Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Pemerintah Kembangkan Industri Intermediate Mineral, Regulasi dan Insentif jadi Tantangan.

Pemerintah Kembangkan Industri Intermediate Mineral, Regulasi dan Insentif jadi Tantangan.

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
  • visibility 36
  • comment 0 komentar

JAKARTA – Kepastian regulasi serta jaminan insentif fiskal menjadi kunci utama bagi Pemerintah dalam mendorong pengembangan industri antara (intermediate industry) dan material lanjut (advanced materials) di Indonesia.

Langkah ini mendesak dilakukan agar potensi hilirisasi mineral nasional tidak terhenti pada produk setengah jadi, melainkan mampu menembus industri manufaktur strategis bernilai tambah tinggi.

Padahal, Indonesia memiliki keunggulan pada sisi hulu berkat cadangan mineral yang melimpah. Komoditas tersebut meliputi nikel, tembaga, bauksit, timah, silika, rare earth elements (REE), besi, hingga emas, perak, galium, dan tantalum.

Berbagai komoditas tersebut saat ini telah diolah menjadi produk hilirisasi dasar. Untuk nikel misalnya telah menghasilkan feronikel (FeNi), nickel pig iron (NPI), mixed hydroxide precipitate (MHP), nikel sulfat, dan kobalt sulfat, sementara tembaga telah diolah menjadi copper cathode, wire rod, kabel, tube, dan strip.

Sementara itu, bauksit telah menghasilkan alumina, aluminium ingot, billet, extrusion, plate, hingga foil. Adapun timah telah diolah menjadi tin ingot, hingga solder wire, sedangkan silika menghasilkan silica, dan REE menjadi material magnet. Tak lupa, emas perak diproduksi menjadi materi elektronik.

Direktur Eksekutif Pusat Studi Hukum Energi & Pertambangan (PUSHEP) Bisman Bhaktiar mengatakan, saat ini Indonesia sudah melakukan hilirisasi. Mesi demikian, produknya hanya sampai produk setengah jadi atau belum produk akhir.

“Secara umum saat ini kita sudah hilirisasi namun hanya sampai produk setengah jadi atau belum produk akhir, sehingga nilai tambahnya tidak maksimal. Karena nilai tambah terbesar justru berada pada tahapan industri lanjutan dan sampai produk akhir,” ungkap Bisman.

Masalahnya, Indonesia masih dihadapi dengan kesenjangan terbesar pada industri antara (intermediate industry) dan advanced materials yang berfungsi sebagai penghubung antara hasil hilirisasi mineral dengan industri manufaktur strategis. Akibatnya, banyak material berteknologi tinggi masih harus dipenuhi melalui impor.

Melalui laporan di forum Danantara’s Advanced Materials Industry Dialogue 2026, material tersebut antara lain meliputi aluminium alloy, baja khusus, battery-grade aluminium foil dan copper foil, silicon wafer, hingga magnet permanen NdFeB. Material-material tersebut merupakan komponen penting dalam industri elektronik, energi, hingga kendaraan listrik.

Selain material khusus, Indonesia juga dinilai masih memiliki keterbatasan dalam memproduksi komponen industri bernilai tinggi. Komponen tersebut mencakup chip, transistor MOSFET dan IGBT, printed circuit board (PCB), sensor, radar, modul komunikasi, motor BLDC, battery cell hingga battery pack dan battery management system (BMS), serta komponen presisi untuk industri dirgantara.

“Untuk pengembangan material lanjut, maka yg penting itu Pemerintah perlu memberikan jaminan hukum, kepastian regulasi dan insentif baik fiskal dan non fiskal,” terang Bisman.

Lebih jauh, ia mendorong adanya kebijakan pemerintah agar setiap kerja sama dengan asing harus dengan transfer teknologi, alih-alih hanya investasi modal. Selain itu, Indonesia juga mesti mendorong Sumber Daya Manusia (SDM) dan membangun ekosistem industri berbasis mineral.

Adapun, Danantara Indonesia menggelar Danantara’s Advanced Materials Industry Dialogue: From Minerals to Manufacturing

di Wisma Danantara Indonesia belum lama ini.

Forum ini menjadi inisiasi untuk pengembangan material maju (critical minerals downstreaming ) antara PT Mineral Industri Indonesia (Persero) atau MIND ID, PT LEN Industri (Persero), PT Krakatau Steel (Persero) Tbk dan PT Perminas (Persero).

Kerja sama ini bertujuan untuk optimalisasi supply-offtake mineral kritis dan material maju untuk kebutuhan industri strategis dalam negeri, mengakselerasi terwujudnya industri material maju nasional berskala besar melalui pengembangan teknologi bersama, serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional bernilai tambah tinggi melalui program-program industri strategis seperti, namun tidak terbatas pada, mobil dan motor listrik nasional, dirgantara, maritim, komponen dasar, pertahanan dan ketenagalistrikan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Indonesia Tuntaskan Misi Kerjasama Industri di INNOPROM 2026, Hasilkan Belasan Kerja Sama Strategis

    Indonesia Tuntaskan Misi Kerjasama Industri di INNOPROM 2026, Hasilkan Belasan Kerja Sama Strategis

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 233
    • 0Komentar

    13 MOU ditandatangani dari berbagai macam sektor industri nasional Indonesia menutup keikutsertaannya sebagai Official Partner Country pada INNOPROM 2026 dengan berbagai pencapaian strategis untuk memperkuat kemitraan industri, membuka peluang investasi, dan memperluas akses pasar Indonesia di kawasan Eurasia. Selama empat hari penyelenggaraan pameran industri internasional tersebut, Kementerian Perindustrian memanfaatkan setiap agenda bilateral meeting, business forum, […]

  • Petugas OTC KAI Services Viral Berkat Aksi Sigapnya Membantu Penumpang di KA Argo Semeru

    Petugas OTC KAI Services Viral Berkat Aksi Sigapnya Membantu Penumpang di KA Argo Semeru

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle editor News
    • visibility 90
    • 0Komentar

    Jakarta, 19 Januari 2026 – Seorang petugas On Train Cleaning (OTC) KAI Services viral di sosial media berkat aksinya yang sigap membersihkan kursi penumpang saat seorang anak muntah di KA Argo Semeru pada Sabtu (10/1). Petugas yang bernama Adi ini langsung membersihkan area kursi penumpang dengan kain lap dengan tulus dan ramah. Berkat aksinya, Adi […]

  • Siapkan Infrastruktur PPemesanan Tiket Lebaran, KAI Lakukan Migrasi Sistem

    Siapkan Infrastruktur PPemesanan Tiket Lebaran, KAI Lakukan Migrasi Sistem

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle editor News
    • visibility 90
    • 0Komentar

    PT Kereta Api Indonesia (Persero) akan melakukan migrasi dan penguatan kapasitas Rail Ticketing System (RTS) pada Rabu, 21 Januari 2026, pukul 00.00 hingga 04.00 WIB. Langkah ini mencakup seluruh sistem pemesanan tiket, baik Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) maupun KA Lokal (KAI & KAI Commuter), guna memastikan keandalan layanan menjelang masa Angkutan Lebaran. Siapkan Infrastruktur […]

  • Rating & Review Aplikasi KVB Indonesia, Dapatkan Kesempatan Raih Hadiah Total 2,5 Juta

    Rating & Review Aplikasi KVB Indonesia, Dapatkan Kesempatan Raih Hadiah Total 2,5 Juta

    • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 96
    • 0Komentar

    KVB Indonesia menghadirkan program menarik bagi para pengguna aplikasinya. Melalui program Rating & Review, pengguna berkesempatan meraih hadiah dengan total nilai hingga 2,5 juta rupiah. Program ini menjadi bentuk apresiasi kepada para trader yang telah menggunakan aplikasi KVB sekaligus memberikan masukan untuk pengembangan layanan ke depan. Partisipasi dalam program ini sangat mudah. Pengguna hanya perlu […]

  • Makin Dekat dengan Publik, WIKA Beton Raih 3 Penghargaan Anugerah Humas Indonesia 2026

    Makin Dekat dengan Publik, WIKA Beton Raih 3 Penghargaan Anugerah Humas Indonesia 2026

    • calendar_month Rabu, 14 Okt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 21
    • 0Komentar

    Jakarta — Di tengah derasnya arus informasi, perusahaan dituntut mampu menyampaikan pesan yang jelas, relevan, dan dekat dengan publik. Upaya PT Wijaya Karya Beton Tbk (WIKA Beton) menjawab kebutuhan tersebut mendapat pengakuan melalui tiga penghargaan pada The 8th Anugerah Humas Indonesia (AHI) 2026 di Surakarta, Kamis (8/10). Akun Instagram @wikabeton meraih Silver Winner, sementara LinkedIn […]

  • UPT BPOM di Jawa Timur dan Buleleng Ajak Masyarakat Selamatkan Masa Depan Jamu Indonesia dari Ancaman Bahan Kimia Obat

    UPT BPOM di Jawa Timur dan Buleleng Ajak Masyarakat Selamatkan Masa Depan Jamu Indonesia dari Ancaman Bahan Kimia Obat

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 42
    • 0Komentar

    Banyuwangi, 05 Juni 2026 – Di tengah meningkatnya tren hidup sehat dan konsumsi produk herbal, ancaman jamu mengandung Bahan Kimia Obat (BKO) masih menjadi perhatian serius. Untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat, Unit Pelaksana Teknis BPOM di wilayah Jawa Timur menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “Menjamu Masa Depan dengan Jamu Aman Bebas BKO” dalam rangkaian Pekan […]

expand_less