Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Transaksi Kripto Turun 33%, tapi Investor Bertambah: Pasar RI Masih Menjanjikan?

Transaksi Kripto Turun 33%, tapi Investor Bertambah: Pasar RI Masih Menjanjikan?

  • account_circle vritimes
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 2
  • comment 0 komentar

Jakarta, 27 Agustus 2026 — Pasar kripto Indonesia tengah menghadapi situasi yang cukup unik. Nilai transaksi mengalami penurunan tajam, tetapi jumlah investor justru terus bertambah di tengah tekanan daya beli masyarakat.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat nilai transaksi aset kripto sepanjang semester I/2026 mencapai Rp150,60 triliun, turun 33,56% secara tahunan dari Rp226,68 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Meski demikian, jumlah investor aset kripto meningkat dari 20,19 juta orang pada Desember 2025 menjadi 22,69 juta orang pada Juni 2026. Artinya, ada tambahan sekitar 2,5 juta investor hanya dalam enam bulan.

CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menilai kondisi tersebut menunjukkan minat masyarakat terhadap kripto belum hilang, tetapi pola investasinya mulai berubah akibat tekanan ekonomi.

“Basis investor tetap tumbuh meski nilai transaksinya turun. Ini menunjukkan masyarakat masih masuk ke pasar kripto, hanya saja dengan nilai transaksi yang lebih kecil karena tekanan daya beli,” ujar Yudho.

Menurutnya, pelemahan transaksi tidak hanya dipengaruhi kondisi domestik. Kapitalisasi pasar kripto global juga sempat turun sekitar 45%, dari sekitar US$4,2 triliun pada Oktober 2025 menjadi US$2,3 triliun pada Maret 2026.

Karena itu, penurunan transaksi di Indonesia dinilai lebih mencerminkan kombinasi tekanan ekonomi domestik dan pelemahan pasar global, bukan penurunan minat terhadap aset kripto secara struktural.

Kelas Menengah Tertekan, Pola Investasi Berubah

Tekanan daya beli menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi aktivitas investasi. Jumlah kelompok aspiring middle class atau calon kelas menengah tercatat meningkat dari 137,5 juta orang pada 2024 menjadi 142 juta orang pada 2025, atau sekitar 50,4% dari total penduduk Indonesia.

Yudho menjelaskan, ketika ketahanan finansial rumah tangga melemah, alokasi dana untuk instrumen berisiko seperti kripto cenderung ikut berkurang.

“Kripto bukan kebutuhan primer. Ketika kondisi ekonomi rumah tangga tertekan, masyarakat secara alami akan menjadi lebih konservatif dalam berinvestasi,” katanya.

Namun, kondisi tersebut tidak berarti masyarakat meninggalkan pasar kripto. Sebaliknya, investor mulai bertransaksi dengan nominal lebih kecil, lebih selektif, dan lebih berhati-hati.

Perubahan ini juga terjadi bersamaan dengan turunnya posisi Indonesia dalam peringkat adopsi kripto global, dari sebelumnya peringkat ketiga menjadi peringkat ketujuh berdasarkan laporan Chainalysis.

Persaingan Industri Makin Ketat

Di tengah tekanan transaksi, minat pelaku industri terhadap pasar Indonesia masih tinggi. Hingga pertengahan 2026, OJK telah mengizinkan 32 entitas dalam ekosistem perdagangan aset kripto, dengan lebih dari 1.200 aset kripto legal diperdagangkan.

Masuknya pemain global ke Indonesia juga menunjukkan pasar domestik masih dinilai memiliki potensi pertumbuhan.

Menurut Yudho, kondisi tersebut membuat perusahaan kripto perlu mengubah strategi. Fokus tidak lagi hanya pada akuisisi pengguna, tetapi juga memperdalam transaksi dan menghadirkan produk yang sesuai dengan perubahan karakter investor.

Salah satu peluang datang dari tokenized stocks. Volume perdagangan tokenized stocks secara global melonjak dari US$831 juta pada Juli 2025 menjadi US$54 miliar pada Juni 2026.

Produk ini dinilai menarik karena memberikan eksposur terhadap saham perusahaan global seperti Tesla atau Nvidia, sehingga dapat menjadi alternatif bagi investor yang menginginkan instrumen dengan karakter berbeda dari aset kripto murni.

Selain itu, pasar derivatif atau futures juga masih memiliki ruang pertumbuhan besar. Volume perdagangan derivatif kripto global pada kuartal II/2026 mencapai US$12,7 triliun, jauh di atas volume spot sebesar US$1,95 triliun.

Sementara itu, kontribusi derivatif terhadap transaksi kripto nasional baru sekitar 22%.

“Strategi yang relevan adalah mengombinasikan tokenized stocks untuk menjangkau investor yang lebih konservatif dan produk derivatif untuk menangkap pertumbuhan aktivitas trader,” jelas Yudho.

Literasi Jadi Kunci

Yudho menambahkan, membesarnya kelompok calon kelas menengah juga dapat menjadi peluang jangka panjang bagi industri kripto. Namun, pertumbuhan investor harus dibarengi dengan peningkatan literasi keuangan.

“Pertumbuhan jumlah investor jangan hanya berhenti pada angka partisipasi. Yang lebih penting adalah memastikan masyarakat memahami risiko dan mampu mengambil keputusan investasi secara lebih matang,” katanya.

Menurutnya, tekanan ekonomi saat ini bukan berarti prospek industri kripto Indonesia hilang. Sebaliknya, kondisi ini menjadi momentum bagi pelaku industri untuk membangun basis investor yang lebih luas, teredukasi, dan berkelanjutan.

“Pasar Indonesia masih prospektif. Tantangannya adalah bagaimana industri bisa menyesuaikan produk, memperluas edukasi, dan membangun kepercayaan investor untuk jangka panjang,” pungkas CEO FLOQ.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menuju IPO 2027, Hypefast Umumkan Transformasi Bisnis: Perkuat Infrastruktur Ritel Terintegrasi yang Agile

    Menuju IPO 2027, Hypefast Umumkan Transformasi Bisnis: Perkuat Infrastruktur Ritel Terintegrasi yang Agile

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • account_circle Vrit Time
    • visibility 77
    • 0Komentar

    Identitas baru diluncurkan seiring penguatan ekosistem dan komitmen untuk berinovasi, ditandai dengan “HYSTORIC HYBRID RACE” menghadirkan bintang Korea Hong Beom-seok. Hypefast, pelopor ekosistem ritel berbasis teknologi dan rumah bagi berbagai brand lokal terkemuka di Indonesia, hari ini secara resmi mengumumkan peta jalan strategis perusahaan menuju Penawaran Umum Perdana Saham (IPO) yang ditargetkan pada pertengahan tahun 2027. […]

  • Saatnya Indonesia–India Pererat Hubungan Saling Menguntungkan

    Saatnya Indonesia–India Pererat Hubungan Saling Menguntungkan

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 20
    • 0Komentar

    Oleh Primus Dorimulu* Jakarta — Hubungan Indonesia dan India telah melintasi ribuan tahun sejarah. Kini, saatnya kedua negara tidak hanya mewarisi masa lalu yang agung, tetapi bersama-sama membangun masa depan yang lebih baik, yang membuat kedua negara memiliki pengaruh signifikan di dunia. Kunjungan Perdana Menteri India Shri Narendra Modi ke Indonesia pada 7 Juli 2026 […]

  • Deposito Fleksibel untuk Kebutuhan Tidak Pasti, Opsi Saat Dana Mungkin Dibutuhkan Sewaktu-Waktu

    Deposito Fleksibel untuk Kebutuhan Tidak Pasti, Opsi Saat Dana Mungkin Dibutuhkan Sewaktu-Waktu

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 14
    • 0Komentar

    Banyak orang ingin menyimpan dana di deposito karena menawarkan bunga yang umumnya lebih tinggi dibanding tabungan biasa. Namun, tidak sedikit yang ragu karena khawatir dana akan dibutuhkan sebelum jatuh tempo. Kalau kamu memiliki kondisi keuangan yang belum sepenuhnya pasti, deposito fleksibel bisa menjadi salah satu pilihan yang layak dipertimbangkan. Produk ini dirancang untuk nasabah yang […]

  • Mengenal Berbagai Suara Kucing dan Maknanya

    Mengenal Berbagai Suara Kucing dan Maknanya

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 36
    • 0Komentar

    Kucing dikenal sebagai hewan yang ekspresif, terutama melalui suara kucing yang mereka keluarkan setiap hari. Bagi Pawfriends yang memelihara kucing, memahami suara kucing bukan hanya sekadar lucu-lucuan, tetapi juga cara penting untuk mengetahui kondisi, kebutuhan, hingga emosi mereka. Setiap suara kucing memiliki arti yang berbeda, mulai dari tanda lapar, ingin bermain, hingga kucing merasa tidak […]

  • Perkuat Struktur Pendanaan, BRI Finance Targetkan Penerbitan Obligasi pada Semester II-2026

    Perkuat Struktur Pendanaan, BRI Finance Targetkan Penerbitan Obligasi pada Semester II-2026

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 24
    • 0Komentar

    Jakarta, 5 Mei 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) terus menyiapkan langkah strategis untuk menjaga momentum pertumbuhan bisnis melalui rencana penerbitan obligasi yang dijadwalkan pada kuartal III-2026. Inisiatif ini menjadi bagian dari strategi perseroan dalam mengoptimalkan struktur pendanaan sekaligus mengantisipasi peningkatan kebutuhan pembiayaan pada paruh kedua tahun ini. Direktur Utama BRI Finance, Wahyudi […]

  • Mudik Aman dan Nyaman, Intip Persiapan Dapur Pacu KAI Daop 9 Jember Jelang Lebaran 2026

    Mudik Aman dan Nyaman, Intip Persiapan Dapur Pacu KAI Daop 9 Jember Jelang Lebaran 2026

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 50
    • 0Komentar

    Dalam rangka mendukung kelancaran masa Angkutan Lebaran 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 9 Jember memastikan kesiapan sarana perkeretaapian baik di wilayah Jember maupun Ketapang. Sebanyak 11 lokomotif dan 109 kereta disiapkan untuk melayani kebutuhan transportasi masyarakat selama periode angkutan Lebaran. Selain itu, sebagai langkah antisipasi, Daop 9 juga menyiapkan 1 lokomotif cadangan di […]

expand_less