Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Bittime Soroti Pengaruh Data Ekonomi AS terhadap Pergerakan Harga Kripto

Bittime Soroti Pengaruh Data Ekonomi AS terhadap Pergerakan Harga Kripto

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Sabtu, 12 Sep 2026
  • visibility 27
  • comment 0 komentar

Bittime menyoroti pengaruh data ekonomi Amerika Serikat dan ekspektasi kebijakan suku bunga The Fed terhadap pergerakan pasar kripto. Bittime juga mengingatkan pentingnya memahami karakteristik, leverage, dan risiko produk aset digital, terutama di tengah tingginya aktivitas perdagangan derivatif global.

Bittime, sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menilai perkembangan ekonomi global menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan investor untuk memahami pergerakan pasar aset kripto.

Berdasarkan data CoinMarketCap pada 11 September 2026 pagi, Bitcoin berada di kisaran US$76.695, melemah 1,88% dalam 24 jam terakhir dan 5,00% dalam sepekan. Sementara itu, Ethereum berada di sekitar US$2.452, terkoreksi 0,51% dalam 24 jam dan 2,16% dalam sepekan.

Pergerakan tersebut berlangsung ketika investor masih mencermati berbagai perkembangan ekonomi global, termasuk arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat.

Mengapa Data Makro Diperhatikan Investor?

Data seperti Consumer Price Index (CPI), Non-Farm Payrolls (NFP), dan keputusan Federal Reserve (The Fed) menjadi perhatian karena dapat memengaruhi ekspektasi investor terhadap arah suku bunga. Ketika data ekonomi berbeda dari perkiraan pasar, investor dapat menyesuaikan kembali pandangan mereka terhadap kebijakan moneter.

Perubahan ekspektasi tersebut kemudian dapat memengaruhi imbal hasil obligasi, nilai dolar AS, dan minat investor terhadap aset berisiko. Riset International Monetary Fund (IMF) pada 2023 yang berjudul “The Crypto Cycle and US Monetary Policy” menunjukkan bahwa pengetatan kebijakan moneter AS dapat memengaruhi pasar kripto melalui perubahan risk appetite investor. IMF juga menemukan bahwa meningkatnya keterkaitan pasar kripto dengan pasar saham terjadi seiring masuknya investor institusional ke pasar kripto.

Dengan demikian, reaksi pasar terhadap suatu data tidak selalu bergantung pada apakah angkanya naik atau turun. Investor juga melihat bagaimana data tersebut dibandingkan dengan ekspektasi sebelumnya serta apa dampaknya terhadap kebijakan moneter ke depan.

“Investor perlu memahami bahwa pasar tidak hanya bereaksi terhadap apakah suatu data ekonomi naik atau turun, tetapi juga bagaimana data tersebut dibandingkan dengan ekspektasi dan apa artinya terhadap kebijakan moneter ke depan. Karena itu, data makro juga menjadi salah satu pertimbangan, bukan satu-satunya dasar dalam mengambil keputusan investasi,” ujar Direktur Operasional Bittime, Ryan Lymn.

Pergerakan Pasar Kripto

Investor dan trader global tidak hanya mencermati data makroekonomi Amerika Serikat, tetapi juga perkembangan aktivitas perdagangan aset kripto di pasar spot dan derivatif. Pasar derivatif merupakan salah satu bagian dari aktivitas perdagangan aset kripto global.

Berdasarkan laporan CoinMarketCap berjudul August Exchange Monthly Report, 11 bursa yang dipantau mencatat total volume perdagangan spot dan derivatif sekitar US$4,23 triliun pada Agustus 2026, meningkat 12,3% dibandingkan Juli 2026. Dari total tersebut, perdagangan spot menyumbang sekitar 13,8%, sedangkan perdagangan derivatif mencapai sekitar 86,2%, atau setara dengan US$3,65 triliun.

Laporan tersebut juga mencatat volume perdagangan derivatif sekitar 6,25 kali dari volume perdagangan spot pada Agustus 2026. Angka tersebut memberikan gambaran mengenai komposisi aktivitas perdagangan aset kripto pada bursa yang dipantau CoinMarketCap selama periode tersebut.

Data tersebut menggambarkan bahwa pasar derivatif memiliki aktivitas perdagangan yang besar sekaligus memiliki risiko yang perlu dipahami oleh pelaku pasar. Perubahan harga yang cepat dapat memengaruhi posisi futures, terutama pada transaksi yang menggunakan leverage. Karena itu, pemahaman terhadap mekanisme produk dan manajemen risiko menjadi bagian penting sebelum melakukan transaksi.

“Setiap produk aset digital memiliki karakteristik dan tingkat risiko yang berbeda. Karena itu, investor perlu memahami cara kerja produk, termasuk penggunaan leverage dan pengelolaan posisi, sebelum melakukan transaksi. Pemahaman tersebut dapat membantu investor menyesuaikan penggunaan produk dengan kebutuhan dan tingkat pemahamannya,” pungkas Ryan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • TES Hadirkan Rangkaian Forum Bisnis Internasional dan Seminar Global Growth di CIEIE 2026

    TES Hadirkan Rangkaian Forum Bisnis Internasional dan Seminar Global Growth di CIEIE 2026

    • calendar_month Senin, 31 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 32
    • 0Komentar

    The Entrepreneurs Society (TES) menghadirkan rangkaian forum bisnis internasional dalam CIEIE 2026 pada 3–5 September 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta. CIEIE 2026 menjadi ruang bagi entrepreneur, business owner, brand owner, investor, supplier, dan profesional untuk menemukan peluang bisnis, produk, supplier, investasi, serta koneksi perdagangan lintas negara. Rangkaian agenda TES meliputi: 1. International […]

  • Pembiayaan Investasi Tumbuh 46,85%, BRI Finance Perkuat Penyaluran Dana Produktif

    Pembiayaan Investasi Tumbuh 46,85%, BRI Finance Perkuat Penyaluran Dana Produktif

    • calendar_month Senin, 26 Okt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 10
    • 0Komentar

    Jakarta, 3 September 2026 – Kebutuhan dunia usaha untuk memperkuat kapasitas dan mendukung pengembangan bisnis masih menjadi salah satu ruang pertumbuhan bagi industri pembiayaan. Di tengah kondisi tersebut, PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) mencatat pertumbuhan pembiayaan investasi sebesar 46,85% secara tahunan (year on year/YoY) hingga Juni 2026. Pertumbuhan tersebut menunjukkan kinerja positif BRI Finance […]

  • Mahasiswa Fashion Program BINUS UNIVERSITY Tampil di Jakarta Fashion Week 2027, Padukan Beskap Jawa dengan Gaya Barat

    Mahasiswa Fashion Program BINUS UNIVERSITY Tampil di Jakarta Fashion Week 2027, Padukan Beskap Jawa dengan Gaya Barat

    • calendar_month Jumat, 30 Okt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 6
    • 0Komentar

    Jakarta, 26 Oktober 2026 – Kekayaan budaya Indonesia kembali menjadi inspirasi dalam dunia fashion modern. Kali ini, Alifa Muthmainnah, mahasiswa Fashion Program – School of Design BINUS University, berhasil menjadi finalis Lomba Perancang Mode Menswear (LPMM) dan mendapatkan kesempatan untuk menampilkan karya rancangannya di panggung Jakarta Fashion Week 2027, salah satu ajang mode terkemuka di […]

  • Bitcoin Tertekan Ketidakpastian Ekonomi Global, Ini Faktor yang Perlu Dicermati Investor

    Bitcoin Tertekan Ketidakpastian Ekonomi Global, Ini Faktor yang Perlu Dicermati Investor

    • calendar_month Selasa, 13 Okt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 19
    • 0Komentar

    Pelemahan Bitcoin pada 13 Oktober 2026 terjadi di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global. Bittime menyoroti tiga faktor yang perlu dicermati investor, yaitu penguatan dolar AS, perkembangan harga minyak dan ekspektasi inflasi, serta arus dana ETF Bitcoin spot AS. Investor diimbau memahami dinamika pasar dan risiko setiap instrumen sebelum mengambil keputusan. Bittime juga menjelaskan karakteristik […]

  • Peran Indikator dalam Membaca Sinyal Trading di Platform Digital

    Peran Indikator dalam Membaca Sinyal Trading di Platform Digital

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 83
    • 0Komentar

    Dalam dunia trading modern, indikator teknikal menjadi alat penting bagi trader untuk membaca sinyal pasar. Dengan bantuan indikator, trader dapat menganalisis pergerakan harga secara lebih objektif dan membuat keputusan yang lebih terarah. Platform digital seperti MetaTrader 5 menyediakan berbagai indikator yang dapat membantu trader memahami tren, momentum, hingga potensi reversal. Apa Itu Indikator dalam Trading […]

  • Marianna Resort Tuktuk Samosir Pecahkan Rekor LEPRID Lewat “1001 Naniura”, Angkat Kuliner Batak ke Panggung Nasional

    Marianna Resort Tuktuk Samosir Pecahkan Rekor LEPRID Lewat “1001 Naniura”, Angkat Kuliner Batak ke Panggung Nasional

    • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 42
    • 0Komentar

    SAMOSIR, 30 Mei 2026 — Marianna Resort & Convention Tuktuk Samosir menghadirkan perayaan budaya dan kuliner bertajuk “1001 Naniura” pada Jumat (30/5/2026). Acara ini sekaligus mencatatkan rekor LEPRID melalui penyajian 1001 hidangan Naniura, kuliner tradisional khas Batak yang dikenal sebagai “sashimi khas Nusantara”. Kegiatan yang digelar di ballroom Marianna Resort tersebut dihadiri oleh sejumlah perwakilan […]

expand_less