Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Tourism India Showcase 2026 Dorong Kolaborasi Pariwisata India–Indonesia

Tourism India Showcase 2026 Dorong Kolaborasi Pariwisata India–Indonesia

  • account_circle adm9l9jps
  • calendar_month 20 jam yang lalu
  • visibility 4
  • comment 0 komentar

JAKARTA — Kedutaan Besar India di Jakarta menyelenggarakan Tourism India Showcase 2026 di Hotel Aryaduta, Jakarta, Selasa (10/3/2026). Acara ini mempertemukan pejabat pemerintah, pelaku industri pariwisata, asosiasi perjalanan, serta operator tur dari India dan Indonesia untuk membahas peluang kolaborasi sekaligus memperkuat konektivitas pariwisata antara kedua negara.

Dalam sambutan pembukaannya, Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty menekankan bahwa hubungan antara India dan Indonesia memiliki fondasi sejarah dan budaya yang sangat kuat, yang dapat menjadi dasar pengembangan kerja sama pariwisata.

Ia menyoroti bahwa wisatawan India telah menjadi salah satu kontributor utama bagi sektor pariwisata Indonesia.

“Pada tahun lalu sekitar 735.000 wisatawan India berkunjung ke Indonesia, sebagian besar ke Bali. Pertanyaannya sekarang adalah bagaimana kita juga dapat mendorong lebih banyak wisatawan Indonesia untuk berkunjung ke India,” ujarnya.

Dubes Sandeep juga menekankan pentingnya peningkatan konektivitas penerbangan antara kedua negara.

“Pada Juli 2023 kita bahkan belum memiliki satu pun penerbangan langsung antara India dan Indonesia. Sekarang sudah ada beberapa penerbangan setiap hari, tetapi kita masih membutuhkan konektivitas yang lebih kuat, terutama antara ibu kota kedua negara,” katanya.

Ia juga menyebut bahwa India telah memberikan fasilitas e-visa gratis bagi wisatawan Indonesia hingga lima tahun, dan berharap Indonesia dapat mempertimbangkan kebijakan serupa untuk wisatawan India.

Pariwisata sebagai Jembatan Peradaban

Wakil Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Ni Luh Puspa dalam pidato pembukaannya menegaskan bahwa pariwisata menjadi salah satu jembatan penting yang menghubungkan masyarakat kedua negara.

“Selama berabad-abad, Indonesia dan India telah terhubung melalui budaya, perdagangan, spiritualitas, dan pertukaran masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa India kini menjadi salah satu pasar wisata terbesar bagi Indonesia.

“Tahun 2025 Indonesia menerima lebih dari 734 ribu wisatawan dari India, menjadikan India salah satu kontributor utama bagi pariwisata kita,” katanya.

Namun demikian, ia menilai promosi destinasi Indonesia bagi wisatawan India masih perlu diperluas di luar Bali.

“Sebagian besar wisatawan India masih datang ke Bali. Kita ingin memperkenalkan destinasi lain seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Yogyakarta, termasuk Borobudur, Bromo, dan Banyuwangi,” ujarnya.

Menurutnya, hubungan kedua negara bukan sekadar hubungan diplomatik, melainkan juga hubungan peradaban yang telah terjalin lama.

“Pariwisata bukan hanya tentang perjalanan, tetapi juga menjadi jembatan yang merayakan warisan bersama, harmoni budaya, dan saling menghormati antar peradaban,” tambahnya.

Digitalisasi Pariwisata

Thampy Koshy, Technical Advisor Kementerian Pariwisata India, menyoroti pentingnya digitalisasi dalam membangun ekosistem pariwisata yang lebih terintegrasi.

Menurutnya, wisatawan saat ini masih menghadapi kesulitan karena harus menggunakan banyak platform berbeda untuk merencanakan perjalanan.

“Saat ini wisatawan harus membuka banyak aplikasi atau platform yang berbeda, dan sering kali tidak semuanya dapat dipercaya. Hal ini membuat pengalaman merencanakan perjalanan menjadi rumit,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa ke depan diperlukan sistem digital terpadu yang memungkinkan wisatawan merencanakan seluruh perjalanan dalam satu platform.

“Seorang wisatawan seharusnya bisa membuka satu aplikasi, memilih berbagai opsi perjalanan, menyusun paket perjalanan, dan cukup menekan satu tombol untuk memesan semuanya,” kata Koshy.

Strategi Menarik Wisatawan Indonesia ke India

Panel pertama bertajuk “Incredible India: Opportunities for Collaborations in the Tourism Sector” dimoderatori oleh Duta Besar Sandeep Chakravorty.

Panel ini menghadirkan Arie Prasetyo, Sekretaris Deputi Bidang Industri dan Investasi Kementerian Pariwisata Indonesia; Pauline Suharno, President ASTINDO; Atul Gogna dari BCG Consultancy; Amit Kumar dari Shashi Travels & Tours; Ankit Kumar dari Magadh Travels & Tours; serta Hendro Tan, Country Head OYO Indonesia.

Dalam diskusi tersebut, konektivitas penerbangan disebut sebagai faktor utama dalam meningkatkan arus wisatawan antara kedua negara.

“Aturan paling dasar dalam pariwisata adalah konektivitas udara. Ketika jumlah penerbangan meningkat, jumlah wisatawan juga akan meningkat secara langsung,” ujar Atul Gogna.

Ia juga menilai promosi pariwisata perlu difokuskan pada destinasi tertentu terlebih dahulu agar lebih efektif.

“Jangan mencoba mempromosikan seluruh India sekaligus. Pilih satu atau dua destinasi utama, seperti Agra atau Kashi, lalu promosikan secara kuat,” katanya.

Sementara itu, Pauline Suharno menekankan bahwa promosi pariwisata harus dilakukan secara konsisten agar dapat membangun minat pasar.

“Promosi tidak bisa dilakukan hanya sekali. Untuk membangun permintaan pasar biasanya membutuhkan waktu dua hingga tiga tahun,” ujarnya.

Ia juga menyoroti perubahan perilaku wisatawan Indonesia setelah pandemi.

“Wisatawan Indonesia kini lebih sering melakukan perjalanan keluarga lintas generasi, membawa kakek-nenek, orang tua, hingga anak-anak dalam satu perjalanan,” katanya.

Dalam diskusi tersebut juga muncul potensi pengembangan medical tourism ke India yang menawarkan layanan kesehatan dengan biaya lebih terjangkau.

“India memiliki teknologi medis yang maju dengan biaya yang jauh lebih terjangkau, namun masih ada kekhawatiran wisatawan mengenai aspek kebersihan dan keamanan,” ujar Ankit Kumar.

Potensi Destinasi Indonesia bagi Wisatawan India

Panel kedua bertajuk “Wonderful Indonesia: An Outlook of Indonesian Tourism Industry 2026 and Beyond” dimoderatori oleh Manoj Bhat, Honorary Consul of India di Surabaya.

Diskusi ini menghadirkan Hanung Triyono, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Tengah; Heli Suyanto, Wakil Wali Kota Batu; Sachin Gopalan, Founder Indonesia Economic Forum; Hairani Tarigan, Vice Secretary General ASITA; Yohanes Susanto, Ketua ASPPI; Mardijono Nugroho, Direktur PT Taman Wisata Candi Borobudur; serta Evy Afianasari, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur.

Hanung Triyono menekankan bahwa Jawa Tengah memiliki hubungan historis yang kuat dengan India melalui warisan budaya dan agama.

“Jawa Tengah menunjukkan kuatnya hubungan sejarah antara Indonesia dan India, yang tercermin dari keberadaan Candi Borobudur dan Candi Prambanan,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto mempromosikan Kota Batu sebagai destinasi wisata yang menawarkan kombinasi wisata alam dan buatan.

“Kota Batu dikenal sebagai kota wisata sejak zaman Belanda, bahkan pernah dijuluki ‘Little Switzerland of East Java’,” katanya.

Sachin Gopalan menyoroti potensi festival tourism sebagai strategi untuk menarik wisatawan internasional.

“Festival dapat menarik pengunjung dari berbagai negara. Contohnya Java Jazz Festival yang mampu mendatangkan puluhan ribu pengunjung,” ujarnya.

Ia juga mengusulkan pengembangan festival seni pertunjukan yang melibatkan Indonesia dan India untuk memperkuat pertukaran budaya.

Sementara itu, Evy Afianasari menekankan potensi Jawa Timur sebagai bagian dari paket perjalanan wisata yang terintegrasi.

“Wisatawan India sangat tertarik pada paket perjalanan yang menghubungkan Bali, Jawa Timur, dan Yogyakarta dalam satu perjalanan,” ujarnya.

Memperkuat Kemitraan Pariwisata

Melalui forum ini, pemerintah dan pelaku industri dari kedua negara berharap dapat memperkuat kerja sama pariwisata, meningkatkan konektivitas perjalanan, serta membuka peluang kolaborasi baru dalam mempromosikan destinasi wisata India dan Indonesia kepada pasar yang lebih luas.

Dengan potensi wisata budaya, spiritual, alam, hingga kesehatan yang dimiliki kedua negara, kerja sama pariwisata India dan Indonesia diharapkan tidak hanya meningkatkan arus wisatawan, tetapi juga memperkuat hubungan masyarakat dan pertukaran budaya antara kedua bangsa.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: adm9l9jps

Rekomendasi Untuk Anda

  • Banjir Teratasi, 72 Keberangkatan Kereta Api dari Daop 1 Jakarta Normal 100 Persen

    Banjir Teratasi, 72 Keberangkatan Kereta Api dari Daop 1 Jakarta Normal 100 Persen

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle editor News
    • visibility 30
    • 0Komentar

    PT Kereta Api Indonesia (Persero) bergerak cepat menormalkan operasional perjalanan kereta api pascagenangan air yang terjadi di Stasiun Pekalongan pada periode 16–21 Januari 2026. Per Kamis, 22 Januari 2026, seluruh perjalanan kereta api yang berangkat dari wilayah PT KAI Daerah Operasi 1 Jakarta telah kembali beroperasi normal sesuai Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka). Manager Humas […]

  • Start Franchise dan AKR Land Hadirkan Expo Franchise Pertama di Indonesia Timur

    Start Franchise dan AKR Land Hadirkan Expo Franchise Pertama di Indonesia Timur

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle adm9l9jps
    • visibility 7
    • 0Komentar

    Surabaya, 11 Maret 2026 – Start Franchise bersama AKR Land akan menghadirkan Start Franchise International Expo Manado 2026, sebuah pameran franchise dan peluang usaha berskala nasional dan internasional yang akan berlangsung pada 15–17 Mei 2026 di Grand Kawanua K Walk City Mall, Manado, Sulawesi Utara. Event ini menjadi salah satu pameran franchise berskala besar pertama […]

  • Final Week #BittimeMiningPoints, Hadirkan Peluang Strategis di Tengah Bear Market

    Final Week #BittimeMiningPoints, Hadirkan Peluang Strategis di Tengah Bear Market

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle adm9l9jps
    • visibility 11
    • 0Komentar

    Jakarta, 27 Februari 2026 – Di tengah tekanan harga dan sentimen pasar aset kripto yang lebih berhati-hati, Bittime, platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) Berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menghadirkan Bittime Mining-Points. Program ini merupakan peluang bagi para trader untuk mengoptimalkan aktivitas mereka sekaligus berkesempatan memperoleh total hadiah hingga Rp1,600,000,000. #BittimeMiningPoints dirancang agar […]

  • WSBP Raih Kontrak Proyek Pembangunan Gedung Laboratorium Smart System and Integrated Technologies (L-SSIT) Universitas Udayana Bali

    WSBP Raih Kontrak Proyek Pembangunan Gedung Laboratorium Smart System and Integrated Technologies (L-SSIT) Universitas Udayana Bali

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle adm9l9jps
    • visibility 8
    • 0Komentar

    Jakarta, Februari 2026 – PT Waskita Beton Precast Tbk (kode saham: WSBP) meraih kontrak baru dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi untuk proyek pembangunan Gedung Laboratorium Smart System and Integrated Technologies (L-SSIT) Universitas Udayana Bali. Dalam proyek ini, WSBP bertindak sebagai kontraktor pelaksana yang bertanggung jawab atas keseluruhan pekerjaan konstruksi, mulai dari persiapan, pekerjaan […]

  • Prodia Hadirkan Advanced Lipid Profile dengan Report   Komprehensif, Bantu Masyarakat Pahami Arti di Balik Angka Kolesterol

    Prodia Hadirkan Advanced Lipid Profile dengan Report Komprehensif, Bantu Masyarakat Pahami Arti di Balik Angka Kolesterol

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle adm9l9jps
    • visibility 20
    • 0Komentar

    Jakarta, 24 Februari 2026 – PT Prodia Widyahusada Tbk (Prodia) menghadirkan inovasi terbaru melalui peluncuran Advanced Lipid Profile, sebuah panel pemeriksaan kolesterol komprehensif yang dilengkapi dengan interpretasi hasil dan rekomendasi yang personal berdasarkan profil kesehatan setiap individu. Layanan ini dirancang untuk membantu masyarakat tidak hanya mengetahui angka kolesterol, tetapi juga memahami maknanya bagi kesehatan secara […]

  • KAI Bandara Dorong Peningkatan SDM Melalui Pembekalan Persiapan Karier Mahasiswa UAJY

    KAI Bandara Dorong Peningkatan SDM Melalui Pembekalan Persiapan Karier Mahasiswa UAJY

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle adm9l9jps
    • visibility 12
    • 0Komentar

    KAI Bandara berpartisipasi dalam kegiatan Pembekalan Persiapan Karier: Level Up Your Future Career yang diselenggarakan oleh Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Kegiatan ini ditujukan bagi calon wisudawan Periode II Tahun Akademik 2025/2026 serta penerima beasiswa angkatan 2024, sebagai bagian dari upaya mempersiapkan generasi muda memasuki dunia kerja profesional. Acara yang berlangsung di Auditorium Gedung Bonaventura Kampus […]

expand_less