Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » 60% Pengguna Internet Akui Jawaban AI Lebih Jelas, Brand Harus Apa?

60% Pengguna Internet Akui Jawaban AI Lebih Jelas, Brand Harus Apa?

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
  • visibility 47
  • comment 0 komentar

Perilaku konsumen dalam mencari informasi digital mulai berubah cukup signifikan. Jika sebelumnya orang langsung pergi ke mesin telusur, seperti Google, sekarang sebagian pengguna justru memulai pencarian dari kecerdasan buatan (AI).

Studi yang dikutip oleh Search Engine Land menunjukkan bahwa sekitar 37% konsumen kini mengawali pencarian mereka melalui AI. Artinya, titik awal perjalanan konsumen mulai bergeser.

Temuan ini juga diperkuat oleh laporan dari Priority Pixels yang menyebutkan bahwa 60% pengguna merasa jawaban dari AI lebih jelas dibandingkan hasil pencarian tradisional. Ini menunjukkan bahwa bukan hanya penggunaannya yang meningkat, tetapi juga kepercayaan terhadap AI sebagai sumber informasi.

Perubahan ini membuat peran AI tak lagi sekadar alat bantu. AI mulai menjadi tempat utama orang mencari dan memahami informasi. Namun, di balik kemudahan tersebut, ada risiko baru yang sering luput dari perhatian brand.

Dalam sistem AI, pengguna tidak lagi melihat banyak pilihan seperti di halaman hasil pencarian. AI akan menyaring dan merangkum hanya beberapa brand yang dianggap paling relevan dan kredibel. Akibatnya, jumlah brand yang masuk ke tahap pertimbangan jadi jauh lebih sedikit.

“Ketika konsumen mulai dari AI, mereka tidak lagi melihat banyak opsi seperti di mesin pencari. Mereka langsung mendapatkan ringkasan. Artinya, brand yang tidak masuk dalam ringkasan tersebut bisa kehilangan peluang bahkan sebelum dipertimbangkan,” ujar Alexandro Wibowo, Co-Founder Avonetiq, sebuah Digital Authority Firm yang berfokus pada penguatan otoritas digital brand di era AI.

Situasi ini menciptakan risiko yang sifatnya tidak terlihat langsung, tetapi berdampak besar. Brand bisa saja masih aktif, memiliki produk yang bagus, bahkan mendapatkan peringkat tinggi di mesin pencari, tetapi tetap tidak muncul dalam jawaban AI.

Apabila ini terjadi, brand bisa kehilangan peluang sejak awal tanpa ada tanda yang jelas dari sisi performa.

“Ini yang sering tidak disadari. Brand merasa performanya masih stabil, padahal pelan-pelan mereka mulai tidak masuk dalam percakapan. Dampaknya baru terasa belakangan, saat peluang sudah lewat,” jelas Alexandro.

Melihat perubahan ini, muncul pendekatan baru yang dikenal sebagai AI Visibility Optimization (AVO). Pendekatan ini berfokus pada bagaimana brand membangun struktur informasi yang jelas, konsistensi narasi, serta sinyal kredibilitas agar lebih mudah dipahami dan dipercaya oleh sistem AI.

“AI tidak hanya mencari informasi, tapi juga menyusun jawaban dan memilih. Kalau brand tidak cukup jelas, tidak konsisten, atau tidak punya validasi yang kuat, AI tidak punya alasan untuk menyebutnya,” tambah Alexandro.

Seiring makin banyaknya konsumen yang memulai pencarian dari AI, perusahaan perlu mulai mengevaluasi kembali strategi visibilitas digital mereka. Persaingan sekarang bukan hanya soal siapa yang muncul, tetapi siapa yang masuk dalam jawaban.

Di era ini, kehilangan visibilitas tidak selalu terlihat dari angka, melainkan sering terjadi saat brand tidak lagi muncul di momen yang paling menentukan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • TRIBE Bali Legian Hadir di Pesisir Bali yang Dinamis dengan Konsep “Social Served Daily“

    TRIBE Bali Legian Hadir di Pesisir Bali yang Dinamis dengan Konsep “Social Served Daily“

    • calendar_month Senin, 31 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 24
    • 0Komentar

    HOTEL KEDUA TRIBE DI INDONESIA KINI HADIR DI SALAH SATU AREA PALING DINAMIS DI BALI TRIBE, brand hotel dari Accor yang dikenal melalui desain berani dan energi sosial yang dinamis, membuka TRIBE Bali Legian. Hadir di salah satu kawasan paling semarak di Bali, hotel ini menawarkan cara baru menikmati pengalaman menginap yang modern. Menghadirkan 113 […]

  • Hilirisasi Mineral Jadi Pilar Penguatan Ekonomi Nasional

    Hilirisasi Mineral Jadi Pilar Penguatan Ekonomi Nasional

    • calendar_month Kamis, 1 Okt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 11
    • 0Komentar

    JAKARTA — Selama bertahun-tahun, kekayaan mineral Indonesia lebih banyak diekspor dalam bentuk bahan mentah dengan nilai tambah terbatas. Pola tersebut membuat manfaat ekonomi yang dihasilkan belum optimal dalam mendukung penguatan struktur perekonomian nasional. Melalui kebijakan hilirisasi, pemerintah mendorong pengolahan mineral di dalam negeri agar nilai tambah dapat dinikmati secara lebih luas. Kebijakan ini mulai menunjukkan […]

  • Harga Bitcoin Melemah Tajam, Investor Indonesia Tidak Panic Selling

    Harga Bitcoin Melemah Tajam, Investor Indonesia Tidak Panic Selling

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 42
    • 0Komentar

    Jakarta, 5 Juni 2026 — Harga Bitcoin kembali mengalami tekanan dan bergerak di kisaran US$62.000 setelah pasar kripto global menghadapi tekanan jual dalam beberapa hari terakhir, bahkan penurunan lebih dari 14% dalam sepekan. Pelemahan ini dipengaruhi oleh kombinasi beberapa faktor, mulai dari arus keluar dana dari ETF Bitcoin Spot, likuidasi posisi leverage, hingga rotasi likuiditas […]

  • Antisipasi Karhutla, Holding perkebunan Nusantara melalui PTPN IV PalmCo Perkuat Deteksi Dini dan Patroli di Sumatera-Kalimantan

    Antisipasi Karhutla, Holding perkebunan Nusantara melalui PTPN IV PalmCo Perkuat Deteksi Dini dan Patroli di Sumatera-Kalimantan

    • calendar_month Kamis, 24 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 15
    • 0Komentar

    Jakarta – PTPN IV PalmCo, Subholding Perkebunan Nusantara memperkuat langkah pencegahan dan kesiapsiagaan menghadapi peningkatan risiko kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah operasional perusahaan di Sumatera dan Kalimantan. PTPN IV PalmCo menjalankan mitigasi Karhutla melalui penguatan sistem deteksi dini, patroli lapangan, kesiapan personel dan sarana pemadaman, serta penyediaan sumber air di kawasan rawan […]

  • Community Engagement Berbasis Data Jadi Strategi Baru Brand Bangun Loyalitas Konsumen

    Community Engagement Berbasis Data Jadi Strategi Baru Brand Bangun Loyalitas Konsumen

    • calendar_month Sabtu, 28 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 59
    • 0Komentar

    Jakarta, 27 Maret 2026 – Di tengah lanskap digital yang semakin kompetitif, strategi pendekatan brand dalam menjangkau audiens terus berkembang. Jika sebelumnya brand berfokus untuk meningkatkan eksposur dan kampanye yang bersifat satu arah, kini banyak brand yang mulai membangun komunitas secara aktif. Melalui komunitas, brand dapat menciptakan keterikatan emosional, mengembangkan percakapan dua arah, serta menghadirkan […]

  • Tourism India Showcase 2026 Dorong Kolaborasi Pariwisata India–Indonesia

    Tourism India Showcase 2026 Dorong Kolaborasi Pariwisata India–Indonesia

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 69
    • 0Komentar

    JAKARTA — Kedutaan Besar India di Jakarta menyelenggarakan Tourism India Showcase 2026 di Hotel Aryaduta, Jakarta, Selasa (10/3/2026). Acara ini mempertemukan pejabat pemerintah, pelaku industri pariwisata, asosiasi perjalanan, serta operator tur dari India dan Indonesia untuk membahas peluang kolaborasi sekaligus memperkuat konektivitas pariwisata antara kedua negara. Dalam sambutan pembukaannya, Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep […]

expand_less