Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Tourism India Showcase 2026 Dorong Kolaborasi Pariwisata India–Indonesia

Tourism India Showcase 2026 Dorong Kolaborasi Pariwisata India–Indonesia

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
  • visibility 79
  • comment 0 komentar

JAKARTA — Kedutaan Besar India di Jakarta menyelenggarakan Tourism India Showcase 2026 di Hotel Aryaduta, Jakarta, Selasa (10/3/2026). Acara ini mempertemukan pejabat pemerintah, pelaku industri pariwisata, asosiasi perjalanan, serta operator tur dari India dan Indonesia untuk membahas peluang kolaborasi sekaligus memperkuat konektivitas pariwisata antara kedua negara.

Dalam sambutan pembukaannya, Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty menekankan bahwa hubungan antara India dan Indonesia memiliki fondasi sejarah dan budaya yang sangat kuat, yang dapat menjadi dasar pengembangan kerja sama pariwisata.

Ia menyoroti bahwa wisatawan India telah menjadi salah satu kontributor utama bagi sektor pariwisata Indonesia.

“Pada tahun lalu sekitar 735.000 wisatawan India berkunjung ke Indonesia, sebagian besar ke Bali. Pertanyaannya sekarang adalah bagaimana kita juga dapat mendorong lebih banyak wisatawan Indonesia untuk berkunjung ke India,” ujarnya.

Dubes Sandeep juga menekankan pentingnya peningkatan konektivitas penerbangan antara kedua negara.

“Pada Juli 2023 kita bahkan belum memiliki satu pun penerbangan langsung antara India dan Indonesia. Sekarang sudah ada beberapa penerbangan setiap hari, tetapi kita masih membutuhkan konektivitas yang lebih kuat, terutama antara ibu kota kedua negara,” katanya.

Ia juga menyebut bahwa India telah memberikan fasilitas e-visa gratis bagi wisatawan Indonesia hingga lima tahun, dan berharap Indonesia dapat mempertimbangkan kebijakan serupa untuk wisatawan India.

Pariwisata sebagai Jembatan Peradaban

Wakil Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Ni Luh Puspa dalam pidato pembukaannya menegaskan bahwa pariwisata menjadi salah satu jembatan penting yang menghubungkan masyarakat kedua negara.

“Selama berabad-abad, Indonesia dan India telah terhubung melalui budaya, perdagangan, spiritualitas, dan pertukaran masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa India kini menjadi salah satu pasar wisata terbesar bagi Indonesia.

“Tahun 2025 Indonesia menerima lebih dari 734 ribu wisatawan dari India, menjadikan India salah satu kontributor utama bagi pariwisata kita,” katanya.

Namun demikian, ia menilai promosi destinasi Indonesia bagi wisatawan India masih perlu diperluas di luar Bali.

“Sebagian besar wisatawan India masih datang ke Bali. Kita ingin memperkenalkan destinasi lain seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Yogyakarta, termasuk Borobudur, Bromo, dan Banyuwangi,” ujarnya.

Menurutnya, hubungan kedua negara bukan sekadar hubungan diplomatik, melainkan juga hubungan peradaban yang telah terjalin lama.

“Pariwisata bukan hanya tentang perjalanan, tetapi juga menjadi jembatan yang merayakan warisan bersama, harmoni budaya, dan saling menghormati antar peradaban,” tambahnya.

Digitalisasi Pariwisata

Thampy Koshy, Technical Advisor Kementerian Pariwisata India, menyoroti pentingnya digitalisasi dalam membangun ekosistem pariwisata yang lebih terintegrasi.

Menurutnya, wisatawan saat ini masih menghadapi kesulitan karena harus menggunakan banyak platform berbeda untuk merencanakan perjalanan.

“Saat ini wisatawan harus membuka banyak aplikasi atau platform yang berbeda, dan sering kali tidak semuanya dapat dipercaya. Hal ini membuat pengalaman merencanakan perjalanan menjadi rumit,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa ke depan diperlukan sistem digital terpadu yang memungkinkan wisatawan merencanakan seluruh perjalanan dalam satu platform.

“Seorang wisatawan seharusnya bisa membuka satu aplikasi, memilih berbagai opsi perjalanan, menyusun paket perjalanan, dan cukup menekan satu tombol untuk memesan semuanya,” kata Koshy.

Strategi Menarik Wisatawan Indonesia ke India

Panel pertama bertajuk “Incredible India: Opportunities for Collaborations in the Tourism Sector” dimoderatori oleh Duta Besar Sandeep Chakravorty.

Panel ini menghadirkan Arie Prasetyo, Sekretaris Deputi Bidang Industri dan Investasi Kementerian Pariwisata Indonesia; Pauline Suharno, President ASTINDO; Atul Gogna dari BCG Consultancy; Amit Kumar dari Shashi Travels & Tours; Ankit Kumar dari Magadh Travels & Tours; serta Hendro Tan, Country Head OYO Indonesia.

Dalam diskusi tersebut, konektivitas penerbangan disebut sebagai faktor utama dalam meningkatkan arus wisatawan antara kedua negara.

“Aturan paling dasar dalam pariwisata adalah konektivitas udara. Ketika jumlah penerbangan meningkat, jumlah wisatawan juga akan meningkat secara langsung,” ujar Atul Gogna.

Ia juga menilai promosi pariwisata perlu difokuskan pada destinasi tertentu terlebih dahulu agar lebih efektif.

“Jangan mencoba mempromosikan seluruh India sekaligus. Pilih satu atau dua destinasi utama, seperti Agra atau Kashi, lalu promosikan secara kuat,” katanya.

Sementara itu, Pauline Suharno menekankan bahwa promosi pariwisata harus dilakukan secara konsisten agar dapat membangun minat pasar.

“Promosi tidak bisa dilakukan hanya sekali. Untuk membangun permintaan pasar biasanya membutuhkan waktu dua hingga tiga tahun,” ujarnya.

Ia juga menyoroti perubahan perilaku wisatawan Indonesia setelah pandemi.

“Wisatawan Indonesia kini lebih sering melakukan perjalanan keluarga lintas generasi, membawa kakek-nenek, orang tua, hingga anak-anak dalam satu perjalanan,” katanya.

Dalam diskusi tersebut juga muncul potensi pengembangan medical tourism ke India yang menawarkan layanan kesehatan dengan biaya lebih terjangkau.

“India memiliki teknologi medis yang maju dengan biaya yang jauh lebih terjangkau, namun masih ada kekhawatiran wisatawan mengenai aspek kebersihan dan keamanan,” ujar Ankit Kumar.

Potensi Destinasi Indonesia bagi Wisatawan India

Panel kedua bertajuk “Wonderful Indonesia: An Outlook of Indonesian Tourism Industry 2026 and Beyond” dimoderatori oleh Manoj Bhat, Honorary Consul of India di Surabaya.

Diskusi ini menghadirkan Hanung Triyono, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Tengah; Heli Suyanto, Wakil Wali Kota Batu; Sachin Gopalan, Founder Indonesia Economic Forum; Hairani Tarigan, Vice Secretary General ASITA; Yohanes Susanto, Ketua ASPPI; Mardijono Nugroho, Direktur PT Taman Wisata Candi Borobudur; serta Evy Afianasari, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur.

Hanung Triyono menekankan bahwa Jawa Tengah memiliki hubungan historis yang kuat dengan India melalui warisan budaya dan agama.

“Jawa Tengah menunjukkan kuatnya hubungan sejarah antara Indonesia dan India, yang tercermin dari keberadaan Candi Borobudur dan Candi Prambanan,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto mempromosikan Kota Batu sebagai destinasi wisata yang menawarkan kombinasi wisata alam dan buatan.

“Kota Batu dikenal sebagai kota wisata sejak zaman Belanda, bahkan pernah dijuluki ‘Little Switzerland of East Java’,” katanya.

Sachin Gopalan menyoroti potensi festival tourism sebagai strategi untuk menarik wisatawan internasional.

“Festival dapat menarik pengunjung dari berbagai negara. Contohnya Java Jazz Festival yang mampu mendatangkan puluhan ribu pengunjung,” ujarnya.

Ia juga mengusulkan pengembangan festival seni pertunjukan yang melibatkan Indonesia dan India untuk memperkuat pertukaran budaya.

Sementara itu, Evy Afianasari menekankan potensi Jawa Timur sebagai bagian dari paket perjalanan wisata yang terintegrasi.

“Wisatawan India sangat tertarik pada paket perjalanan yang menghubungkan Bali, Jawa Timur, dan Yogyakarta dalam satu perjalanan,” ujarnya.

Memperkuat Kemitraan Pariwisata

Melalui forum ini, pemerintah dan pelaku industri dari kedua negara berharap dapat memperkuat kerja sama pariwisata, meningkatkan konektivitas perjalanan, serta membuka peluang kolaborasi baru dalam mempromosikan destinasi wisata India dan Indonesia kepada pasar yang lebih luas.

Dengan potensi wisata budaya, spiritual, alam, hingga kesehatan yang dimiliki kedua negara, kerja sama pariwisata India dan Indonesia diharapkan tidak hanya meningkatkan arus wisatawan, tetapi juga memperkuat hubungan masyarakat dan pertukaran budaya antara kedua bangsa.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Suku Bunga AS dan Jepang Naik, Bitcoin Justru Menguat: Ada Apa?

    Suku Bunga AS dan Jepang Naik, Bitcoin Justru Menguat: Ada Apa?

    • calendar_month Jumat, 18 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 27
    • 0Komentar

    Jakarta, 18 September 2026 — Bitcoin menghadapi babak baru di tengah perubahan arah kebijakan moneter global setelah dua bank sentral utama dunia mengambil langkah menaikkan suku bunga dalam pekan yang sama. The Fed Amerika Serikat pada 16 September 2026 menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin ke kisaran 3,75–4,00 persen. Keputusan tersebut menjadi kenaikan pertama […]

  • Anugerah Fervent Global Love of Lives Award dari Taiwan untuk Filantropis Indonesia

    Anugerah Fervent Global Love of Lives Award dari Taiwan untuk Filantropis Indonesia

    • calendar_month Kamis, 8 Okt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 25
    • 0Komentar

    Bekasi, 07 Oktober 2026  – Nanda Widya, Pendiri dan Komisaris Metland Group sekaligus Pendiri Yayasan Metropolitan Peduli (YMP) menerima penghargaan 29th Fervent Global Love of Lives Award dari Chou Ta-Kuan Cultural and Educational Foundation (CTK Foundation) atas dedikasinya sebagai filantropi di bidang sosial dan kemanusiaan. Nanda Widya terpilih dari 3.795 nominasi dari seluruh dunia. Penghargaan […]

  • Tak Lagi Kesulitan Air, Warga Semanan Kini Nikmati Layanan Dari IPA Portabel PAM JAYA

    Tak Lagi Kesulitan Air, Warga Semanan Kini Nikmati Layanan Dari IPA Portabel PAM JAYA

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 60
    • 0Komentar

    Menjawab kebutuhan tersebut, PAM JAYA menghadirkan solusi nyata melalui pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Portabel Semanan yang diresmikan pada Rabu, 29 April 2026. Peresmian ini dihadiri oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, sebagai bentuk dukungan terhadap upaya peningkatan layanan dasar bagi masyarakat Jakarta. Tak Lagi Kesulitan Air, Warga Semanan Kini Nikmati Layanan Dari IPA […]

  • BINUS University @Semarang Gelar SMARTA 2026, Wadah Inovasi Pelajar untuk Masa Depan Berkelanjutan

    BINUS University @Semarang Gelar SMARTA 2026, Wadah Inovasi Pelajar untuk Masa Depan Berkelanjutan

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 95
    • 0Komentar

    Semarang – Di tengah percepatan perkembangan teknologi dan perubahan dunia kerja yang semakin dinamis, generasi muda dihadapkan pada tantangan besar untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pencipta inovasi yang mampu memberikan solusi bagi masa depan yang berkelanjutan. Namun pada kenyataannya, masih banyak pelajar yang memiliki ide kreatif dan potensi besar, tetapi belum memiliki […]

  • KAI Daop 2 Bandung Bergerak Cepat Lengkapi Baut dan Perbaiki Papan Jembatan Cirahong Untuk Keselamatan

    KAI Daop 2 Bandung Bergerak Cepat Lengkapi Baut dan Perbaiki Papan Jembatan Cirahong Untuk Keselamatan

    • calendar_month Minggu, 23 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 33
    • 0Komentar

    Info Daop 2 Bd Jumat, 21 Agustus 2026 KAI Daop 2 Bandung Bergerak Cepat Lengkapi Baut dan Perbaiki Papan Jembatan Cirahong Untuk Keselamatan Bandung (Jawa Barat), 21 Agustus 2026 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung merespons informasi yang beredar di sejumlah platform media sosial terkait adanya beberapa baut pengikat papan pada […]

  • KAI Logistik Jaga Ketahanan Distribusi Nasional Selama Libur Akhir Pekan Kenaikan Yesus Kristus

    KAI Logistik Jaga Ketahanan Distribusi Nasional Selama Libur Akhir Pekan Kenaikan Yesus Kristus

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 90
    • 0Komentar

    KAI Logistik, anak usaha dari PT Kereta Api Indonesia (Persero), memastikan seluruh layanan angkutan barang tetap beroperasi secara optimal guna menjaga ketahanan distribusi nasional pada masa libur panjang akhir pekan pada momen hari besar dan cuti bersama Kenaikan Yesus Kristus. Di tengah peningkatan mobilisasi masyarakat pada periode 14–17 Mei 2026, perusahaan berkomitmen menjamin rantai pasok […]

expand_less