Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » KEMENTERIAN PPN / BAPPENAS DORONG ENSIA 2026 PERKUAT INOVASI UNTUK PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN INDONESIA

KEMENTERIAN PPN / BAPPENAS DORONG ENSIA 2026 PERKUAT INOVASI UNTUK PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN INDONESIA

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Senin, 14 Sep 2026
  • visibility 20
  • comment 0 komentar

Denpasar, (09/10) – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional / Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia mendorong Environmental and Social Innovation Awards (ENSIA) 2026 sebagai upaya kontribusi nyata dalam mendukung pencapaian pembangunan berkelanjutan di Indonesia melalui inisiatif dan memperkuat inovasi lingkungan dan sosial yang relevan dengan kebutuhan pembangunan Indonesia.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional / Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia Rachmat Pambudy menyampaikan pada keynote speech-nya bahwa ENSIA dapat menjadi salah satu pendorong untuk memperluas penerapan inovasi yang telah terbukti memberikan manfaat. Menurutnya, keberhasilan inovasi perlu tercermin melalui perbaikan kualitas lingkungan, penguatan usaha, serta peningkatan kemampuan masyarakat dalam menghadapi berbagai perubahan.

“Kualitas lingkungan dan ketahanan masyarakat harus menjadi bagian strategi pertumbuhan ekonomi. Kita perlu memastikan bahwa investasi dan kegiatan produksi menjaga sumber daya alam yang menopang pembangunan serta memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitarnya,” kata Rachmat Pambudy.

Sejalan dengan hal tersebut, dalam kesempatan ENSIA 2026, Rachmat Pambudy menyampaikan empat arahan strategis yang perlu didorong secara bersama oleh berbagai sektor. Arahan pertama adalah mempercepat dekarbonisasi industri dan memperkuat daya saing hilirisasi.

“Fokus pertama yaitu mempercepat dekarbonisasi industri dan memperkuat daya saing hilirisasi. Respons kita perlu mencakup penguatan pengukuran dan verifikasi jejak karbon, percepatan pemanfaatan energi terbarukan, diversifikasi pasar ekspor, serta perluasan akses pembiayaan hijau. Langkah ini perlu disertai efisiensi energi dan elektrifikasi proses produksi secara bertahap, sesuai karakteristik dan kesiapan industri”

Rachmat Pambudy melanjutkan, “Saya mendorong dunia usaha menjadikan dekarbonisasi sebagai bagian dari strategi investasi dan pengembangan rantai pasok, Lembaga pengujian, inspeksi dan sertifikasi termasuk SUCOFINDO memiliki peran penting dalam memastikan bahwa kinerja keberlanjutan dapat dibuktikan secara kredibel. Dengan demikian, inovasi memperkuat kepercayaan pasar dan nilai tambah produk Indonesia,” ucap Rachmat Pambudy.

Arahan selanjutnya yaitu mengembangkan ekonomi biru untuk memperkuat ketahanan pangan dan masyarakat pesisir. Ketiga menerapkan prinsip ekonomi biru, hijau dan sirkular dalam pariwisata. Keempat, memperluas pembiayaan dan kemitraan untuk membawa inovasi ke skala yang lebih besar, dan yang terakhir yaitu memperluas pembiayaan dan kemitraan untuk membawa inovasi ke skala yang lebih besar.

“Sebagai Bridge Builder, Indonesia siap menghubungkan pembiayaan global dengan proyek hijau dan biru di dalam negeri. Saya berharap ENSIA turut mempertemukan inovasi, kebutuhan masyarakat, dan dukungan pembiayaan, serta mendorong replikasi praktik yang berhasil agar manfaatnya semakin luas,” tegas Rachmat Pambudy.

Hal tersebut selaras dengan yang disampaikan oleh Direktur Utama PT SUCOFINDO (PERSERO) Sandry Pasambuna yang mengatakan bahwa ENSIA merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendorong budaya inovasi dan keberlanjutan di Indonesia.

“Sejak diselenggarakan pada tahun 2022, ENSIA menjadi ajang apresiasi bagi perusahaan dan local hero yang berhasil menghadirkan inovasi lingkungan dan sosial yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan. Sehingga, Fokus inovasi ENSIA 2026 diarahkan pada isu-isu strategis nasional, seperti ketahanan pangan, pengelolaan sampah, dan transisi energi bersih yang memiliki dampak langsung terhadap pembangunan masa depan Indonesia,” kata Sandry Pasambuna.

Kemudian Sandry Pasambuna melanjutkan bahwa ajang ENSIA 2026 menjadi wadah berinovasi dalam memberikan dampak bagi masyarakat sehingga membuka peluang ekonomi dan memperkuat ketahanan komunitas secara luas,“Kami ingin mendorong dunia usaha untuk terus berinovasi yang berdampak positif pada kualitas lingkungan, sosial serta kemandirian sehingga menjadikani masyarakat yang lebih tangguh terhadap pembangunan nasional,” tutur Sandry Pasambuna.

Direktur Utama PT SUCOFINDO (PERSERO) berharap ke depan ENSIA terus berkembang sebagai platform inovasi keberlanjutan yang semakin inklusif dan berdampak bagi tidak hanya untuk lingkungan dan sosial namun juga meningkatkan pembangunan Indonesia yang semakin tangguh dan berkelanjutan.

“Kami ingin melihat semakin banyak perusahaan, komunitas, dan local hero yang terlibat serta menghadirkan inovasi yang mampu menjawab tantangan dan menjadi solusi bagi lingkungan dan sosial secara nyata. Yang terpenting, inovasi yang lahir dari ENSIA tidak berhenti pada penghargaan, tetapi dapat direplikasi dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat, lingkungan, dan berdampak bagi pembangunan nasional yang berkualitas dan kredibel,” tutup Sandry Pasambuna.

Turut hadir di ajang Environmental and Social Innovation Awards (ENSIA) 2026 Menteri Lingkungan Hidup / Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia Moh Jumhur Hidayat, Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia Hanif Faisol Nurofiq serta Gubernur Provinsi Bali Wayan Koster.

Environmental and Social Innovation Awards (ENSIA) adalah bentuk apresiasi PT SUCOFINDO (PERSERO) sebagai ajang penghargaan kepada pelaku usaha di Indonesia yang memiliki inovasi di bidang lingkungan dan sosial yang diselenggarakan sejak tahun 2022. ENSIA tidak hanya memberikan apresiasi, tetapi juga menjadi wadah berbagi praktik terbaik antar pelaku usaha. Melalui ajang ini, perusahaan dapat menunjukkan capaian inovasinya, memperluas jejaring, serta memperkuat reputasi keberlanjutan di hadapan para pemangku kepentingan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dorong Lahirnya AI Content Creator Indonesia, MAXY Academy Siapkan Ekosistem Intensif bagi Talenta Muda

    Dorong Lahirnya AI Content Creator Indonesia, MAXY Academy Siapkan Ekosistem Intensif bagi Talenta Muda

    • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 44
    • 0Komentar

    MAXY Academy menghadirkan ekosistem pembelajaran AI yang inklusif dan aplikatif untuk mencetak talenta AI Content Creator Indonesia, mulai dari webinar gratis hingga Intensive Class “AI for Content Creator” yang berlangsung pada 4-5 Juni 2026 di MAXY AI Hub, Jakarta Selatan. Program ini menjawab kebutuhan industri kreatif yang kini menuntut kreator mampu mengintegrasikan berbagai platform AI […]

  • Waktu Transit Lebih Produktif, Manfaatkan Fasilitas Co-Working Space di Stasiun Cawang

    Waktu Transit Lebih Produktif, Manfaatkan Fasilitas Co-Working Space di Stasiun Cawang

    • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Fasilitas Co-Working Space gratis di Stasiun Cawang memberi kesempatan pengguna LRT Jabodebek memanfaatkan waktu transit menjadi lebih produktif dan nyaman. Waktu menunggu kereta kini tak lagi harus dihabiskan dengan duduk tanpa aktivitas. Ditengah tren kerja fleksibel dan mobilitas tinggi masyarakat Jabodebek, pengguna LRT Jabodebek dapat memanfaatkan fasilitas Co-Working Space di Stasiun Cawang setiap hari secara […]

  • Telkom Tingkatkan Kapabilitas Developer Lewat AI Connect Offline Series di Makassar

    Telkom Tingkatkan Kapabilitas Developer Lewat AI Connect Offline Series di Makassar

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 68
    • 0Komentar

    Pemanfaatan AI Coding Assistants untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas pengembangan aplikasi Jakarta, 2 April 2026 – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) melalui inisiatif Telkom AI Center of Excellence (AI CoE) menggelar AI Connect Offline Series di AI Center Makassar sebagai upaya memperkuat kapabilitas developer di kawasan timur Indonesia dalam memanfaatkan kecerdasan buatan pada proses pengembangan perangkat […]

  • Hadir di Mekari Conference 2026, RevComm Dukung Pemanfaatan AI di Dunia Kerja

    Hadir di Mekari Conference 2026, RevComm Dukung Pemanfaatan AI di Dunia Kerja

    • calendar_month Rabu, 30 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 19
    • 0Komentar

    Jakarta, 30 September 2026 — Penerapan artificial intelligence (AI) di dunia kerja terus berkembang, dari sekadar otomatisasi menjadi bagian dari berbagai aktivitas bisnis yang dapat membantu perusahaan meningkatkan produktivitas dan menyederhanakan pekerjaan. Hal ini menjadi fokus Mekari Conference 2026 yang mengangkat tema “AI at Work” pada 29 September 2026 di Raffles Hotel Jakarta. Pada gelaran konferensi yang mempertemukan para […]

  • Vietnam Wedding Week 2026 Resmi Menutup The Love City, Satukan Fashion Pengantin, Pengalaman, dan Ekosistem Pernikahan

    Vietnam Wedding Week 2026 Resmi Menutup The Love City, Satukan Fashion Pengantin, Pengalaman, dan Ekosistem Pernikahan

    • calendar_month Rabu, 2 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 34
    • 0Komentar

    Setelah berlangsung selama dua hari di White Palace Hoang Van Thu, Vietnam Wedding Week 2026 resmi menutup rangkaian The Love City. Acara ini mempertemukan fashion pengantin, berbagai brand pernikahan, para ahli, vendor, seniman, hingga pasangan dalam satu destinasi. Digelar melalui kolaborasi antara YEAH1 dan LIVEN Technology, Vietnam Wedding Week 2026 dihadirkan sebagai platform pernikahan yang […]

  • Bitcoin Tembus US.000, Pasar Diuji Transisi The Fed dan Perpecahan FOMC

    Bitcoin Tembus US$80.000, Pasar Diuji Transisi The Fed dan Perpecahan FOMC

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 57
    • 0Komentar

    [Jakarta, 5 Mei 2026] – Pasar global memasuki fase transisi yang krusial. Dalam satu minggu terakhir, investor dihadapkan pada tiga perkembangan utama: pertemuan terakhir Federal Reserve di bawah kepemimpinan Jerome Powell, meningkatnya perpecahan internal dalam Federal Open Market Committee (FOMC), serta volatilitas tajam di pasar kripto pasca pengumuman kebijakan moneter.  Kombinasi ini menunjukkan bahwa pasar tidak sekadar bereaksi terhadap peristiwa jangka pendek, tetapi sedang menyesuaikan ekspektasi terhadap arah kebijakan global, likuiditas, dan risk appetite ke depan.  The Fed Memasuki Era Transisi, Ketidakpastian Masih Mendominasi  Pada 29 April, Jerome Powell memimpin pertemuan FOMC terakhirnya sebagai Ketua The Fed. Suku bunga dipertahankan di kisaran 3,50%–3,75% untuk ketiga kalinya berturut-turut, menegaskan pendekatan data-dependent di tengah tekanan inflasi yang belum sepenuhnya mereda.  Di saat yang sama, Komite Perbankan Senat AS meloloskan nominasi Kevin Warsh sebagai Ketua The Fed berikutnya dengan selisih tipis. Jika disahkan dalam voting penuh Senat dalam waktu dekat, Warsh akan resmi menggantikan Powell pada pertengahan Mei, menandai salah satu transisi kepemimpinan paling penting bagi pasar keuangan global tahun ini.  Namun, sinyal yang lebih dalam justru datang dari dinamika internal FOMC. Empat anggota menyampaikan dissent dalam satu keputusan, fenomena yang jarang terjadi dan mencerminkan perbedaan pandangan yang semakin tajam terkait arah kebijakan moneter ke depan.  Situasi ini memperkuat narasi higher-for-longer. Selama tekanan inflasi, terutama dari sektor energi dan ketegangan geopolitik global, belum mereda, ruang bagi The Fed untuk beralih ke kebijakan yang lebih akomodatif masih terbatas.  Bitcoin dan Pola Sell-the-News: Volatilitas Tanpa Perubahan Struktur  Di pasar kripto, Bitcoin saat ini bergerak di kisaran US$80.000–US$81.000*, mencerminkan fase konsolidasi setelah reaksi cepat pasca-FOMC. Berdasarkan analisis internal , harga Bitcoin sempat turun sekitar US$1.300 hanya dalam waktu 10 menit setelah pengumuman kebijakan, melanjutkan pola sell-the-news yang telah terjadi dalam 8 dari 9 pertemuan The Fed terakhir.  Fenomena ini menegaskan bahwa volatilitas pasca-FOMC merupakan respons jangka pendek terhadap likuiditas dan positioning pasar, bukan refleksi perubahan fundamental. Secara historis, periode 24–48 jam setelah pengumuman kebijakan sering kali dipenuhi fluktuasi tajam sebelum pasar kembali mengikuti arah tren yang lebih besar.  Di tengah tekanan jangka pendek tersebut, fondasi struktural pasar kripto tetap menunjukkan ketahanan. Arus dana institusional, khususnya melalui produk spot Bitcoin ETF, masih mencerminkan akumulasi yang konsisten. Hal ini mengindikasikan bahwa pelaku pasar besar tetap berfokus pada narasi adopsi jangka panjang, bukan volatilitas berbasis peristiwa.  Dari sisi teknikal, […]

expand_less