Tak Terpancing Emosi, Anggota DPRD Sulut Braien Waworuntu Ajak Netizen Cerdas Hadapi Fitnah
- account_circle reputasi
- calendar_month 15 jam yang lalu
- visibility 8
- comment 0 komentar

Literasi digital Sulawesi Utara, Bahaya manipulasi informasi AI, Berita politik Manado terbaru
Manado, MEDIA.REPUTASIPLUS.COM
Di tengah derasnya arus informasi era digital, nama politisi muda Sulawesi Utara, Braien Waworuntu, belakangan ini mendadak terseret dalam pusaran isu liar di media sosial. Namun, alih-alih merespons dengan amarah yang meledak-ledak, Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara yang telah sukses menjabat selama dua periode ini justru menghadapinya dengan ketenangan, kedewasaan, dan intelektualitas tinggi.
Bagi Braien, dinamika politik masa kini memang tidak bisa dilepaskan dari disrupsi teknologi digital. Ia menyoroti bagaimana pesatnya keterbukaan informasi, menjamurnya platform media sosial, hingga kehadiran teknologi mutakhir seperti Artificial Intelligence (AI) telah membawa ancaman baru yang sangat serius, yakni penyebaran informasi palsu dan rekayasa digital.
Situasi ini semakin diperparah dengan keleluasaan oknum di media sosial yang gemar menyebar informasi tanpa dasar, serta diamplifikasi oleh sebagian media online yang mengejar klik semata. Akibatnya, opini liar sangat mudah terbentuk tanpa melalui proses verifikasi yang komprehensif.
“Dengan kondisi dunia digital yang serba canggih saat ini, siapa saja berpotensi ‘digoreng’ dengan dugaan-dugaan yang bisa jadi hanyalah hasil karangan semata, manipulasi teks, atau korban kecanggihan AI,” tegas Braien memberikan peringatan.
Ia mengingatkan bahwa bersembunyi di balik layar gawai untuk menghakimi orang lain sangatlah mudah dilakukan saat ini. Oleh karena itu, siapa pun—baik sahabat, keluarga, maupun relasi terdekat—bisa tiba-tiba menjadi korban tuduhan yang dikemas secara bombastis. Untuk melawannya, Braien menekankan bahwa literasi digital dan kebijaksanaan netizen adalah kunci utama.
Menariknya, ketika ditanya mengenai oknum yang sengaja merekayasa narasi kebencian terhadap dirinya, politisi yang dikenal merintis kesuksesan dari bawah ini justru memberikan jawaban balik yang sangat elegan.
“Silakan lakukan sesuka hati. Tapi percayalah, semua perbuatan oknum penyebar kebencian itu, suatu saat nanti mereka akan paham bagaimana rasanya jika rekayasa jahat tersebut berbalik kepada diri mereka sendiri,” ujarnya dengan tenang.
Lebih jauh, sebagai seorang wakil rakyat, Braien menaruh perhatian besar pada dampak jangka panjang dari fenomena ini. Ia sangat prihatin melihat maraknya praktik pembunuhan karakter (character assassination) yang dianggapnya memberikan pendidikan politik yang sangat buruk bagi generasi penerus. Braien khawatir, ekosistem digital yang beracun ini akan mematikan semangat anak-anak muda yang sesungguhnya ingin terjun dan berdedikasi membangun daerah.
“Fenomena ini seolah mempertontonkan kepada generasi muda kita sebuah pesan yang salah: bahwa ‘Menjadi seorang pemimpin harus siap menghadapi fitnah dan dugaan-dugaan liar yang tak berdasar seperti ini’. Kita harus memutus mata rantai ini demi iklim demokrasi dan ekosistem digital yang lebih sehat,” tuturnya.
Melalui pernyataan resminya di Manado pada Agustus 2026, Braien Waworuntu menantang publik untuk menentukan pilihan: terus termakan rekayasa kebencian yang tidak jelas, atau mulai fokus pada produktivitas hidup dan mengonsumsi informasi yang mengedukasi? Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat Sulawesi Utara untuk tetap bersatu, menjadi cerdas dalam bermedia sosial, dan tidak mudah hanyut oleh narasi tak berdasar hukum.
- Penulis: reputasi


