Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Potensi Tekan Impor 75%, Reformasi Subsidi DME Jadi Kunci Keberhasilan

Potensi Tekan Impor 75%, Reformasi Subsidi DME Jadi Kunci Keberhasilan

  • account_circle vritimes
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 4
  • comment 0 komentar

Jakarta – Arsitektur subsidi energi nasional kini berada di persimpangan jalan. Ketergantungan terhadap LPG impor yang kian masif tidak hanya membebani devisa, tetapi juga membuat belanja subsidi dalam APBN menjadi tidak optimal karena lebih banyak digunakan untuk menopang komoditas impor ketimbang menggerakkan sumber daya domestik.

Melansir Laporan Kinerja Ditjen Migas Kementerian ESDM tahun 2025, ketergantungan Indonesia terhadap gas impor terus memburuk dalam lima tahun terakhir.

Porsi impor LPG kini telah mendominasi lebih dari 75% konsumsi nasional. Pada 2021, dari konsumsi 8,36 juta ton, impor mencapai 6,34 juta ton. Angka ini melonjak menjadi 7,49 juta ton impor pada 2025 dari total konsumsi 9,24 juta ton.

“Devisa kita setiap tahun hanya untuk membeli LPG saja itu sekitar Rp120 triliun sampai Rp150 triliun. Apalagi kalau harga minyak dunia naik, pasti lebih besar lagi,” ujar Bahlil saat ditemui usai pelantikan pejabat eselon II di Kementerian ESDM di Jakarta pekan ini.

Selain tekanan devisa, Bahlil juga menyoroti beban subsidi LPG di dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang terus merangkak.

Kementerian Keuangan mencatat belanja subsidi LPG mencapai Rp67,6 triliun pada 2021, melonjak menjadi Rp100,4 triliun pada 2022, kemudian sebesar Rp74,3 triliun pada 2023, Rp80,9 triliun pada 2024, dan mencapai Rp87 triliun pada 2025.

”Tidak ada cara lain dalam rangka efisiensi selain mencari jalan agar bahan baku yang tersedia di dalam negeri bisa dikonversi untuk mengganti LPG,” imbuh Bahlil.

Salah satu strategi yang digenjot guna menutup gap besar impor LPG ialah melalui hilirisasi batu bara kalori rendah menjadi Dimethyl Ether (DME) yang dikembangkan oleh MIND ID, Pertamina, Bukit Asam, dan Pertamina Patra Niaga. Proyek ini telah diresmikan Percepatan Pengembangan Coal to DME oleh Presiden Prabowo dalam Rangkaian Groundbreaking Proyek Hilirisasi Ke-2 di akhir April 2026.

Sejumlah akademisi dan pengamat memberi catatan kritis atas grounbreaking proyek tersebut. Pengamat energi sekaligus Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) Iwa Garniwa menilai keberhasilan DME sebagai substitusi LPG tidak hanya bergantung pada pembangunan pabrik, tapi juga butuh dukungan dari sisi insentif fiskal dan konsistensi kebijakan.

DME kata Iwa perlu disokong oleh kepastian harga batu bara dan stimulus kebijakan berupa subsidi agar harga jualnya lebih terjangkau diterima masyarakat.

”DME sangat sensitif terhadap harga batu bara dan capex gasifikasi itu tinggi. Jika harga batu bara di atas US$60 per ton, DME tidak kompetitif tanpa subsidi,’’ ujar Iwa.

Dalam hal ini, Iwa mendorong dilakukannya reformasi subsidi energi secara bertahap dari komoditas ke individu melalui Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Tanpa reformasi ini, insentif untuk beralih ke jaringan gas (jargas), listrik, atau DME menjadi lemah.

Selain itu, pemerintah diminta mengembangkan indikator kinerja proyek ini. Keberhasilan tidak hanya diukur dari jumlah pabrik DME, melainkan dari penurunan volume impor LPG, penghematan subsidi, dan penurunan intensitas emisi per kapita.

”Diversifikasi energi rumah tangga adalah isu multidimensi yang menyangkut fiskal, ketahanan energi, lingkungan, dan keadilan sosial. Keberhasilannya bergantung pada konsistensi kebijakan lintas periode pemerintahan dan kemampuan mengelola transisi secara berkeadilan,” jelas Iwa saat dihubungi. 

Tak hanya itu, pemerintah juga perlu menyusun peta jalan diversifikasi energi rumah tangga berdasarkan karakteristik wilayah.

Misalnya, pemanfaatan jaringan gas bumi (jargas) di kota besar yang dekat dengan jaringan transmisi gas, penggunaan kompor listrik di daerah dengan surplus daya listrik, serta pemanfaatan DME di wilayah non-pipa seperti Sumatera Selatan dan Kalimantan.

Dengan skema tersebut, potensi substitusi LPG diperkirakan dapat mencapai 4,5 juta ton hingga 6,5 juta ton per tahun atau setara 55%-75% dari volume impor LPG saat ini.

Selain dukungan kebijakan, Pengamat Energi Migas Hadi Ismoyo juga menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah dan pelaku usaha untuk mengembangkan infrastruktur DME.

”Infrastruktur kompor DME sudah ada di Lemigas. Tidak masalah. Tinggal membuat pabrik skala besar. Danantara bisa kolaborasi dengan Pertamina yang sudah punya jaringan distribusi yang matang dan terukur,” ungkap Hadi.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hadirkan Nuansa Idulfitri di 18 Stasiun, LRT Jabodebek Ciptakan Pengalaman Perjalanan Lebaran yang Lebih Hangat

    Hadirkan Nuansa Idulfitri di 18 Stasiun, LRT Jabodebek Ciptakan Pengalaman Perjalanan Lebaran yang Lebih Hangat

    • calendar_month Sabtu, 21 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 34
    • 0Komentar

    LRT Jabodebek menghadirkan nuansa Lebaran di 18 stasiun dengan dekorasi tematik dan busana muslim petugas untuk memberikan pengalaman perjalanan yang lebih hangat. Dalam rangka menyambut Hari Raya Idulfitri 1447 H, LRT Jabodebek menghadirkan nuansa Lebaran di 18 stasiunmelalui sentuhan layanan dan dekorasi tematik yang dirancang untuk memberikan pengalaman perjalanan yang lebih hangat dan berkesan bagi […]

  • School of Design BINUS #2 di Indonesia: Diakui Langsung oleh Industri

    School of Design BINUS #2 di Indonesia: Diakui Langsung oleh Industri

    • calendar_month Sabtu, 18 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 12
    • 0Komentar

    Jakarta, 16 April 2026 – School of Design BINUS University kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional. Dalam QS World University Rankings by Subject 2026: Art & Design, School of Design BINUS berhasil meraih peringkat #2 di Indonesia untuk indikator Employer Reputation, yang mencerminkan tingginya kepercayaan industri terhadap kualitas lulusannya. Employer Reputation merupakan salah satu […]

  • Affiliate dan Partnership: Peluang Penghasilan Tambahan di Era Digital

    Affiliate dan Partnership: Peluang Penghasilan Tambahan di Era Digital

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle editor News
    • visibility 58
    • 0Komentar

    Di era digital, peluang mendapatkan penghasilan tambahan semakin terbuka luas. Tidak hanya melalui bisnis konvensional atau pekerjaan tetap, kini banyak orang memanfaatkan program affiliate dan partnership untuk membangun sumber penghasilan pasif. Model ini memungkinkan individu, content creator, komunitas, hingga pelaku digital marketing mendapatkan komisi dengan cara merekomendasikan produk atau layanan melalui jaringan dan platform yang […]

  • MLV Teknologi membuat Investor Room SKK Migas menjadi lebih canggih

    MLV Teknologi membuat Investor Room SKK Migas menjadi lebih canggih

    • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 36
    • 0Komentar

    MLV Teknologi meningkatkan Investor Room SKK Migas dengan teknologi audio visual canggih guna memperkuat perannya sebagai ruang strategis komunikasi investasi. Pembaruan ini menghadirkan visual ultra tajam, sistem komunikasi hybrid yang andal, serta Signal Processor yang stabil untuk mendukung presentasi data eksplorasi dan potensi investasi migas secara presisi. Menggunakan LED Screen Ledman P0,9 COB, Extron Signal […]

  • Siaga Arus Balik Idulfitri 1447H/Lebaran 2026, Jasa Marga Pastikan Kesiapan Pelayanan dan Imbau Pemudik Gunakan Rest Area Alternatif

    Siaga Arus Balik Idulfitri 1447H/Lebaran 2026, Jasa Marga Pastikan Kesiapan Pelayanan dan Imbau Pemudik Gunakan Rest Area Alternatif

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 30
    • 0Komentar

    Jakarta (27/03), PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat kondisi lalu lintas mencatat lalu lintas yang kembali ke wilayah Jabotabek pada periode arus balik Idulfitri 1447H/2026 tanggal 26-27 Maret 2026 lalu cenderung tersebar. Setelah lalu lintas tertinggi kembali ke Jabotabek terjadi pada 24 Maret 2026 lalu (256.338 kendaraan), Jasa Marga mencatat lalu lintas juga tersebar pada […]

  • BRI Branch Office Kalimalang Region 6 Jakarta 1 Perkuat Penetrasi UMKM Jakarta Timur Melalui Optimalisasi EDC Agen BRILink di Pegadaian Pulo Jahe

    BRI Branch Office Kalimalang Region 6 Jakarta 1 Perkuat Penetrasi UMKM Jakarta Timur Melalui Optimalisasi EDC Agen BRILink di Pegadaian Pulo Jahe

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 38
    • 0Komentar

    BRI Branch Office Kalimalang secara resmi mengumumkan langkah strategis peningkatan transaksi melalui EDC Agen BRILink yang ditempatkan di PT Pegadaian UPC Pulo Jahe, Jalan Buaran Raya, Duren Sawit. Langkah ini diambil sebagai upaya konkret BRI dalam memperluas jangkauan layanan perbankan di segmen mikro dan mendukung pertumbuhan ekosistem UMKM di wilayah Jakarta Timur. Sinergi Operasional untuk […]

expand_less