Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Bitcoin Tembus US$80.000, Pasar Diuji Transisi The Fed dan Perpecahan FOMC

Bitcoin Tembus US$80.000, Pasar Diuji Transisi The Fed dan Perpecahan FOMC

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
  • visibility 63
  • comment 0 komentar

[Jakarta, 5 Mei 2026] – Pasar global memasuki fase transisi yang krusial. Dalam satu minggu terakhir, investor dihadapkan pada tiga perkembangan utama: pertemuan terakhir Federal Reserve di bawah kepemimpinan Jerome Powell, meningkatnya perpecahan internal dalam Federal Open Market Committee (FOMC), serta volatilitas tajam di pasar kripto pasca pengumuman kebijakan moneter. 

Kombinasi ini menunjukkan bahwa pasar tidak sekadar bereaksi terhadap peristiwa jangka pendek, tetapi sedang menyesuaikan ekspektasi terhadap arah kebijakan global, likuiditas, dan risk appetite ke depan. 

The Fed Memasuki Era Transisi, Ketidakpastian Masih Mendominasi 

Pada 29 April, Jerome Powell memimpin pertemuan FOMC terakhirnya sebagai Ketua The Fed. Suku bunga dipertahankan di kisaran 3,50%–3,75% untuk ketiga kalinya berturut-turut, menegaskan pendekatan data-dependent di tengah tekanan inflasi yang belum sepenuhnya mereda. 

Di saat yang sama, Komite Perbankan Senat AS meloloskan nominasi Kevin Warsh sebagai Ketua The Fed berikutnya dengan selisih tipis. Jika disahkan dalam voting penuh Senat dalam waktu dekat, Warsh akan resmi menggantikan Powell pada pertengahan Mei, menandai salah satu transisi kepemimpinan paling penting bagi pasar keuangan global tahun ini. 

Namun, sinyal yang lebih dalam justru datang dari dinamika internal FOMC. Empat anggota menyampaikan dissent dalam satu keputusan, fenomena yang jarang terjadi dan mencerminkan perbedaan pandangan yang semakin tajam terkait arah kebijakan moneter ke depan. 

Situasi ini memperkuat narasi higher-for-longer. Selama tekanan inflasi, terutama dari sektor energi dan ketegangan geopolitik global, belum mereda, ruang bagi The Fed untuk beralih ke kebijakan yang lebih akomodatif masih terbatas. 

Bitcoin dan Pola Sell-the-News: Volatilitas Tanpa Perubahan Struktur 

Di pasar kripto, Bitcoin saat ini bergerak di kisaran US$80.000–US$81.000*, mencerminkan fase konsolidasi setelah reaksi cepat pasca-FOMC. Berdasarkan analisis internal , harga Bitcoin sempat turun sekitar US$1.300 hanya dalam waktu 10 menit setelah pengumuman kebijakan, melanjutkan pola sell-the-news yang telah terjadi dalam 8 dari 9 pertemuan The Fed terakhir. 

Fenomena ini menegaskan bahwa volatilitas pasca-FOMC merupakan respons jangka pendek terhadap likuiditas dan positioning pasar, bukan refleksi perubahan fundamental. Secara historis, periode 24–48 jam setelah pengumuman kebijakan sering kali dipenuhi fluktuasi tajam sebelum pasar kembali mengikuti arah tren yang lebih besar. 

Di tengah tekanan jangka pendek tersebut, fondasi struktural pasar kripto tetap menunjukkan ketahanan. Arus dana institusional, khususnya melalui produk spot Bitcoin ETF, masih mencerminkan akumulasi yang konsisten. Hal ini mengindikasikan bahwa pelaku pasar besar tetap berfokus pada narasi adopsi jangka panjang, bukan volatilitas berbasis peristiwa. 

Dari sisi teknikal, area US$75.000–US$76.000 menjadi zona support krusial yang perlu dijaga. Selama level ini bertahan, peluang pemulihan menuju kisaran US$79.000–US$80.000 tetap terbuka, sejalan dengan pola historis pasca-FOMC yang cenderung bersifat sementara. 

Tekanan Global Menjalar ke Indonesia: Rupiah dan IHSG Berfluktuasi 

Dinamika global tersebut turut memengaruhi pasar domestik. Rupiah bergerak di kisaran Rp17.400–Rp17.425 per dolar AS*, mencerminkan tekanan dari penguatan dolar global pasca-FOMC. Penguatan ini didorong oleh ekspektasi suku bunga tinggi lebih lama, kenaikan yield US Treasury, serta meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven di tengah ketidakpastian geopolitik. *(data diambil di 05 May 12.45PM) 

IHSG juga menunjukkan volatilitas, dengan pergerakan yang cenderung defensif seiring arus dana asing yang masih berhati-hati terhadap aset emerging markets. Dalam kondisi seperti ini, arah pasar domestik lebih banyak ditentukan oleh dinamika global, khususnya aliran modal asing, dibandingkan faktor internal jangka pendek. 

Meski demikian, fundamental ekonomi Indonesia tetap relatif solid. Cadangan devisa yang kuat, stabilitas fiskal, serta pertumbuhan ekonomi yang terjaga menjadi bantalan penting di tengah tekanan eksternal yang meningkat. 

Dari Volatilitas ke Positioning: Cara Membaca Pasar Saat Ini 

Dalam fase seperti ini, volatilitas bukanlah sesuatu yang harus dihindari, melainkan dipahami. 

Bagi investor pemula, koreksi pasca-FOMC tidak seharusnya diartikan sebagai pembalikan tren. Pola ini telah berulang dalam beberapa siklus terakhir dan cenderung bersifat sementara. Strategi seperti Dollar Cost Averaging (DCA) tetap relevan untuk membangun posisi secara bertahap tanpa terpengaruh fluktuasi jangka pendek. 

Bagi trader, disiplin pada level teknikal dan manajemen risiko menjadi semakin krusial. Area support utama perlu diperhatikan, sementara penggunaan leverage berlebihan dalam kondisi volatilitas tinggi sebaiknya dihindari. 

Sementara itu, investor jangka panjang perlu tetap berfokus pada tren struktural, terutama perkembangan adopsi institusional dan potensi perubahan arah kebijakan moneter dalam beberapa bulan ke depan. 

Outlook: Pasar Menguji Kesabaran, Bukan Sekadar Arah 

Dalam fase transisi seperti ini, pasar tidak hanya bergerak, pasar menguji. 

Di satu sisi, tekanan makro membuat banyak investor cenderung menahan risiko. Di sisi lain, arus dana menunjukkan bahwa pelaku pasar besar tidak sepenuhnya keluar, melainkan melakukan reposisi secara bertahap. 

“Kita sedang berada di fase pasar yang tidak nyaman, dan justru di situlah peluang biasanya muncul. Dalam jangka pendek, tekanan makro masih tinggi dan volatilitas tidak akan hilang. Karena itu, sebagian investor mulai lebih taktis, termasuk meningkatkan alokasi ke stablecoin sebagai dry powder,” ujar Yudhono Rawis, CEO dan Founder FLOQ. 

“Tapi pertanyaan yang lebih penting bukan apakah pasar akan turun atau naik, melainkan apakah kita siap saat likuiditas kembali masuk. Karena ketika arah kebijakan mulai berubah, pergerakan pasar biasanya terjadi lebih cepat dari yang diperkirakan.” 

Ke depan, arah pasar akan sangat ditentukan oleh dua faktor utama: konfirmasi penuh Kevin Warsh sebagai Ketua The Fed serta perkembangan inflasi global, khususnya dari sektor energi. 

Jika ekspektasi kebijakan yang lebih akomodatif mulai terbentuk, aset berisiko, termasuk kripto, berpotensi mendapatkan dorongan dalam jangka menengah. Namun, selama ketidakpastian masih tinggi, volatilitas kemungkinan akan tetap menjadi bagian dari dinamika pasar. 

Eksekusi yang Tepat: Mengoptimalkan Strategi dengan Limit Order 

Di tengah pergerakan pasar yang dinamis, cara melakukan transaksi menjadi faktor yang tidak kalah penting. Salah satu pendekatan yang dapat membantu investor pemula adalah penggunaan fitur Limit Order. 

Berbeda dengan Market Order yang mengeksekusi transaksi secara instan pada harga pasar, Limit Order memberikan kontrol lebih besar terhadap harga, sehingga membantu mengurangi risiko slippage dan meningkatkan presisi eksekusi. 

“Sering kali, investor sudah memiliki analisis yang tepat, namun hasilnya tidak optimal karena eksekusi yang kurang terkontrol. Dengan Limit Order, pengguna dapat menjalankan strategi mereka dengan lebih disiplin dan terukur,” tambah Yudhono Rawis, CEO dan Founder FLOQ. 

Langkah Berikutnya 

Di mana pun Anda berada dalam perjalanan investasi, langkah selanjutnya adalah memastikan Anda memiliki pemahaman dan strategi yang tepat. 

Bagi pemula, FLOQ menyediakan FLOQ Academy, sebuah platform edukasi yang dirancang untuk membantu pengguna memahami dasar-dasar investasi kripto secara bertahap dan terstruktur. Seluruh materi dapat diakses secara gratis, termasuk seri video edukasi melalui kanal YouTube FLOQ, sehingga pengguna dapat belajar kapan saja sesuai kebutuhan mereka. 

Sementara itu, bagi trader yang membutuhkan dukungan lebih lanjut dalam analisis maupun eksekusi transaksi, FLOQ juga menghadirkan layanan Guest Relation dan VIP Service. Dengan dukungan tim trading desk serta layanan yang lebih personal, pengguna dapat memperoleh insight yang lebih mendalam dan pengalaman trading yang lebih optimal. Tim kami dapat dihubungi melalui business@floq.id 

Layanan ini tidak hanya membantu meningkatkan efisiensi strategi, tetapi juga mendukung pengelolaan portofolio yang lebih terarah di tengah dinamika pasar yang terus berkembang. 

Tentang FLOQ 

FLOQ adalah platform perdagangan aset digital yang berkomitmen untuk menghadirkan pengalaman investasi yang aman, transparan, dan mudah diakses oleh masyarakat. Dengan fokus pada inovasi, edukasi, serta kepatuhan terhadap regulasi, FLOQ bertujuan untuk mendukung pertumbuhan ekosistem aset digital di Indonesia. FLOQ memiki komunitas aktif dengan lebih dari 250,000 followers yang bergabung di 7 platform social media, 25,000 anggota komunitas aktif dan juga platform yang berkomitmen untuk meningkatkan edukasi bagi setiap pengguna dan publik dengan penyediaan FLOQ Akademi yang dapat diakses tanpa biaya. 

Hingga saat ini, FLOQ telah mencatat lebih dari 1,8 juta pengguna terdaftar and 2 juta App downloads dan mendukung 100+ aset digital. Dengan fokus pada pengembangan ekosistem dan kolaborasi strategis, FLOQ bertujuan menghadirkan manfaat nyata bagi penggunanya di era ekonomi digital. 

 

 

 

 

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bank Raya Dorong Mahasiswa Bangun Kebiasaan Finansial Sehat  di Era Digital

    Bank Raya Dorong Mahasiswa Bangun Kebiasaan Finansial Sehat di Era Digital

    • calendar_month Senin, 3 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 46
    • 0Komentar

    PT Bank Raya Indonesia Tbk (Bank Raya), bank digital bagian dari BRI Group, terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan literasi keuangan digital di Indonesia melalui program edukasi. Tujuan literasi keuangan digital ini adalah untuk meningkatkan pemahaman tentang perbankan digital, dalam pengelolaan keuangan di kalangan masyarakat. Untuk menjalankan fungsi bank sebagai intermediary sekaligus memperkenalkan produk-produk bank, Bank […]

  • Harga Emas (XAUUSD) Kembali Menguat, Dupoin Futures Proyeksikan Target 4.700

    Harga Emas (XAUUSD) Kembali Menguat, Dupoin Futures Proyeksikan Target 4.700

    • calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 43
    • 0Komentar

    Pergerakan harga emas (XAUUSD) diperkirakan masih memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan pada perdagangan hari Rabu (26/8). Berdasarkan analisis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, momentum bullish kembali terlihat setelah harga mengalami rejection pada area support 4.637–4.616. Kondisi tersebut diperkuat dengan terbentuknya pola Bullish Engulfing yang menunjukkan mulai menguatnya tekanan beli. Dupoin Futures melihat situasi ini membuka peluang […]

  • Pelindo Petikemas Setor Rp1,73 Triliun ke Negara, Dukung Fiskal Nasional

    Pelindo Petikemas Setor Rp1,73 Triliun ke Negara, Dukung Fiskal Nasional

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 52
    • 0Komentar

    Dengan meningkatnya aktivitas logistik dan perdagangan, sektor kepelabuhanan diproyeksikan akan terus menjadi salah satu fondasi penting pertumbuhan ekonomi Indonesia. SURABAYA– PT Pelindo Terminal Petikemas mencatat kontribusi kepada negara mencapai Rp1,73 triliun sepanjang tahun 2025. Setoran ini mencerminkan kuatnya peran perusahaan dalam menyokong fiskal nasional.   Kontribusi tersebut terdiri atas setoran pajak sebesar Rp1,45 triliun, Penerimaan […]

  • Akselerasi Hilirisasi Berbasis Teknologi, PTPN III (Persero) Tampilkan Portofolio Inovasi Olahan Kelapa Sawit di DTIIF 2026

    Akselerasi Hilirisasi Berbasis Teknologi, PTPN III (Persero) Tampilkan Portofolio Inovasi Olahan Kelapa Sawit di DTIIF 2026

    • calendar_month Selasa, 27 Okt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 12
    • 0Komentar

    JAKARTA – Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) berpartisipasi dalam Danantara Technology Innovation & Investment Forum (DTIIF) 2026 yang berlangsung di Fairmont Hotel Jakarta pada 26–28 Oktober 2026. Dalam forum tersebut, PTPN Group turut ambil bagian dalam pameran dengan menampilkan hasil pengolahan produk oleo kelapa sawit sebagai salah satu potensi pengembangan hilirisasi produk perkebunan. Selain […]

  • 60% Pengguna Internet Akui Jawaban AI Lebih Jelas, Brand Harus Apa?

    60% Pengguna Internet Akui Jawaban AI Lebih Jelas, Brand Harus Apa?

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 59
    • 0Komentar

    Perilaku konsumen dalam mencari informasi digital mulai berubah cukup signifikan. Jika sebelumnya orang langsung pergi ke mesin telusur, seperti Google, sekarang sebagian pengguna justru memulai pencarian dari kecerdasan buatan (AI). Studi yang dikutip oleh Search Engine Land menunjukkan bahwa sekitar 37% konsumen kini mengawali pencarian mereka melalui AI. Artinya, titik awal perjalanan konsumen mulai bergeser. […]

  • BRI BO Otista Gelar BRILiaN Culture Festival di Bandung, Perkuat Implementasi Budaya Kerja

    BRI BO Otista Gelar BRILiaN Culture Festival di Bandung, Perkuat Implementasi Budaya Kerja

    • calendar_month Rabu, 30 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 18
    • 0Komentar

    Dalam rangka memperkuat implementasi budaya kerja dalam aktivitas sehari-hari, BRI Branch Office (BO) Otista menyelenggarakan BRILiaN Culture Festival (BCF) yang dilaksanakan di Bandung dan diikuti oleh seluruh pekerja BO Otista. Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kehangatan, kebersamaan, dan kegembiraan. BRILiaN Culture Festival menjadi momentum bagi seluruh pekerja untuk mempererat hubungan antarpersonal, membangun engagement, sekaligus menumbuhkan […]

expand_less