Breaking News
light_mode

  • account_circle Editor Reputasi
  • calendar_month Sabtu, 9 Agt 2025
  • visibility 147
  • comment 0 komentar

Strategi Influencer Marketing sebagai Pilar Penguatan Citra Brand Perusahaan Multifinance

 

Dalam industri multifinance, membangun dan mempertahankan citra merek yang kuat merupakan kunci keberlanjutan bisnis. Selama ini, banyak perusahaan multifinance mengandalkan mitra strategis seperti dealer otomotif, showroom kendaraan, maupun platform e-commerce untuk mendorong penjualan sekaligus membentuk persepsi merek di mata konsumen. Pendekatan ini memang efektif pada tahap awal pertumbuhan, namun ketergantungan yang terlalu tinggi terhadap pihak eksternal dapat menimbulkan risiko jangka panjang.

 

Data terbaru dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) tahun 2025 menunjukkan bahwa penjualan otomotif pada 2024 mengalami penurunan signifikan sebesar 17% dibandingkan tahun sebelumnya. Lebih dari itu, sejak 2015, total penjualan mobil di Indonesia tidak pernah kembali mencapai angka 1,2 juta unit. Penurunan performa ini bukan hanya berdampak pada sektor otomotif, tetapi juga memengaruhi ekosistem bisnis multifinance yang selama ini menggantungkan aliran konsumen dari mitra-mitra tersebut.

 

Kondisi ini menjadi sinyal kuat bahwa perusahaan multifinance perlu mengadopsi pendekatan pemasaran yang lebih mandiri, dengan membangun identitas merek yang solid serta mengeksplorasi strategi baru untuk menjangkau calon konsumen secara langsung. Salah satu pendekatan yang semakin relevan dan efektif adalah influencer marketing.

 

Pentingnya Reputasi dan Kepercayaan dalam Industri Multifinance

 

Riset yang dilakukan MarkPlus mengungkapkan bahwa kepercayaan publik terhadap merek multifinance sangat dipengaruhi oleh dua faktor utama: reputasi perusahaan (61,7%) dan pengalaman positif konsumen (45,6%). Hal ini menegaskan bahwa brand equity di industri multifinance dibentuk bukan hanya melalui kualitas produk, tetapi juga melalui persepsi publik terhadap integritas, kredibilitas, dan rekam jejak perusahaan.

 

Influencer marketing menawarkan jalur yang unik untuk memperkuat kedua faktor tersebut. Berdasarkan berbagai survei konsumen, sekitar 80% responden menyatakan lebih mudah merasa dekat dan percaya pada figur influencer dibandingkan iklan konvensional. Influencer berperan sebagai “jembatan kepercayaan” antara merek dan audiens, karena mereka dianggap memiliki hubungan personal dan autentik dengan para pengikutnya.

 

Tantangan: Rendahnya Pemahaman Influencer terhadap Industri Multifinance

 

Meski potensinya besar, implementasi influencer marketing di sektor multifinance bukan tanpa hambatan. Salah satu tantangan terbesar adalah rendahnya pemahaman influencer mengenai konsep dan lingkup industri multifinance itu sendiri. Data menunjukkan bahwa 67% influencer tidak memiliki gambaran yang akurat mengenai multifinance, dan sebagian besar justru mengasosiasikannya dengan produk keuangan lain seperti investasi, asuransi, atau layanan peer-to-peer (P2P) lending. Kesalahpahaman ini berisiko membuat pesan yang disampaikan menjadi tidak tepat sasaran dan bahkan membingungkan audiens.

 

Oleh karena itu, sebelum melibatkan influencer dalam kampanye pemasaran, perusahaan multifinance perlu memastikan adanya proses edukasi yang komprehensif. Influencer harus memahami secara detail portofolio produk, diferensiasi layanan, serta positioning merek di pasar.

 

Tiga Pilar Strategi Kolaborasi Influencer untuk Multifinance

 

Agar kolaborasi berjalan efektif dan selaras dengan tujuan brand, terdapat tiga pilar utama yang perlu menjadi fokus perusahaan:

 

1. Menghindari Kesalahpahaman Produk

Memberikan panduan strategis yang jelas kepada influencer sangat penting. Panduan ini mencakup deskripsi rinci produk, visi dan misi merek, pesan utama yang ingin disampaikan, serta target hasil yang diharapkan. Pendekatan ini tidak hanya meminimalkan risiko miskomunikasi, tetapi juga memastikan konsistensi pesan di berbagai kanal komunikasi.

 

2. Menargetkan Audiens yang Tepat

Konten yang diproduksi influencer harus sesuai dengan demografi, minat, dan perilaku audiens yang menjadi target pasar multifinance. Segmentasi yang tepat akan meningkatkan relevansi pesan, memperbesar peluang interaksi, serta memaksimalkan konversi.

 

3. Membangun Persepsi dan Nilai Merek

Influencer harus dibekali pedoman komunikasi merek yang memuat tone of voice, visual identity, dan nilai-nilai inti perusahaan. Dengan begitu, setiap pesan yang disampaikan akan mencerminkan karakter dan positioning merek secara konsisten, sehingga membentuk persepsi positif di benak konsumen.

 

Metrik Keberhasilan Kampanye Influencer Marketing

 

Untuk memastikan efektivitas strategi ini, perusahaan multifinance perlu mengukur kinerja kampanye influencer marketing melalui indikator yang terstruktur, meliputi:

 

Brand Perception & Awareness : survei Brand Lift, analisis pertumbuhan pengikut media sosial, serta pemantauan sentimen publik.

 

Engagement & Interaction : tingkat interaksi seperti like, komentar, share, hingga konten yang dihasilkan pengguna (user-generated content).

 

Conversion & Performance : Click-Through Rate (CTR), jumlah kunjungan situs web, serta penggunaan kode promo atau tautan unik dari influencer.

 

Ad Effectiveness : uji A/B testing dan metode multi-touch attribution untuk mengukur kontribusi influencer pada perjalanan konsumen (customer journey).

 

Kesimpulan: Menuju Kemandirian Brand Multifinance

 

Dengan memanfaatkan influencer marketing secara strategis, perusahaan multifinance dapat mengurangi ketergantungan pada mitra eksternal, membangun kehadiran merek yang lebih mandiri, dan memperluas jangkauan pasar secara langsung. Lebih dari sekadar promosi, strategi ini berfungsi sebagai investasi jangka panjang untuk memperkuat brand equity, meningkatkan kredibilitas, dan membentuk hubungan yang lebih dekat dengan konsumen di era digital yang semakin kompetitif.

 

Sumber : Markplus.inc

  • Penulis: Editor Reputasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bitcoin Mulai Stabil di Tengah Sentimen Pasar yang Membaik, Bittime Soroti Pentingnya Diversifikasi Portofolio

    Bitcoin Mulai Stabil di Tengah Sentimen Pasar yang Membaik, Bittime Soroti Pentingnya Diversifikasi Portofolio

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 25
    • 0Komentar

    Jakarta, 26 Mei 2026 – Bitcoin mulai stabil seiring membaiknya sentimen pasar global pasca periode volatilitas beberapa pekan terakhir. Sejalan dengan kondisi tersebut, Bittime menyoroti pentingnya strategi diversifikasi portofolio di tengah dinamika pasar kripto yang masih fluktuatif. Mengutip laporan Economic Times, dalam tiga pekan terakhir Bitcoin sempat mengalami volatilitas dengan pergerakan harga di kisaran $74.000 […]

  • 65% Konsumen Indonesia Terkena Dampak Penipuan E-commerce: Survei Cacco Mengungkap Kebutuhan Mendesak akan Deteksi Otomatis

    65% Konsumen Indonesia Terkena Dampak Penipuan E-commerce: Survei Cacco Mengungkap Kebutuhan Mendesak akan Deteksi Otomatis

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 66
    • 0Komentar

    Cacco Inc. (Kantor Pusat: Minato-ku, Tokyo; Presiden Direktur Hiroyuki Iwai; Kode Saham: 4166; selanjutnya disebut “Cacco”), penyedia layanan deteksi penipuan Jepang No.1*1 yang berkontribusi pada pengembangan infrastruktur belanja online yang aman, telah melakukan survei mengenai kerugian akibat penipuan dan solusi pencegahannya di kalangan pelaku bisnis E-commerce (EC) dan konsumen di Indonesia. Indonesia merupakan salah satu […]

  • Kebijakan Baja Nasional Berbasis Data dan Struktur Persaingan Global

    Kebijakan Baja Nasional Berbasis Data dan Struktur Persaingan Global

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 63
    • 0Komentar

    Jakarta, 18 Maret 2026 – PT Krakatau Steel (Persero) Tbk/Krakatau Steel Group (KRAS) menilai bahwa pembacaan ulang terhadap narasi daya saing baja global menjadi krusial dalam menjaga keberlanjutan industri baja nasional. Di tengah tekanan baja impor berharga rendah, pendekatan kebijakan yang berbasis data objektif dinilai lebih relevan dibanding sekadar asumsi bahwa harga murah identik dengan […]

  • KAI Bandara Layani 134 Ribu Penumpang KA Bandara YIA Selama Masa Angkutan Lebaran 2026

    KAI Bandara Layani 134 Ribu Penumpang KA Bandara YIA Selama Masa Angkutan Lebaran 2026

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 64
    • 0Komentar

    PT Railink (KAI Bandara) mencatat tingginya minat masyarakat dalam menggunakan layanan kereta api bandara selama masa Angkutan Lebaran 2026. Terhitung sejak 11 Maret hingga 25 Maret 2026, total sebanyak 134 ribu penumpang telah dilayani pada rute Yogyakarta International Airport (YIA). Adapun rinciannya sebagai berikut YIA Xpress sebanyak 48.687 penumpang dan YIA PSO 86.093 penumpang. Tingginya […]

  • Fat Bowl Bali, legenda favorit yang kini kembali dengan nuansa baru yang segar.

    Fat Bowl Bali, legenda favorit yang kini kembali dengan nuansa baru yang segar.

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 29
    • 0Komentar

    Fat Bowl Bali mengumumkan kembalinya restoran ikonik ini dengan nuansa baru yang dirancang untuk menghadirkan pengalaman bersantap yang lebih segar, hangat, dan berkesan bagi para pelanggan. Legian, Bali — Salah satu ikon kuliner favorit di Bali, Fat Bowl dengan bangga mengumumkan hadirnya wajah baru restoran setelah renovasi terbarunya. Dikenal sebagai legenda restoran di kawasan Legian, […]

  • Global Energy Alliance for People and Planet Bersama Mitra Dorong Solusi Terintegrasi bagi Masyarakat Pesisir Indonesia

    Global Energy Alliance for People and Planet Bersama Mitra Dorong Solusi Terintegrasi bagi Masyarakat Pesisir Indonesia

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 26
    • 0Komentar

    Jakarta, 26 Juni 2026 — Masyarakat pesisir Indonesia merupakan tulang punggung ekonomi biru nasional. Namun, di balik besarnya potensi sektor perikanan, akuakultur, dan industri berbasis kelautan, banyak masyarakat pesisir yang masih menghadapi ketidakstabilan pendapatan meskipun berkontribusi besar terhadap nilai ekonomi yang dihasilkan. Berdasarkan data Kementerian Kelautan dan Perikanan, nilai ekspor perikanan Indonesia pada tahun 2025 […]

expand_less