Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Pelaku Industri Soroti Masa Depan Kripto: Tokenisasi, Edukasi, dan Regulasi Jadi Kunci

Pelaku Industri Soroti Masa Depan Kripto: Tokenisasi, Edukasi, dan Regulasi Jadi Kunci

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Senin, 24 Agt 2026
  • visibility 21
  • comment 0 komentar

Bali, 22 Agustus 2026 – Industri aset digital mulai bergerak melampaui narasi spekulasi dan kenaikan harga semata. Munculnya produk seperti tokenized stocks, meningkatnya keterlibatan institusi, hingga kebutuhan akan edukasi dan pengelolaan risiko menjadi sejumlah indikator bahwa industri kripto memasuki fase yang semakin matang.

CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, menilai perubahan tersebut juga terlihat dari perkembangan industri dibandingkan masa-masa awal ketika aset kripto masih kerap dipandang dengan skeptis oleh masyarakat. Kini, semakin jelasnya kerangka regulasi dan perlindungan konsumen membuat proses adopsi aset digital menjadi lebih terbuka.

“Dulu, aset kripto mungkin dianggap seperti scam. Saat ini, regulasinya sudah jauh lebih jelas dan perlindungan konsumen juga semakin diperkuat. Memang dulu lebih sulit, tetapi sekarang sudah jauh lebih mudah,” ujar Calvin dalam Tokocrypto Beach Horizon Topic Showcase, bagian dari perhelatan Coinfest 2026, di Bali pada Jumat (21/8).

Diskusi bertajuk “Navigating the Future: Macroeconomics, Regulation, and the Path to Mainstream Crypto in Indonesia” tersebut turut menghadirkan Founder Malaka Project Ferry Irwandi dan Founder ASTRONACCI Gema Goeyardi dengan dimoderatori oleh Ketua Bidang Perdagangan Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI), Yudhono Rawis.

Uli Agustina, Kepala Departemen Pengawasan Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto (IAKD) di Otoritas Jasa Keuangan (OJK), turut hadir dan tampak mengikuti rangkaian acara.

Menurut Calvin, salah satu perubahan yang kini mulai terlihat adalah semakin luasnya penggunaan teknologi aset digital untuk membuka akses terhadap instrumen keuangan. Tokenized stocks, misalnya, memungkinkan pengguna memperoleh eksposur terhadap saham global melalui aset digital dengan nominal yang lebih fleksibel.

“Banyak orang ingin berinvestasi di saham Amerika, tetapi sebelumnya harus membuka brokerage account di luar negeri dan melalui banyak layer. Dengan tokenized stocks, aksesnya menjadi lebih mudah,” kata Calvin.

Ia mengatakan, perkembangan produk seperti tokenized stocks mencerminkan potensi aset digital untuk menjembatani ekosistem keuangan tradisional dan teknologi Web3. Ke depan,

menurutnya, akses yang semakin mudah perlu tetap berjalan beriringan dengan pemahaman pengguna terhadap instrumen yang digunakan.

Membutuhkan Edukasi dan Investasi Jangka Panjang

Calvin menilai pertumbuhan industri aset digital tidak hanya ditentukan oleh munculnya inovasi dan produk baru. Edukasi tetap menjadi faktor penting agar kemudahan akses tidak justru mendorong keputusan investasi yang hanya didasarkan pada euforia pasar.

“Edukasi itu sangat penting. Tanpa edukasi, akhirnya orang hanya FOMO dan berinvestasi secara asal. Kami sangat mengedepankan edukasi sebelum mereka benar-benar berinvestasi, supaya mereka tahu apa yang mereka investasikan, bukan hanya mengejar cuan-nya,” ujar Calvin.

Pandangan tersebut diperkuat oleh Gema Goeyardi, yang menilai kematangan industri juga perlu diikuti oleh perubahan perilaku investor. Menurutnya, pertumbuhan pasar aset digital tidak seharusnya terus dikaitkan dengan budaya mencari keuntungan secara instan.

“Budaya get-rich-quick itu harus di-cancel,” kata Gema.

Ia menilai semakin beragamnya instrumen di industri aset digital, termasuk perdagangan futures, perlu diimbangi dengan pemahaman terhadap profil risiko dan pengelolaan portofolio. Menurut Gema, investor perlu menghindari keputusan yang semata-mata didorong oleh keinginan memperoleh keuntungan dalam waktu singkat.

Sementara itu, Ferry Irwandi melihat perkembangan aset digital sebagai bagian dari transformasi teknologi yang lebih besar. Menurutnya, industri kripto telah menunjukkan ketahanan melalui berbagai siklus dan kini perlu dilihat tidak hanya dari pergerakan harga asetnya.

“Cryptocurrency selalu disebut sebagai masa depan. Artinya, kita memang seharusnya melihat ke masa depan,” ujar Ferry.

Ia juga menekankan pentingnya memberikan pemahaman yang lebih baik kepada generasi yang tumbuh bersama teknologi digital. Menurut Ferry, industri yang berkembang pesat tetap membutuhkan edukasi agar partisipasi masyarakat dapat berlangsung secara lebih sehat dan berkelanjutan.

Menuju Ekosistem Aset Digital 24/7

Pembahasan kemudian berlanjut pada sesi kedua bertajuk “The Mechanics of Market Dynamics: Tokenizing Real-World Assets, Base Infrastructure, and Algorithmic Liquidity”. Sesi ini menghadirkan Rohit Mulani, President Southeast Asia Alpaca; Nicholas Soong, BD Director

Exchanges Circle; dan Dharmawan Tjokro, Head of Marketing Xenorize, dengan Bonifacio, Head of TKO Token, sebagai moderator.

Rohit melihat tokenisasi aset dunia nyata (real-world assets/RWA) berpotensi mendorong pasar keuangan menuju sistem yang beroperasi lebih fleksibel dan 24/7. Menurutnya, semakin banyaknya modal yang dapat dipindahkan secara on-chain akan membuat penggunaan modal menjadi lebih efisien.

“Kita bergerak menuju pasar 24/7, 365 hari. Jam bursa dan jam perbankan akan semakin tidak relevan, sementara modal dapat berpindah lebih mudah antara aset likuid dan aset produktif,” ujar Rohit.

Sementara itu, Nicholas Soong menyoroti potensi tokenized money market funds dalam meningkatkan efisiensi penggunaan modal. Menurutnya, aset yang digunakan sebagai collateral tidak lagi harus sekadar “diam” selama proses perdagangan, tetapi tetap dapat menghasilkan imbal hasil.

“Ini membuat penggunaan modal jauh lebih efisien. Collateral dapat digunakan untuk trading sekaligus tetap menghasilkan yield karena aset dasarnya merupakan money market fund,” kata Nicholas.

Dari sisi pelaku pasar, Dharmawan menyebutkan, perkembangan tersebut juga akan meningkatkan akses investor ritel terhadap pasar modal sekaligus mendorong penggunaan teknologi seperti algorithmic trading. Namun, ia menekankan pentingnya memastikan investor memahami risiko dan mekanisme aset yang diperdagangkan.

Di sisi lain, para panelis menilai regulasi dan fragmentasi likuiditas masih menjadi tantangan utama dalam memperluas adopsi tokenized assets. Karena itu, diperlukan kolaborasi antara pelaku industri aset digital, institusi keuangan tradisional, bursa, dan regulator agar inovasi dapat berkembang secara terukur sekaligus tetap memberikan perlindungan bagi pengguna.

Ketersediaan dan Hal-Hal yang Perlu Diketahui

Aset tokenisasi ini mengacu pada saham referensi yang dirancang untuk mengikuti pergerakan harga saham acuan tersebut. Produk ini tidak memberikan hak sebagai pemegang saham, seperti hak suara maupun dividen, serta tidak dapat ditukarkan menjadi saham acuan, kecuali dinyatakan secara eksplisit dalam ketentuan produk. Tokenized stocks memang dapat diperdagangkan di luar jam operasional pasar saham, tetapi harga dan likuiditasnya dapat bervariasi, terutama ketika pasar saham acuan sedang tutup.

Disclaimer: Perdagangan aset kripto memiliki risiko tinggi, termasuk potensi kerugian. Pengguna diimbau untuk memahami seluruh risiko serta syarat dan ketentuan yang berlaku sebelum melakukan transaksi.

Informasi yang disampaikan hanya bertujuan untuk memberikan edukasi dan bukan merupakan nasihat maupun rekomendasi investasi. Setiap keputusan untuk membeli, menjual, menyimpan, atau melakukan transaksi aset digital sepenuhnya menjadi pertimbangan dan tanggung jawab masing-masing pengguna. Tokocrypto tidak mewajibkan, mengarahkan, merekomendasikan, maupun memengaruhi pengguna untuk melakukan transaksi aset digital tertentu.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • BINUS – International Undergraduate Program Computer Science yang Dicari Industri

    BINUS – International Undergraduate Program Computer Science yang Dicari Industri

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 26
    • 0Komentar

    Kenapa Computer Science di International Undergraduate Program Makin Populer  Apa kamu bercita-cita berkarier di bidang teknologi dan bekerja di perusahaan internasional yang mendunia? Kini, impian tersebut bisa terwujud! Dengan memilih international undergraduate program yang tepat, kamu bisa mengembangkan kemampuan ilmu komputer sekaligus memperoleh pengalaman belajar berstandar kelas dunia.   Salah satu pilihannya adalah Computer Science di BINUS International yang menawarkan […]

  • Wall Street Cetak Rekor Baru, Investor Mulai Optimistis Konflik Global Mereda

    Wall Street Cetak Rekor Baru, Investor Mulai Optimistis Konflik Global Mereda

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 31
    • 0Komentar

    Wall Street kembali mencatat sejarah baru setelah indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) berhasil ditutup di level tertinggi sepanjang masa. Kenaikan ini menjadi sorotan utama pelaku pasar global karena terjadi di tengah situasi geopolitik yang sebelumnya sempat membuat investor khawatir, terutama terkait ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Sentimen positif mulai muncul setelah pasar melihat […]

  • Operasional Minimarket Semakin Kompleks, Sistem POS Jadi Andalan Kelola Transaksi dan Stok

    Operasional Minimarket Semakin Kompleks, Sistem POS Jadi Andalan Kelola Transaksi dan Stok

    • calendar_month Selasa, 4 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 20
    • 0Komentar

    Operasional minimarket yang serba cepat membutuhkan sistem POS untuk mengelola transaksi, stok, dan kas secara lebih akurat. Dengan pencatatan otomatis dan laporan real-time, bisnis dapat bekerja lebih efisien dan mengambil keputusan lebih cepat. Minimarket menghadapi tantangan operasional yang semakin kompleks seiring meningkatnya volume transaksi dan ragam produk yang dijual. Dengan ribuan SKU yang harus dikelola […]

  • Indonesia Terjebak Lingkaran Krisis Ekologis, Perlu Perubahan Tata Kelola Terpadu

    Indonesia Terjebak Lingkaran Krisis Ekologis, Perlu Perubahan Tata Kelola Terpadu

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 34
    • 0Komentar

    IEO 2026: Indonesia Terjebak Lingkaran Krisis Ekologis, Perlu Perubahan Tata Kelola Terpadu Indonesia menghadapi krisis ekologis yang semakin kompleks dan saling terhubung. Kerusakan hutan, krisis air, tekanan pangan, dan ekspansi energi berbasis ekstraktif membentuk satu sistem krisis yang saling memperkuat dan berulang. IEO 2026: Indonesia Terjebak Lingkaran Krisis Ekologis, Perlu Perubahan Tata Kelola Terpadu Indonesia […]

  • Trust Under Pressure: Saat Kepercayaan Menjadi Ujian Terbesar Kontraktor

    Trust Under Pressure: Saat Kepercayaan Menjadi Ujian Terbesar Kontraktor

    • calendar_month Kamis, 20 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 24
    • 0Komentar

    Bagi Waringin Megah General Contractor, kepercayaan bukan sekadar reputasi yang dibangun melalui proyek-proyek yang selesai, tetapi kemampuan untuk tetap memberikan solusi ketika situasi menjadi kompleks. Dalam industri konstruksi, membangun bukan hanya soal mendirikan struktur yang kokoh. Ujian sebenarnya datang ketika proyek berada di bawah tekanan—ketika desain berubah, jadwal bergeser, biaya harus dikendalikan, dan kondisi lapangan […]

  • BSKDN Kemendagri dan VRITIMES Dorong Penguatan Personal Branding Kepala Daerah Melalui Akun Resmi Humas Pemprov

    BSKDN Kemendagri dan VRITIMES Dorong Penguatan Personal Branding Kepala Daerah Melalui Akun Resmi Humas Pemprov

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 21
    • 0Komentar

    JAKARTA, 22 Juli 2026 – Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri bekerja sama dengan VRITIMES sukses menyelenggarakan forum diskusi interaktif Teras BSKDN (Temu Ramah Aspirasi Strategis) bertajuk “Strategi Penguatan Personal Branding Kepala Daerah Melalui Akun Korporat & Portal Media Humas Pemprov”. Forum ini menyoroti pentingnya modernisasi strategi komunikasi publik pimpinan daerah di […]

expand_less