Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Pemerintah Kembangkan Industri Intermediate Mineral, Regulasi dan Insentif jadi Tantangan.

Pemerintah Kembangkan Industri Intermediate Mineral, Regulasi dan Insentif jadi Tantangan.

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
  • visibility 10
  • comment 0 komentar

JAKARTA – Kepastian regulasi serta jaminan insentif fiskal menjadi kunci utama bagi Pemerintah dalam mendorong pengembangan industri antara (intermediate industry) dan material lanjut (advanced materials) di Indonesia.

Langkah ini mendesak dilakukan agar potensi hilirisasi mineral nasional tidak terhenti pada produk setengah jadi, melainkan mampu menembus industri manufaktur strategis bernilai tambah tinggi.

Padahal, Indonesia memiliki keunggulan pada sisi hulu berkat cadangan mineral yang melimpah. Komoditas tersebut meliputi nikel, tembaga, bauksit, timah, silika, rare earth elements (REE), besi, hingga emas, perak, galium, dan tantalum.

Berbagai komoditas tersebut saat ini telah diolah menjadi produk hilirisasi dasar. Untuk nikel misalnya telah menghasilkan feronikel (FeNi), nickel pig iron (NPI), mixed hydroxide precipitate (MHP), nikel sulfat, dan kobalt sulfat, sementara tembaga telah diolah menjadi copper cathode, wire rod, kabel, tube, dan strip.

Sementara itu, bauksit telah menghasilkan alumina, aluminium ingot, billet, extrusion, plate, hingga foil. Adapun timah telah diolah menjadi tin ingot, hingga solder wire, sedangkan silika menghasilkan silica, dan REE menjadi material magnet. Tak lupa, emas perak diproduksi menjadi materi elektronik.

Direktur Eksekutif Pusat Studi Hukum Energi & Pertambangan (PUSHEP) Bisman Bhaktiar mengatakan, saat ini Indonesia sudah melakukan hilirisasi. Mesi demikian, produknya hanya sampai produk setengah jadi atau belum produk akhir.

“Secara umum saat ini kita sudah hilirisasi namun hanya sampai produk setengah jadi atau belum produk akhir, sehingga nilai tambahnya tidak maksimal. Karena nilai tambah terbesar justru berada pada tahapan industri lanjutan dan sampai produk akhir,” ungkap Bisman.

Masalahnya, Indonesia masih dihadapi dengan kesenjangan terbesar pada industri antara (intermediate industry) dan advanced materials yang berfungsi sebagai penghubung antara hasil hilirisasi mineral dengan industri manufaktur strategis. Akibatnya, banyak material berteknologi tinggi masih harus dipenuhi melalui impor.

Melalui laporan di forum Danantara’s Advanced Materials Industry Dialogue 2026, material tersebut antara lain meliputi aluminium alloy, baja khusus, battery-grade aluminium foil dan copper foil, silicon wafer, hingga magnet permanen NdFeB. Material-material tersebut merupakan komponen penting dalam industri elektronik, energi, hingga kendaraan listrik.

Selain material khusus, Indonesia juga dinilai masih memiliki keterbatasan dalam memproduksi komponen industri bernilai tinggi. Komponen tersebut mencakup chip, transistor MOSFET dan IGBT, printed circuit board (PCB), sensor, radar, modul komunikasi, motor BLDC, battery cell hingga battery pack dan battery management system (BMS), serta komponen presisi untuk industri dirgantara.

“Untuk pengembangan material lanjut, maka yg penting itu Pemerintah perlu memberikan jaminan hukum, kepastian regulasi dan insentif baik fiskal dan non fiskal,” terang Bisman.

Lebih jauh, ia mendorong adanya kebijakan pemerintah agar setiap kerja sama dengan asing harus dengan transfer teknologi, alih-alih hanya investasi modal. Selain itu, Indonesia juga mesti mendorong Sumber Daya Manusia (SDM) dan membangun ekosistem industri berbasis mineral.

Adapun, Danantara Indonesia menggelar Danantara’s Advanced Materials Industry Dialogue: From Minerals to Manufacturing

di Wisma Danantara Indonesia belum lama ini.

Forum ini menjadi inisiasi untuk pengembangan material maju (critical minerals downstreaming ) antara PT Mineral Industri Indonesia (Persero) atau MIND ID, PT LEN Industri (Persero), PT Krakatau Steel (Persero) Tbk dan PT Perminas (Persero).

Kerja sama ini bertujuan untuk optimalisasi supply-offtake mineral kritis dan material maju untuk kebutuhan industri strategis dalam negeri, mengakselerasi terwujudnya industri material maju nasional berskala besar melalui pengembangan teknologi bersama, serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional bernilai tambah tinggi melalui program-program industri strategis seperti, namun tidak terbatas pada, mobil dan motor listrik nasional, dirgantara, maritim, komponen dasar, pertahanan dan ketenagalistrikan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lintasarta Rayakan 38 Tahun Perjalanan, Hadirkan Komitmen Empowering Beyond untuk Indonesia

    Lintasarta Rayakan 38 Tahun Perjalanan, Hadirkan Komitmen Empowering Beyond untuk Indonesia

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 19
    • 0Komentar

    Memperingati 38 tahun perjalanan transformasinya, Lintasarta, menegaskan peran sebagai Beyond AI Factory di bawah naungan Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) Group, yang tidak hanya menghadirkan layanan teknologi, tetapi juga mengorkestrasi ekosistem digital dan Artificial Intelligence (AI) yang terintegrasi di Indonesia. Mengusung tema “Empowering Beyond: Menembus Batas, Menciptakan Dampak untuk Indonesia”, momentum ini menjadi refleksi atas perjalanan […]

  • Sunday Routine: Menyusun Trading Plan dan Memetakan Kalender Ekonomi Mingguan

    Sunday Routine: Menyusun Trading Plan dan Memetakan Kalender Ekonomi Mingguan

    • calendar_month Minggu, 26 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 13
    • 0Komentar

    Beberapa jam sebelum bel pembukaan bursa keuangan internasional kembali berbunyi di awal pekan, malam hari di hari Minggu memegang peranan yang sangat vital bagi kesiapan seorang trader. Menghadapi pekan baru tanpa perencanaan yang matang ibarat berlayar di tengah lautan tanpa petunjuk arah. Oleh karena itu, para pelaku pasar profesional selalu memanfaatkan ketenangan hari Minggu untuk […]

  • Saatnya Indonesia–India Pererat Hubungan Saling Menguntungkan

    Saatnya Indonesia–India Pererat Hubungan Saling Menguntungkan

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 13
    • 0Komentar

    Oleh Primus Dorimulu* Jakarta — Hubungan Indonesia dan India telah melintasi ribuan tahun sejarah. Kini, saatnya kedua negara tidak hanya mewarisi masa lalu yang agung, tetapi bersama-sama membangun masa depan yang lebih baik, yang membuat kedua negara memiliki pengaruh signifikan di dunia. Kunjungan Perdana Menteri India Shri Narendra Modi ke Indonesia pada 7 Juli 2026 […]

  • Program Immersion BINUS @Bekasi ke Wuhan: Menembus Batas dan Mengasah Kompetensi Global di Dunia Bisnis, Layanan, dan Teknologi

    Program Immersion BINUS @Bekasi ke Wuhan: Menembus Batas dan Mengasah Kompetensi Global di Dunia Bisnis, Layanan, dan Teknologi

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 58
    • 0Komentar

    Bekasi, 5 Februari 2026 — Di tengah persaingan global yang semakin mengglobal, dunia bisnis kini lebih dari sekadar teori. Untuk bisa bertahan dan unggul, mahasiswa perlu dilengkapi dengan global mindset, kemampuan beradaptasi dengan teknologi terkini, dan keterampilan dalam melayani pasar internasional. BINUS @Bekasi, sebagai kampus dengan fokus pada Business, Service, and Technology, menghadirkan solusi tepat […]

  • Harga Emas Masih Berpeluang Naik, Ini Proyeksi Terbaru Dupoin Futures

    Harga Emas Masih Berpeluang Naik, Ini Proyeksi Terbaru Dupoin Futures

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 29
    • 0Komentar

    Harga emas dunia pada perdagangan hari Senin (13/04) diperkirakan masih memiliki ruang untuk melanjutkan penguatan, di tengah kombinasi sentimen teknikal yang relatif solid dan dukungan faktor fundamental global. Dupoin Futures melalui analisnya, Geraldo Kofit, menilai bahwa pergerakan XAU/USD pada timeframe H4 masih berada dalam tren naik, dengan peluang kenaikan yang tetap terbuka selama harga mampu […]

  • Letjen TNI Gabriel Lema Tegaskan Semangat Bela Negara di Sulut: Generasi Muda Harus Jadi Garda Terdepan!”

    Letjen TNI Gabriel Lema Tegaskan Semangat Bela Negara di Sulut: Generasi Muda Harus Jadi Garda Terdepan!”

    • calendar_month Sabtu, 1 Nov 2025
    • account_circle redaktur reputasi
    • visibility 91
    • 0Komentar

    Manado, ReputasiPlus.com — Semangat nasionalisme menggema di Graha Mapalus, Kantor Gubernur Sulawesi Utara, saat digelar Workshop Bela Negara yang dihadiri ratusan peserta dari berbagai kalangan. Kegiatan ini bertujuan memperkuat karakter kebangsaan, menumbuhkan semangat persatuan, dan membangun kesadaran bela negara di tengah tantangan global. ‎ ‎Hadir dalam kegiatan tersebut Letjen TNI Gabriel Lema, Kepala Badan Cadangan […]

expand_less