hambatan tarif, sehingga produk ekspor Indonesia menjadi lebih kompetitif,” jelas Benny. Dengan kata lain, kebijakan ini tidak hanya mendorong volume ekspor, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia di kancah perdagangan global.

Sementara itu, sektor logistik diprediksi akan tumbuh melampaui laju pertumbuhan ekonomi. Sekretaris Jenderal Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI), Trismawan Sanjaya, memperkirakan sektor transportasi dan pergudangan akan tumbuh antara 10–11,6 persen, dengan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai Rp 1.700 triliun.

Lonjakan ini, menurut Trismawan, sebagian besar didorong oleh ledakan transaksi perdagangan digital dan e-commerce. Proyek ketahanan pangan dan inisiatif pemerintah lainnya juga diperkirakan mendorong permintaan layanan logistik.

“Beberapa faktor domestik turut memperkuat pertumbuhan logistik, termasuk pesatnya transaksi e-commerce melalui media sosial, proyek hilirisasi industri, serta program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Merah Putih,” jelas Trismawan.

Akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) Solo, Lukman Hakim, menilai ekspor Indonesia pada 2026 masih berpeluang tumbuh, terutama dari sektor manufaktur.

“Selama ini ekspor kita ditopang manufaktur seperti sepatu dan tekstil, meski tekstil tidak sekuat dulu. Dengan melemahnya nilai tukar, produk kita justru menjadi lebih kompetitif di pasar global,” ujarnya.

Menurut Lukman, tantangan tarif dan biaya masuk di sejumlah negara memang masih ada, namun tidak berlaku untuk semua produk. Ia menilai peluang ekspor ke kawasan Timur Tengah dan Afrika masih sangat terbuka, asalkan pemerintah mampu melakukan pemetaan pasar dengan tepat.

“Pemetaan pasar menjadi kunci untuk menentukan arah tujuan ekspor,” katanya.

Selain itu, dukungan terhadap pelaku usaha juga dinilai penting, mulai dari kemudahan perizinan, kebijakan perpajakan, hingga akses pembiayaan. Dari sisi logistik, keberadaan pelabuhan yang mampu disandari kapal berukuran besar akan membuat arus peti kemas lebih efisien tanpa harus transit di negara lain.

Dengan penguatan infrastruktur, modernisasi alat, serta dukungan terhadap arus ekspor nasional, PT Pelindo Terminal Petikemas tidak sekedar mengelola bongkar muat. Lebih dari itu, perusahaan ini mengambil peran strategis sebagai penggerak rantai logistik dan penopang optimisme pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pengguna LRT Jabodebek Tumbuh 26% di Januari 2026, Tunjukkan Pergeseran Mobilitas Perkotaan di Jabodebek

    Pengguna LRT Jabodebek Tumbuh 26% di Januari 2026, Tunjukkan Pergeseran Mobilitas Perkotaan di Jabodebek

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle Vrit Time
    • visibility 55
    • 0Komentar

    LRT Jabodebek mengalami peningkatan signifikan pengguna di Januari 2026, dengan rekor pengguna harian tertinggi pada 22 Januari 2026, berkat keandalan layanan dan integrasi antarmoda yang semakin matang. Transportasi publik berbasis rel semakin menjadi pilihan utama masyarakat perkotaan. Sepanjang Januari 2026, KAI mencatat 2.714.594 perjalanan pengguna LRT Jabodebek, meningkat 26 persen atau tumbuh 567.735 pengguna LRT […]

  • Bentuk Kepedulian Sosial kepada Masyarakat, KAI Services Gelar Kegiatan Donor Darah

    Bentuk Kepedulian Sosial kepada Masyarakat, KAI Services Gelar Kegiatan Donor Darah

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 53
    • 0Komentar

    Jakarta, 19 Februari 2026 – Sebagai bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat dan dalam rangka Bulan K3 Nasional, KAI Services menyelenggarakan kegiatan donor darah yang bekerja sama dengan PMI di Ruang Auditorium Kantor Pusat KAI Services pada Kamis (12/2). Kegiatan donor darah ini diselenggarakan sebagai betuk komitmen KAI Services terhadap keselamatan, kesehatan kerja. Kegiatan donor darah […]

  • Ketika Arena Bertemu Outfield: EVOS x TOPGOLF Jakarta Hadirkan One Stop Entertainment  Partner di Asia Tenggara

    Ketika Arena Bertemu Outfield: EVOS x TOPGOLF Jakarta Hadirkan One Stop Entertainment Partner di Asia Tenggara

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle editor News
    • visibility 56
    • 0Komentar

    EVOS dan TOPGOLF Jakarta resmi mengumumkan kolaborasi strategis pada 21 Januari 2026, menjadikan TOPGOLF Jakarta sebagai One Stop Entertainment Partner pertama EVOS di Asia Tenggara. Kolaborasi ini menggabungkan kekuatan budaya esports EVOS dengan pengalaman hiburan lifestyle kelas dunia dari TOPGOLF Jakarta, menghadirkan konsep hiburan inovatif yang menghubungkan dunia digital dan fisik. Melalui berbagai aktivitas seperti […]

  • Dukung Gaya Hidup Sehat Masyarakat, Indodana PayLater Hadir di ‘Planet Sports Run 2026’

    Dukung Gaya Hidup Sehat Masyarakat, Indodana PayLater Hadir di ‘Planet Sports Run 2026’

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 52
    • 0Komentar

    Indodana PayLater sebagai layanan Buy Now Pay Later (BNPL) berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) turut memeriahkan acara Planet Sports Run yang dikelola oleh PT Map Aktif Adiperkasa Tbk (MAP Active). Acara ini diikuti oleh 8.000 peserta dan berlangsung pada tanggal 15 Februari 2025 di ICE BSD, Tangerang Selatan. Untuk mendukung semangat hidup sehat […]

  • Ketika Aset Jadi Solusi: Cara Baru Menghadapi Kebutuhan Dana Tanpa Kehilangan Kepemilikan

    Ketika Aset Jadi Solusi: Cara Baru Menghadapi Kebutuhan Dana Tanpa Kehilangan Kepemilikan

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 12
    • 0Komentar

    Pembiayaan berbasis aset bukan berarti tanpa risiko, tetapi dapat menjadi alternatif yang lebih terukur dibandingkan dengan menjual aset secara terburu-buru atau mengambil pinjaman dengan beban jangka panjang. Di tengah dinamika ekonomi yang semakin tidak menentu, kebutuhan akan likuiditas kerap datang di saat yang tidak terduga. Tidak sedikit masyarakat yang menghadapi dilema klasik: membutuhkan dana cepat, […]

  • KAI Divre I Sumut Jadi Motor Penggerak Ekonomi, Mobilisasi 200.042 Penumpang Selama Februari 2026

    KAI Divre I Sumut Jadi Motor Penggerak Ekonomi, Mobilisasi 200.042 Penumpang Selama Februari 2026

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 37
    • 0Komentar

    KAI Divre I Sumatera Utara mencatat mobilisasi 200.042 penumpang selama Februari 2026, didorong pertumbuhan signifikan pada rute Sribilah Utama dan Siantar Ekspres. Kinerja ini mempertegas peran kereta api sebagai penggerak mobilitas dan ekonomi daerah. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara membuktikan peran strategisnya sebagai tulang punggung transportasi daerah dengan menggerakkan sebanyak […]

expand_less