Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Prediksi Harga Emas (XAUUSD) Pekan Depan: Momentum Bullish Masih Terjaga, Target 4.594–4.655

Prediksi Harga Emas (XAUUSD) Pekan Depan: Momentum Bullish Masih Terjaga, Target 4.594–4.655

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Jumat, 21 Agt 2026
  • visibility 23
  • comment 0 komentar

Pergerakan harga emas (XAUUSD) diperkirakan masih memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan pada perdagangan pekan depan. Berdasarkan analisis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, tren kenaikan pada grafik harian masih cukup kuat setelah harga berhasil melewati resistance sebelumnya. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa buyer masih memiliki kendali terhadap pasar dan membuka peluang bagi XAUUSD untuk bergerak menuju area resistance berikutnya di 4.594 hingga 4.655. Kendati demikian, pelaku pasar tetap perlu memperhatikan potensi koreksi sebelum mengambil posisi baru.

Pada time frame Daily, harga emas menunjukkan struktur pasar yang masih mendukung skenario bullish. Salah satu faktor utama yang menjadi perhatian adalah keberhasilan harga melakukan breakout terhadap resistance sebelumnya. Breakout tersebut menunjukkan bahwa tekanan beli mampu mendorong harga melewati batas yang sebelumnya menjadi penghalang kenaikan. Setelah menembus resistance, harga kemudian membentuk base area, yang dapat menjadi pijakan bagi pergerakan berikutnya.

Terbentuknya base area setelah breakout memberikan indikasi bahwa pasar sedang melakukan konsolidasi sebelum menentukan arah lanjutan. Selama harga mampu mempertahankan area tersebut dan tidak kembali masuk ke bawah resistance yang telah ditembus, peluang tren bullish tetap terbuka. Dalam skenario ini, target kenaikan berikutnya berada pada kisaran 4.594–4.655.

Menurut Geraldo Kofit, area resistance tersebut menjadi zona penting yang perlu diperhatikan pada pekan depan. Jika buyer mampu mempertahankan momentum dan harga berhasil menembus resistance 4.594, maka peluang untuk menguji level 4.655 semakin terbuka. Namun, apabila harga mengalami rejection ketika mendekati resistance, aksi ambil untung dapat memicu koreksi dalam jangka pendek.

Karena posisi harga sudah berada dalam tren naik, melakukan pembelian secara langsung ketika harga mendekati resistance dinilai memiliki risiko yang lebih besar. Untuk memperoleh level entry yang lebih optimal, Dupoin Futures menyarankan agar pelaku pasar menunggu kemungkinan retracement menuju area support 4.417. Level tersebut dapat menjadi zona yang menarik untuk melihat kembali kekuatan buyer.

Koreksi menuju 4.417 tidak serta-merta menunjukkan bahwa tren bullish telah berakhir. Dalam kondisi pasar yang sedang mengalami penguatan, penurunan sementara justru dapat menjadi bagian dari proses retest setelah breakout. Apabila harga turun ke area tersebut kemudian membentuk rejection, swing low, atau sinyal pembalikan lainnya, peluang untuk kembali melanjutkan kenaikan akan semakin besar. Strategi menunggu koreksi juga dapat membantu trader memperoleh posisi dengan potensi risiko yang lebih terukur dibandingkan mengejar harga di dekat resistance.

Dari sisi fundamental, prospek emas (XAUUSD) juga masih mendapatkan dukungan dari sejumlah faktor eksternal. Salah satu katalis utama berasal dari pelemahan dolar AS. Penurunan nilai dolar dapat meningkatkan daya tarik emas bagi investor global karena harga logam mulia menjadi relatif lebih terjangkau bagi pemegang mata uang lainnya. Kondisi tersebut berpotensi menjaga aliran dana masuk ke pasar emas.

Selain pergerakan dolar AS, kekhawatiran terhadap kondisi fiskal Amerika Serikat turut menjadi perhatian investor. Ketidakpastian mengenai kondisi fiskal dapat meningkatkan kebutuhan terhadap aset yang dianggap mampu menjadi penyimpan nilai di tengah meningkatnya risiko ekonomi. Dalam situasi seperti ini, emas berpotensi mendapatkan keuntungan dari meningkatnya permintaan sebagai aset safe haven.

Namun, terdapat pula sejumlah faktor yang dapat membatasi ruang penguatan emas. Salah satunya adalah kenaikan harga minyak akibat meningkatnya ketegangan geopolitik. Harga energi yang lebih tinggi dapat meningkatkan tekanan inflasi global. Apabila inflasi kembali menjadi perhatian utama, ruang bagi Federal Reserve (The Fed) untuk memangkas suku bunga dapat menjadi lebih terbatas.

Kebijakan suku bunga The Fed menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan arah XAUUSD. Pemangkasan suku bunga biasanya memberikan sentimen positif terhadap emas karena menurunkan opportunity cost dalam memegang aset yang tidak menghasilkan bunga. Sebaliknya, apabila tekanan inflasi memaksa bank sentral mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama, daya tarik emas dapat menghadapi tekanan.

Meski demikian, untuk saat ini arus dana menuju emas masih dinilai cukup kuat. Kombinasi pelemahan dolar AS, kekhawatiran fiskal, dan permintaan safe haven memberikan fondasi yang cukup bagi tren bullish untuk bertahan. Pelaku pasar akan terus memantau apakah faktor-faktor tersebut mampu mengimbangi tekanan dari kenaikan harga minyak dan potensi perubahan ekspektasi kebijakan The Fed.

Secara keseluruhan, Dupoin Futures melihat bahwa harga emas (XAUUSD) masih berpotensi melanjutkan penguatan pada pekan depan dengan sasaran 4.594 hingga 4.655. Breakout resistance sebelumnya dan pembentukan base area menjadi dasar utama dari proyeksi bullish tersebut. Namun, mengingat harga sudah mengalami kenaikan, potensi koreksi tetap perlu diantisipasi. Area 4.417 dapat menjadi level penting untuk mencari konfirmasi apabila terjadi retracement. Jika support tersebut mampu bertahan dan buyer kembali mengambil alih, peluang XAUUSD untuk melanjutkan tren kenaikan menuju 4.594–4.655 masih terbuka. Sementara itu, perkembangan dolar AS, kondisi fiskal Amerika Serikat, harga minyak, serta ekspektasi kebijakan The Fed akan menjadi faktor penting yang menentukan apakah momentum bullish tersebut dapat berlanjut sepanjang pekan depan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bank Raya Hadirkan Raya Active, Fitur Bank Digital untuk Dukung Aktivitas Bergerak dan Wujudkan Tabungan Impian

    Bank Raya Hadirkan Raya Active, Fitur Bank Digital untuk Dukung Aktivitas Bergerak dan Wujudkan Tabungan Impian

    • calendar_month Minggu, 28 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 29
    • 0Komentar

    Sebagai bank digital yang merupakan bagian dari BRI Group, Bank Raya kembali menghadirkan inovasi melalui peluncuran Raya Active, sebuah fitur menabung yang mengintegrasikan aktivitas fisik nasabah dengan pencapaian target tabungan di Aplikasi Raya. Sebagai bank digital yang merupakan bagian dari BRI Group, Bank Raya kembali menghadirkan inovasi melalui peluncuran Raya Active, sebuah fitur menabung yang […]

  • Permudah Kepemilikan Kendaraan, BRI Finance Hadirkan Promo Bunga 0% di Padang dan Payakumbuh

    Permudah Kepemilikan Kendaraan, BRI Finance Hadirkan Promo Bunga 0% di Padang dan Payakumbuh

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 20
    • 0Komentar

    Padang, 12 Juni 2026 – Sumatera Barat dikenal sebagai salah satu daerah dengan tingkat mobilitas yang tinggi, didukung oleh aktivitas perdagangan, pariwisata, serta budaya merantau yang telah mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat Minangkabau. Kondisi tersebut mendorong kebutuhan akan sarana transportasi yang andal, baik untuk menunjang aktivitas usaha maupun kebutuhan keluarga sehari-hari. Melihat potensi tersebut, PT […]

  • Budaya Organisasi Jadi Faktor Kunci Penguatan E-Government di BSKDN, Temuan Riset Fahsul Falah

    Budaya Organisasi Jadi Faktor Kunci Penguatan E-Government di BSKDN, Temuan Riset Fahsul Falah

    • calendar_month Senin, 6 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 21
    • 0Komentar

    Jakarta, 6 Juli 2026 – Transformasi digital pemerintahan tidak hanya ditentukan oleh kemajuan teknologi, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia dan budaya kerja di dalam organisasi. Hal tersebut menjadi temuan utama dalam penelitian Dr. T.R. Fahsul Falah, S.Sos., M.Si. yang mengkaji pengaruh learning organization, kompetensi pegawai, dan budaya organisasi terhadap e-government serta implikasinya pada […]

  • Avenew Sukses Gelar AveXchange 2026, Luncurkan SCOPE dan Indonesia PMO Index 2026 bersama Komunitas PMO Indonesia

    Avenew Sukses Gelar AveXchange 2026, Luncurkan SCOPE dan Indonesia PMO Index 2026 bersama Komunitas PMO Indonesia

    • calendar_month Jumat, 2 Okt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 7
    • 0Komentar

    Avenew menyelenggarakan AveXchange 2026, PMO exchange pertama di Indonesia, pada 17 September 2026 di Jakarta, dihadiri lebih dari seratus praktisi, akademisi, dan peneliti project management. Forum ini menghadirkan pembicara ahli termasuk Dr. Alin Veronika yang memperkenalkan PMO Lotus Framework dan AVERYL Theory, diskusi panel lintas industri, serta dua momen puncak, peluncuran SCOPE sebagai pusat riset […]

  • Tren Bisnis Skincare 2026: Mengapa Jasa Maklon Kosmetik Jadi Pilihan Utama UMKM?

    Tren Bisnis Skincare 2026: Mengapa Jasa Maklon Kosmetik Jadi Pilihan Utama UMKM?

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 28
    • 0Komentar

    Lanskap industri kecantikan dan perawatan tubuh di Indonesia pada tahun 2026 menunjukkan grafik pertumbuhan yang luar biasa masif. Melalui penetrasi algoritma media sosial baru dan menjamurnya pembuat konten estetika, produk-produk kosmetik lokal kini mampu mendominasi pasar domestik, bahkan mulai menggeser popularitas merek global. Fenomena ini memicu lahirnya ribuan pengusaha baru di sektor kosmetik rintisan (beautypreneur) […]

  • Bitcoin Turun ke US.000, FLOQ: Pasar Masih Sensitif terhadap Suku Bunga

    Bitcoin Turun ke US$84.000, FLOQ: Pasar Masih Sensitif terhadap Suku Bunga

    • calendar_month Kamis, 24 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 14
    • 0Komentar

    Jakarta, 24 September 2026 — Harga Bitcoin (BTC) kembali mengalami tekanan pada perdagangan 24 September 2026. BTC turun sekitar 2% dan bergerak di kisaran US$84.000 setelah sebelumnya gagal menembus level US$87.000. Koreksi terjadi ketika imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun melonjak hingga 5,11%, level tertinggi sejak 2007.  Kenaikan yield obligasi AS menjadi salah satu perhatian […]

expand_less