Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Telkom AI Center Aceh Dorong Akademisi Gunakan AI Secara Etis: “AI Bukan Pengganti Pikiran Manusia”

Telkom AI Center Aceh Dorong Akademisi Gunakan AI Secara Etis: “AI Bukan Pengganti Pikiran Manusia”

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Rabu, 23 Sep 2026
  • visibility 28
  • comment 0 komentar

Telkom AI Center Aceh menyelenggarakan workshop bertema “Etika AI dalam Dunia Akademik” yang mempertemukan akademisi, praktisi teknologi, mahasiswa, dan peserta dari berbagai latar belakang untuk membahas bagaimana AI dapat dimanfaatkan secara produktif tanpa mengorbankan integritas akademik.

Banda Aceh, 23 September 2026 – Perkembangan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) yang semakin cepat membawa peluang besar bagi dunia pendidikan dan penelitian. Namun, di balik kemudahan tersebut, penggunaan AI juga menghadirkan tantangan baru terkait integritas akademik, privasi data, akurasi informasi, hingga kemampuan berpikir kritis mahasiswa.

Merespons tantangan tersebut, Telkom AI Center Aceh menyelenggarakan workshop bertema “Etika AI dalam Dunia Akademik” yang mempertemukan akademisi, praktisi teknologi, mahasiswa, dan peserta dari berbagai latar belakang untuk membahas bagaimana AI dapat dimanfaatkan secara produktif tanpa mengorbankan integritas akademik (12/9) .

Workshop ini menghadirkan Mulkan Fadhli, dosen UIN Ar-Raniry, serta Ikhwan Reza, Solution Architect Telkom Indonesia, sebagai narasumber. Diskusi tidak hanya membahas peluang pemanfaatan AI dalam proses pembelajaran dan penelitian, tetapi juga mengupas risiko penggunaan AI secara tidak bertanggung jawab.

Dalam pemaparannya, Mulkan Fadhli menekankan bahwa kehadiran AI seharusnya tidak membuat manusia kehilangan peran dalam proses berpikir. Menurutnya, mahasiswa dan akademisi tetap harus menjadi pihak yang memegang kendali terhadap proses dan hasil pekerjaan yang menggunakan bantuan AI.

“AI boleh membantu kita berpikir, tetapi jangan sampai AI menggantikan proses berpikir kita. Yang paling penting adalah transparansi, verifikasi, dan tanggung jawab manusia terhadap hasil akhir,” ujar Mulkan Fadhli.

Mulkan juga memperkenalkan pendekatan lampu lalu lintas (traffic light) sebagai cara sederhana untuk memahami batasan penggunaan AI dalam kegiatan akademik. Zona hijau mencakup penggunaan AI untuk aktivitas seperti brainstorming dan pengembangan ide. Zona kuning mencakup penggunaan AI untuk pekerjaan tertentu, seperti penerjemahan atau penyuntingan, yang tetap membutuhkan verifikasi manusia. Sementara zona merah mencakup penggunaan AI yang berpotensi melanggar integritas akademik, termasuk menjadikan AI sebagai ghost writer untuk menghasilkan karya yang kemudian diakui sepenuhnya sebagai karya sendiri.

Ia juga menekankan pentingnya transparansi penggunaan AI dalam pekerjaan akademik, termasuk kemungkinan penerapan jejak audit dan pengungkapan penggunaan AI sehingga institusi dapat mengetahui sejauh mana teknologi tersebut digunakan dalam proses penelitian maupun pembelajaran.

Sementara itu, Ikhwan Reza, Solution Architect Telkom Indonesia, membawa perspektif praktis mengenai berbagai tantangan teknologi AI yang perlu dipahami oleh lingkungan akademik. Ia menjelaskan bahwa salah satu persoalan utama dalam pemanfaatan AI adalah hallucination, yaitu kondisi ketika AI menghasilkan informasi yang terlihat meyakinkan tetapi sebenarnya tidak akurat atau tidak memiliki dasar yang valid.

“AI itu sangat membantu, tetapi jangan pernah menganggap semua jawaban AI sebagai kebenaran. Kita tetap harus melakukan cross-check terhadap sumber, memahami konteks, dan memastikan informasi yang digunakan benar-benar dapat dipertanggungjawabkan,” jelas Ikhwan.

Selain akurasi informasi, Ikhwan juga menyoroti aspek privasi dan keamanan data. Menurutnya, sivitas akademika perlu memahami bahwa tidak semua data dapat begitu saja dimasukkan ke dalam layanan AI, khususnya data pribadi, data penelitian yang bersifat sensitif, maupun informasi institusi yang memiliki batasan akses.

Dalam kesempatan tersebut, Ikhwan turut memperkenalkan perkembangan solusi AI berdaulat yang dikembangkan Telkom untuk konteks Indonesia. Pendekatan tersebut memungkinkan organisasi dan institusi mempertimbangkan penggunaan AI dengan memperhatikan aspek kedaulatan data, keamanan, kebutuhan lokal, serta tata kelola teknologi.

Diskusi semakin berkembang ketika peserta mengajukan pertanyaan mengenai kemungkinan integrasi AI dengan repositori kampus, pengembangan model AI yang lebih sesuai dengan kebutuhan lokal, serta penerapan AI untuk mendukung penelitian dan pengelolaan pengetahuan di perguruan tinggi.

Salah satu gagasan yang muncul adalah pemanfaatan AI untuk mengembangkan portal pengetahuan dan sejarah Aceh, dengan AI berperan membantu proses pencarian, pengolahan, dan eksplorasi informasi tanpa menghilangkan kebutuhan terhadap sumber yang terverifikasi.

AI sebagai Mitra, Bukan Pengganti

Business & Community Lead Telkom AI Center Aceh, Jurnalis JH, mengatakan bahwa diskusi mengenai AI di lingkungan pendidikan tidak seharusnya berhenti pada pertanyaan tentang “boleh atau tidak boleh menggunakan AI”.

Menurutnya, pertanyaan yang lebih penting adalah bagaimana AI digunakan secara tepat untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, produktivitas, dan kemampuan manusia tanpa menghilangkan proses berpikir kritis.

“Kami melihat AI bukan sebagai pengganti manusia, tetapi sebagai mitra untuk meningkatkan kemampuan manusia. Karena itu, yang ingin kami dorong melalui kegiatan ini bukan sekadar kemampuan menggunakan AI, tetapi kemampuan menggunakan AI dengan kritis, etis, dan bertanggung jawab,” ujar Jurnalis JH

Ia menambahkan bahwa perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam membentuk budaya penggunaan AI yang sehat. Dosen tidak hanya perlu memahami teknologi AI, tetapi juga perlu merancang proses pembelajaran dan penugasan yang tetap mendorong mahasiswa untuk melakukan analisis, argumentasi, verifikasi, dan menghasilkan pemikiran orisinal.

“Kalau mahasiswa hanya diminta menghasilkan jawaban, AI mungkin bisa mengerjakan sebagian besar prosesnya. Tetapi kalau mahasiswa diminta menjelaskan bagaimana mereka sampai pada sebuah kesimpulan, menguji data, membandingkan sumber, dan mempertahankan argumentasinya, maka AI justru bisa menjadi alat yang memperkuat pembelajaran,” tambahnya.

Mendorong Tata Kelola AI di Perguruan Tinggi

Telkom AI Center Aceh melihat kebutuhan terhadap pedoman penggunaan AI di tingkat institusi sebagai salah satu hal yang semakin penting. Pedoman tersebut dapat mengatur penggunaan AI oleh mahasiswa, dosen, peneliti, maupun tenaga kependidikan, termasuk aspek transparansi, privasi data, verifikasi informasi, hak cipta, dan integritas akademik.

Ke depan, Telkom AI Center Aceh juga membuka peluang kolaborasi dengan perguruan tinggi di Aceh untuk mengeksplorasi pemanfaatan AI dalam penelitian, pengembangan talenta, pengembangan solusi AI lokal, serta pemanfaatan infrastruktur AI yang sesuai dengan kebutuhan institusi.

Workshop ini menjadi bagian dari upaya Telkom AI Center Aceh dalam membangun ekosistem AI di Aceh yang tidak hanya berorientasi pada adopsi teknologi, tetapi juga pada literasi, etika, inovasi, dan kesiapan sumber daya manusia.

Melalui ekosistem tersebut, AI diharapkan dapat menjadi teknologi yang memperkuat pendidikan dan penelitian di Indonesia, sekaligus tetap menempatkan manusia sebagai pihak yang memegang kendali, tanggung jawab, dan keputusan akhir.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Robotics Engineering Adalah Jurusan Masa Depan, Kenapa?

    Robotics Engineering Adalah Jurusan Masa Depan, Kenapa?

    • calendar_month Minggu, 5 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 54
    • 0Komentar

    Transformasi digital di berbagai sektor, mulai dari manufaktur, otomotif, logistik, kendaraan listrik, smart mobility, hingga artificial intelligence (AI), membuat perusahaan semakin membutuhkan tenaga profesional yang mampu mengembangkan sistem otomatisasi dan robotika modern. Tak heran jika University of Advancing Technology (UAT) di AS memperkirakan bahwa tingkat permintaan pekerjaan ahli robotics engineering akan meningkat sebesar 6,4% selama […]

  • 5 Pemimpin Global Pengiriman Internasional dan Rahasia Kesuksesan Mereka

    5 Pemimpin Global Pengiriman Internasional dan Rahasia Kesuksesan Mereka

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 92
    • 0Komentar

    Kenali 5 pemimpin global pengiriman internasional: DHL, UPS, FedEx, SF Express, dan Aramex. Pelajari skala, infrastruktur, dan rahasia sukses mereka serta solusi pengiriman luar negeri terbaik bersama Airway Express. Industri pengiriman internasional bukan sekadar bisnis kirim barang. Di balik setiap paket yang sampai tepat waktu, ada jaringan global, infrastruktur canggih, serta sistem operasional yang terintegrasi […]

  • Mencari Tempat Luxury Pawn di Jakarta? Gunakan 7 Pemeriksaan Ini

    Mencari Tempat Luxury Pawn di Jakarta? Gunakan 7 Pemeriksaan Ini

    • calendar_month Kamis, 5 Nov 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 4
    • 0Komentar

    Dalam pencarian daring, sebagian orang memakai ejaan singkat “lux pawn” atau “luxpawn” ketika mencari layanan gadai barang mewah. Namun, “Luxpawn” juga digunakan dalam nama badan usaha lain. Karena itu, pastikan nama perusahaan penyedia yang Anda hubungi memang deGadai atau PT Degadai Solusi Digital. Mencari luxury pawn di Jakarta sebaiknya tidak berhenti pada lokasi terdekat. Ketika […]

  • Sasar Peluang Kemitraan dan Investasi Strategis, Sanggabiz Tampil Memukau Lewat Business Showcase dan Pitching di Capital Room GIK UGM

    Sasar Peluang Kemitraan dan Investasi Strategis, Sanggabiz Tampil Memukau Lewat Business Showcase dan Pitching di Capital Room GIK UGM

    • calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 33
    • 0Komentar

    Mempertegas posisinya sebagai konsultan bisnis dan pengembang kapasitas terdepan, Sanggabiz berpartisipasi aktif dalam ajang bergengsi “Capital Room: Business Pitching & Business Showcase”. Dalam acara yang didukung oleh Komdigi dan Garuda Spark ini, Founder Sanggabiz, Dwi Andi Rohmatika, mempresentasikan visi masa depan perusahaan melalui sesi Curated Startup Pitching, sekaligus memamerkan inovasi operasional Sanggabiz melalui area Business […]

  • Meningkatkan Kesiapan Karier Anak: BINUS @Malang Jawab Kekhawatiran Orang Tua dalam Memilih Kampus

    Meningkatkan Kesiapan Karier Anak: BINUS @Malang Jawab Kekhawatiran Orang Tua dalam Memilih Kampus

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 54
    • 0Komentar

    Surabaya, 28 April 2026 – Memilih perguruan tinggi yang tepat untuk anak merupakan salah satu keputusan terbesar yang dihadapi oleh orang tua. Di tengah perubahan dunia kerja yang semakin cepat, serta semakin banyaknya pilihan pendidikan, orang tua kini dihadapkan pada tantangan untuk memastikan bahwa pendidikan anak mereka benar-benar dapat mengantarkan mereka ke masa depan yang […]

  • Momentum Long Weekend May Day, KAI Bandara Layani 28 Ribu Penumpang KA Bandara YIA

    Momentum Long Weekend May Day, KAI Bandara Layani 28 Ribu Penumpang KA Bandara YIA

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 42
    • 0Komentar

    KAI Bandara mencatat tingginya mobilitas masyarakat selama periode libur May Day yang berlangsung pada 30 April 2026 hingga 3 Mei 2026, dengan total 28 ribu penumpang menggunakan layanan Kereta Api Bandara YIA. Dari total tersebut, sebanyak 18 ribu penumpang menggunakan KA YIA Reguler, sementara 10 ribu penumpang memilih layanan KA YIA Xpress. Tingginya angka ini […]

expand_less