Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Slow Living Jadi Tujuan Finansial Baru Anak Muda, Kenapa Banyak yang Mulai Mengejarnya?

Slow Living Jadi Tujuan Finansial Baru Anak Muda, Kenapa Banyak yang Mulai Mengejarnya?

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
  • visibility 39
  • comment 0 komentar

Beberapa tahun lalu, sukses sering identik dengan hidup serba cepat. Karier harus terus naik, penghasilan harus semakin besar, dan gaya hidup ikut meningkat. Namun belakangan, banyak anak muda mulai punya definisi berbeda soal kehidupan ideal.

Muncul tren yang semakin sering dibicarakan: slow living. Di media sosial, istilah ini sering muncul lewat konten tentang hidup lebih tenang, mengurangi distraksi, bekerja lebih seimbang, sampai pindah ke kota yang biaya hidupnya lebih rendah. 

Bagi sebagian orang, slow living bukan lagi sekadar estetika internet atau gaya hidup ala video Pinterest. Ada perubahan cara pandang soal uang, pekerjaan, dan kualitas hidup.

Apalagi setelah pandemi dan kondisi ekonomi yang terus berubah, banyak orang mulai mempertanyakan pola hidup yang terlalu cepat dan melelahkan.

Slow Living Bukan Berarti Malas Bekerja

Slow living sering disalahartikan sebagai hidup santai tanpa ambisi. Padahal, banyak orang justru tetap bekerja, mengejar karier, dan membangun penghasilan. Bedanya, mereka mulai lebih selektif menentukan prioritas.

Sebagian orang mulai memilih:

– Pekerjaan yang lebih fleksibel

– Work life balance

– Waktu istirahat yang cukup

– Pengeluaran yang lebih sadar

– Target hidup yang terasa realistis

Karena itu, tujuan finansial sekarang mulai bergeser. Dulu banyak orang fokus mengejar barang atau status tertentu. Sekarang, banyak yang mulai mengejar “ketenangan”.

Biaya Hidup yang Naik Ikut Mengubah Cara Orang Melihat Uang

Kenaikan biaya hidup dalam beberapa tahun terakhir ikut memengaruhi cara orang mengatur keuangan. Harga makanan, transportasi, hiburan, hingga biaya tempat tinggal terasa semakin mahal.

Di sisi lain, media sosial juga membuat gaya hidup konsumtif semakin mudah memengaruhi banyak orang. Tren nongkrong, traveling, belanja online, sampai fear of missing out atau FOMO sering membuat pengeluaran terasa bocor tanpa sadar.

Karena itu, sebagian orang mulai mencoba hidup lebih sederhana supaya kondisi finansial terasa lebih stabil.

Contohnya:

– Mengurangi nongkrong berlebihan

– Memasak sendiri

– Pindah ke tempat tinggal yang lebih terjangkau

– Membatasi belanja impulsif

– Mulai menyusun anggaran bulanan

– Langkah seperti ini mulai dianggap bagian dari self care finansial.

Anak Muda Mulai Memikirkan Dana Darurat dan Masa Depan

Kalau dulu banyak orang baru memikirkan tabungan setelah usia lebih matang, sekarang kesadaran finansial mulai muncul lebih cepat.

Banyak pekerja muda mulai:

– Memisahkan dana darurat

– Membangun tabungan

– Mempelajari investasi

– Mencari penghasilan tambahan

Tujuannya bukan semata-mata cepat kaya. Banyak yang ingin punya rasa aman ketika menghadapi kondisi tidak terduga seperti kehilangan pekerjaan, biaya kesehatan, atau kebutuhan keluarga.

Karena itu, pengelolaan uang mulai dipandang sebagai bagian dari menjaga kualitas hidup jangka panjang.

Slow Living Membuat Orang Lebih Sadar Mengatur Pengeluaran

Salah satu hal yang cukup terasa dari tren slow living adalah perubahan pola konsumsi.

Banyak orang mulai lebih sadar sebelum membeli sesuatu.

Pertanyaan yang mulai sering muncul:

– “Aku benar-benar butuh ini gak?”

– “Kalau beli sekarang, kondisi keuangan bulan depan aman gak?”

– “Barang ini bakal dipakai lama atau cuma impulsif?”

Kesadaran seperti ini perlahan mengubah kebiasaan belanja dan membantu sebagian orang menjaga pengeluaran tetap lebih terkontrol.

Di saat yang sama, konsep “healing mahal” juga mulai banyak dipertanyakan. Tidak semua bentuk self reward harus selalu menghabiskan banyak uang.

Investasi Mulai Dipandang sebagai Bagian dari Gaya Hidup Finansial

Seiring meningkatnya kesadaran finansial, investasi juga mulai lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari anak muda.

Jika dulu investasi terasa rumit dan identik dengan nominal besar, sekarang aksesnya mulai lebih mudah lewat aplikasi digital.

Sebagian orang mulai mencoba instrumen seperti:

– Reksa dana

– Emas digital

– Deposito

– Tabungan terpisah

Pilihan instrumen biasanya disesuaikan dengan:

– Profil risiko

– Tujuan keuangan

– Kondisi finansial masing-masing

Karena itu, investasi mulai dipandang bukan sebagai tren sesaat, tetapi bagian dari perencanaan hidup yang lebih stabil. 

Menyiapkan Masa Depan Pelan-Pelan dengan Reksa Dana di neobank

Di tengah kondisi ekonomi yang terus berubah, banyak orang mulai sadar bahwa hidup tidak harus selalu terburu-buru.

Sebagian memilih tetap mengejar karier agresif. Sebagian lain mulai mencoba hidup lebih pelan dengan pengelolaan uang yang terasa lebih sehat.

Tidak ada pendekatan yang sepenuhnya benar atau salah. Namun yang mulai berubah adalah cara orang mendefinisikan “cukup”.

Melalui aplikasi neobank dari Bank Neo Commerce, pengguna dapat mengakses berbagai layanan finansial digital, termasuk fitur investasi reksa dana online. Namun, nilai investasi dan hasilnya dapat meningkat maupun menurun sesuai kondisi pasar

Reksa dana di neobank menyediakan pilihan produk reksa dana pendapatan tetap, reksa dana campuran, dan reksa dana saham. Semuanya dapat disesuaikan dengan profil risiko dan tujuan finansial pengguna. Namun, penting dipahami bahwa setiap instrumen investasi memiliki risiko dan hasil investasi dapat berubah mengikuti kondisi pasar.

Nasabah disarankan membaca Ringkasan Informasi Produk dan Layanan (RIPLAY) serta memahami profil risiko sebelum menggunakan produk investasi.

*** 

Jika ingin mempelajari produk Reksa Dana, kamu bisa mengeceknya melalui neobank di  PlayStore atau App Store. Cek info lebih lanjut dan terbaru di link Reksa Dana atau https://s.id/igneoreksadana.

PT Bank Neo Commerce Tbk berizin & diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), serta merupakan bank peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).⁣ 

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Potensi Kendaraan Listrik Menguat, BRI Finance Perbesar Pembiayaan Ramah Lingkungan

    Potensi Kendaraan Listrik Menguat, BRI Finance Perbesar Pembiayaan Ramah Lingkungan

    • calendar_month Minggu, 13 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 22
    • 0Komentar

    Jakarta, 10 September 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) terus memperkuat kontribusinya dalam pengembangan pembiayaan berkelanjutan melalui penyaluran pembiayaan kendaraan ramah lingkungan, khususnya kendaraan listrik. Segmen ini dinilai memiliki prospek seiring berkembangnya ekosistem kendaraan rendah emisi di Indonesia. Hingga saat ini, penyaluran pembiayaan kendaraan ramah lingkungan BRI Finance meningkat sekitar 14,8 kali lipat […]

  • KAI Daop 1 Jakarta Salurkan TJSL Rp1,9 Miliar Sepanjang 2025 untuk Pendidikan hingga Pelestarian Lingkungan

    KAI Daop 1 Jakarta Salurkan TJSL Rp1,9 Miliar Sepanjang 2025 untuk Pendidikan hingga Pelestarian Lingkungan

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle Vrit Time
    • visibility 101
    • 0Komentar

    PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta menyalurkan dana Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) sebesar Rp1,9 miliar sepanjang tahun 2025 melalui Program Bina Lingkungan. Penyaluran tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan di wilayah operasional KAI Daop 1 Jakarta. Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengatakan bahwa pelaksanaan […]

  • Harga Emas (XAUUSD) Kembali Menguat, Dupoin Futures Proyeksikan Target 4.700

    Harga Emas (XAUUSD) Kembali Menguat, Dupoin Futures Proyeksikan Target 4.700

    • calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 22
    • 0Komentar

    Pergerakan harga emas (XAUUSD) diperkirakan masih memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan pada perdagangan hari Rabu (26/8). Berdasarkan analisis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, momentum bullish kembali terlihat setelah harga mengalami rejection pada area support 4.637–4.616. Kondisi tersebut diperkuat dengan terbentuknya pola Bullish Engulfing yang menunjukkan mulai menguatnya tekanan beli. Dupoin Futures melihat situasi ini membuka peluang […]

  • Dorong Ekonomi Lokal di Kediri,  BRI Finance Hadirkan Pembiayaan yang Lebih Dekat

    Dorong Ekonomi Lokal di Kediri, BRI Finance Hadirkan Pembiayaan yang Lebih Dekat

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 57
    • 0Komentar

    Kediri, 13 Februari 2026 – Di tengah denyut aktivitas ekonomi yang terus bergerak, Kota Kediri menunjukkan ketangguhannya sebagai salah satu pusat industri dan perdagangan di Jawa Timur. Pada tahun 2024, perekonomian Kota Kediri tumbuh 3,43 persen, dengan nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp168,75 triliun. Struktur ekonomi daerah ini didominasi […]

  • Tips Persiapan Adopsi Anjing Jenis French Bulldog

    Tips Persiapan Adopsi Anjing Jenis French Bulldog

    • calendar_month Minggu, 8 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 56
    • 0Komentar

    Mengadopsi anjing french bulldog memang menjadi impian banyak Pawfriends. Wajahnya yang unik, tubuh mungil yang berotot, serta sifatnya yang penuh kasih membuat anjing french bulldog begitu populer. Namun sebelum membawa anjing french bulldog ke rumah, ada beberapa hal penting yang perlu dipersiapkan agar proses adaptasi berjalan lancar dan si kecil bisa tumbuh sehat. Artikel ini […]

  • Memangkas Tikungan, Menghubungkan Kawasan: WSBP Suplai PC-I Girder untuk Proyek Pembangunan Jalan Perbaikan Singaraja–Mengwitani

    Memangkas Tikungan, Menghubungkan Kawasan: WSBP Suplai PC-I Girder untuk Proyek Pembangunan Jalan Perbaikan Singaraja–Mengwitani

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 15
    • 0Komentar

    Jakarta, Juli 2026 – PT Waskita Beton Precast Tbk kembali dipercaya menyuplai produk beton precast PC-I Girder pada Proyek Strategis Nasional (PSN) Proyek Pembangunan Jalan Perbaikan Geometrik Bts. Kota Singaraja–Mengwitani (SC 9 & 10) Paket 1 di Provinsi Bali. Proyek yang dikerjakan oleh Waskita–Sinarbali KSO ini meliputi pembangunan jalan sepanjang 931,5 meter serta tiga jembatan […]

expand_less