Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Telkom AI Center Aceh Dorong Akademisi Gunakan AI Secara Etis: “AI Bukan Pengganti Pikiran Manusia”

Telkom AI Center Aceh Dorong Akademisi Gunakan AI Secara Etis: “AI Bukan Pengganti Pikiran Manusia”

  • account_circle vritimes
  • calendar_month 9 jam yang lalu
  • visibility 4
  • comment 0 komentar

Telkom AI Center Aceh menyelenggarakan workshop bertema “Etika AI dalam Dunia Akademik” yang mempertemukan akademisi, praktisi teknologi, mahasiswa, dan peserta dari berbagai latar belakang untuk membahas bagaimana AI dapat dimanfaatkan secara produktif tanpa mengorbankan integritas akademik.

Banda Aceh, 23 September 2026 – Perkembangan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) yang semakin cepat membawa peluang besar bagi dunia pendidikan dan penelitian. Namun, di balik kemudahan tersebut, penggunaan AI juga menghadirkan tantangan baru terkait integritas akademik, privasi data, akurasi informasi, hingga kemampuan berpikir kritis mahasiswa.

Merespons tantangan tersebut, Telkom AI Center Aceh menyelenggarakan workshop bertema “Etika AI dalam Dunia Akademik” yang mempertemukan akademisi, praktisi teknologi, mahasiswa, dan peserta dari berbagai latar belakang untuk membahas bagaimana AI dapat dimanfaatkan secara produktif tanpa mengorbankan integritas akademik (12/9) .

Workshop ini menghadirkan Mulkan Fadhli, dosen UIN Ar-Raniry, serta Ikhwan Reza, Solution Architect Telkom Indonesia, sebagai narasumber. Diskusi tidak hanya membahas peluang pemanfaatan AI dalam proses pembelajaran dan penelitian, tetapi juga mengupas risiko penggunaan AI secara tidak bertanggung jawab.

Dalam pemaparannya, Mulkan Fadhli menekankan bahwa kehadiran AI seharusnya tidak membuat manusia kehilangan peran dalam proses berpikir. Menurutnya, mahasiswa dan akademisi tetap harus menjadi pihak yang memegang kendali terhadap proses dan hasil pekerjaan yang menggunakan bantuan AI.

“AI boleh membantu kita berpikir, tetapi jangan sampai AI menggantikan proses berpikir kita. Yang paling penting adalah transparansi, verifikasi, dan tanggung jawab manusia terhadap hasil akhir,” ujar Mulkan Fadhli.

Mulkan juga memperkenalkan pendekatan lampu lalu lintas (traffic light) sebagai cara sederhana untuk memahami batasan penggunaan AI dalam kegiatan akademik. Zona hijau mencakup penggunaan AI untuk aktivitas seperti brainstorming dan pengembangan ide. Zona kuning mencakup penggunaan AI untuk pekerjaan tertentu, seperti penerjemahan atau penyuntingan, yang tetap membutuhkan verifikasi manusia. Sementara zona merah mencakup penggunaan AI yang berpotensi melanggar integritas akademik, termasuk menjadikan AI sebagai ghost writer untuk menghasilkan karya yang kemudian diakui sepenuhnya sebagai karya sendiri.

Ia juga menekankan pentingnya transparansi penggunaan AI dalam pekerjaan akademik, termasuk kemungkinan penerapan jejak audit dan pengungkapan penggunaan AI sehingga institusi dapat mengetahui sejauh mana teknologi tersebut digunakan dalam proses penelitian maupun pembelajaran.

Sementara itu, Ikhwan Reza, Solution Architect Telkom Indonesia, membawa perspektif praktis mengenai berbagai tantangan teknologi AI yang perlu dipahami oleh lingkungan akademik. Ia menjelaskan bahwa salah satu persoalan utama dalam pemanfaatan AI adalah hallucination, yaitu kondisi ketika AI menghasilkan informasi yang terlihat meyakinkan tetapi sebenarnya tidak akurat atau tidak memiliki dasar yang valid.

“AI itu sangat membantu, tetapi jangan pernah menganggap semua jawaban AI sebagai kebenaran. Kita tetap harus melakukan cross-check terhadap sumber, memahami konteks, dan memastikan informasi yang digunakan benar-benar dapat dipertanggungjawabkan,” jelas Ikhwan.

Selain akurasi informasi, Ikhwan juga menyoroti aspek privasi dan keamanan data. Menurutnya, sivitas akademika perlu memahami bahwa tidak semua data dapat begitu saja dimasukkan ke dalam layanan AI, khususnya data pribadi, data penelitian yang bersifat sensitif, maupun informasi institusi yang memiliki batasan akses.

Dalam kesempatan tersebut, Ikhwan turut memperkenalkan perkembangan solusi AI berdaulat yang dikembangkan Telkom untuk konteks Indonesia. Pendekatan tersebut memungkinkan organisasi dan institusi mempertimbangkan penggunaan AI dengan memperhatikan aspek kedaulatan data, keamanan, kebutuhan lokal, serta tata kelola teknologi.

Diskusi semakin berkembang ketika peserta mengajukan pertanyaan mengenai kemungkinan integrasi AI dengan repositori kampus, pengembangan model AI yang lebih sesuai dengan kebutuhan lokal, serta penerapan AI untuk mendukung penelitian dan pengelolaan pengetahuan di perguruan tinggi.

Salah satu gagasan yang muncul adalah pemanfaatan AI untuk mengembangkan portal pengetahuan dan sejarah Aceh, dengan AI berperan membantu proses pencarian, pengolahan, dan eksplorasi informasi tanpa menghilangkan kebutuhan terhadap sumber yang terverifikasi.

AI sebagai Mitra, Bukan Pengganti

Business & Community Lead Telkom AI Center Aceh, Jurnalis JH, mengatakan bahwa diskusi mengenai AI di lingkungan pendidikan tidak seharusnya berhenti pada pertanyaan tentang “boleh atau tidak boleh menggunakan AI”.

Menurutnya, pertanyaan yang lebih penting adalah bagaimana AI digunakan secara tepat untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, produktivitas, dan kemampuan manusia tanpa menghilangkan proses berpikir kritis.

“Kami melihat AI bukan sebagai pengganti manusia, tetapi sebagai mitra untuk meningkatkan kemampuan manusia. Karena itu, yang ingin kami dorong melalui kegiatan ini bukan sekadar kemampuan menggunakan AI, tetapi kemampuan menggunakan AI dengan kritis, etis, dan bertanggung jawab,” ujar Jurnalis JH

Ia menambahkan bahwa perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam membentuk budaya penggunaan AI yang sehat. Dosen tidak hanya perlu memahami teknologi AI, tetapi juga perlu merancang proses pembelajaran dan penugasan yang tetap mendorong mahasiswa untuk melakukan analisis, argumentasi, verifikasi, dan menghasilkan pemikiran orisinal.

“Kalau mahasiswa hanya diminta menghasilkan jawaban, AI mungkin bisa mengerjakan sebagian besar prosesnya. Tetapi kalau mahasiswa diminta menjelaskan bagaimana mereka sampai pada sebuah kesimpulan, menguji data, membandingkan sumber, dan mempertahankan argumentasinya, maka AI justru bisa menjadi alat yang memperkuat pembelajaran,” tambahnya.

Mendorong Tata Kelola AI di Perguruan Tinggi

Telkom AI Center Aceh melihat kebutuhan terhadap pedoman penggunaan AI di tingkat institusi sebagai salah satu hal yang semakin penting. Pedoman tersebut dapat mengatur penggunaan AI oleh mahasiswa, dosen, peneliti, maupun tenaga kependidikan, termasuk aspek transparansi, privasi data, verifikasi informasi, hak cipta, dan integritas akademik.

Ke depan, Telkom AI Center Aceh juga membuka peluang kolaborasi dengan perguruan tinggi di Aceh untuk mengeksplorasi pemanfaatan AI dalam penelitian, pengembangan talenta, pengembangan solusi AI lokal, serta pemanfaatan infrastruktur AI yang sesuai dengan kebutuhan institusi.

Workshop ini menjadi bagian dari upaya Telkom AI Center Aceh dalam membangun ekosistem AI di Aceh yang tidak hanya berorientasi pada adopsi teknologi, tetapi juga pada literasi, etika, inovasi, dan kesiapan sumber daya manusia.

Melalui ekosistem tersebut, AI diharapkan dapat menjadi teknologi yang memperkuat pendidikan dan penelitian di Indonesia, sekaligus tetap menempatkan manusia sebagai pihak yang memegang kendali, tanggung jawab, dan keputusan akhir.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Laba BRI Finance Melonjak 91,2% hingga Semester I2026, Ditopang Segmen Ini

    Laba BRI Finance Melonjak 91,2% hingga Semester I2026, Ditopang Segmen Ini

    • calendar_month Selasa, 22 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 6
    • 0Komentar

    JAKARTA – PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) mencatatkan kinerja positif sepanjang semester I-2026. Perusahaan berhasil membukukan pertumbuhan laba sebesar 91,2% secara tahunan (year-on-year/YoY), di tengah dinamika suku bunga dan pemulihan sektor otomotif yang masih berlangsung. Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani mengatakan, pertumbuhan kinerja tersebut mencerminkan upaya perusahaan dalam menjaga pertumbuhan bisnis sekaligus […]

  • Kenapa Uang Cepat Habis Padahal Gaji Tetap? Ini Penjelasannya

    Kenapa Uang Cepat Habis Padahal Gaji Tetap? Ini Penjelasannya

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 33
    • 0Komentar

    Uang cepat habis meskipun gaji tidak berubah biasanya disebabkan oleh kenaikan pengeluaran kecil yang tidak terasa, perubahan gaya hidup, dan kurangnya pengelolaan keuangan yang terstruktur. Kondisi ini cukup umum terjadi, terutama di tengah gaya hidup digital yang membuat transaksi semakin mudah. Kalau kamu merasa uang “numpang lewat” setiap bulan, ada beberapa faktor yang biasanya jadi […]

  • BRI Finance Bidik Pertumbuhan Pasar EV dengan Pembiayaan Bunga Mulai 3,97%

    BRI Finance Bidik Pertumbuhan Pasar EV dengan Pembiayaan Bunga Mulai 3,97%

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 21
    • 0Komentar

    Jakarta, 15 Juli 2026 – Tren kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan positif. Di tengah meningkatnya pilihan model EV dan dukungan berbagai insentif pemerintah, penjualan kendaraan roda empat nasional juga terus menguat. Data GAIKINDO mencatat penjualan mobil nasional mencapai 436.564 unit pada semester I 2026, meningkat 15,9% dibandingkan periode yang sama tahun […]

  • SEO Mulai Ditinggalkan? Avonetiq Perkenalkan AI Visibility Optimization (AVO) untuk Brand

    SEO Mulai Ditinggalkan? Avonetiq Perkenalkan AI Visibility Optimization (AVO) untuk Brand

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 54
    • 0Komentar

    Jika sebelumnya brand berlomba-lomba menempati halaman pertama mesin pencari melalui strategi Search Engine Optimization (SEO), sistem pencarian digital kini telah berubah. Pengguna internet sekarang mendapatkan jawaban instan dari sistem berbasis kecerdasan buatan seperti Google AI Overviews dan ChatGPT, tanpa harus mengklik tautan ke situs web mana pun. Perubahan perilaku ini bukan sekadar tren sementara. Laporan […]

  • Mengenal Program Studi Teknik Industri dan Perannya di Berbagai Sektor

    Mengenal Program Studi Teknik Industri dan Perannya di Berbagai Sektor

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 72
    • 0Komentar

    Kalau Sobat Unggul sedang mencari jurusan kuliah dengan peluang kerja luas di banyak industri, program studi teknik industri bisa jadi salah satu opsi yang layak kamu pertimbangkan. Kenapa? Karena pada program studi ini, kamu bukan hanya belajar teknik, tapi juga belajar cara mengatur proses kerja supaya lebih rapi, efisien, dan efektif. Jadi bukan cuma soal […]

  • Mei Banyak Libur, Dompet Bisa Ikut “Libur”?

    Mei Banyak Libur, Dompet Bisa Ikut “Libur”?

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 30
    • 0Komentar

    Bulan Mei 2026 dipenuhi beberapa long weekend yang cukup panjang, dan pola ini sering mendorong pengeluaran tanpa terasa. Kalau kamu tidak punya rencana besar, justru ada peluang untuk menghemat dan mulai mengalokasikan dana ke hal yang lebih produktif. Mei 2026 menjadi waktu yang sangat dinanti karena deretan tanggal merah dan cuti bersama yang melimpah. Berikut […]

expand_less