Breaking News
light_mode
Beranda » Blog » Pertumbuhan Kripto Tinggi, Apakah Investor Indonesia Sudah Aman?

Pertumbuhan Kripto Tinggi, Apakah Investor Indonesia Sudah Aman?

  • account_circle editor News
  • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
  • visibility 68
  • comment 0 komentar

Jakarta, 22 Januari 2026 – Ramainya kripto belakangan ini menempatkan aspek keamanan dan perlindungan investor kembali ke pusat perhatian. Di tengah pertumbuhan adopsi yang cepat, penguatan regulasi dan literasi dinilai penting agar ekosistem berkembang secara sehat dan inklusif.

Riset Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) mengungkapkan bahwa mayoritas investor kripto di Indonesia memiliki tingkat pendapatan yang relatif terbatas. 

Dari 1.225 responden survei, sebanyak 1.093 investor tercatat memiliki pendapatan bulanan di bawah Rp8 juta, sementara hanya 132 responden yang berpenghasilan di atas angka tersebut. Dari sisi demografi, sebagian besar investor berusia di bawah 35 tahun dan mayoritas merupakan lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA). Temuan ini menunjukkan bahwa adopsi kripto di Indonesia banyak digerakkan oleh kelompok usia produktif awal yang secara finansial belum memiliki bantalan ekonomi yang kuat.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat nilai transaksi aset kripto di Indonesia sepanjang tahun 2025 mencapai Rp482,23 triliun. Jumlah investor juga terus meningkat, dengan total 19,56 juta investor hingga November 2025, naik dari 19,08 juta investor pada Oktober 2025. Data tersebut mempertegas bahwa kripto telah berkembang menjadi fenomena besar dalam sistem keuangan nasional, bahkan menempatkan Indonesia dalam jajaran 10 besar negara dengan adopsi kripto tercepat di dunia.

LPEM FEB UI dalam riset berjudul “Kontribusi Ekonomi Kripto terhadap Perekonomian Indonesia” menekankan bahwa potensi pertumbuhan aset kripto perlu dibarengi kebijakan strategis agar ekosistemnya tetap sehat dan berkelanjutan. Peralihan status kripto dari komoditas menjadi aset keuangan digital melalui Peraturan OJK Nomor 27 Tahun 2024 dinilai memperkuat posisi kripto dalam sistem keuangan, namun sekaligus meningkatkan risiko apabila tidak diiringi praktik pasar yang sehat, termasuk pengawasan terhadap platform ilegal dan perlindungan investor.

Kuatkan Perlindungan Konsumen Kripto

CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, menilai temuan ini menegaskan bahwa perlindungan investor harus menjadi fokus utama, terutama karena mayoritas investor datang dari kelompok yang ruang amannya terbatas.

“Ketika mayoritas investor kripto berpenghasilan di bawah Rp8 juta dan didominasi usia produktif awal, kita tidak bisa memandang kripto hanya dari sisi tren atau keuntungan sesaat. Tantangan utamanya adalah memastikan mereka punya pemahaman yang cukup, akses ke platform legal, dan perlindungan yang kuat,” ujar Calvin.

Ia menambahkan, peralihan pengawasan aset kripto ke OJK perlu dimaknai sebagai momentum memperkuat praktik pasar yang sehat. “Peraturan OJK Nomor 27 Tahun 2024 adalah langkah penting karena menegaskan kripto sebagai aset keuangan digital. Namun, transisi ini harus diikuti dengan penguatan pengawasan, penindakan platform ilegal, serta standar perlindungan konsumen yang makin ketat agar ekosistemnya bertumbuh dengan cara yang benar,” kata Calvin.

Di sisi lain, riset LPEM FEB UI juga mencatat kuatnya pengaruh media sosial dalam membentuk persepsi investor kripto. Kanal seperti Twitter, Telegram, dan Discord disebut sangat mempengaruhi keputusan investasi sebesar 57,89%, disusul oleh influencer dan YouTuber kripto sebesar 30,77%. 

Kondisi ini memperkuat urgensi peningkatan literasi keuangan digital serta peninjauan ulang aturan periklanan kripto agar tidak menyesatkan masyarakat, terutama investor pemula. “Di era ketika informasi bergerak cepat di media sosial, literasi menjadi benteng pertama. Edukasi tidak boleh kalah cepat dari promosi, dan platform legal harus aktif membangun pemahaman yang seimbang tentang risiko dan kehati-hatian,” ujar Calvin.

Tantangan Perkembangan Industri Kripto

Tantangan lain yang disoroti adalah masih maraknya aktivitas di platform ilegal. Meski investor di platform legal tercatat lebih aktif dengan rata-rata 60 transaksi per tahun senilai Rp55 juta, transaksi di platform ilegal justru mencatat nilai jual beli lebih besar, mencapai rata-rata Rp88,7 juta per tahun. Akibatnya, potensi penerimaan pajak yang hilang diperkirakan mencapai Rp1,1–1,7 triliun per tahun. Kondisi ini dinilai tidak hanya merugikan negara, tetapi juga melemahkan ekosistem kripto yang legal dan terpercaya.

Calvin menekankan bahwa upaya memberantas platform ilegal perlu dibarengi penguatan literasi dan kolaborasi multipihak agar manfaat kripto tidak berubah menjadi risiko sosial. 

“Kita perlu ekosistem yang aman dan inklusif, karena kripto punya potensi mendorong inklusi keuangan, terutama bagi masyarakat bermodal kecil. Tapi tanpa literasi yang memadai, perlindungan data, dan penegakan terhadap pihak ilegal, kelompok yang paling rentan justru bisa menjadi pihak yang paling terdampak,” tutur Calvin.

Menurutnya, kolaborasi antara regulator, industri, komunitas, dan akademisi menjadi kunci agar perdagangan aset kripto dapat memperkuat ekonomi digital Indonesia secara aman dan berkelanjutan.

 “Kunci pertumbuhan yang sehat adalah kolaborasi. Regulator memastikan rambu dan penegakan, industri memastikan kepatuhan dan perlindungan pengguna, komunitas memperluas edukasi, dan akademisi menyediakan riset sebagai dasar kebijakan. Kalau ini berjalan bersama, kripto bisa memberi manfaat ekonomi tanpa mengorbankan keamanan investor,” pungkas CEO Tokocrypto.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: editor News

Rekomendasi Untuk Anda

  • Inaugurasi Horison IJ Kudus, Hadir Sebagai Ikon Baru Business & Lifestyle di Kota Kretek

    Inaugurasi Horison IJ Kudus, Hadir Sebagai Ikon Baru Business & Lifestyle di Kota Kretek

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 34
    • 0Komentar

    Horison Hotels Group meresmikan Horison IJ Kudus sebagai hotel modern di pusat kota dengan fasilitas lengkap untuk kebutuhan bisnis dan leisure. Hadir sebagai ikon baru di Kudus, hotel ini diharapkan mendorong pertumbuhan pariwisata, bisnis, dan membuka peluang kerja baru. Kudus, 22 April 2026 — Horison Hotels Group kembali memperkuat eksistensinya di industri perhotelan Indonesia melalui […]

  • S Line: Drama Korea yang Bikin Geger karena Garis Merah “Hubungan Rahasia”

    S Line: Drama Korea yang Bikin Geger karena Garis Merah “Hubungan Rahasia”

    • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
    • account_circle redaktur reputasi
    • visibility 137
    • 0Komentar

    Bayangkan kalau setiap orang yang pernah tidur bareng (secara harfiah) akan terhubung oleh garis merah yang muncul di atas kepala mereka. Gak bisa bohong, gak bisa ngumpet, semua jadi kelihatan jelas. Itulah dunia yang ditawarkan drama Korea terbaru berjudul S Line, yang tayang di Wavve mulai 11 Juli 2025. Drama ini langsung jadi viral dan […]

  • Kolaborasi Danantara dan PTPP Perkuat Pemulihan Pascabencana di  Aceh Tamiang & Aceh Utara Melalui Pembangunan Hunian  Sementara

    Kolaborasi Danantara dan PTPP Perkuat Pemulihan Pascabencana di Aceh Tamiang & Aceh Utara Melalui Pembangunan Hunian Sementara

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle editor News
    • visibility 63
    • 0Komentar

    Jakarta, 20 Januari 2026 – Upaya pemulihan pascabencana banjir di Aceh Tamiang terus diperkuat melalui kolaborasi antara Danantara dan PT PP (Persero) Tbk (PTPP) dalam penyediaan hunian sementara tanggap darurat bagi masyarakat terdampak di Kabupaten Aceh Tamiang dan Aceh Utara. Setelah fokus pada pembukaan kembali akses dan pemulihan infrastruktur dasar atas kolaborasi dengan Kementerian PU, […]

  • HWT Gold Soroti Perjalanan Perempuan lewat Fit & Glow bersama Puteri Indonesia Lingkungan 2025

    HWT Gold Soroti Perjalanan Perempuan lewat Fit & Glow bersama Puteri Indonesia Lingkungan 2025

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 55
    • 0Komentar

    HWT Gold bersama Geng Glowing menghadirkan Fit & Glow, inisiatif yang mengajak perempuan merayakan proses hidup, kepercayaan diri, dan makna personal di setiap fase. Jakarta, 28 Januari 2026 –  HWT Gold menggelar Fit & Glow, sebuah inisiatif yang mengangkat makna proses, momen, dan apresiasi diri sebagai bagian dari perjalanan perempuan Indonesia. Berkolaborasi dengan komunitas Geng […]

  • BP Tapera Perkuat Kolaborasi dengan APERSI Dukung Program 3 Juta Rumah

    BP Tapera Perkuat Kolaborasi dengan APERSI Dukung Program 3 Juta Rumah

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 14
    • 0Komentar

    Melalui kolaborasi yang semakin erat antara BP Tapera, pemerintah, perbankan, dan APERSI, diharapkan penyaluran pembiayaan perumahan bagi MBR semakin meningkat sehingga target Program 3 Juta Rumah dapat tercapai. Jakarta – BP Tapera menegaskan komitmennya memperkuat kolaborasi dengan Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI) untuk mendukung percepatan Program 3 Juta Rumah. Komitmen tersebut disampaikan […]

  • Janji Manis Kemajuan Sulut Hanya Gertakan Saja? BPS Ungkap Lima Fakta yang Tidak Diketahui Publik!

    Janji Manis Kemajuan Sulut Hanya Gertakan Saja? BPS Ungkap Lima Fakta yang Tidak Diketahui Publik!

    • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
    • account_circle reputasi
    • visibility 53
    • 0Komentar

    Media.Reputasiplus.com Seringkali terdengar keraguan di tengah masyarakat, apakah narasi kemajuan dan kesejahteraan di Sulawesi Utara (Sulut) di bawah kepemimpinan saat ini hanyalah janji manis belaka? Jawabannya baru saja dibongkar oleh Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Berita Resmi Statistik tertanggal 2 Juni 2026. Alih-alih menemukan kemunduran, BPS justru merilis lima fakta mengejutkan yang membuktikan bahwa roda […]

expand_less